Anda di halaman 1dari 43

METODE PENGASUTAN MOTOR

INDUKSI

Dosen Pengampu
Haris Santosa, ST, M.Kom
2.1 PENDAHULUAN

2.2 METODE PENGASUTAN LANGSUNG


PADA JARINGAN
2.3 METODE PENGASUTAN BINTANG
SEGITIGA
2.4 METODE PENGASUTAN
TRANSFORMATOR

2.5 METODE PENGASUTAN LEMBUT


PENDAHULUAN

Pengasutan motor atau motor starting

arus asutnya sangat


Arus asut yang
ketika motor tinggi . Nilainya hingga
sedemikian besar ini
dijalankan, pada saat 600% atau bahkan lebih
menyebabkan beberapa
mula gerak (starting) terhadap arus beban
gangguan
penuh (nominal).
Tegangan pada Berpengaruh terhadap kinerja mesin-
sisi penyulang mesin atau peralatan listrik lainnya . Jika
susut tegangan ini relatif besar dapat
akan susut menggagalkan starting motor. Karena itu,
kapasitas catu daya minimum harus cukup
(drop) tiba- untuk menanggung arus asut.

tiba
Akan terbangkitkan torka asut yang tinggi
pula , sehingga pada mesin-mesin
Nilai arus asut tertentu, misal mesin kompresor torak ,
akan berpengaruh jelek, terutama pada
yang tinggi kopling atau bantalan.
Karena hal tersebut, maka dibuat metode atau
cara pengasutan motor induksi 3 fasa , terutama
utuk motor rotor sangkar (squirel cage rotor).
METODE YANG DIGUNAKAN

Metode pengasutan langsung


pada jala-jala (DOL-starting Metode pengasutan bintang-
methode), segitiga (star-delta starting
methode)

digunakan untuk
digunakan untuk
motor dengan
motor dengan
daya poros 5,5
daya poros
kW atau lebih
sampai dengan
(sesuai
4kW.
kebutuhan).
Metode pengasutan
Metode pengasutan tegangan
ototransformator
terkontrol (soft starting
(autotransformator starting
methode)
methode)
digunakannuntik motor
dengan daya poros yang
digunakan untuk motor besar , atau mesin-mesin
dengan daya poros yang yang tidak dapat diasut
besar, atau mesin-mesin dengan metode bintang-
yang tidak dapat diasut segitiga, dengan
dengan metode bintang- pertimbangab ukuran
segitiga. panel konteol dan ruang
atau tempat yang
diperlukan.
Masih ada lagi metode pengasutan motor induksi rotor
sangkar, seperti pengasutan dengan tahanan , dengan
reaktor, dan sebagainya, tetapi metode-metode ini jarang
digunakan, karena switchingnya tidak sederhana , dan
komponen yang digunakan hampir tidak dapat diperoleh di
pasar bebas .
2.1 PENDAHULUAN

2.2 METODE PENGASUTAN LANGSUNG


PADA JARINGAN
2.3 METODE PENGASUTAN BINTANG
SEGITIGA
2.4 METODE PENGASUTAN
TRANSFORMATOR

2.5 METODE PENGASUTAN LEMBUT


2.2 Metode Pengasutan Langsung Pada
Jaringan
2.2.1 Metode Pengasutan DOL untuk Satu Arah
Putaran

Metode pengasutan langsung pada jaringan (Direct on line-DOL starting


method) disebut Full Load Starting, pengertiannya ialah , saat motor mulai
starting belitan motor mendapat tegangan penuh , yaitu sebesar dengan
tegangan nominal belitannya.
Diagram rangkaian daya pengasutan
DOL dengan 1 arah putaran
Banyak digunakan karena

jarangterjadi kesalahan dalam


switching-nya sangat sederhana,
pengoperasian
efisiensinya tinggi .
Metode ini hanya diprioritaskan untuk pengasutan motor-
motor dengan kapasitas daya kecil, yaitu sampai dengan
daya poros 4,0kW . Tetapi untuk daya yang lebih besar
tidak tertutup kemungkinan diasut dengan metode ini ,
bila kapasitas catu daya yang tersedia cukup
2.2.2 Metode Pengasutan DOL untuk Dua
Arah Putaran
Untuk membalik arah putaran motor fasa tiga sangat sederhana , yaitu dengan
cara menukar dua pada hubungan tiga fasa pada papan hubung motor
(connection board)
Gambar 2.2 (a) putaran searah jarum jam, (b) putaran berlawanan dengan
arah jarum jam
Mesin-mesin dengan dua arah putaran ,pengasut
yang digunakan adalah dengan metode pengasutan
putar balik (reversible starter).
Rang
kaian
daya
untuk
peng
asut

Gambar 2.2.c Diagram skematik rangkaian daya untuk pengasut putar-


balik

Catatan :
- Kedua kontaktor (K1M dan K2M) harus memiliki jeda waktu tidak kurang
dari 50 ms , hal ini untuk mengamankan rangkaian bila terjadi (sengaja
dioperasikan) arah putaran yang tiba-tiba
2.2.3 Metode Pengasutan DOL untuk Dua Kecepatan

Motor induksi yang dirancang untuk penggerak mesin dengan dua kecepatan
adalah:
motor dengan dua belitan terpisah
motor dengan belitan Dahlander
a. Pengasut dua kecepatan jenis dua belitan terpisah


Motor induksi ini pada belitan statornya terdiri atas dua belitan
yang terpisah secara listrik dengan jumlah kutub untuk setiap
belitan sesuai dengan rancangan.

belitan pertama belitan kedua


dirancang untuk dirancang untuk
kecepatan rendah kecepatan tinggi
(low speed) (high speed)
Gambar 2.3. Diagram skematik rangkaian daya motor dua kecepatan untuk
dua belitan terpisah
b. Pengasut dua kecepatan jenis belitan
Dahlander

Belitan statornya dapat dibentuk kedalam dua konfigurasi hubungan

hubungan pararel bintang


hubungan delta dengan
(double star) dengan susunan
susunan belitan per fasa
belitan per fasa terbentuk 2
terbentuk 4 kutub yang
kutub yang dirancang untuk
dirancang kecepatan rendah
kecepatan tinggi

Tap-tap hubungan belitan stator ini terdiri dari 6 kawat yang


terpasang pada papan hubungan motor
Perbandingan tegangan penyulang

hubungan 2-kutub kelompok


hubungan 4 kutub, kelompok-
-kelompok lilitan terhubung
kelompok belitan setiap
pararel sehingga dilihat dari
fasanya terhubung dalam
sisi penyulang llilitan
seri, sehingga tegangan
tersebut dalam hubungan
sistem penyulang
bintang
(misal VL = 380 Volt) diterima Karena itu , nilai tegangan
langsung oleh belitan fasa. yang diterima setiap
Karena itu, nilai tegangan kelompok lilitan adalah 380
yang diterima setiap volt / akar3 = 220 volt.
kelompok lilitan adalah 380
volt / 2 = 190 volt
Jadi dapat disimpulkan, bahwa perbandingan daya pada dua
kecepatan perputaran adalah kurang lebih 1 : 1,5 bukan 1 : 2 .
Gambar 2.4 Diagram skematik rangkaian daya motor dua kecepatan belitan Dahlander
Catatan :
- Ukuran kontaktor sesuai dengan arus nominal setiap belitan
motor , dan begitu pula setelan rele pengaman beban lebih.
- Ukuran rangkaian daya motor dua kecepatan selalu mengacu
pada hubungan kecepatan tinggi (untuk daya yang terbesar)
- Motor belitan Dahlander disebut juga dwngan PAM (Pole
Amplitude Modulation)
2.1 PENDAHULUAN

2.2 METODE PENGASUTAN LANGSUNG


PADA JARINGAN
2.3 METODE PENGASUTAN BINTANG
SEGITIGA
2.4 METODE PENGASUTAN
TRANSFORMATOR

2.5 METODE PENGASUTAN LEMBUT


2.3 Metode Pengasutan Bintang Segitiga


Pada sub bab hubungan belitan, daya dan arus nominal motor tiga fasa ,
sebagai contoh pada data motor 3 fasa sbb :
Daya P. = 3,7 kW
Hubungan = Y / 220 / 380 volt : 14,5 / 8,5 A

Berdasar analisis rangkaian listrik, bahwa arus nominal I N motor adalah arus
jala-jala IL. Arus jala-jala pada hubungan bintang ILY adalah dari arus jala
jala pada hubungan delta/segitiga, atau dapat ditulis :

LY = . I L ... (1)
Pada kasus pengasutan bintang-segitiga, sebuah motor akan diasut dengan
tegangan penyulang utama. Contoh :
Tegangan penyulang 3 x 380/220 volt
Tegangan nominal belitan motor adalah 380 volt (Y/ 380/660) V)
Analisis berdasarkan rangkaian lisrik

Starting : belitan motor dalam hubungan bintang (Y)

IF = =
IL = IF =

Dapat ditulis :

ILY = (2)
Running : belitan motor dalam hubungan delta/segitiga ()

IF =
IL = F =
Dapat ditulis :
L = (3)

Jika persamaan (2) dibanding dengan persamaan (3),


maka diperoleh :

LY = L

Motor listrik termasuk beban induktif, sehingga ketika starting akan menyerap
arus jala jala yang sangat besar. arus asut kisaran antara 6 s/d 7 kali arus
kerja motor jalan, sehingga luas penampang penghantar dan penyediaan
kapasitas catu daya sangat besar. Karena itu, metode pengasutan bintang-
segitiga ini salah satu cara untuk memperkecil besarnya arus asut.
2.1 PENDAHULUAN

2.2 METODE PENGASUTAN LANGSUNG


PADA JARINGAN
2.3 METODE PENGASUTAN BINTANG
SEGITIGA
2.4 METODE PENGASUTAN
TRANSFORMATOR

2.5 METODE PENGASUTAN LEMBUT


2.4 Pengasutan Dengan Ototransformator

Arus starting motor 3 fasa dapat dibatasi atau diperkecil dengan pengurangan
tegangan penyulang yang diberikan pada belitan motor

Belitan tidak Hanya


menerima terhadap
tegangan tegangan
penuh nominalnya

Pada
saat
starting
Pengasutan dengan transformator hampir tidak ada
kerugian, tetapi pengurangan setengah tegangan yang
diberikan pada belitan motor dari transformator
memberikan pengurangan torka starting
Torka starting bervariasi sebagai fungsi kuadrat
pengurangan tegangan
Sementara arus starting proporsional terhadap
pengurangan tegangan
Jenis transformator yang cocok untuk metode ini adalah
jenis stray transformer yaitu ototransformator.
Total sistem pengasutan ini juga mempunyai faktor daya
rendah. Detil untuk motor-motor berdaya poros yang
sangat besar dengan pengasutan transformator hanya
dapat diperoleh dari pabrik transformator.
= rating daya
motor KW

= rating
Frekuensi
transformator
starting = 5
yang dipilih
kali per jam
(KVA)

= rating
Waktu
transformator
starting
yang
maksimum =
dibutuhkan
10 detik
(KVA)

- untuk
pengasutan
motor dengan
daya poros
yang besar,

- pada kondisi - untuk pengasutan


tertentu lebih motor ketika
ekonomis starting dalam
daripada kondisi tanpa
pengasutan- beban atau untuk
bintang Penerapan pembebanan yang
pengasutan dapat diatur,
segitiga.
dengan
transformator
ialah

- keterbatasan
kapasitas catu
daya yang - untuk motor yang
tersedia , yang tidak dapat diasut
mana tidak dengan metode
memungkinkan pengasutan
untuk metode bintang-segitiga,
pengasutan
DOL,
2.1 PENDAHULUAN

2.2 METODE PENGASUTAN LANGSUNG


PADA JARINGAN
2.3 METODE PENGASUTAN BINTANG
SEGITIGA
2.4 METODE PENGASUTAN
TRANSFORMATOR

2.5 METODE PENGASUTAN LEMBUT


2.5 Pengasutan Lembut
Pengasutan lembut ( soft starting ) adalah pengasutan yang identic dengan pengasutan
transformator. Hanya saja tegangan yang diberikan pada belitan motor dikendalikan
sedemikian rupa secara otomatis sehingga diperoleh perubahan tegangan yang lembut
Berikut adalah kombinasi 3 set SCR yang setiap fasanya terhubung anti
parallel
Untuk menghasilkan tegangan rating pada belitan motor, masing-masing thyristor dinyalakan
dengan sudut penyalaan , yaitu sama dengan sudut beda fasa ketertinggalan arus dan tegangan
pada setiap motor dihubungkan langsung pada setiap jala-jala.

Untuk memperkecil tegangan ke belitan motor yaitu dengan penundaan sudut penyalaan .
Sebagai contoh untuk mendapatkan 50% tegangan rating seluruh pulsa ditunda 100% listrik.

Perubahan tegangan ini menyebabkan arus amat tertinggal terhadap tegangan, karena itu factor
daya nya sangat rendah sebab sudut fasa tertinggal amat besar.
menunjukkan soft starting sebuah MABB, berawal dengan tegangan starting 40% rating
tegangan belitan . Tegangan belitanya bertambah 100% dari tegangan ratingnya selama
setelan waktu starting oleh sudut fasa thyristor.
Kecepatan motor bertambah hingga mendekati beban ML, maka
terhindar hentakan akibat torka beban, perubahan kecepatan
motor hampir linier dari keadaan diam. Pada beberapa perangkat
soft starting waktu starting motor dapat disetel antara 0,5 detik
s.d 60 detik, (misal arus starting yang di ijinkan 450% maka waktu
starting maksimum adalah 5 detik, sehingga arus starting motor
dapat dibatasi antara 100% hingga 450% terhadap arus rating
motor.