Anda di halaman 1dari 18

HAL-HALYANGPERLU

DIPERHATIKANPADA PENGGUNAAN
OBAT PASIEN GAGALGINJAL
DEFINISI
Gagal Ginjal Kronik (GGK) ialah penurunan
fungsi ginjal secara progresif yang terjadi selama
beberap bulan hingga beberapa tahun. Pada
GGKmengalami kerusakan di kedua ginjal,
kerusakan ini terjadi karena banyak
penyebabnya dan biasanya bersifat irreversible.
Pada penyakit ginjal kronik terjadi penurunan
fungsi ginjal yang memerlukan terapi pengganti
yang membutuhkan biaya yang mahal. Penyakit
ginjal kronik biasanya desertai berbagai
komplikasi seperti penyakit kardiovaskuler,
penyakit saluran napas, penyakit saluran cerna,
kelainan di tulang dan otot sertaanemia.
PENATALAKSANAANGAGALGINJAL
KRONIK

1. TERAPINONFARMAKOLOGI
2. TERAPIFARMAKOLOGI
1. TERAPINONFARMAKOLOGI
• Diet rendah protein (0,6 sampai 0,75
g/kg/hari) dapat membantu memperlambat
perkembangan CKDpada pasien dengan atau
tanpa diabetes, meskipun efeknya cenderung
kecil.
Umumnya terapi non Farmakologi yang
dilakukan adalah :
a) Berhenti merokok
b) Mengurangi berat badan
c) Kontrol protein diet
d) Asupan alkohol
e) Olahraga
f) Asupan garam
2. TERAPIFARMAKOLOGI

A. Hiperkalemia:
Salah satu komplikasi yang paling serius pada
penderita uremia adalah
hiperkalemia.Hiperkalemia akut dapat diobati
dengan pemberian kalsium glukonat 10%
intravena dengan hati hati sementara EKG
penderita terus diawasi akan kemungkinan
timbulnya hipotensi disertai pelebaran kompleks
QRS.
B. Osteodistrofi ginjal:
Manifestasi utama toksisitas aluminum terjadi
pada tulang dan otot rangka dan otot rangka
menyebabkan osteomalesia resisten –vitamin D
dan nyeri otot. Tujuan terapi adalah untuk
mempertahankan fosfat serum sekitar 4,5 mg/dl
dan Ca++sekitar 10 mg/dl
C.Asidosis:
Asidosis metabolik kronik yang ringan pada
penderita Uremia biasanya akan menjadi stabil
pada kadar bikarbonat plasma 16-20 mEq/I.
Untuk menghilangkan efek sakit pada asidosis
metabolik termasuk penurunan masa tulang
berlebihan. Asidosis ginjal biasanya tidak diobati
kecuali bila bikarbonat plasma turun dibawah
angka 15 mEq/L. Bila asidosis berat akan
dikoreksi dengan pemberian NaHCO3parenal
D. Hipertensi:
Pemakaian obat anti hipertensi disamping
bermanfaat untuk memperkecil resiko
kardiovaskuler juga sangat penting untuk
memperlambat pemburukan kerusakan nefron
dengan mengurangi hipertensi intraglomerulus dan
hipertrofi glomerulus
E.Anemia:
• Anemia pada penyakit ginjal kronik terutama
disebabkan oleh defisiensi eritropoitin.
Penatalaksanaan terutama ditunjukan pada
penyebab utamanya, pemberian eritropoitin
(EPO) yaitu pemberian Fe 2-3 mg/kgBB 3 x 1
selama 3 bulan. Dan Asam folat 1-5 mg/hari
selama 3-4 minggu. Anemia yang mengancam
jiwa diberikan transfusi PRC10-20cc/kgBB,
pemberian transfusi pada penyakit ginjal
kronik harus dilakukan secara hati hati
Penatalaksanaan untuk mengatasi
komplikasi:
• Kelebihan cairan diberikan diuretik
diantaranya furosemid, torsemid, metolazon
• Peningkatan trigliserid diatasi dengan
gemfibrozil
• Hiperurisemia diatasi dengan allopurinol
• Asidosis metabolik diatasi dengan suplemen
natrium karbonat
Hal-hal yang perlu diperhatikan pada
pasien dengan gangguan ginjal pada :
PASIENHIPERTENSI:
• Kontrol tekanan darah yang memadai dapat mengurangi
laju penurunan GFRdan albuminuria pada pasien dengan
atau tanpa diabetes.
• Terapi antihiprtensi untuk pasien CKDdengan diabetes atau
tanpa diabetes sebaiknya diawali dengan pemberian
inhibitor ACEatau bloker reseptor angiotensinII.
• Klirens inhibitor ACEmenurun pada kondisi CKD, sehingga
sebaiknya terapi dimulai dengan pemberian dosis terendah.
• GFRumunya menurun hingga 25% sampai 30% dalam 3
sampai 7 hari setelah memulai terapi dengan inhibitor ACE
karena obat golongan ini mengurangi tekanan
intraglomerular.
PASIENDM
• Menyesuaikan pihan terapi obat lain yang
mengurangi glukosa (termasuk insulin) pada
pasien individu, tingkat fungsi renal dan
komorbiditas
• Risiko hipoglikemi seharusnya dinilai secara
teratur untuk pasien yang memakaiinsulin
• Rekomendasi praktek klinis: Sulfonilurea kerja
pendek (misalnya gliclazid) dipilih melebihi terapi
obat kerja panjang untuk pasien dengan chronic
kidney disease.
PASIENDISLIPIDEMIA
Pemantauan Efek Samping Obat
• Pemantauan serial kreatinin kinase dan alanin
aminotransferase tidak diperlukan untuk pasien
asimtomatik dengan gagal ginjal kronik yang mengonsumsi
dosis statin rendah sampai sedang
• Serial kreatinin kinase dan alanin aminotransferase
seharusnya diukur setiap 3 bulan untuk pasien dengan
gagal ginjal kronik stadium 4 yang mengonsumsi dosis
statin sedang sampai tinggi
• Statin dan fibrat seharusnya tidak diberikan bersamaan
pada pasien dengan gagal ginjal kronik stadium 4 karena
risiko rabdomiolisis
• Gemfibrozil aman untuk digunakan pada pasien dengan
gagal ginjal kronik
T E R I M A KASIH