Anda di halaman 1dari 13

Transparansi Informasi

Produk Bank dan


Penggunaan Data Pribadi
Nasabah
PBI No. 7/6/PBI/2005
SE BI No. 7/25/DPNP
Latar Belakang
 Pada umumnya informasi mengenai produk
bank yang disediakan bank belum menjelaskan
secara berimbang manfaat, risiko maupun
biaya-biaya yang melekat pada suatu produk
bank sehingga timbul kesenjangan informasi
mengenai karakteristik produk bank yang
ditawarkan bank kepada nasabah.
 Adanya masalah pemberian data pribadi oleh
bank kepada pihak lain di luar bank untuk tujuan
komersial tanpa ijin nasabah
Kebijakan Transparansi Produk
Bank berkewajiban untuk :
 Menyediakan informasi yang lengkap, akurat,
terkini, dan utuh mengenai karakteristik Produk
Bank, baik untuk produk/jasa yang diterbitkan
secara langsung oleh Bank maupun produk/jasa
yang diterbitkan dan atau dikelola oleh lembaga
keuangan lain dan dipasarkan oleh Bank.
Misalnya Bank memasarkan reksadana yang
diterbitkan oleh lembaga lain.
 Menyampaikan informasi mengenai karakteristik
Produk Bank kepada Nasabah secara Lisan dan
atau Tertulis
Kebijakan
 Memberitahukan setiap perubahan, penambahan, dan atau
pengurangan pada karakteristik Produk Bank kepada setiap
Nasabah .
 Frekuensinya relatif rendah maka Bank memberitahukan
kepada setiap Nasabah secara tertulis paling lambat 7
(tujuh) hari kerja sebelum perubahan, penambahan, dan
atau pengurangan karakteristik tersebut berlaku.
Sebagai contoh, perubahan suku bunga kredit harus
diberitahukan secara tertulis kepada setiap debitur paling
lambat 7 (tujuh) hari kerja sebelum perubahan tersebut
mulai berlaku.

 Frekuensi cukup tinggi dan mempertimbangkan


efektifitas serta efisiensi, maka pemberitahuan kepada
Nasabah dapat dilakukan melalui pengumuman tertulis
pada Kantor Bank dan atau tempat-tempat lainnya yang
dapat diakses dan dibaca secara mudah oleh Nasabah.
Sebagai contoh, perubahan suku bunga simpanan atau
biaya jasa Bank cukup diumumkan pada papan
pengumuman atau media lain di setiap Kantor Bank.
Kebijakan
 Informasi karakteristik Produk Bank tersebut
sekurang-kurangnya memuat
 Nama Produk Bank
 Jenis Produk Bank
 Manfaat dan risiko Produk Bank
 Persyaratan dan tatacara penggunaan Produk
Bank
 Biaya-biaya yang melekat pada Produk Bank
 Perhitungan bunga
 Jangka waktu berlakunya Produk Bank
 Penerbit (issuer/originator) Produk Bank
 Program penjaminan
Kebijakan Penggunaan Data
Pribadi Nasabah
 Bank wajib mendapat persetujuan tertulis dari Nasabah
apabila Bank akan memberikan dan atau menyebarluaskan
Data Pribadi Nasabah kepada Pihak Lain untuk tujuan
memperoleh keuntungan(komersial), kecuali ditetapkan
lain oleh peraturan perundang-undangan lain yang berlaku
misalnya di bidang informasi debitur.
 Persetujuan Nasabah dilakukan dengan penandatanganan
pada formulir “Persetujuan Penggunaan Data Pribadi
Nasabah”. Dimana klausula permintaan persetujuan
bersifat opt-in, yaitu Bank dilarang melakukan hal-hal yang
menjadi tujuan pencantuman klausula tersebut, sebelum
Nasabah memberikan persetujuan. Permintaan persetujuan
tertulis tidak boleh memuat klausula yang secara sepihak
dapat digunakan oleh Bank untuk menyatakan bahwa
Nasabah telah memberikan persetujuannya.
Kebijakan
 Data pribadi Nasabah yang memerlukan
persetujuan tertulis Nasabah adalah:
 Nama Nasabah;
 Alamat;
 Tanggal lahir dan atau umur;
 Nomor telepon;
 Nama ibu kandung; dan
 Keterangan lain yang merupakan identitas pribadi
dan lazim diberikan Nasabah kepada Bank dalam
pemanfaatan Produk Bank.
 Sebagai contoh, Bank yang melakukan kerjasama dengan
perusahaan asuransi wajib meminta persetujuan tertulis
dari Nasabah terlebih dahulu sebelum menyerahkan data
pribadi Nasabah tersebut kepada perusahaan asuransi
dimaksud.
Prosedur
 Customer Service dan atau Account Officer / Pejabat yang
berwenang memberikan penjelasan mengenai karakteristik
Produk Bank kepada Nasabah dan atau calon Nasabah yang
akan memanfaatkan Produk Bank tersebut. Penjelasan
secara lisan harus memperhatikan kelengkapan informasi
yang disampaikan, terutama yang terkait dengan risiko dan
biaya-biaya yang melekat pada Produk Bank.
 Customer Service dan atau Account Officer / Pejabat yang
berwenang meminta konfirmasi kepada Nasabah mengenai
kejelasan informasi karakteristik Produk Bank yang
disampaikan dan pemahaman Nasabah mengenai Produk
Bank tersebut.
 Customer Service dan atau Account Officer / Pejabat yang
berwenang meminta Nasabah menandatangani Klausula
Transparansi Informasi Produk Bank sebagaimana terdapat
pada Contoh Lampiran 1.
 Klausula Transparansi Informasi Produk Bank yang telah
ditandatangani Nasabah dimasukkan dalam File Nasabah.
Prosedur
 Pejabat dan atau petugas Bank menjelaskan kepada Nasabah
yang akan memanfaatkan Produk Bank bahwa data pribadi yang
diserahkan kepada Bank:
 hanya akan digunakan untuk kepentingan internal Bank sesuai
dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku; atau
 akan diberikan dan atau disebarluaskan kepada pihak lain diluar
badan hukum Bank untuk tujuan komersial apabila disetujui secara
tertulis oleh Nasabah.
 Dalam hal Bank akan memberikan dan atau menyebarluaskan
data pribadi Nasabah kepada pihak lain diluar badan hukum
Bank, pejabat dan atau petugas Bank:
 mengajukan permintaan persetujuan secara tertulis kepada Nasabah
( lampiran 3) ; dan
 memberikan penjelasan kepada Nasabah mengenai tujuan dan
konsekuensi pemberian dan atau penyebarluasan data pribadi
tersebut.
 Persetujuan Penggunaan Data Pribadi Nasabah berupa lembar
tersendiri dan dimasukkan dalam File Nasabah.
SANKSI DARI BANK INDONESIA

 Pelanggaran terhadap ketentuan diatas


akan dikenakan sanksi administratif
berupa teguran tertulis dan dapat
diperhitungkan dengan komponen
penilaian tingkat kesehatan Bank