Anda di halaman 1dari 38

Hubungan Kecerdasan Emosional dan Self

Disclosure pada ODHA (Orang Dengan


HIV-AIDS) di Kabupaten Banyumas

Disusun oleh :
CITA DIANITA ZEALAND
1313010026
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN DOKTER
FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS MUHAMADIYYAH
PURWOKERTO
2017
PENDAHULUAN
LATAR BELAKANG
Pertumbuhan dan
perkembangan

Fisik
Psikis

Gizi, Aktifitas Didikan Orang Tua,


Fisik, Faktor faktor lingkungan,
Genetik kecerdasan emosional,
self disclosure

Lebih
memerhatikan segi
fisik
Timbul Masalah

NEEDS

Kecerdasan Self
Emosional Disclosure

ODHA
Dimensi
-dimensi

Kecerdasan
Self
DEFINISI emosional
Disclosure

ODHA
- Amount - Mengenali emosi diri
- Valency -Mengelola emosi
- Accuracy - Memotivasi diri sendiri
- Intention - Mengelola emosi orang lain
- Intimacy -Membina hubungan dengan
orang lain
Rumusan Masalah
Apakah terdapat hubungan antara kecerdasan
emosional dan self disclosure pada ODHA di
Kabupaten Banyumas?
TUJUAN PENELITIAN

TUJUAN UMUM TUJUAN KHUSUS


MANFAAT
PENELITIAN

Bagi Peneliti Bagi Bagi


Masyarakat Institusi
Kerangka
Teori
Kerangka
Konsep
Hipotesis
H0 : Tidak terdapat hubungan antara
kecerdasan emosional dan self disclosure pada
ODHA di Kabupaten Banyumas.
H1 : Terdapat hubungan antara kecerdasan
emosional dan self disclosure pada ODHA di
Kabupaten Banyumas.
METODE PENELITIAN
Rancangan Penelitian
Penelitian ini merupakan studi observasional dengan
rancangan penelitian berupa study cross sectional
(Notoatmodjo, 2012).
Populasi Sampel

Populasi
a. Populasi target meliputi pasien yang sudah
didiagnosis dokter berdasarkan anamnesis,
pemeriksaan fisik, dan penunjang positif terkena
HIV-AIDS dan tinggal di Kabupaten Banyumas.
b. Populasi terjangkau pasien yang sudah
didiagnosis dokter berdasarkan pemeriksaan
fisik dan penunjang positif terkena HIV-AIDS
yang tergabung dalam Yayasan Sehat Peduli
Kasih.
Kriteria Inklusi
1) Pasien yang sudah didiagnosis dokter
berdasarkan anamnesis, pemeriksaan fisik,
dan penunjang positif terkena HIV-AIDS
2) Sudah menyetujui dan menandatangani
informed consent
3) Tergabung dalam Yayasan Sehat Peduli
Kasih
4) ODHA yang masih bisa berkomunikasi dan
berinteraktif
Kriteria Eklusi
1) Pasien yang tidak tergabung dalam Yayasan
Sehat Peduli Kasih
2) Pasien yang tidak bersedia menandatangani
informed consent
3) ODHA yang sudah dalam kondisi lemah
BESAR SAMPEL
VARIABEL

Variabel Variabel
Bebas Tergantung
Hasil Penelitian
UJI VALIDITAS
N =16 dengan taraf
signifikansi 0,05
UJI VALIDITAS
memiliki rtabel (5%)
= 0,497 Maka
instrumen
dikatakan valid jika
DIUJIKAN KE rhitung rtabel (0,497)
16 ORANG
ODHA DI RSUD
BANYUMAS

30 ITEM
PERTANYAAN

KECERDASAN SELF
EMOSIONAL VALID DISCLOSURE
UJI RELIABILITAS
Tujuan Agar hasil pengukuran itu tetap konsisten bila
dilakukan pengukuran dua kali atau lebih terhadap gejala yang
sama dan dengan menggunakan alat ukur yang sama.
HasilKoefisien alpha () 0,7, dikatakan reliabel jika > 0,7

Variabel Alpha Cronbach Kesimpulan


Kecerdasan Emosional 0,949 Reliabel
Self Disclosure 0,943 Reliabel
UJI NORMALITAS DATA
Data dikatakan terdistribusi secara nornal
apabila hasil menunjukan nilai p > 0,05.

Variabel Hasil Uji (P) Kesimpulan


Kecerdasan Emosional 0,351 Normal

Self Disclosure 0,562 Normal


ANALISIS BIVARIAT
Data terdistribusi secara normal product moment
pearson menguji hubungan antar dua variabel.
PEMBAHASAN
1. Hubungan Kecerdasan Emosional

pada ODHA
32 ODHA yg diteliti 29 memiliki kecerdasan
emosional yg baik

Mengenali emosi diri


Mengelola emosi diri
Memotivasi diri sendiri
Mengenali emosi orang lain
Membina hubungan dengan
orang lain
2. Hubungan self disclosure pada
ODHA
Dari 32 ODHA yg diteliti terdapat 20 ODHA
dengan self disclosure yang baik.

Amount
Valence
Accuracy
Intention
Intimacy
3. Hubungan kecerdasan Emosional
dan self disclosure pada ODHA di
Kabupaten Banyumas

KECERDASAN SELF
EMOSIONAL DISCLOSURE

H0 DITOLAK
H1
DITERIMA
KESIMPULAN
1.Terdapat hubungan antara kecerdasan
emosional dan self disclosure pada ODHA di
Kabupaten Banyumas.
2.Karakteristik ODHA baik yang berada di
RSUD Banyumas maupun yang tergabung
pada Yayasan Sehat Peduli Kasih kebanyakan
dari mereka merupakan ODHA yang sangat
kooperatif serta sudah melakukan open status.
3. ODHA dengan kecerdasan emosional yang baik
memiliki self disclosure yang baik pula.
4. Penulis dapat mengetahui bagaimana para
ODHA melawan stigma buruk yang melekat
pada mereka.
5. Penulis dapat mengetahui bahwa ODHA adalah
manusia biasa yang sama seperti kita, yang
seharusnya kita jauhi adalah virusnya bukan
orangnya.
SARAN

ODHA MASYARAKAT

PENELITI
INSTITUSI
SELANJUTNYA
Jadwal Penelitian