UJI HOMOGENITAS
Iwan Gunawan / Yeti Nurhayati
Pendidikan Guru Sekolah Dasar
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Universitas Langlangbuana
2019/2020
• Uji homogenitas adalah pengujian mengenai sama
tidaknya variansi-variansi dua buah distribusi atau
lebih
• Uji homogenitas dilakukan untuk mengetahui
apakah data dalam variabel X dan Y bersifat
homogeny atau tidak
• uji homogenitas diperlukan sebagai asumsi dari uji
independen t test dan uji Anova.sifat homogen atau
tidak
• Uji homogenitas banyak
juga teknik atau metode
perhitungannya, yang populer
adalah: Uji Levene test, Fisher F
dan Bartlett Test.
Jenis uji homogenitas
• Uji variansi dua buah peubah bebas
• Uji variansi dua buah peubah terikat
• Uji Burtlett untuk k buah sampel bebas
• Uji Fmaks Hartley untuk k buah sampel bebas
• Uji scheffe dengan ANOVA satu jalur
Uji Homogenitas Variansi Dua Buah Peubah Bebas
Contoh
Jika kita ingin mengatahui apakah penilaian yang berupa skorr ujian semesteran yang
dilakukan oleh dosen-dosen ilmu eksakta lebih bervariasi (tersebar) daripada yang
dilakukan oleh dosen-dosen non eksakta maka kita melakukan pengujian .
Pengujian ini misal kita ambil n1= 100 buah skor ujian dalam ilmu eksakta secara acak
dari populasi yang berdistribusi normal yang rerata dan variamsinya berturut turut µ1
dan σ12 dan deviasi bakunya s1 = 6,5. untuk ilmu on eksakta kita ambil n2= 120 skor
ujian yang diambil dsecara acak dari populasi yang berdistribusi normal yang rerata
dan variamsinya berturut turut µ2 dan σ22 dan deviasi bakunya s2 = 5,2
Uji Homogenitas Variansi Dua Buah Peubah Bebas
Hipotesis yang akan diuji adalah :
HO : σ12 = σ22
HA : σ12 ≠ σ22 dan tes statistiknya F = =
Tes statistic ini didasarkan pada tes sepihak . Bila Ho benar maka distribusi sampel dari
F = itu berdistribusi dengan F dengan dk1 = (n1-1) dan dk2 = (n2-1)
F = = = 1,5625
Ftabel pada tahap keberartian α = 0,01 dengan derajat kebebasan dk1 = 99 dan dk2 =119
adalah 0,99F99,119 = 1,54. karena Fhitung = 1,5625 lebih besar dari Ftabel=1,54. maka
hipotesis nol ditolak. Jadi kedua buah berdistribusi populasi itu penyebarannya
berbeda secara berarti pada tahap keberartian 0,01
Uji Homogenitas Variansi Dua Buah Peubah Bebas
Contoh
Jika kita ingin mengatahui apakah penilaian yang berupa skorr ujian
semesteran yang dilakukan oleh dosen-dosen ilmu eksakta lebih
bervariasi (tersebar) daripada yang dilakukan oleh dosen-dosen non
eksakta maka kita melakukan pengujian .
Pengujian ini misal kita ambil n1= 100 buah skor ujian dalam ilmu
eksakta secara acak dari populasi yang berdistribusi normal yang rerata
dan variamsinya berturut turut µ1 dan σ12 dan deviasi bakunya s1 = 6,5.
untuk ilmu on eksakta kita ambil n2= 120 skor ujian yang diambil dsecara
acak dari populasi yang berdistribusi normal yang rerata dan
variamsinya berturut turut µ2 dan σ22 dan deviasi bakunya s2 = 5,2
Uji Homogenitas Variansi Dua Buah Peubah Bebas
Hipotesis yang akan diuji adalah :
HO : σ12 = σ22
HA : σ12 ≠ σ22 dan tes statistiknya F = =
Tes statistic ini didasarkan pada tes sepihak . Bila Ho benar maka distribusi sampel dari
F = itu berdistribusi dengan F dengan dk1 = (n1-1) dan dk2 = (n2-1)
F = = = 1,5625
Ftabel pada tahap keberartian α = 0,01 dengan derajat kebebasan dk1 = 99 dan dk2 =119
adalah 0,99F99,119 = 1,54. karena Fhitung = 1,5625 lebih besar dari Ftabel=1,54. maka
hipotesis nol ditolak. Jadi kedua buah berdistribusi populasi itu penyebarannya
berbeda secara berarti pada tahap keberartian 0,01
Uji Homogenitas Variansi Dua Buah Peubah
Terikat
Contoh
Jika dari suatu populasi skor pelajaran matematika yang berdistribusi normal diambil
secara acak 120 siswa. Distribusi populasi itu andaikan reratanya µ1 dan variansinya
σ12. dari 120 orang siswa itu skor IPA nya juga dilihat. Andaikan skor IPA nya
berdistribusi normal dengan reratanya µ2 dan variansinya σ22. andaikan deviasi skor
matematika s1= 12,6 dan deviasi skor IPA s2= 10,3. sedangkan koefisien korelasi antara
kedua kelompok skor itu r12 = 0,6. pertanyaanya : selidiki apakah kedua distribusi
populasi itu variansinya sama atau berbeda?
Kedua peubah itu ( skor matematika dan skor IPA) besar kmeungkinannya adalah dua
peubah terikat, sebab terkecuali bila soal-soalnya bernetuk objektif, penilaian gurunya
pun akan terpengaruh oleh prsepsinya terhadap kemampuan siswa secara
perseorangan, juga skor seorang siswa dalam IPA dan matematika itu bias
bergantungan. Semuanya itu ditunjukan oleh diketahuinya r12 = 0,6
Uji Homogenitas Variansi Dua Buah Peubah
Terikat
Tes statistic untuk homogenitas dua peubah terikat adalah sbb :
t=
HO : σ 12 = σ 2 2
HA : σ 12 ≠ σ 22
Bila Ho itu benar, maka distribusi sampel t tersebut berdistribusi-t dengan derajat kebebasan dk= (n-2)
t=
t=
t = = 2,7553
Karena thitung = 2,7553 lebih besar dari ttabel = 0,995t118 = 2,617. maka tahap keberartian α = 0,005( sepihak),
hipotesis itu ditolak. Itu artinya variansi kedua distribusi populasi skor matematika dan IPA itu berbeda.
Uji Burtlett untuk k buah sampel
bebas
uji homogenitas variansi cara ini adalah untuk melihat apakah variansi –
variansi k buah kelompok peubah bebas yang banyaknya data
perkelompok bias berbeda dan diambil secara acak dari data populasi
masing-masing yang berdistribusi normal, berbeda atau tidak. Hipotesis
nolnya adalah
HO : σ12 = σ22 = σ32 = … =σk2
HA : paling tidak ada satu kelompok yang variansinya berbeda dari yang
lainnya.
Tes statistic untuk menguji Ho lawan Ha adalah X2 (Kay-Kuadrat) dengan
derajat kebebasan dk=(k-1)
X2 = dk1 ln si2 – Σdki ln si2 dengan dki =ni -1. dki = Σ dki , dan ln = logaritma
dengan dasar e. titik kritis pada tahap keberartian α adalah 1- α Xk2.
Uji Burtlett untuk k buah sampel
bebas
Contoh
Andaikan dalam pengajaran matematika untuk siswa kelompok A1, A2, A3
dan A4 , kita menggunakan kalkulator. Banyaknya siswa dan variansi dari
ke-empat kelompok itu adalah sebagai berikut, untuk kelompok A1, A2,
A3 dan A4 banyaknya berturut –turut 254, 187, 168, dan 124 sedangkan
variansinya berturut-turut 30, 36, 32 dan 49. kemudian untuk
memeriksa apakah pada tahap keberartian α = 0,01 keterampilan
menggunakan kalkulator dalam kelompk tertentu itu variansinya
berbeeda secara signofikan dari kelompok –kelompok lainya.
Uji Burtlett untuk k buah sampel
bebas
Untuk memudahkan perhitungan kita susun data sbb:
Uji Burtlett untuk k buah sampel
bebas
Si2 = = = 35,195
ln Si2 = ln 35,195 = 3,561
Maka X2 = dk1 ln si2 – Σdki ln si2
= 729 x 3,561 – 2585
= 10,969
Sedangkan menurut table, nilai kritis pada tahap keberartian α = 0,01 dan derajat
kebebasan 3 adalah 0,99X32 =11,3. karena X2hitung =10,969 lebih kecil daripada X2kritis=
11,3. pada tahap keberartian α = 0,01. hipotesis nol diterima. Dengan kata lain
keempat kelompok siswa itu variansinya dalam keterampilan menggunakan kalkulator
itu berbeda.
Bila tahap keberatian dijadikan α = 0,05, bagaimana hipotesis nolnya masih diterima?
Bila α = 0,05, X2kritis= 7,81 dan karena X2hitung =10,969 lebih besar daripada 0,99X32 = 7,81 ,
maka hipotesis nol ditolak. Itu berarti paling sedikit ada sebuah kelompok yang
variansinya berbeda dengan yang lainnya.
Uji Fmaks Hartley untuk k buah sampel bebas
Uji homogenitas variansi cara ini adalah untuk melihat apakah variansi k kelompok peubah
bebas itu sama atau tidak. Jadi uji ini sama dengan uji Bartlett, perbedaanya adalah uji cara I
I dibandingkan dengan cara Bartlet kurang kuat (Glass dan Hopkins, 1984, h .266) tetapi cara
Hartley ini sederhana dan kalua hanya ingin melihat homogeny tidaknya dapat dikerjakan
dengan dengan cepat. Mengenai hipotesis nol dan alternatifnya adalah sebagai berikut :
HO : σ12 = σ22 = σ32 = … =σk2
HA : tidak semua dari k buah variansi itu sama
Asumsi yang harus dipegang ialah masing-masing kelompok beranggota sama n, diambil
secara acak dari suatu distribusi normal, dan k buah peubah itu peubah bebas. Uji
homogenitas ini tidak bebas terhadap kenormalan.
Uji statistic yang dipakai adalah :
F=
Nilai kritisnya adalah 1-αFmaks k,dk diamana dk =(n-1). Bila Fmaks lebih kecil dari Fkritis, Ho diterima.
Untuk lebih jelasnya perhatikan contoh di bawah ini
Uji Fmaks Hartley untuk k buah sampel bebas
Jika kita mempunyai data hasil belajar tiga kelompok siswa yang
masing=masing diperoleh dengan metode ceramah, Tanya jawab dan
diskusi sebagai berikut : dengan catatan bahwa masing –masing kelompok
data itu diambil dari sebuah kelompok induk yang berdistribusi normal
secara acak. Periksalah apakah variansinya berbeda?
Kelompok ceramah kelompok Tanya jawab Kelompok diskusi
N1 = 20 N2 = 20 N1 = 20
75 75 75
S1 =12,5 S2 =11,2 S1 =10,3
Uji Fmaks Hartley untuk k buah sampel bebas
F=
=
=
= 1,47
Karena Fhitung =1,47 lebih kecil dari Fkritis yaitu 0,99Fmaks 3,19 = 3,8
maka hipotesis nol diterima. Dengan kata lain, ketiga
kelompok itu variansinya tidak berbeda-beda secara nyata.
Uji Homogenitas Variansi scheffe dengan
ANOVA satu jalur
Ujicara ini dipergunakan jika banyak data per kelompok tidak sama dan
jika populasinya sangat tidak normal.
Tes statistiknya adalah sbb :
F=
= Rerata Jumlah kuadrat antar kelompok
Rearata Jumlah Kuadrat Inter kelompok
Pada cara ini, skor-skor dalam setiap kelompoknya dipisah secara acak
kedalam sub kelompok yang banyaknya skor perkelompok arbitrer
( sembarang) asalkan kira-kira sama. Banyak anggota persubkelompok
supaya diusahakan ada empat buah atau lebih (Glass dan Hopkins,
1984, h.356)
Uji Homogenitas Variansi scheffe dengan
ANOVA satu jalur
Cara melakukan perhitungan adalah sbb:
1. Hitunglah variansi per subkelompok menurut kelompok masing –
masing
2. Hitung logaritma dengan dasar e bagi setiap variansi yang diperoleh
pada langkah 1
3. Perlakukan data yang diperoleh pada langkah 2 diatas sebagai k
kelompok data, kemudian selesaikan ANOVA 1-jalur
4. Bila F = lebih besar atau sama dengan 1-αFk-1,N-k, Ho ditolak, dengan k
= banayak keompok dan N= banyak subkelompok
Uji Homogenitas Variansi scheffe dengan
ANOVA satu jalur
Contoh
Jika kita akan membandingkan apakah efekyifitas metode ceramah,
Tanya jawab, atau penemuan pada kelompoknya lebih besar
penyebarannya dari pada metode lain pada kelompok lainnya. Untuk itu
andaikan pula kita memperoleh :
12 skor pada kelompok ceramah yaitu 6, 6,4,8,3,5,9,8,7,9,5,dan 9
8 skor pada kelompok Tanya jawab yaitu 8, 7, 8, 6, 7, 9, 5 dan 8
20 skor pada kelompok penemuan yaitu 7, 6, 8, 9, 4, 6, 5, 8, 7, 6, 5, 6, 9,
8, 6, 7, 5, 4, 3, 3
Uji Homogenitas Variansi scheffe dengan
ANOVA satu jalur
Kita periksa apakah ketiga kelompok itu homogeny atau tidak, agar kita dapat
melakukan perhitungan dengan cara scheffe, perkelompok kita buat subkelompoknya
yang anggota-anggotanya dipilih secara acak; banyak skor perkelompk adalah 4 buah.
Setelah data itu disubkelompokan, dihitung variansinya dan logaritma (dasar e)
variansi sub kelompoknya masing-masing data dan hasil perhitungannya dalah
sebagai berikut :D
Kelompk Ceramah Kelompok Tanya Jawab Kelompok Penemuan
Skor Sik2 lnSik2 Skor S2k2 lnS2k2 Skor S3k2 lnS3k2
4379 7,58 2,026 8 8 7 5 2 0,693 8 4 5 8 4,25
4,25 1,447
1,447
66 88 55 88 2,25
2,25 0,811
0,811 77 66 99 88 1,67
1,67 0,511
0,511 77 66 66 88 0,92
0,92 -0,087
-0,087
66 99 55 99 4,25
4,25 1,447
1,447 66 77 55 33 2,92
2,92 1,07
1,07
99 77 55 66 2,92
2,92 1,07
1,07
= 1,428 9643 7 1
1 = 0,602 9643 7 1
=1,089
JK
JK11=
= 0,739
0,739 JK
JK22 =
= 0,017
0,017 JK
JK33 =
= 2,246
2,246
Uji Homogenitas Variansi scheffe
dengan ANOVA satu jalur
Perhitungan ki di atas adalah sebagai berikut
(2,026 + 0,811 + 1,447) /3 = 4,284 /3 = 1,428
Jk1 = (2,026 – 1,428)2 + (0,811 -1,428)2 + ( 1,447 – 1,428)2 = 0,739
Kita hitung Jka = Σ Ki (1)2. untuk menghitung Jka harus dihitung dulu
= 1,093
Uji Homogenitas Variansi scheffe dengan
ANOVA satu jalur
Jka = Σ Ki (1)2
Jka = 3 (1,428 – 1,093)2 + 2(0,602 – 1,093)2 + 5( 1,089 -1,093)2
Jka = 0,3367 + 0,4822 + 0,00008 = 0,8189
RJka = Jka / (k -1)
= 0,8189 /(3 - 1) = 0,4095
RJki = RΣJKi /dki
RJki = (Jk1+ JK2 + JK3 ) / (N-K)
= (0,739 + 0,017 + 2,246) / (10 -3) = 3,002 /7 = 0,4289
Maka F = = = 0,9548
Menurut table pada tahap keberartian α = 0,01 dan dk (2,7) , 0,99F2,7 = 9,55. karena Fhitung = 0,9548 lebih kecil
daripada Ftable = 9, 55. maka hipotesis nol diterima. Dengan kata lain bervariasinya skor –skor dalam kelompok
yang satu diabndingkan dengan dalam kelompok lainnya itu tidak berbeda. Atau variansi dari tiga kelompok itu
skornya homogen
Alhamdulillah..
Trima kasih