Anda di halaman 1dari 7

bauksit

bauksit

adalahbijiutamaaluminiumterdiri dari
hydrous aluminium oksida dan
aluminium hidroksida yakni dari
mineralgibbsiteAl (OH)3,boehmiteALO (OH), dandiaspore-ALO (OH),
bersama-sama dengan oksida besi
goethitedanbijih besi, mineral tanah
liatkaolinitdan sejumlah kecilanatase
Tio2

Sifat kimia dan sifat fisika

Bauksit

Bentuk = amorf
Komposisi = campuran hydrolisis
alumunium oksida
Warna = putih, kuning, merah, merah
kecoklatan
Transparancy = opaque
Kekerasan = 1-3 skala mesh

Bauksit dapat diolah menjadi


alumunium. Bauksit adalah
bahan dasar Al

Sifat fisika dan kimia Al

Titik lebur = 600 C


Hantaran panas (25C) = 0,49 cal/det C
Kekuatan tensil = 700 Mpa
Panas pembakaran = 399 cal/g mol
Kapasitas panas (25C) = 5,38 kal/mol

Sifat kimia Al

Amfoter
Reaktif, ditemukan dialam dalam
bentuk campuran; sperti bauksit,
oksida, silikon
Ringan (densitas 25C = 2,7g/cc)
Kuat (daya regang = 8 kg/mm3)

Penggunaan bidang nuklir

Mineral bauksit dapat diolah menjadi Alumina


kemudian diolah kembali menjadi Alumunium.
Logam paduan Al digunakan untuk bahan
struktur kelongsong pada pelat elemen bakar
rekator riset
Kelongsong berfungsi untuk membungkus
bahan bakar dispersi U3O8 agar tidak
bersentuhan langsung dengan pendingin
reaktor
Selain itu juga mendukung gas hasil fisi supaya
tidak keluar lingkungan

Proses Pemurnian Refinery


Pembuatan Aluminium

Proses Bayermerupakan proses


pemurnian bijih bauksit untuk
memperoleh aluminium oksida
(alumina), dan
Proses Hall-Heroultmerupakan
proses peleburan aluminium oksida
untuk menghasilkan aluminium murni.