0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
423 tayangan21 halaman

Sistem Persamaan Linier (Eliminasi Gauss-Jordan) : Tatap Muka 3

Dokumen tersebut membahas tentang sistem persamaan linier dan metode penyelesaiannya. Secara singkat, dokumen tersebut menjelaskan definisi sistem persamaan linier, metode eliminasi Gauss dan Gauss-Jordan untuk menyelesaikan sistem persamaan linier, serta contoh-contoh soal dan penyelesaiannya.

Diunggah oleh

A. Randi
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
423 tayangan21 halaman

Sistem Persamaan Linier (Eliminasi Gauss-Jordan) : Tatap Muka 3

Dokumen tersebut membahas tentang sistem persamaan linier dan metode penyelesaiannya. Secara singkat, dokumen tersebut menjelaskan definisi sistem persamaan linier, metode eliminasi Gauss dan Gauss-Jordan untuk menyelesaikan sistem persamaan linier, serta contoh-contoh soal dan penyelesaiannya.

Diunggah oleh

A. Randi
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

SISTEM PERSAMAAN LINIER

[ELIMINASI GAUSS-JORDAN]
TATAP MUKA 3

NURUL SAILA ~ FE Universitas Panca Marga 1


Sistem Persamaan Linier (SPL))

Definisi dan Istilah Metode Menyelesaikan SPL

NURUL SAILA ~ FE Universitas Panca Marga 2


Definisi dan Istilah
1. PERSAMAAN LINIER
 Persamaan linier adalah suatu persamaan

yang pangkat tertinggi dari variabelnya


adalah satu.
 Persamaan linier dalam n variable x , x , …,
1 2
xn adalah sebuah persamaan yang dapat
dinyatakan dalam bentuk:
a1 x1+ a2 x2 + … + an xn = b
dimana a1, a2, …, an, b adalah konstanta-
konstanta riil.

NURUL SAILA ~ FE Universitas Panca Marga 3


Menyelesaikan Persamaan Linier
Pemecahan persamaan linier:
a1 x1+ a2 x2 + … + an xn = b
adalah sebuah urutan dari n bilangan s1, s2,
…, sn sehingga persamaan tersebut dipenuhi
bila kita mensubstitusikan x1= s1, x2 = s2, …,
xn = sn.
Himpunan semua pemecahan persamaan
tersebut dinamakan himpunan
pemecahannya.

NURUL SAILA ~ FE Universitas Panca Marga 4


Contoh:
Tentukan selesaian dari persamaan-
persamaan berikut:
1. 2x + 3 = -7
2. 2x + 3y -2 = 10
3. 2x + 3y + 5z + 10 = 15

NURUL SAILA ~ FE Universitas Panca Marga 5


2. Sistem Persamaan Linier
 Sebuah himpunan berhingga dari persamaan
linier dalam variable-variabel x1, x2, …, xn
dinamakan sebuah system persamaan linier
atau sebuah system linier.
 Sistem persamaan linier yang terdiri dari m

persamaan dalam n variable adalah:


𝑎11 𝑥1 + 𝑎12 𝑥2 + ⋯ + 𝑎1𝑛 𝑥𝑛 = 𝑏1
𝑎21 𝑥1 + 𝑎22 𝑥2 + ⋯ + 𝑎2𝑛 𝑥𝑛 = 𝑏2


𝑎𝑚 1 𝑥1 + 𝑎𝑚 2 𝑥2 + ⋯ + 𝑎𝑚𝑛 𝑥𝑛 = 𝑏𝑚

NURUL SAILA ~ FE Universitas Panca Marga 6


Menyelesaikan SPL
 Sebuah urutan bilangan-bilangan s1, s2, …, sn
dinamakan sebuah pemecahan system
tersebut jika x1= s1, x2 = s2, …, xn = sn.adalah
sebuah pemecahan dari tiap-tiap persamaan
di dalam system tersebut.

NURUL SAILA ~ FE Universitas Panca


Marga 7
Contoh:
Perhatikan sistem persamaan linier berikut:
2x + 3y – 5z = -8
-x –y + 15z = 42
5x -2y + z = 11

Hp: {(x, y, z)/ x = 2, y = 1, z = 3}

NURUL SAILA ~ FE Universitas Panca Marga 8


Metode Menyelesaikan SPL
Ada beberapa cara menentukan pemecahan
system persamaan linier, yaitu:
(1) Eliminasi Gauss
(2) Eliminasi Gauss-Jordan
(3) Kaidah Cramer
(4) Perkalian Matrik

NURUL SAILA ~ FE Universitas Panca Marga 9


Eliminasi Gauss
Eliminasi Gauss adalah suatu metode yang
digunakan untuk menyelesaikan sistem
persamaan linier, yang meliputi langkah-
langkah sbb:
1. Mengubah system persamaan linier ke
bentuk matriks yang diperbesar (augmented
matrix), yaitu matriks yang entri-entrinya
adalah koefisien dari variable dan konstanta
dari persamaan dalam system;
2. >>>

NURUL SAILA ~ FE Universitas Panca Marga 10


Eliminasi Gauss
2. Dengan menggunakan OBE, mengubah
bentuk matriks yang diperbesar menjadi
matriks bentuk eselon baris (row-echelon
form).
3. Mengubah matrik eselon baris ke bentuk
sistem persamaan.
4. Menyelesaikan tiap persamaan dalam
sistem.

NURUL SAILA ~ FE Universitas Panca Marga 11


Operasi Baris Elementer
(OBE)
Operasi Baris Elementer (OBE) adalah suatu
operasi yang dikenakan pada suatu baris
matriks, yaitu:
1. Kalikan suatu baris dengan sebuah
konstanta yang bukan 0.
2. Pertukarkan sebarang dua baris.
3. Tambahkan kelipatan dari suatu baris kpd
baris yang lain.

NURUL SAILA ~ FE Universitas Panca Marga 12


Contoh:
1 2 3 −1
𝐴 = ൥−2 3 1 2൩
3 −2 1 −3
 OBE 1: Kalikan baris 1 dengan 2 (2B1)
 OBE 2: Pertukarkan B1 dengan B2 (B1  B2)
 OBE 3: Tambahkan 3B1 kepada B2 (B2 + 3B1)

NURUL SAILA ~ FE Universitas Panca Marga 13


Matrik Eselon Baris
(Row-echelon form)
Sifat-sifat matriks bentuk eselon baris adalah sebagai
berikut:
1. Jika sebuah baris tidak terdiri seluruhnya dari 0,
maka bilangan tak 0 pertama di dalam baris tersebut
adalah 1(dinamakan 1 utama).
2. Jika ada suatu baris yang terdiri seluruhnya dari 0,
maka semua baris seperti itu dikelompokkan
bersama-sama di bawah matriks.
3. Di dalam sebarang dua baris yang berturutan, yang
tidak terdiri seluruhnya dari 0, maka 1 utama di
dalam baris yang lebih rendah terdapat lebih jauh ke
kanan daripada 1 utama di dalam baris yang lebih
tinggi.
NURUL SAILA ~ FE Universitas Panca Marga 14
Contoh:
1. Manakah yg merupakan matrik bentuk
eselon baris?
1 0 3 1 3 0 1 0 3
a. ൥0 2 8൩b. ൥0 0 0൩c. ൥0 1 2൩
0 0 0 0 1 4 0 0 3

2. Dengan OBE, ubahlah matrik berikut


menjadi matrik bentuk eselon baris.
2 1 −3 −1 1 −3 2 −1 3
a. ൥1 4 0 ൩b. ൥ 0 4 0 ൩c. ൥−1 4 0 ൩
3 2 −1 3 −2 −1 0 2 −1

NURUL SAILA ~ FE Universitas Panca Marga 15


Contoh:
Tentukan selesaian dari sistem persamaan
berikut menggunakan metode eliminasi
Gauss. 4𝑥 + 10𝑦 = 30
1. ൜
6𝑥 + 25𝑦 = 67
2𝑥 − 3𝑦 + 𝑧 = 16
2. ൝−4𝑥 + 2𝑦 − 3𝑧 = −63
3𝑥 − 𝑦 + 5𝑧 = 80

NURUL SAILA ~ FE Universitas Panca Marga 16


Eliminasi Gauss Jordan
Langkah-langkah yang ditempuh, yaitu:
1. Mengubah system persamaan linier ke
bentuk matriks yang diperbesar (augmented
matrix), yaitu matriks yang entri-entrinya
adalah koefisien dari variable dan konstanta
dari persamaan dalam system;
2. Dengan menggunakan OBE, mengubah
bentuk matriks yang diperbesar menjadi
matriks bentuk eselon baris yang direduksi
(reduced row-echelon form)

NURUL SAILA ~ FE Universitas Panca


Marga 17
Sifat-sifat matriks bentuk eselon baris yang
direduksi adalah sebagai berikut:
1. Jika sebuah baris tidak terdiri seluruhnya dari 0,
maka bilangan tak 0 pertama di dalam baris
tersebut adalah 1(dinamakan 1 utama).
2. Jika ada suatu baris yang terdiri seluruhnya dari
0, maka semua baris seperti itu dikelompokkan
bersama-sama di bawah matriks.
3. Di dalam sebarang dua baris yang berturutan,
yang tidak terdiri seluruhnya dari 0, maka 1
utama di dalam baris yang lebih rendah terdapat
lebih jauh ke kanan daripada 1 utama di dalam
baris yang lebih tinggi.
4. Setiap kolom yang mengandung sebuah 1 utama
mempunyai 0 ditempat lain.
NURUL SAILA ~ FE Universitas Panca Marga 18
Contoh:
1. Manakah yg merupakan matrik bentuk
eselon baris yang direduksi?
1 0 3 1 3 0 1 0 3
a. ൥0 1 8൩b. ൥0 0 0൩c. ൥0 1 2൩
0 0 0 0 1 4 0 0 3

2. Dengan OBE, ubahlah matrik berikut


menjadi matrik bentuk eselon baris yg
direduksi.
2 1 −3 −1 1 −3 2 −1 3
a. ൥1 4 0 ൩b. ൥ 0 4 0 ൩c. ൥−1 4 0 ൩
3 2 −1 3 −2 −1 0 2 −1

NURUL SAILA ~ FE Universitas Panca Marga 19


Contoh:
Tentukan selesaian dari sistem persamaan
berikut menggunakan metode eliminasi
Gauss-Jordan.
4𝑥 + 10𝑦 = 30
1. ൜
6𝑥 + 25𝑦 = 67
2𝑥 − 3𝑦 + 𝑧 = 16
2. ൝−4𝑥 + 2𝑦 − 3𝑧 = −63
3𝑥 − 𝑦 + 5𝑧 = 80

NURUL SAILA ~ FE Universitas Panca Marga 20


Tugas Mandiri
Silahkan dilihat blog:
http://nsaila2fe.wordpress.com

NURUL SAILA ~ FE Universitas Panca Marga 21

Anda mungkin juga menyukai