Anda di halaman 1dari 19

PENERAPAN HARGA POKOK PESANAN DALAM MENENTUKAN HARGA JUAL

UD.PRABOT LUBIS JAYA MEDAN

Disusun oleh :
INDAH WULAN SARI
NIM : 17011044

PROGRAM STUDI AKUNTANSI


POLITEKNIK GANESHA MEDAN
MEDAN
2020
 
PENDAHULUAN
Latar Belakang

Menentukan Harga
Harga pokok pesanan
jual
1.Untuk mengetahui secara akurat bagaimana yang dimana keluarkan untuk menghasilkan
suatu 1 produk pesanan yang dapat bersaing secara kompetitif dipasar global saat ini.

2. Untuk mengetahui biaya-biaya apa saja yang dikeluarkan oleh UD.Perabot Lubis jaya
dalam memproduksi 1 unit lemari.

3.Dengan mengunakan sistem perhitungan produk pesanan dan penentuan harga jual
produk, peneliti menyarankan untuk menggunakan sitem full costing agar UD lubis tidak
perlu lagi menaksir biaya-biaya.

Dari fenomena di atas, maka peneliti mengambil judul penelitian “ Penerapan Harga
Pokok Pesanan Dalam Menentukan Harga jual UD.Prabot Lubis Jaya.
RUMUSAN MASALAH
1. Bagaima Penerapan Job Order Costing Method Dalam Menetapkan Harga
Harga Jual ?
2. Bagaimana perhitungan Harga Pokok Produksi barang pesanan dengan
metode yang diterapkan oleh perusahaan?

BATASAN MASALAH

Di Dalam Pembahasan ini, penulis hanya mendalami materi yang hanya


berkaitan dengan penentuan harga Jual produksi berdasarkan pesanan
Pada UD. Perabot Lubis Jaya
 
TUJUAN DAN MANFAAT

Berdasarkan latar belakang dan hasil perumusan masalah diatas,


TUJUAN maka penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah Job Order
PENELITIAN Costing Method telah terapkan pada UD. Perabot Lubis Jaya di
dalam menetapkan harga Jual produksi.

hasil dari penelitian ini bermanfaat untuk


mengembangkan dan mempraktekan teori secara nyata
khususnya untuk mengetahui secara pasti sampai sejauh
MANFAAT Bagi mana peranan Job Order Costing Method berguna dalam
PENELITIAN penulis menetapkan harga pokok produk atas dasar pesanan.

hasil penelitian ini berguna sebagai input berupa


Bagi informasi dalam menetapkan harga pokok produknya
Perusahaan berdasarkan Job Order Costing Method yang diharapkan
pula akan memudahkan manajemen dalam
mengendalikan biaya produksi dan menetapkan harga
jual di masa yang akan datang.

Bagi menambah pengetahuan dan menambah bahan


politeknik masukan bagi pembaca yang tertarik pada judul
ganesha
proposal ini.
LANDASAN TEORI
Harga Pokok Penentuan harga
Pesanan Poko Produksi

Menurut Mulyadi (2015:17) pengertian Penentuan harga pokok adalah bagaimana


Metode harga pokok pesanan adalah biaya- memperhitungkan biaya kepada suatu produk
biaya produksi dikumpulkan untuk pesanan atau pesanan atau jasa, yang dapat dilakukan
tertentu dan harga pokok per satuan dengan cara memasukkan seluruh biaya
produk yang dihasilkan untuk memenuhi produksi atau hanya memasukkan unsur biaya
pesanan tersebut dihitung dengan cara produksi variabel saja
membagi total biaya produksi untuk pesanan 1 Metode Full Costing
tersebut dengan jumlah satuan produk dalam Menurut Mulyadi (2015:8) dalam
pesanan yang bersangkutan. bukunya Akuntansi Biaya memberikan
defenisi full costing sebagai berikut:
Harga Pokok
“Full costing merupakan metode penentuan
Penjualan harga pokok produksi yang memperhitungkan
Pada dasarnya Harga Pokok Penjualan (istilah semua unsur biaya produksi ke dalam harga
pokok produksi, yang terdiri dari biaya bahan
yang dipakai IAI) adalah segala biaya yang
baku, biaya tenaga kerja langsung dan biaya
timbul dalam rangka membuat suatu produk overhead pabrik, baik yang berperilaku
menjadi siap untuk dipasarkan, atau dengan variabel atau tetap.”
kalimat lain, Harga Pokok penjualan adalah  
biaya yang terlibat dalam proses pembuatan
barang atau yang bisa dihubungkan langsung
dengan proses yang membawa barang dagangan
siap untuk dijual.
Akutansi Biaya

Sujarweni (2015:2) menyatakan bahwa “Akuntansi biaya adalah


informasi tentang biaya produksi untuk kepentingan kegiatan
manajemen perusahaan industri, yang meliputi bahan baku, biaya
tenaga kerja langsung, dan biaya overhead pabrik, penyimpanan, dan
penjualan produk jadi”

Tujuan akutansi
biaya

menurut Mulyadi (2015:7) ada tiga antara lain:


1. Penentuan Kos Produk. Akuntansi Biaya untuk penentuan kos produk ini ditunjukan
untuk memenuhi kebutuhan pihak luar perusahaan
2. Pengendalian Biaya. Pengendalian biaya bertugas untuk memantau apakah
pengeluaran biaya yang sesungguhnya sesuai dengan biaya seharusnya tersebut.
3. Pengambilan Keputusan Khusus. Pengambilan keputusan khusus menyangkut masa
yang akan datang. Oleh karena itu, informasi yang relevan dengan pengambilan
keputusan khusus selalu berhubungan dengan informasi masa yang akan datang.
METODE PENELITIAN
Sejarah Singkat Usaha Dagang Prabot Lubis Jaya Medan
Usaha Dagang Prabot Lubis Jaya adalah usaha yang bergerak dalam bidang finishing dan
penjualan mebel jepara. Usaha tersebut didirikan oleh Bapak Dahlan Lubis yang berlokasi di
Jalan Pertahanan Patumbak No 23 Medan Amplas dengan jumlah karyawan sebanyak 18 orang.
Usaha ini mulai beroperasi pada tahun 2008.
Produk mebel jepara Furniture adalah berbagai jenis mebel keperluan rumah tangga dan
perkantoran.

Visi : menjadi usaha produksi furniture jepara yang professional dan maju.
Sebagai penjabaran dari visi tersebut, maka misi yang ada dalam usaha ini yakni mengelola usaha
dengan memperhatikan kepuasan pelanggan.

Jl. Pertahanan Patumbak No 23 Medan Amplas


Tempat & Waktu
Penelitian

Mulai tanggal 12 Desember 2019 bulan Febuari


2020
Sambungan

Jenis data Data kualitatif


Jenis dan sumber
data Data primer
Sember data

Metode 1. Penelitian lapangan


pengumpulan 2. Penelitian kepustakaan
data

metode deskriptif yang digunakan untuk


menganalisis data yang sudah terkumpul
sebagaimana adanya tanpa bermaksud membuat
kesimpulan yang berlaku untuk umum atau
generalisasi.
KERANGKA KONSEPTUAL

Metode pesanan

Harga pokok
produk

Harga jual produk


Pembahasan Hasil Penelitian
Perhitungan Biaya Produksi Langsung
1. Biaya Bahan Baku
NAMA BAHAN JUMLA HARGA TOTAL
H SATUAN

Biaya Bahan setengah Jadi 15 Rp. 3.250.000 Rp. 48.750.000

Jepara (awal /kerangka      

Lemari)      

Ongkos Angkut 15 Rp. 250.000 Rp. 3.750.000

Total harga Rp. 52.500.000

2. Tenaga kerja langsung

Untuk Lemari

No Jenis pekerjaan Jumlah Jam Upah@ Rp Upah

Kerja

1 Perakitan 8 80 Rp. 640.000

2 Bagian Finishing 8 60 Rp. 480.000

Total Biaya Tenaga Kerja Langsung Rp. 1.120.000


3. Biaya Produksi Tidak Langsung

No Keterangan Total (Rp)


  Biaya Listrik RP 300.000
  Biaya Telepon Rp 600.000 per bulan dibagi 30 Rp. 60.000

= Rp. 20.000
  Biaya overhead lainnya Rp. 7.000.000

Total Biaya Overhead Rp. 7.360.000

4. Biaya Non Produksi


NO Keterangan Total

1 Biaya Pemasaran Rp. 1.500,000

2 Biaya Adm Non Produksi Rp. 1.000.000

Biaya Non Produksi Rp. 2.500.000


Biaya Produksi Tidak Langsung
•Biaya Bahan Baku Penolong

8
N Tiner Liter 15 Rp. 15.000 Rp. 225.000
Nama Bahan Satuan Juml Harga Total
O ah @satuan
9
1 Paku 4 inc Kg 7 Rp. 18.000 Rp. Lem Kayu Kaleng 12 Rp. 25.000 Rp. 300.000

126.000
2 10
Paku 3 inc Kg 7 Rp. 20.000 Rp. Woodfiller 30 Rp. 45.000 Rp. 1.350.000
Kaleng
140.000
3 Amplas Kasar Meter 25 Rp. 5000 Rp. 11
Pelitur Liter 23 Rp. 35.000 Rp. 805.000

125.000
4 Engsel Pintu Pasang 120 Rp. 10.000 Rp. 12
Pewarna Kaleng 15 Rp 35.000 Rp. 525.000
Lemari 1.200.000
5 Handle Pintu Buah 75 Rp. 22.000 Rp. 13
Bahan Liter 15 Rp. 50.000 Rp. 750.000
1.650.000
Melaminne
6 Kunci Pintu Buah 120 Rp. 7.000 Rp. 14
Cat Duco Liter 15 Rp. 21000 Rp 315.000
840.000
7 Impra Kg 12 Rp. 25.000 Rp.
Total Biaya Bahan Penolong Rp. 8.651.000
300.000
Biaya Pemeliharaan Alat –alat Mesin

Nama Peralatan Unit Biaya Persatuan Total biaya


(mesin), (dalam rupiah) Sebulan Sehari 3 Hari
Kenderaan dan (dalam
Gedung rupiah)

Kompresor 3 Rp. 50.000 150.000 5000 15.000

Lakoni Imola 75

Gerenda bosch 2 Rp. 20.000 40.000 1.333,33 2.666,67

GWS 900-100

Mesin Potong 2 Rp. 10.000 20.000 666,67 1.333,34

kayu J.JD Tool

Mesin Gergaji, 2 Rp. 15.000 30.000 1.000 3.000

Jig Saw 618

Mesin Serut 2 Rp. 25.000 50.000 1.666.67 3.333,34

Kayu Merk

UCHINA

Total     24.333,3

5
Biaya Pemeliharaan Kenderaan dan Gedung

Nama Peralatan Unit Biaya Persatuan Total biaya


(mesin), Kenderaan (dalam rupiah)
dan Gedung Sebulan Sehari
(dalam 3 Hari
rupiah)

Kenderaan 1 300.000 300.000 10.000 30.000

Gedung 1 150.000 150.000 5.000 15.000

Total 450.000 15.000 45.000


Biaya penyusutan peralatan
Nama Peralatan Harga Perolehan Nilai Sisa Umur   Penyusutan
(dalam mrupiah) (dalam rupiah) Ekonomis Tahun Hari 3 hari
(dalam Rupiah) (Dalam Rupiah)

Kompresor Lakoni 3.000.000 Rp. 1.500.000 5 Thn 300.000 833,33 2.499,99

Imola 75

Gerenda bosch GWS 1.900.000 Rp. 1000.000 4 Thn 77.000 213.89 641,67

900-100

Mesin Potong kayu 750.000 Rp. 500.000 3 Thn 83.333,33 231.48 694,44

J.JD Tool

Mesin Gergaji, Jig Saw 500.000 Rp. 300.000 3 Thn 66.666.67 185.19 555,57

618

Mesin Serut Kayu 8.000.000 Rp.5.000.000 5 Thn 600.000 1,666.67 5.000,01

Merk UCHINA

Total 939,168
•Biaya Penyusutan Kenderaan dan Bangunan
Keterangan Harga Perolehan Nilai Sisa Umur Penyusutan
(dalam mrupiah) (dalam rupiah) Ekonomis Tahun Hari 3 hari
(dalam (Dalam
Rupiah) Rupiah)

Kenderaan 170.000.000 90.000.000 5 Thn 300.000 833,33 2.499,99


 

Gedung 180.000.00 100.000.000 20 tahun 4.000.000 11.111,11 33.333,33


Biaya Overhead Produk

No Keterangan Total Biaya

1 Biaya Bahan Baku Penolomg Rp. 8.651.000,00

2 Biaya Listrik Rp 3.000.000 bln dibagi 30 hari= Rp. 100,000 Rp. 300.000,00

3 Biaya Telepon Rp 600.000 per bulan dibagi 30 = Rp. 20.000 Rp. 60.000

4 Biaya Pemeliharaan Kenderaan Rp. 30.000,00

5 Biaya Pemeliharaan Gedung Rp. 15.000,00

6 Biaya Alat-alat Mesin Rp. 24.333,35

7 Biaya Depresiasi Kompresor Rp. 641,67

8 Biaya Depresiasi Gerenda Rp. 694,44

9 Biaya Depresiasi Gergaji Mesin Rp. 555,57

10 Biaya Depresiasi Mesin Serut Rp. 5.000,01

11 Biaya Penyusutan Kenderaan Rp. 2.499,99

12 Biaya Penyusutan Gedung Rp. 33.333,33

Total Biaya Overhead Rp. 9.123.058,36


Kesimpulan