“Analisis Faktor Pendukung Tingginya Capaian Pasien Hipertensi di Wilayah
Kerja Puskesmas Pampang Tahun 2021”
Laporan Kedokteran Masyarakat – Puskesmas Pampang
Husnul Khatimah | Nur Eka Putri Dibawakan dalam rangka tugas kepaniteraan klinik
Ulfa Sari Al-Bahmi | Syifa Sabrina | Risky Amalia Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan
Universitas Muhammadiyah Makassar
Pembimbing : dr. Aulia Recitra Kasim 2022
Pendahuluan
Definisi
Hipertensi adalah penyakit yang didefnisikan sebagai peningkatan tekanan
darah secara menetap. Umumnya, seseorang dikatakan mengalami hipertensi
jika tekanan darah berada di atas 140/90 mmHg.
Dunia Indonesia Sulawesi Selatan
Data WHO tahun Kemenkes tahun 2013 penyakit Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi
hipertensi merupakan penyebab
2018 menunjukkan kematian nomor 3. Selatan pada tahun 2014 dimana
sekitar Hasil Riset Kesehatan Dasar terdapat penderita baru hipertensi
(Riskesdas) tahun 2013
1,13 Miliar orang di menunjukkan jumlah hipertensi esensial (primer) dengan jumlah
dunia menyandang secara nasional mencapai 25,8%. 5.902 kasus, dimana penderita lama
Penderita penyakit hipertensi di
hipertensi. Indonesia diperkirakan sebesar 15 dengan jumlah 7.575 kasus, dengan
juta tetapi hanya 4% yang kematian kasus 65 orang.
hipertensi terkendali.
Poin Pembahasan
Tujuan Umum
Menganalisis faktor pendekatan keberhasilan capaian
pasien Hipertensi di wilayah kerja PKM Pampang.
Tujuan Khusus
- Menganalisis besar masalah, kegawatan masalah, cara
penanggulangan dan faktor yang penting pada pemantauan
kejadian Hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Pampang.
- Meningkatkan peran serta masyarakat dalam pencegahan dan
deteksi dini Hipertensi.
- Meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai Hipertensi
di
A Tinjauan Pustaka
Pengertian Puskesmas
Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 43 Tahun 2019 tentang
Puskesmas menyebutkan bahwa Pusat Kesehatan Masyarakat yang selanjutnya
disebut Puskesmas adalah fasilitas pelayanan kesehatan yang menyeleng-
garakan upaya kesehatan masyarakat dan upaya kesehatan perseorangan
tingkat pertama dengan lebih mengutamakan upaya promotif dan preventif di
wilayah kerjanya.
Tujuan Puskesmas
A. Upaya Kesehatan Masyarakat (UKM)
Tugas dan Fungsi Puskesmas
B. Upaya Kesehatan Perorangan (UKP)
Penyelenggaraan UKM tingkat pertama di wilayah kerjanya; dan
Penyelenggaraan UKP tingkat pertama di wilayah kerjanya
B Tinjauan Umum Tentang P2P
Pencegahan dan pengendalian penyakit merupakan salah satu upaya kesehatan masyarakat
esensial. Diantara kegiatan P2P, terdapat pencegahan dan pengendalian penyakit tidak menular
yakni pencegahan dan pengendalian penyakit Hipertensi.
C Hipertensi
dikatakan mengalami hipertensi
jika tekanan darah berada di
atas140/90 mmHg.
Tabel 2.1. Klasifikasi Tekanan Darah Klinik
Etiologi Hipertensi
• Faktor Lingkungan Faktor Resiko
• Faktor Genetik dan Masa Kecil
Hipertensi
• Penyebab sekunder
• Usia
• Jenis Kelamin
Epidemiologi Hipertensi • Riwayat Keluarga
-WHO tahun 2018 sekitar 1,13 Miliar menyandang • Life style (Merokok, Obesitas,Diet,
hipertensi. Asupan Garam)
-Riskesdas tahun 2013 hipertensi secara nasional • Genetik
mencapai 25,8%.
-Dinkes Provinsi Sulawesi Selatan tahun 2014 • Stress
penderita baru hipertensi esensial (primer) • Aktifitas Fisik
dengan jumlah 5.902 kasus, penderita lama
dengan jumlah 7.575 kasus.
Patogenesis Hipertensi
timbul akibat berbagai multifaktorial –
yang mempengaruhi curah jantung dan
tekanan perifer akan mempengaruhi
Gambar 2.1 Patogenesis Hipertensi
tekanan darah seperti asupan garam
yang tinggi, faktor genetik, stres,
obesitas, faktor endotel.
Manifestasi Klinis
- Nyeri kepala
- Kadang disertai mual muntah
- Penglihatan Kabur
- Nokturia
- Edema
- Gejala lain (Pusing, Muka merah, Tengkuk terasa pegal)
Diagnosis Hipertensi
a. Anamnesis (Faktor resiko)
b. Pemeriksaan Fisik (Ukur TD)
c. Pemeriksaan Penunjang (Untuk komplikasi, lab darah lengkap dll)
Penatalaksanaan
01 Terapi non-farmakologis
- Pembatasan konsumsi garam
- Perubahan pola makan 02 Terapi Farmakologis
- Penuruna berat badan dan menjaga berat badan ideal
- Olahraga teratur
- Berhenti merokok
D Gambaran Umum Puskesmas
01 Wilayah Kerja Data Tenaga Kesehatan di Puskesmas Pampang
Dokter umum 2 Orang
Wilayah kerja Puskesmas Pampang Dokter Gigi 2 Orang
terdiri atas tiga kelurahan yaitu : Perawat 6 Orang
Perawat Gigi 1 Orang
- Kelurahan Pampang Bidan 4 Orang
- Kelurahan Panaikang Apoteker 1 Orang
- Kelurahan Karampuang Sarjana Farmasi 1 Orang
Laboran 2 Orang
Jumlah penduduk yang mencakup wilayah kerja Sanitarian 2 Orang
Epidemiolog 1 Orang
Puskesmas Pampang adalah sebanyak 46.262 orang
Gizi 1 Orang
dengan distribusi kerja Kelurahan Pampang 271 Ha, Penyuluhan Kesehatan 1 Orang
dengan 8 RW dan 40 RT serta jumlah penduduk 18.414 orang, Perekam Medis 0 Orang
Tenaga Magang 10 Orang
Kelurahan Panaikang dengan luas 233 Ha,
dengan 7 RW dan 55 RT serta jumlah penduduk 16.574 orang
dan Kelurahan Karampuang 145 Ha, dengan 9 Tabel 2. Tenaga Kesehatan Puskesmas Pampang 2022
RT dan 40 RW serta jumlah penduduk 11.274 orang.
E Analisis Kasus/Masalah
02 Besar Masalah
a. (Identifikasi Masalah)
Rekapan laporan Puskesmas Pampang dari bulan Januari – Desember 2021
No Masalah Sasaran Cakupan Selisih
1 Pampang 658 822
25 %
(100%) (125%)
2 Panaikang 340 418
23 %
(100%) (123%)
3 Karampuang 178 335
88%
(100%) (188%)
4 Total 1176 1575
b. (Besar Masalah)
dengan menggunakan interval rumus
Besar Masalah terhadap angka kejadian penyakit
Interval c. (Kegawatan Masalah)
23-44,7 44,8-66,5 66,6-88
No Masalah Nilai
Nilai
- KEGANASAN
3,3 6,65 10
1 Pampang X 3,3 N
2 panaikang X 3,3 Masalah Keganasan Total
o.
3 Karampuang X 10
Pampang
1. Cukup berpengaruh 3
Panaikang
2. Cukup berpengaruh
3
Karampang
3. Cukup berpengaruh
3
c. (Kegawatan Masalah)
- URGENSI
No. Masalah Urgensi Total
1.
Pampang - BIAYA
Tidak mendesak 1,4
Panaikang N
2. 1
Tidak mendesak Masalah Biaya Total
o.
Karampuang
3. 1 Pampang
Tidak mendesak 1.
Cukup Murah 3,6
Panaikang
2. 4
Murah
Karampang
3. 3
Cukup Murah
Dari hasil diatas, didapatkan:
Biaya yang
No Masalah Keganasan Urgensi Nilai
dikeluarkan
1 Pampang 3 1,4 3,6 8
2 Panaikang 3 1 4 8
3 Karampuang 3 1 3 7
A. Kemudahan Penanggulangan
No Masalah Kemudahan Penanggulangan Jumlah
1+1+2+1+2
1 Pampang 1,4
5
1+1+1+1+2
2 Panaikang 1,2
5
1+1+1+1+1
3 karampuang 1
5
F. PEARL Factor
Properti : Kesesuaian dengan program daerah/nasional/dunia
Economy : Memenuhi syarat ekonomi untuk melaksanakannya
Acceptability : Dapat diterima oleh petugas, masyarakat, dan
lembaga terkait.
Resources : Tersedianya sumber daya
Legality : TIdak melanggar hukum dan etika
Skor yang digunakan diambil melalui 4 voting anggota kelompok
1 = Setuju No Masalah P E A R L
0 = Tidak Setuju 1 Pampang 1 1 1 1 1
2 Panaikang 1 1 1 1 1
3 Karampuang 1 1 1 1 1
IDENTIFIKASI PENYEBAB MASALAH HIPERTENSI
Identifikasi Penyebab Masalah Hipertensi dengan
Analisis Pendekatan Sistem.
Dari hasil tabel sebelumnya, didapatkan urutan dari prioritas masalah adalah
sebagai berikut : KOMPONEN KEMUNGKINAN PENYEBAB MASALAH
1. Pengetahuan mengenai Hipertensi dan
pencegahannya sudah lebih baik
1. Karampuang
2. Pasien sudah mulai aktif untuk dikunjungi
kader
2. Pampang INPUT MAN
3. Kader yang sudah mulai bersemangat
karena masyarakat yang mulai bersahabat
3. Panaikang 4. Kader melakukan penyuluhan
MONEY Tidak ada masalah
Sudah banyak pemanfaatan media informasi dan
MATERIAL sosial seperti poster, leaflet, brosur, maupun video
edukasi tentang Hipertensi.
Penyuluhan tentang Hipertensi yang sistematis
METODE
dan terprogram sudah ada
MARKETING Bentuk sosialisasi maupun konseling mulai variatif
1. Adanya pandemi covid-19
2. Tingkat kepedulian dan kesadaran
LINGKUNGAN masyarakat mengenai pentingnya
mengontrol TD, menjaga pola makan, obat
yang tidak boleh terputus, mulai di
laksanakan
P1 Tidak ada masalah
PROSES P2 Tidak ada masalah
P3 Tidak ada masalah
G. Analisis Penyebab Masalah
dapat disimpulkan adapun penyebab masalah berdasarkan hasil identifikasi
kelompok kami, diantaranya sebagai berikut :
A. Mulai ada tingkat pemantauan kepada Masyarakat mengenai pentingya
menjaga pola makan, pola hidup, dan pola minum obat karena adanya
pandemi COVID-19.
B. Pendataan hipertensi berkala sudah cukup memadai karena kader sudah
bekerja secara maksimal disebabkan oleh adanya pandemi COVID-19.
C. Sifat masyarakat yang sudah mulai bersemangat dikunjungi untuk
pemantauan TD.
G. Analisis Penyebab Masalah
A. Meningkatnya semangat kader dikarenakan masyarakat yang mulai
bersahabat dan sudah berkenan untuk dilakukan pemantauan TD
khususnya pada masyarakat dengan ekonomi menengah ke bawah.
B. Sudah mulai meningkat kesadaran masyarakat akan pentingnya
mengontrol TD, menjaga pola makan, pola hidup, dan minum obat teratur.
C. Mulai mudah menilai keberhasilan tatalaksana dan perjalanan penyakit
pasien karena puskesmas pampang termasuk puskesmas non perawatan
sehingga hanya diberikan pengobatan rawat jalan dan edukasi
G. Rencana Kegiatan
8 rencana kegiatan di atas yang dapat dijadikan rencana kegiatan/Plan of
Action (PoA), yaitu :
A. Sosialisasi media cetak dan media social yang sering diakses masyarakat
yaitu Facebook dan WhasApp dalam bentuk pamflet / poster / video
edukasi yang disampaikan petugas kesehatan pada masyarakat terkait
penyakit Hipertensi dan pencegahan Hipertensi.
B. Membuat kunjungan online (whatsapp/zoom) untuk memberikan edukasi
kepada masyarakat.
C. Tampilkan video edukasi pada monitor yang ada di PKM Pampang agar
masyarakat dapat menonton video tersebut sembari menunggu jadwal
poli.
D. Bekerja sama dengan lintas sektor.
G. Rencana Kegiatan
A. Bekerjasama dengan tokoh masyarakat, tokoh agama, dan tokoh pemuda
dalam hal penitingnya menjaga TD.
B. Tetap menjaga protokol kesehatan dalam melaksanakan tugas dan
tanggung jawab.
C. Mengadakan call centre atau konsultasi online untuk deteksi dini
hipertensi
TERIMA KASIH