Anda di halaman 1dari 20

Kasus Besar

April 2018

Oleh :
Rahmawan Adhy Putra
K1A1 13 128
Definisi
Dermatitis kontak merupakan istilah umum pada reaksi
inflamasi akut atau kronis dari suatu zat yang bersentuhan
dengan kulit.

DERMATITIS KONTAK

DERMATITIS KONTAK DERMATITIS KONTAK


IRITAN (DKI) ALERGI (DKA)
Epidemiologi
Dermatitis Kontak Iritan Dermatitis Kontak Alergi
(DKI) (DKA)
Survey Biro Statistik Tenaga Epidemiologi DKA sering
Kerja terhadap seluruh terjadi. Penyakit ini terhitung
penduduk yang berkerja di sebesar 7% dari penyakit yang
Amerika mencatat dermatitis terkait dengan pekerjaan di
kontak sebesar 90-95% dari Amerika Serikat.
seluruh kasus penyakit kulit
akibat kerja dan DKI sekitar
81% dari kasus dermatitis
kontak.
Etiologi
Dermatitis Kontak Iritan Dermatitis Kontak Alergi
(DKI) (DKA)
Pajanan dengan bahan iritan, Bahan kimia sederhana dengan
misalnya bahan pelarut, deterjen, berat molekul rendah (<1000
minyak pelumas, asam alkali dan dalton), disebut sebagai hapten,
serbuk kayu, terdapat faktor lain bersifat lipofilik, sangat reaktif,
yang juga berpengaruh yaitu lama dan dapat menembus stratum
kontak, frekuensi, oklusi yang korneum sehingga mencapai sel
menyebabkan kulit lebih epidermis bagian dalam yang
permeabel, demikian pula gesekan hidup.
dan trauma fisik. Suhu dan
kelembaban lingkungan juga turut
berperan, dan faktor individu
seperti ketebalan kulit , usia, ras
dan jenis kelamin.
Patogenesis
Dermatitis Kontak Iritan Dermatitis Kontak Alergi
(DKI) (DKA)
1. Kehilangan lipid dan  FASE SENSITASI
substansi pengikat air di  FASE ELITASI
epidermis
2. Kerusakan membran sel
3. Denaturasi keratin pada
epidermis
4. Efek sitotoksik langsung
Perbedaan DKI dan DKA

J Allergy Clin Immunol 2010;125:S138-49.


Dermatitis Kontak Iritan Dermatitis Kontak Alergi
(DKI) (DKA)
Diagnosis Banding
 Dermatitis kontak iritan
 Dermatitis kontak alergi
 Dermatitis atopi
 Tinea pedis
Uji Tempel (Patch Test)
Uji tempel adalah uji kulit yang dilakukan secara in vivo
untuk mengidentifikasi penyebab DK dengan cara
mengaplikasikan bahan alergen yang diduga sebagai
penyebab secara oklusif dalam konsentrasi tertentu pada
kulit pasien yang dicurigai mengalami alergi.
Interpretasi Uji Tempel (Patch Test)
(-) untuk reaksi negatif
(?) untuk reaksi meragukan (makula eritematus batas
tidak jelas)
(+) untuk positif lemah (eritema, infiltrasi, papula)
(++) untuk positif kuat (eritema, infiltrasi, papula,
vesikel)
(+++) untuk positif sangat kuat (reaksi dengan bula)
IR untuk reaksi iritan.
LAPORAN KASUS

Pasien perempuan bernama Ny. N berusia 59 tahun


bekerja sebagai ibu rumah tangga datang ke RSU
Abunawas dengan keluhan gatal di kedua telapak
tangan sejak 1 minggu yang lalu, awalnya timbul bintik
merah di kedua tangan kemudian melebar membentuk
bercak kemerahan dan menyebar ke kaki. Pada awal
gejala pasien meminum amoksisilin tablet namun gejala
tidak membaik. Riwayat penyakit dahulu erytroderma,
riwayat keluarga (-), riwayat alergi (-).

Diagnosis: Dermatitis Kontak


PEMERIKSAAN
Vital Sign :
FISIK
• TD : 190/150 mmHg
• Nadi : 67 x/ menit
 Status Dermatologi :
• Lokasi : Kedua telapak tangan dan kaki
• Ukuran : Plakat
• Effloresensi : Plak Eritematosa dengan
skuama berwarna coklat disertai fisura dan erosi
Sebelum Terapi (18 April 2018)
PEMBAHASAN
KASUS TEORI
kejadian penyakit Dermatitis Kontak
pada Wanita lebih tinggi dari pada
Ny. N, 59 Pria. Dermatitis kontak bisa di
tahun semua umur akan tetapi lebih
banyak terjadi pada rentang usia
antara 28- 75 tahun.
PEMBAHASAN
KASUS TEORI

Secara klinis Keluhan gatal merupakan


Keluhan gatal di
manifestasi klinis Dermatitis kontak dan
kedua telapak
berdasarkan lokasi DKA dan DKI banyak
tangan
dijumpai di daerah tangan
PEMBAHASAN
KASUS TEORI

Awalnya lesi berupa


Bintik merah di Dermatitis Kontak Iritan (DKI) ditandai dengan rasa gatal,
telapak tangan dan kemerahan, skuama, vesikel, dan krusta papulovesikel. Dermatitis
berkembang menjadi Kontak Alergi (DKA) dimulai dengan bercak eritematosa berbatas
plak eritematosa, tegas kemudian diikuti edema, papulovesikel, vesikel hingga bula.
skuama berwarna Pada DKA kronik terlihat kulit kering, berskuama, papul,
coklat, Fisura dan likenifikasi dan mungkin juga fissura berbatas tidak tegas.
erosi
PEMBAHASAN
KASUS TEORI

Terapi yang diberikan


pada pasien adalah :
- Metilprednisolon Pada dermatitis kontak, kombinasi terapi yang digunakan adalah
tablet kortikosteroid dan anti histamin, emolient dapat diberikan untuk
- Itrakonazole tablet
- Cetirizin tablet melembutkan dan melembabkan kulit yang berfungsi untuk
- Salep ( asam salisilat, memperbaiki barier kulit. Sedangkan terapi yang diberikan untuk kaki
lamodex, ketokonazole
, vaselin) untuk tangan pasien yang didiagnosis dengan tinea pedis adalah anti jamur yang
- Salep (Asam salisilat, merupakan terapi utama untuk tinea pedis.
ketokonazole,gentamic
in, vaselin) untuk kaki
Setelah Terapi (25 April 2018)
(18 April 2018) (25 April 2018)

Sebelum terapi Setelah Terapi