Anda di halaman 1dari 18

ANASDA AMAL FATHULLAH

AYU NOVIA KRISTIANI


FERDIAN GEORGE
MAUDY NUR RIZQY RB
TINA DWI RAHAYU
VERDY ELBIAN NUR

EPILEPSI
-S1 A 2014-
Pengertian Epilepsi
Menurut Hipokrates epilepsi merupakan penyakit yang didasari
oleh adanya gangguan di otak. Epilepsi merupakan manifestasi
gangguan fungsi otak dengan berbagai etiologi, dengan gejala
tunggal yang khas, yaitu kejang berulang akibat lepasnya muatan
listrik neuron otak secara berlebihan dan paroksimal.

Kejang : manifestasi klinik dari aktivitas neuron cortical yang


berlebihan di dalam korteks serebral dan ditandai dengan adanya
perubahan aktifitas elektrik pada saat dilakukan pemeriksaan EEG.

Manifestasi klinik kejang sangat bervariasi tergantung dari daerah


otak fungsional yang terlibat
Bangkitan epilepsi (epileptic seizure) adalah
manifestasi klinis dari bangkitan serupa (stereotipik) yang
berlebihan dan abnormal, berlangsung mendadak dan
sementara, dengan atau tanpa perubahan kesadaran.
Disebabkan oleh hiperaktifitas listrik sekelompok sel saraf
di otak dan bukan disebabkan oleh suatu penyakit otak
akut
Patofisiologi
Kejang disebabkan karena ada
ketidakseimbangan antara pengaruh
inhibisi dan eksitatori pada otak terjadi
karena :
Kurangnya transmisi inhibitori
Contoh: setelah pemberian
antagonis GABA, atau
selama penghentian
pemberian agonis GABA
(alkohol, benzodiazepin)
Meningkatnya aksi eksitatori
meningkatnya aksi glutamat atau
aspartat
Fisiologi Normal
Etiologi
Etiologi dari epilepsi adalah multifaktorial, tetapi
sekitar 60 % dari kasus epilepsi tidak dapat ditemukan
penyebab yang pasti atau yang lebih sering kita sebut
sebagai kelainan idiopatik. Terdapat dua kategori kejang
epilepsi yaitu kejang fokal dan kejang umum. Secara garis
besar, etiologi epilepsi dibagi menjadi dua, yaitu :
Klasifikasi sindroma
epiepsi
Patogenesis
Kejang disebabkan karena ada ketidakseimbangan antara
pengaruh inhibisi dan eksitatori pada otak
Ketidakseimbangan bisa terjadikarena :
Kurangnya transmisi inhibitori
Contoh: setelah pemberian antagonis GABA, atau selama
penghentian pemberian agonis GABA (alkohol,
benzodiazepin)
Meningkatnya aksi eksitatori
meningkatnya aksi glutamat atau aspartat
Diagnosis
Pasien didiagnosis epilepsi jika mengalami
serangan kejang secara berulang
Untuk menentukan jenis epilepsinya, selain dari
gejala, diperlukan berbagai alat diagnostik :
EEG
CT-scan
MRI
Lain-lain
Terapi Epilepsi
Sasaran terapi Mengontrol agar tidak terjadi kejang
dan meminimalisasi adverse effect of drug
Strategi terapi mencegah atau menurunkan lepasnya
muatan listrik syaraf yang berlebihan melalui perubahan
pada kanal ion atau mengatur ketersediaan
neurotransmitter
Obat-obat Antiepilepsi
Obat-obat yang meningkatkan inaktivasi kanal Na+:
Inaktivasi kanal Na menurunkan kemampuan syaraf untuk
menghantarkan muatan listrik. Contoh: fenitoin, karbamazepin,
lamotrigin, okskarbazepin, valproat
Obat-obat yang meningkatkan transmisi inhibitori
GABAergik:
oagonis reseptor GABA meningkatkan transmisi inhibitori dg
mengaktifkan kerja reseptor GABA contoh: benzodiazepin,
barbiturat
omenghambat GABA transaminase konsentrasi GABA meningkat
contoh: Vigabatrin
omenghambat GABA transporter memperlama aksi GABA contoh:
Tiagabin
Target aksi obat epilepsi

Reseptor GABA (terkait


dg kanal Cl)
Kanal ion
Na

1/2/2009 Zullies Ikawati's Lecture Notes 21


glutamat Pre-sinaptik
tiagabin
GAD
-
gabapen GAB
Berdifusi Transporter
menjauh tin A
+ GABA

2
GABA-
Metabol transaminase Re-uptake
it GAB
3 A 1
GAB
A -

Post sinaptik
Reseptor
vigabatri GABA
n EFEK DEPRESI
CNS
Zullies Ikawati's Lecture Notes
Pemilihan obat : Tergantung pada jenis
epilepsinya
Kejang Umum (generalized seizures)
Kejang Tonic- Abscense Myoclonic
parsial clonic , aton
ic
Drug Karbamazep Valproat Etosuksimi Valproat
d
of in Karbamazepi
Valproa
choice Fenitoin n t
Valproat Fenitoin

Lamotrigin Lamotrigin Klonazepa


Alternativ Gabapenti Topiramat Clonazepa m
es n Primidon mLamotri Lamotrigin
Topiramat gin Topiramat
Fenobarbit
Tiagabin Felbamat
al
Primidon
Fenobarbit
al
ALGORITMA Diagnosa
positif
TATALAKSANA
EPILEPSI Mulai pengobatan dg satu
AED
Pilih berdasar klasifikasi
kejang
Ya dan Sembuh
efek samping Tida
? k
Efek samping dapat ditoleransi Efek samping dapat ditoleransi
? ?
Ya Tida Ya Tida
k k
Turunkan
Tingkatkan
Kualitas hidup Turunkan dosis
dosis
dosis Tambah AED
optimal ?
2
Sembuh
Pertimbangka
Ya Tida Hentikan AED1 ?
n,
k Tetap gunakan Ya
Atasi dg
AED2 Tida
Lanjutka tepat k
n
terapi
lanjut
lanjut
lanjutan

Lanjutka Tidak
n sembuh
terapi Efek samping dapat
ditoleransi ?
Tidak Tida Ya
kambuh k
Selama > 2
ya th ? tida Hentikan AED yang tdk Tingkatkan dosis
k efektif, AED2, cek
Tambahkan AED2 yang lain interaksi,
Hentikan Cek kepatuhan
Kembali ke
pengobat assasment
Sembuh
an awal ?

Ya Tida
k
Lanjutkan Rekonfirmasi diagnosis,
terapi Pertimbangkan
pembedahan
Atau AED lain