Anda di halaman 1dari 13

Antropologi kesehatan

Kelompok 8 :
Dwi Indriani
Muhamad Soni
Sofiana widya
Suci wuandari
Profesionalisme dalam Pengobatan
; dokter
Pendahuluan
perbedaan ahli antrpologi dan ahli sosiologi
Ahli antropologi adalah ahli yang menaruh
perhatian pada teknik-teknik pengobatan dari
penyembuh, ciri-ciri kepribadiannya dan
peranan mereka sebagai pendamai sosial
maupun sebagai ahli tenaga kesehatan
ahli sosiologi adalah ahli yang menaruh
perhatian pada dokter-dokter sebagai contoh
dari suatu kategori sosial, yaitu golongan
profesional
Konsep profesi
Konsep profesi mencakup isi, klien, organisasi
dan pengawasan. Suatu profesi berlandaskan atau
disusun berdasarkan suatu kumpulan tentang
pengetahuan yang terspesialisasi (isi) yang tidak
mudah diperoleh dalam tangan praktektisi yang ahli,
memenuhi kebutuhan atau melayani klien
suatu profesi dapat juga dilihat sebagai status
istimewa dalam pembagian kerja, yang didukung
oleh kepercayaan pihak resmi dan kadang-kadang
juga oleh kepercayaan masyarakat, bahwa status itu
memang pantas (friedson 1927:187)
pendidikan kedokteran
Dapat dicatat dua pendekatan pokok terhadap
studi tentang studi kedokteran, yakni :
1. Pendekatan psikologi
2. Pendekatan sosiologi
Pendekatan psikologi
pendekatan yang berfokus pada individu dan
mencari ciri-ciri kepribadian yang akan
mempengaruhi atau terpantul dalam
persepsinya, cara berpikir, tindakannya dan
perasaanya.
Pendekatan sosiologi
pendekatan yaang berfokus pada pemberian
perhatian kepada fakultas kedokteran yang
dipandang sebagai suatu sistem sosial yang
terstuktur, Fungsi serta proses-prosesnya berada
dalam suatu lingkungan budaya.
1. pendaftaran
Secara garis besar ciri-ciri mahasiswa
kedokteran persamaanya lebih menonjol dari
pada perbedaannya. Mereka umumnya
memiliki persamaan diantaranya memiliki IQ
tinggi, mereka cenderung berasal dari strata
ekonomi dari masyarakat amerika dan
merupakan suatu proporsi yang tinggi dari
anak-anak yang para orangtuanya merupakan
lulusan sekolah tinngi dalam bidang bisnis
dan profesi kedokteran.
2. Kebudayaan mahasiswa
Becker dan koleganya mendefinisikan kebudayaan manusia
sebagai sekumpulan pengertian kolektif di antara para
mahasiswa mengenai masalah-masalah yang berkenaan
dengan peranan mereka sebagai mahasiswa. Adapun para
penulis ini mencatat beberapa konotasi dari istilah tersebut
yaitu
1. Terdapat pertalian dan konsistensi dalam
persepektif(cara-cara berpikir, merasa dan bertindak
dalam situasi-situasi yang problematik) pada mahasiswa.
2. Istilah tersebut menekankan bahwa perspektif yang
dipegang oleh kelompok mahasiswa erat hubungannya
dengan kenyataan bahwa mereka adalah para mahasisawa
dan belum menjadi profesional.
3. akhirnya, walaupun para mahasiswa sedang
mempersiapkan karier kedokteran pengaruh-
pengaruh yang menentukan terhadap
perspektif mereka kedokteran (ibid., 46)
mereka bertindak tidak sebagai dokter muda,
namun sebagai mahasiswa.
Kebudayaan mahasiswa sebagaimana
kebudayaan lain, muncul karena sekumpulan
orang hidup bersama dalam lingkungan yang
sama, menghadapi masalah yang sama,
melakukan aktivitas yang sama, dan hidup
dalam kondisi stress yang sama pula.
3. Perhatian yang lepas dan hilangnya
idealisme
Sebagian besar dari para mahasiswa
kedokteran baru melihat diri mereka sebagai
orang-orang yang idealsis, mereka lebih
menaruh perhatian pada membantu orang
dari pada mencari uang. Namun setelah
mereka maju dalam pendidikan kedoteran,
mereka merasa bahwa mereka harus
menghindari keterlibatan-keterlibatan emosi
yang berlebih dengan pasien.
Agar dapat objektif dalam diagnosis dan
pengobatan pasien, para dokter merasa
bahwa sebaiknya mereka tidak terjerat dalam
pendertaan pasien, memperhatikan memang
harus, tetapi tidak terlibat secara emosional.
Mungkin inilah sebabnya dokter jarang
menangani anggota keluarga mereka sendiri,
dan mengalihkan tugas tersebut pada
koleganya yang di percaya
4. Spesialisasi karier kedokteran
Ahli-ahli psokologi dan dokter-dokter terutama
menaruh perhatian terhadap prediksi dari seleksi
keahlian, termasuk praktek umum. Dua tipe data
yang dipandang mempengaruhi keputusan-
keputusan, telah digunakan dalam studi mereka :
ciri-ciri pribadi mahasiswa yang memiliki
spesiaisasi yang berbeda dan persepsi mahasiswa
mengenai daya tarik berbagai spesialisasi, selain
itu juga kepribadian dokter-dokter dalam
spesialisai-spesialisasi tersebut.
Kesimpulan