Anda di halaman 1dari 7

MULTINATIONAL WORKING CAPITAL MANAGEMENT

1. Subsidiary Expenses
Anak perusahaan pada umumnya lebih sulit untuk meramalkan
pembayaran arus kas masa depan jika pembeliannya dilakukan secara
internasional karena adanya fluktuasi nilai nukar, kuota, dll.
Jika volume penjualan sangat fluktuatif, anak perusahaan mungkin perlu
memiliki saldo kas yang lebih besar untuk menutupi kemungkinan
kenaikan yang tak terduga dari kebutuhan perlengkapannya.
MULTINATIONAL WORKING CAPITAL MANAGEMENT

2. Subsidiary Revenue
Penjualan internasional lebih cenderung berubah-ubah karena fluktuasi
nilai tukar, siklus bisnis, dll.
Standar kredit yang lebih longgar dapat meningkatkan penjualan
(piutang), meskipun seringkali dengan mengorbankan arus kas masuk dari
penjualan yang lebih lambat.

3. Subsidiary Dividend Payments


Peramalan arus kas akan lebih mudah jika pembayaran dividen dan fees
(royalti dan biaya overhead) yang dikirim ke induk perusahaan diketahui
sebelumnya dan dilakukan dalam satuan mata uang anak perusahaan.
MULTINATIONAL WORKING CAPITAL MANAGEMENT

4. Subsidiary Liquidity Management


Setelah memperhitungkan semua arus kas masuk dan arus kas keluar,
anak perusahaan mungkin memiliki kelebihan atau kekurangan kas.
Sehingga anak perusahaan perlu menginvestasikan kelebihan kasnya atau
meminjam untuk menutup kekurangan kasnya.
Jika anak perusahaan memiliki akses atas berbagai lini kredit dan fasilitas
overdraft dalam berbagai mata uang, anak perusahaan dapat
mempertahankan likuiditas yang memadai tanpa saldo kas yang besar.
OPTIMIZING CASH FLOWS

1. Accelerating Cash Inflows


Semakin cepat arus kas masuk diterima, semakin cepat mereka bisa
diinvestasikan atau digunakan untuk keperluan lainnya.
Metode umum yang digunakan yaitu perusahaan dapat membuat lockbox
di seluruh dunia (untuk mengurangi mail float) dan preauthorized
payments.

2. Minimizing Currency Conversion Costs


Netting dapat mengurangi biaya administrasi dan transaksi melalui
perhitungan semua transaksi selama suatu periode untuk menentukan
pembayaran bersih.
Bilateral netting system melibatkan transaksi antar dua unit, sementara
multilateral netting system biasanya melibatkan pertukaran yang lebih
kompleks.
OPTIMIZING CASH FLOWS

3. Managing Blocked Funds


Pemerintah mungkin mewajibkan dana tetap berada di dalam negara anak
perusahaan untuk menciptakan lapangan kerja dan mengurangi
pengangguran.
MNC dapat menginstruksikan anak perusahaannya untuk membuat divisi
penelitian dan pengembangan yang membutuhkan dana dan mungkin
menghasilkan pendapatan bagi anak perusahaan lainnya.
Strategi lainnya adalah menggunakan pricing transfer sedemikian rupa
sehingga dapat meningkatkan biaya yang dikeluarkan oleh anak
perusahaan.
OPTIMIZING CASH FLOWS

4. Managing Intersubsidiary Cash Transfers


Anak perusahaan dengan kelebihan dana dapat memberikan pembiayaan
dengan membayar persediaan lebih awal dari yang diperlukan. Teknik ini
disebut dengan leading.
Sebagai alternatif, anak perusahaan yang membutuhkan dana dapat
diizinkan untuk menunda pembayarannya. Teknik ini disebut lagging.