Anda di halaman 1dari 16

DISKUSI TOPIK

Psikiatri Anak dan Remaja

CONDUCT DISORDER
Fitra Hadi
Nur Fatia R
Rahayu Mustafa
Robi Fahlepi
Pembimbing : dr. Isa M. Noor, Sp.KJ (K)

KEPANITERAAN KLINIK STASE ILMU KEDOKTERAN JIWA

RS JIWA ISLAM KLENDER JAKARTA TIMUR

2017
Case Vignette
Tommy adalah anak 10 tahun yang menyukai bisbol, berenang, dan kegiatan olahraga lainnya. Ia

tidak suka kegiatan seni atau keramaian. Tommy memiliki selera humor yang baik, tapi dia mudah

marah. Dia takut berada disekitar orang baru dan mungkin menjadi tenang dan lebih pendiam dalam

situasi tersebut. Tommy memiliki level membaca diatas yang lain. Dia menikmati membaca, dan

buku favoritnya adalah Percy Jackson Pencuri Cahaya. Menurut Tommy, ia tidak suka menulis.

Kebanyakan yang ditulisnya kalimat sederhana dengan banyak kesalahan tata bahasa dan detail

kecil. Dia juga kesulitan dengan matematika, dia berada 2 tingkat dibawah dibanding yang lainnya

dibidang matematika. Saat ini dia belajar bagaimana melempar dengan tangan kiri. Tommy

didiagnosis gangguan bipolar pada saat anak-anak dan memiliki gangguan emosi dan perilaku yang

berat. Dia mengonsumsi obat untuk gangguan bipolar setiap hari. Tommy memiliki adik laki-laki

baru yang berusia 1,2 tahun.


Keadaan Tommy semakin memburuk sejak 1 tahun yang lalu. Dia menjadi
sering marah dan meledak-ledak dan melempar barang-barang kelas ke lantai
setelah diberi tugas. Tommy sering mengeluarkan kata-kata kotor dan berteriak
bahwa ia tidak akan mengerjakan tugas, Tommy juga menyuruh siswa lain untuk
tutup mulut dan menggunakan kata senonoh. Guru mengatakan bahwa sehari
mereka memerlukan waktu satu jam per hari untuk berurusan dengan perilakunya,
dan mereka biasanya mengatasi perilaku Tommy dengan memarahi dia atau dengan
memanggilnya dan membawanya ke kantor. Tommy juga sering tidak masuk
sekolah sehingga mendapat surat peringatan dari sekolah. Selain itu, Tommy juga
kadang mengambil uang untuk jajan dari dompet ibunya tanpa seizin ibunya
tersebut apabila dompet ibunya tegeletak begitu saja.
Tommy sekolah di kelas 5 reguler sekolah dasar. Tommy merupakan murid
baru di sekolah tersebut yaitu sekitar 2 bulan. Karena Tommy sering pindah sekolah
akibat kelakuannya. Tommy juga sering melakukan kegiatan buruk pada binatang
seperti melempar kucing yang ia temukan di pinggir jalan sehingga terlempar ke
tengah jalan dan terlintas mobil.
Kriteria Diagnosis DSM IV
Pola perilaku berulang dan tetap yang melanggar hak-hak dasar orang lain
atau norma sosial konvensional yang terwujud dalam bentuk 3 atau lebih
kriteria dibawah ini dalam 12 bulan terakhir dan minimal 1 kriteria
diantaranya berlangsung dalam 6 bulan terakhir :
1. Agresi Terhadap Orang Lain dan Hewan
Sering marah dan meledak-ledak dan melempar barang-barang kelas ke
lantai setelah diberi tugas.
Sering mengeluarkan kata-kata kotor dan berteriak bahwa ia tidak akan
mengerjakan tugas.
Menyuruh siswa lain untuk tutup mulut dan menggunakan kata
senonoh.
Sering melakukan kegiatan buruk pada binatang seperti melempar
kucing yang ia temukan di pinggir jalan sehingga terlempar ke tengah
jalan dan terlintas mobil.
Kriteria Diagnosis DSM IV

2. Merusak atau menghancurkan kepemilikan


(properti)
Melempar barang-barang kelas ke lantai.
3. Kecurangan atau mencuri
Mengambil uang untuk jajan dari dompet ibunya tanpa
seizin ibunya.
4. Pelanggaran aturan yang serius
Tidak masuk sekolah sehingga mendapat surat peringatan
dari sekolah.
MULTIAKSIAL DIAGNOSIS

AXIS I 312.8 Conduct Disorder

AXIS II F61.1 Gangguan kepribadian yang bermasalah

AXIS III Tidak Ada

Memiliki adik baru


AXIS IV

GAF Saat Ini : 70-61


AXIS V GAF 1 Tahub Terakhir : 80-71
CONDUCT
Tinjauan Pustaka DISORDER
DEFINISI

Conduct disorder dikarakteristikan dengan pola tingkah laku yang


berulang, yang mengganggu hak orang lain/aturan-aturan sosial.
Kecenderungan pada sebagian remaja adalah tidak mampu
membedakan antara perilaku benar dan salah.
Wujud dari conduct disorder adalah munculnya cara pikir dan perilaku
yang kacau dan sering menyimpang dari aturan yang berlaku di sekolah
ETIOLOGI
Faktor Genetik
Faktor kerturunan memang sangat mungkin berperan.

Pengaruh Dari Teman


Penerimaan atau penolakan dari temna-teman seusia, dan afiliasi dengan teman-teman seusia
menunjukkan hubungan kausal dengan oerilaku agresif, bahkan dengan mengendalikan tingkat
perilaku agresif yang terdahulu.

Sosiokultural
Kelas sosial dan kehidupan kota besar berhubungan dengan insiden kenakalan.
Tingkat pengangguran tinggi, fasilitas pendidikan rendah, kehidupan keluarga yang terganggu, dan
subkultur yang menganggap perilaku kriminal suatu hal yang dapat diterima terungkap sebagai faktor-
faktor yang berkontribusi
PENATALAKSANAAN

Melihat penyebab CD yang belum pasti terungkap dan adanya beberapa teori
penyebabnya, maka tentunya terdapat banyak terapi atau cara dalam
penanganannya sesuai dengan landasan teori penyebabnya.

Terapi medikasi atau farmakologi adalah penanganan dengan menggunakan obat-


obatan. Terapi ini hendaknya hanya sebagai penunjang dan sebagai kontrol
terhadap kemungkinan timbulnya impuls-impuls hiperaktif yang tidak terkendali.

Sebelum digunakannya obat-obat ini, diagnosa CD haruslah ditegakkan lebih dulu


dan pendekatan terapi okupasi lainnya secara simultan juga harus dilaksanakan,
sebab bila hanya mengandalkan obat ini tidak akan efektif.
PENATALAKSANAAN
Medikamentosa
1. Ritalin (Methylphenidate HCL) merupakan obat yang paling sering
dipergunakan, meskipun sebenarnya obat ini termasuk golongan
stimulan, tetapi pada ksus hiperaktif sering kali justru
menyebabkan ketenangan bagi pemakainanya. memilki efek terapi
yang cepat, setidaknya untuk 3-4 jam dan diberikan 2 atau 3 kali
dalam sehari.
PENATALAKSANAAN
Medikamentosa yang dapat diberikan lainya:
1. Dexedrine (Dextroamphetamine)
2. Accharate/Dextroamphetamine sulfate)
3. Desoxyn (Methamphetamine HCL)
4. Adderall (Amphetamine/Dextroamphetamine)
5. Cylert (Pemoline)
6. Busiprone (BuSpar)
7. Clonidine (Catapres)
PENATALAKSANAAN
Non-Medikamentosa
Mengedukasi orang tuanya :
1. Wajarnya, orang tua harus mampu memberikan hukuman
(punisment) pada anak saat ia memunculkan perilaku yang salah
dan memberikan pujian atau hadiah (reward) saat anak
memunculkan perilaku yang baik atau benar (dalam segi apapun
termasuk sosial dan lainya)
PROGNOSIS pasien

Pengobatan lebih berhasil bila dimulai dini dan harus


mencakup medis, kesehatan mental, dan komponen
pendidikan serta dukungan keluarga. Komunikasi yang
erat antara rumah dan sekolah sangat penting di usia
muda.
Prognosis
Quo ad Vitam :
Quo ad Sanationam :
Quo ad Functionam :