Anda di halaman 1dari 34

TUTORIAL I

KELOMPOK 7
BLOK 6.1

Dosen Pengampu : dr. Hasna Dewi, Sp.PA., M.Kes


ANGGOTA
 SISKA GERALDA G1A116001
 MAYDINA GUSTA G1A116002
 LIANA IKA SUWANDY G1A116003
 ANDI PRISCILLIA AL QODRI G1A116004
 ALYA YOMI SARI G1A116009
 TIWI LESTARI G1A116011
 PUJI RAHMI G1A116012
 M RAVI DASMAN G1A116013
 SINDHI YULIZAWIRTA G1A116016
 AYU HERLINA G1A116017
 DELLA RAFIKA SARI G1A116019
 MEILANI CAHYANI SILITONGA G1A116100
SKENARIO
Ny. S 40 tahun, hamil 35-36 minggu, datang ke IGD dengan keluhan mau melahirkan. Pada pe
meriksaan ditemukan tanda-tanda inpartu. Sejak satu bulan yang lalu Ny.S mengeluh sakit kepala dan
kaki bengkak yang makin memberat, pada pemeriksaan vital sign didapatkan tekanan darah 180/100
mmHg nadi 96x/menit, pernafasan 24x/menit, suhu 37o C, DJJ melemah,protein urin positif, dokter m
emutuskan untuk dilakukan SC cito. Post SC, kontraksi uterus baik, dilakukan penutupan lapis demi la
pis. Dua jam setelah di ruang pemulihan, terjadi pendarahan per vaginam yang makin lama makin ban
yak.
Dari anamnesis diketahui bahwa selama kehamilan Ny. S tidak melakukan kunjungan antenatal
care (ANC) dengan teratur. Ny. S hanya melakukan pemeriksaan pada awal kehamilan, dikarenakan t
elat haid disertai mual muntah di pagi hari. Setelah dokter menentukan tanda – tanda dugaan hamil d
an tanda – tanda pasti hamil . Ny. S hanya beberapa kali melakukan control kehamilan Ny. S sudah m
emiliki tiga orang anak dan tidak pernah keguguran.
Klarifikasi Istilah
Kata Pengertian
Inpartu wanita yang mengalami proses persalinan, saat uterus
berkontraksi sehingga terjadilah perubahan serviks
SC Cito tindakan operasi Caesar apabila ada kemacetan atau resiko
dalam proses kelahiran. Tindakan pembedahan untuk
mengeluarkan bayi yang harus dilakukan segera
ANC upaya preventif program obstetric untuk mengoptimalkan luaran
maternal dan neonates melalui kegiatan memantau kehamilan
Keguguran pengeluaran hasil konsepsi sebelum janin dapat hidup diluar
uterus <200gr dan <20 minggu
Hamil fertilisasi yang dilanjutkan dengan nidasi dan implantasi
Mual perasaan tidak enak dibelakang tenggorokan yang dapat memicu
muntah
Muntah reflek yang menebabkan dorongan eksplusi isi lambung/ usus/
keduanya ke mulut
Perdarahan kehilangan darah >500cc dari traktus genetalia oleh sebab-sebab
Pervagina yang bukan fisiologis
PEMBAHASAN TOPIK
Anatomi organ terlambat menstruasi dan
Interpretasi
reproduksi wanita mual muntah di pagi hari

Histologi lapisan usia kehamilan 35-36


Alur penegakan diagnosis
abdomen minggu
Makna Klinis
Fisiologi sakit kepala dan kaki Diagnosis banding dan
menstruasi dan bengkak sejak 1 bulan lalu definitif
kehamilan
perdarahan pervagina Sintesis
Tanda kehamilan, postpartum
inpartu, DJJ
melemah
usia ibu, dan usia
Antenatal Care kehamilan dengan keluhan
datang ke IGD
Faktor yang Hubungan
mempengaruhi riwayat obstetric dengan
Persalinan keluhan Ny. S
Anatomi Organ Reproduksi
Organ Eksterna Organ Interna
Mons pubis Vagina
Labia mayora Uterus
Labia minora Tuba falopii
Clitoris Ovarium
Vestibulum vaginae
Orificium vaginae

Organ eksterna

Organ interna
Histologi Lapisan Abdomen

Lapisan Otot Abdomen Lapisan Abdomen dari Anterior di bawah Umbilikus


Fisiologi Menstruasi

1. Siklus Ovulasi
2. Siklus endometrium
• Fase menstruasi
• Fase proliferasi
• Fase sekresi/luteal
• Fase iskemik/premenstrual
3. Siklus Hipofisis-Hipothalamus
Tanda-Tanda Kehamilan
Tidak Pasti Hamil Kemungkinan Hamil Pasti Hamil
Amenorea Perut membesar Gerakan janin yang dapat dilihat,
dirasa atau diraba
Mual muntah Uterus membesar Denyut jantung janin
Mengidam Tanda Hedgar Terlihat tulang-tulang janin dalam
foto-rontgen
Pingsan Tanda Chadwick
Anoreksia Tanda Piscaseck
Mamae tegang dan Tanda Braxton-Hicks
membesar
Sering miksi Teraba ballotemen
Konstipasi / obstipasi Reaksi kehamilan (+)
Pigmentasi
Epulis
Varises
Fisiologi Kehamilan

• Fertilisasi
• Nidasi
• Plasenta
Antenatal Care
• Indikasi
Seluruh ibu hamil

• Tujuan
- Terbangunnya rasa saling percaya antara klien dan petugas kesehatan.
- Terwujudnya kondisi terbaik bagi ibu dan bayi yang dikandungnya.
- Memperoleh informasi dasar tentang kesehatan ibu dan kehamilannya.
- Mengidentifikasi dan menatalaksana kehamilan risiko tinggi

• Manfaat
Menurunkan angka mortalitas serta morbiditas ibu dan bayi.
Antenatal Care
• Prosedur Pemeriksaan
a. Identifikasi dan Riwayat Kesehatan
Data Umum Pribadi
Keluhan Saat Ini
Riwayat Haid
Riwayat Kehamilan dan Persalinan
Riwayat Kehamilan saat ini
Riwayat penyakit dalam keluarga
Riwayat Penyakit Ibu
Riwayat Penyakit yang memerlukan tidakan pembedahan
Riwayat Mengikuti Program Keluarga Berencana
Riwayat Imunisasi
Riwayat Menyusui
Antenatal Care
• Prosedur Pemeriksaan
b. Pemeriksaan
Keadaan umum - Tanda vital
- Pemeriksaan jantung dan paru
- Pemeriksaan payudara
- Kelainan otot dan rangka serta neurologik
Pemeriksaan abdomen - Inspeksi Pemeriksaan
- Palpasi kehamilan minimal
- Auskultasi dilakukan 4 kali:
- Inspekulo vagina untuk identifikasi vaginitis padaTrimester I/II
Trimester I (1x)
Laboratorium - Analisis urin rutin Trimester II (1x)
- Analisis tinja rutin Trimester III (2x)
- Hb, MCV
- Golongan darah
- Hitung jenis seldarah
- Gula darah
- Antigen Hepatitis B Virus
- AntibodiRubela
- HIV/VDRL
- Ultrasonografi : rutin pada kehamilan 18 – 22 minggu untuk
identifikasi kelainan janin
Tanda-Tanda Inpartu
• Rasa sakit oleh adanya his yang datang lebih kuat, sering dan teratur.
• Keluar lendir bercampur darah (show) yang lebih banyak karena robekan-robekan pada
serviks.
• Kadang-kadang ketuban pecah dengan sendirinya.
• Pada pemeriksaan dalam: serviks mendatar dan pembukaan telah ada

Faktor yang Mempengaruhi Persalinan


• Power (Kekuatan)
• Passage (jalan lahir)
• Passanger (janin dan plasenta)
Makna klinis usia kehamilan 35-36 minggu
Merupakan kelahiran prematur, terjadi ketika kontraksi rahim mengakibatkan terbukanya leher
rahim (serviks), membuat janin memasuki jalan lahir. Minggu terakhir masa kehamilan
merupakan masa yang penting dalam pembentukan tahap akhir berbagai organ vital,
termasuk otak dan paru-paru, serta proses peningkatan berat badan janin. Oleh karena itu,
bayi yang lahir prematur berisiko mengalami gangguan kesehatan karena kondisi organ tubuh
yang belum sempurna, sehingga membutuhkan perawatan intensif.

Hubungan usia ibu, dan usia kehamilan


dengan keluhan datang ke IGD
Pada usia ibu yang lebih dari 35 tahun, kesehatan ibu sudah mulai menurun, dan juga dengan
paritas yang tinggi yaitu sudah pernah melahirkan hingga empat kali merupakan faktor
terjadinya kehamilan resiko tinggi yaitu Kehamilan yang memiliki risiko atau bahaya yang lebih
besar pada waktu kehamilan maupun pada saat persalinan, baik risiko terhadap ibu, bayi
maupun keduanya bila dibandingkan dengan kehamilan yang biasanya atau yang normal.
Makna Klinis Keluhan Ny. S Sakit Kepala dan Kaki
Bengkak Sejak 1 Bulan Lalu
 Edema pada kehamilan 40% edema dijumpai pada
hamil normal, 60% edema dijumpai pada kehamilan
degan hipertensi, dan 80% edema dijumpai pada
kehamilan dengan hipertensi dan proteinuria

 Wanita dengan hipertensi pada kehamilan dapat meningkatkan


substansi endogen (prostaglandin, tromboxan) menyebabkan
vasospasme dan agresi platelet  penumpukan thrombus dan
perdarahan  mempengaruhi sistem saraf pusat yang ditandai
dengan sakit kepala

Pada preeklamsia berat terjadi peningkatan resistensi pembuluh darah, dan


hal ini terjadi pula pada pembuluh darah otak. Hiperperfusi otak memaksa
cairan dalam kapiler keluar ke interstitium akibat aktivasi endotel dan
menyebabkan edema perivaskuler  menyebabkan rasa nyeri kepala yang
persisten.
Interpretasi vital sign, DJJ melemah, Protein
urin (+)
Vital sign Hasil Interpretasi
Tekanan darah 180/100 Hipertensi
Nadi 96x/menit Normal
Suhu 37’C Normal
Pernafasan 24x/menit Normal

Denyut Jantung Janin Detak jantung janin Melemah


kurang dari 100 detak
per menit

Proteinuria Positif (+) Terdapat protein di dalam


urin
Proteinuria
Makna klinis DJJ melemah
• Normalnya, detak jantung janin pada 6 minggu pertama yaitu sekitar 100 detakan per menit
dan meningkat ketika janin telah memasuki usia ke 9 minggu, hingga mencapai 180
detakan per menit.
• Melemahnya denyut jantung janin sendiri merupakan tanda kegawatan pada kehamilan dan
dapat disebabkan berbagai hal pada kondisi persalinan, yakni : (kelainan genetik, fetal
distress gangguan aliran darah, preklampsia, eklampsia, terlepasnya tali pusat, dan lilitan
tali pusat)
• Dalam beberapa kasus, detak jantung janin akan kembali normal seiring dengan
perkembangan dan pertumbuhannya
Ny. S dilakukan SC Cito dan Indikasi SC
a) Cepalo pelvic disproportion / disproporsi
kepala panggul
Indikasi b) Tumor pelvis (obstruksi jalan lahir),
ibu c) Plasenta previa yaitu plasenta melekat
pada ujung bawah uterus
d) Ruptura uteri imminent (mengancam)
e) Penyakit ibu (eklamsia/ preeklamsi yang
berat, DM, penyakit jantung, kanker cervikal)

a) Kelainan gerak, presentasi atau posisi ideal


Indikasi persalinan
janin b) Gawat janin,
c) Hidrocepalus
d) Janin besar

Ny. S harus segara menjalani SC cito karena adanya indikasi bayi berupa
gawat janin karena DJJ yang melemah, serta indikasi Ibu berupa
preeclampsia
Penyebab Perdarahan Pervagina
1. Atonia uteri adalah suatu
keadaan dimana uterus gagal untuk
berkontraksi dan mengecil sesudah
janin keluar dari rahim.

2. Retensio plasenta
Retensio plasenta adalah keadaan
dimana plasenta belum lahir selama 1
jam setelah bayi lahir.

3. Inversio Uteri
Inversio uteri ialah keadaan di
mana bagian atas uterus (fundus
uteri) masuk ke kavum uteri,
Makna klinis perdarahan pervagina post partum

1. Atonia uteri
Pada atonia uteri uterus tidak mengadakan kontraksi dengan baik, dan ini
merupakan sebab utama dari perdarahan postpartum

2. Leserasi jalan lahir


Perlukaan serviks, vagina, dan perineum dapat menimbulkan perdarahan yang
banyak bila tidak direparasi dengan segera

3. Hematoma
Hematoma yang biasanya terdapat pada daerah-daerah yang mengalami laserasi
atau pada daerah jahitan perineum.

4. Lain-lain
Sisa plasenta atau selaput janin yang menghalangi kontraksi uterus, sehingga
masih ada pembuluh darah yang tetap terbuka. Ruptura uteri. Inversio.
Tanda-Tanda Inpartu
• Rasa sakit oleh adanya his yang datang lebih kuat, sering dan teratur.
• Keluar lendir bercampur darah (show) yang lebih banyak karena robekan-robekan pada
serviks.
• Kadang-kadang ketuban pecah dengan sendirinya.
• Pada pemeriksaan dalam: serviks mendatar dan pembukaan telah ada

Faktor yang Mempengaruhi Persalinan


• Power (Kekuatan)
• Passage (jalan lahir)
• Passanger (janin dan plasenta)
Tanda-Tanda Inpartu
• Rasa sakit oleh adanya his yang datang lebih kuat, sering dan teratur.
• Keluar lendir bercampur darah (show) yang lebih banyak karena robekan-robekan pada
serviks.
• Kadang-kadang ketuban pecah dengan sendirinya.
• Pada pemeriksaan dalam: serviks mendatar dan pembukaan telah ada

Faktor yang Mempengaruhi Persalinan


• Power (Kekuatan)
• Passage (jalan lahir)
• Passanger (janin dan plasenta)
Penegakan Alur Diagnosis
Anamnesis

Keluhan utama : Mulas ingin melahirkan


Riwayat kehamilan sekarang :
(Sakit kepala dan kaki bengkak sejak 1 bulan yang lalu
dan semakin memberat)
Tidak melakukan Antenatal Care secara rutin
Hanya melakukan pemeriksaan di awal kehamilan
Riwayat obstetric terdahulu
Memiliki 3 orang anak
Tidak pernah mengalami keguguran
Riwayat social
Usia ibu 40 tahun
PEMERIKSAAN PEMERIKSAAN
FISIK PENUNJANG

Berdasarkan data diatas


dapat ditegakkan
 Ditemukan tanda diagnosanya adalah
 Pada pemeriksaan
tanda pasti hamil Hemorrhagicc ec
urin rutin ditemukan Preeklamsia Berat.
 Tekanan darah
protein + Dapat ditegakkan karena
tinggi
 Edema kaki tekanan darah Ny. S yang
 Keluarnya lendir sudah mencapai 180/100,
bercampur darah pada pemeriksaan
 Nyeri perut bawah penunjang ditemukan
proteinuria, terdapat
edema, dimana 3 hal
tersebut merupakan tanda
khas untuk preeklamsia.
Diagnosis dan diagnosis banding

Diagnosis: Hemorrhagic post partum et causa Preeklamsia berat


DD : HPP ec (preeklamsi berat, eklamsia, hipertensi gestasional)
Preeclampsia berat adalah Eklampsia merupakan keadaan Hipertensi gestasional D
preeclampsia dengan tekanan dimana ditemukan serangan adalah hipertensi yang
darah sistolik 160 mmHg dan kejang tiba tiba yang dapat terjadi saat kehamilan
I
tekanan darah diastolik 110 disusul dengan koma pada berlangsung dan biasanya A
mmHg disertai proteinuria lebih wanita hamil, persalinan atau pada bulan terakhir G
5 g/24 jam. masa nifas yang menunjukan kehamilan atau lebih setelah N
gejala preeklampsia sebelumnya. 20 minggu usia kehamilan
Tekanan sistolik 160 mmHg atau pada wanita yang O
lebih, atau tekanan diastolik 110 sebelumnya normotensif, S
mmHg atau lebih tekanan darah mencapai I
nilai 140/90 mmHg,
S

• Proteinuria lebih 5 g/24 jam • Proteinuria 5 gr atau lebih • Bila tekanan darah > B
atau 4 + dalam pemeriksaan dalam24 jam; 3+ atau 4+ pada 140/90 mmHg pada usia
kualitatif pemeriksaan kualitatif kehamilan > 20 minggu A
• Oliguria yaitu produksi urin • Oliguria, diuresis 400 ml atau tanpa riwayat hipertensi N
kurang dari 500 cc/24 jam kurang dalam 24 jam sebelumnya dan tanpa D
• Nyeri epigastrium atau nyeri • Nyeri di daerah epigastrium disertai dengan
pada kuadran kanan atas proteinuria.
I
abdomen N
G
Sintesis

A. DEFINISI
Perdarahan pasca persalinan adalah perdarahan atau hilangnya darah 500 cc
atau lebih yang terjadi setelah anak lahir.

B. ETIOLOGI
Banyak faktor potensial yang dapat menyebabkan hemorrhage postpartum,
faktor-faktor yang menyebabkan hemorrhage postpartum adalah atonia uteri,
perlukaan jalan lahir, retensio plasenta, sisa plasenta, kelainan pembekuan darah.
C. FAKTOR RESIKO
• Grandemultipara
• Perpanjanganpersalinan
• Chorioamnionitis
• Kehamilanmultiple
• Injeksi Magnesiumsulfat
• Perpanjangan pemberianoxytocin

D. Gejala Klinis
• Perdarahan pervaginam, yang terus menerus setelah bayi lahir.
• Bila berat bisa didapatkan tanda-tanda syok seperti : lemah, gelisah,
tekanan darah sulit dinilai, nadi cepat dan lemah, serta penurunan kadar Hb
(8gr%)
• Gejala lain seperti, pucat, ekstremitas dingin, mual.
TERIMA KASIH