Anda di halaman 1dari 22

6 1

Sesi - I
Ibarat seorang penjual, sebagai pembicara
kita harus menyampaikan informasi
atau memberi penjelasan dengan cara
yang meyakinkan dan dapat dipercaya.
Kita harus menyampaikan argumen
persuasif kita dengan begitu
meyakinkan, sehingga pendengar kita
akan melakukan apa yang kita inginkan.

3 6
4
 Public speaking atau berbicara di depan
publik memunyai pengertian yang berbeda
dengan “berbicara bersama publik”.
 Tingkat kesulitan yang dialami oleh
seseorang ketika harus berbicara di depan
publik lebih tinggi bila dibandingkan dengan
apabila mengadakan pembicaraan berdua.

5 6
 Sebagaimana orang belajar naik
sepeda, public speaking merupakan
kemampuan yang tidak membutuhkan
bakat khusus. Latihan yang teratur akan
menjadikan seseorang mampu
berbicara di depan publik.
 Belajarlah dari DEMOSTHENES (384 -
322).
6 6
 Meningkatkan kemampuan pribadi

 Untuk keberhasilan pribadi

 Mendukung keberhasilan dalam tugas dan jabatan


(karier)

 Mendukung kesuksesan dalam kehidupan pada


umumnya

7 6
Apakah ungkapan seperti ini yang muncul
ketika diminta berbicara di depan publik...?

 “Saya bukan ahli pidato….”


 “Bicara pada kelompok kecil sih
tidak apa-apa, tapi…”
 “Saya gemetar sekali sampai
penampilan saya…”
 “ Saya benci pidato……”
1. Sikap menolak untuk tampil
2. Belum terbiasa tampil
3. Pemahaman yang salah terhadap
audiens
4. Kurang persiapan
5. Kondisi tidak Sehat
6. Motivasi Tidak Kuat
7. Menyia-nyiakan bakat khusus

TRUST Consulting
Sesi - II
 Miliki Citra Diri yang positif
 Ingat: Mereka membutuhkan Anda, bukan menilai
Anda
 Kuasai Materi
 Lakukan Uji Coba
 Persiapkan dengan matang Kata/Kalimat Pembuka
Sesi - III
•Mimik Wajah
•Kontak Mata
•Artikulasi •Bahasa Tubuh
•Nada •Gerakan
•Tempo •Penampilan
•Volume
VISUAL (NONVERBAL)
VOICE 55%
38%

VERBAL
7%
•Kata-kata
•Kosakata
(Prof. Albert Mehrabian, Psychology Today)

21
TIGA HAL YANG HARUS DIPERHATIKAN
DALAM MENGGUNAKAN BAHASA TUBUH:

 BAHASA TUBUH HARUS COCOK DENGAN


APA YANG DIUCAPKAN
 BAHASA TUBUH HARUS WAJAR,JANGAN
BERLEBIHAN, TAPI JUGA JANGAN TERLALU
SEDERHANA KARENA PENDENGAR BISA
TIDAK MELIHATNYA
 BAHASA TUBUH JANGAN TERLALU SERING
DIULANG.
KONTAK MATA YANG BAIK

Pandang tepat pada mata Audiens


Tatap mata selama 3-5 detik
Satu kesatuan pendapat/kalimat
Netral
KESALAHAN-KESALAHAN DALAM
PENAMPILAN DAN SIKAP
 PENAMPILAN YANG TIDAK
BERSEMANGAT (LOYO…)
 TIDAK ADA KONTAK MATA DENGAN
AUDIENCE
 GERAK-GERIK YANG TIDAK
TERKONTROL
 TANGAN DIMASUKKAN KE DALAM
SAKU BAJU/CELANA
 TIDAK TENANG, MELENGGANG KE
SANA -KEMARI
 MENUNJUKKAN KEJENUHAN DAN
KEBOSANAN ATAU TANPA PERHATIAN
Sesi - IV
MENGATASI DEMAM PANGGUNG
(Rasa Takut, Cemas Dan Gugup)
TINDAKAN PRAKTIS:
 Binalah kontak mata dengan audiens Anda
 Anggaplah audiens sebagai kawan bukan lawan
 Jangan takut gagal, anggaplah kegagalan sebagai sukses yang
tertunda
 Berpikirlah bahwa Anda pasti tidak akan dapat memuaskan setiap
orang
 Berusahalah untuk menenangkan diri dan batin lewat pernafasan
yang baik
 Buatlah jeda ditengah pembicaraan
 Ingatlah selalu kalimat ini: “Aku sanggup, aku mau, aku bisaa...!”
 Last but not least: Ingatlah bahwa segala keberhasilan dalam hidup
ini biasanya didahului oleh rasa cemas dan takut...
1. Kontak mata:
 Pandanglah tepat pada matanya
 Binalah kontak mata dengan sekelompok
orang
 Berbicaralah lewat mata
2. Berbicaralah agak keras agar cukup terdengar
3. Jangan terlalu cepat, seperti orang dikejar setan
4. Ucapkan setiap kata dengan jelas
5. Hilangkan kebiasaan latah

28

Anda mungkin juga menyukai