Anda di halaman 1dari 11

TREN DAN ISSUE DALAM ASUHAN

KEPERAWATAN KATARAK

KELOMPOK 5
AGUS SUHARDI
AMELIA FRANSISCA
ANGGI
DEA
DEFINISI KATARAK

• Katarak adalah kekeruhan yang terjadi pada lensa


mata yang dapat terjadi akibat hidrasi (penambahan
cairan lensa), denaturasi protein lensa atau dapat juga
akibat dari kedua-duanya.
• Sehingga menyebabkan penderita tidak bisa melihat
dengan jelas karena dengan lensa yang keruh cahaya
sulit mencapai retina dan akan menghasilkan bayangan
yang kabur.
ETIOLOGI
• Faktor keturunan.
• Cacat bawaan sejak lahir. (congenital)
• Masalah kesehatan, misalnya diabetes.
• Penggunaan obat tertentu, khususnya steroid.
• gangguan metabolisme seperti DM (Diabetus Melitus)
• gangguan pertumbuhan,
• Mata tanpa pelindung terkena sinar matahari dalam waktu
yang cukup lama.
• Rokok dan Alkohol
• Operasi mata sebelumnya.
• Trauma (kecelakaan) pada mata
PATOFISIOLOGI
• Dengan bertambahnya usia, nekleus mengalami perubahan
warna menjadi cokelat kekuningan.Disekitar opasitas terdapat
densitas seperti duri dianterior dan posterior nucleus. Opasitas
pada kapsul posterior merupakan bentuk katarak yang paling
bermakna nampak seperti cristal salju pada jendela. Perubahan
fisik dan kimia dalam lensa menyebabkan hilangnya
transparansi.Perubahan pada serabut halus múltiple (zunula)
yang memanjang dari badan silier kesekitar daerah diluir
lensa,misalnya, dapat menyebabkan penglihatan mengalami
distorsi. Perubahan kimia dalam protein lensa dapat
menyebabkan koagulasi, sehingga mengabutkan pandangan
dengan menghambat jalannya cahaya ke retina.
TANDA & GEJALA
a) Penglihatan tidak jelas, seperti terdapat kabut
menghalangi objek.
b) Peka terhadap sinar atau cahaya.
c) Dapat melihat dobel pada satu mata.
d) Memerlukan pencahayaan yang terang untuk
dapat membaca.
e) Lensa mata berubah menjadi buram seperti
kaca susu.
KOMPLIKASI

• Penyulit yang sensori


• Yang terjadi berupa: visus tidak akan
mencapai 5/5 a ambliopia
• Komplikasi yang terjadi nistagmus dan
strabismus
PEMERIKSAAN PENUNJANG
• Kartu mata snellen /mesin telebinokuler
• Lapang Penglihatan
• Pengukuran Tonografi Pengukuran Gonioskopi
membedakan sudut terbuka dari sudut tertutup glukoma.
• Tes Provokatif
• Oftalmoskopi Darah lengkap, LED EKG, kolesterol serum,
lipid
• Tes toleransi glukosa
MANAJEMEN ASUHAN
KEPERAWATAN KATARAK
• Pengkajian
1. Biodata
Identitas klien : nama, umur, jenis kelamin, status
perkawinan, agama, suku/ bangsa, pendidikan, pekerjaan,
alamat dan nomor register.
2. Riwayat kesehatan
• Keluhan utama
• Riwayat kesehatan dahulu
• Riwayat kesehatan sekarang
• Riwayat kesehatan keluarga

3. Pemeriksaan fisik
DIAGNOSA KEPERAWATAN
1. Gangguan persepsi sensori-perseptual penglihatan b.d
Gangguan penerimaan sensori/status organ indera ditandai
dengan menurunnya ketajaman.
2. Ansietas b.d Perubahan pada status kesehatan.
3. Kurang pengetahuan b.d Kurang informasi tentang penyakit
4. Nyeri b.d Luka pasca operasi.
5. Resiko tinggi terhadap cidera b.d Keterbatasan penglihatan.
6. Risiko infeksi b.d Prosedur invansif ( operasi katarak )
7. Resiko ketidakefektifan penatalaksanaan regimen terapeutik
b.d kurang pengetahuan, kurang sumber pendukung.
TREN DAN ISSUE
• . Dengan laser, masalah katarak bisa diatasi tanpa melibatkan pisau
bedah. Budi menuturkan, teknologi laser untuk bedah katarak
dipraktikkan di dunia kesehatan mata sejak 2007 silam. Kemudian
baru pada 2012 teknologi ini masuk ke Indonesia khususnya JEC
Kedoya, Jakarta Barat. Hingga kini, rumah sakit ini diklaim sebagai
satu-satunya rumah sakit yang menyediakan terapi laser. Operasi
katarak berbasis laser atau Femtosecond Laser-Assisted Cataract
Surgery (FLACS) adalah operasi tanpa pembedahan dengan pisau,
tindakan cepat, minim risiko dan proses penyembuhannya cepat.