MATERI KULIAH SESI KE 5 TANGGAL 30 MARET 2024
Dinding Penahan Tanah
Dinding Penahan Tanah, Fungsi dan Jenis Retaining Walls.
Dinding penahan tanah adalah suatu konstruksi yang berfungsi untuk menahan tanah
lepas atau alami dan mencegah keruntuhan tanah yang miring atau lereng yang
kemantapannya tidak dapat dijamin oleh lereng tanah itu sendiri.
Tanah yang tertahan memberikan dorongan secara aktif pada struktur dinding sehingga
struktur cenderung akan terguling atau akan tergeser.
Retaining Walls berfungsi untuk menyokong tanah serta mencegahnya dari bahaya
kelongsoran. Baik akibat beban air hujan, berat tanah itu sendiri maupun akibat beban
yang bekerja di atasnya.
Fungsi dan Kegunaan Dinding Penahan Tanah
Retaining Walls sudah digunakan secara luas dalam hubungannya dengan jalan raya, jalan
kereta api, jembatan, kanal dan lainnya.
Aplikasi yang umum menggunakan dinding penahan tanah antara lain sebagai berikut:
1. Jalan raya atau jalan kereta api yang dibangun di daerah lereng.
2. Jalan raya atau jalan kereta api yang ditinggikan untuk
mendapatkan perbedaan elevasi.
3. Jalan raya atau jalan kereta api yang dibuat lebih rendah agar
didapat perbedaan elevasi.
4. Dinding penahan tanah yang menjadi batas pinggir kanal.
5. Dinding khusus yang disebut flood walls, yang digunakan untuk
mengurangi/menahan banjir dari sungai.
6. Dinding penahan tanah yang digunakan untuk menahan tanah
pengisi dalam membentuk suatu jembatan. Tanah pengisi ini
disebut approach filldan dinding penahan disebut abutments.
7. Dinding penahan yang digunakan untuk menahan tanah di
sekitar bangunan atau gedung–gedung.
8. Dinding penahan tanah yang digunakan sebagai tempat
penyimpanan material seperti pasir, biji besi, dan lain–lain.
Perbedaan Retaining Wall Batu Kali dan Beton
Perbedaan antara dinding penahan tanah yang terbuat dari batu kali
(stone retaining wall) dan beton (concrete retaining wall) terletak pada
bahan konstruksi yang digunakan, estetika, kekuatan dan biaya.
Berikut adalah perbandingan antara keduanya:
1. Bahan Konstruksi
Dinding Penahan Batu Kali: Dinding penahan batu kali dibangun dengan menggunakan batu alam, seperti batu kali yang
ditemukan di alam. Mereka memiliki tampilan alami dan tekstur yang beragam tergantung pada jenis batu yang digunakan.
Dinding Penahan Beton: Dinding penahan beton dibuat dari beton yang dicor, seringkali menggunakan blok beton pra-cetak
atau ditempatkan secara terus-menerus. Mereka biasanya memiliki tampilan yang lebih halus dan seragam daripada dinding
penahan batu kali.
2. Estetika
Dinding Penahan Batu Kali: Dinding penahan batu kali sering dianggap lebih estetis karena mereka memiliki tampilan alami yang
bisa menggabungkan berbagai warna dan tekstur batu. Mereka sering dipilih untuk proyek-proyek yang menekankan estetika
alami, seperti taman atau properti berdesain alam.
Dinding Penahan Beton: Dinding penahan beton biasanya memiliki tampilan yang lebih halus dan seragam. Mereka lebih sesuai
untuk proyek-proyek yang mengutamakan tampilan modern atau bersih.
3. Kekuatan
Dinding Penahan Batu Kali: Kekuatan dinding penahan batu kali sangat tergantung pada jenis batu yang digunakan, metode
konstruksi dan fondasi. Mereka sering cocok untuk dinding penahan rendah hingga sedang.
Dinding Penahan Beton: Dinding penahan beton cenderung memiliki kekuatan yang lebih tinggi karena beton adalah bahan
yang kuat dan bisa diperkuat dengan baja. Ini memungkinkan mereka untuk digunakan dalam proyek-proyek dengan tekanan
tanah yang lebih besar.
4. Biaya
Dinding Penahan Batu Kali: Dinding penahan batu kali seringkali lebih mahal untuk dibangun daripada dinding penahan beton.
Biaya dapat bervariasi tergantung pada jenis dan asal batu, serta metode konstruksi yang digunakan.
Dinding jenis ini dibuat dengan beton tidak bertulang atau pasangan batu, biasanya pada dinding jenis
ini dipasang tulangan pada permukaan dinding untuk mencegah retakan permukaan akibat perubahan
suhu.
Dinding ini dibangun dari kombinasi dinding dengan beton bertulang yang berbentuk seperti huruf T. Ketebalan
bagian-bagian relatif tipis dan diberi tulangan secara penuh untuk menahan momen maupun gaya lintang yang
bekerja pada dinding tersebut. Stabilitas dinding ini diperoleh dari berat dinding penahan sendiri dan berat
tanah diatas tumit tapak.
Dinding ini tersusun dari dinding beton bertulang dengan ketebalan yang relatif tipis. Pada bagian dalam
dinding dengan jarak tertentu didukung oleh pelat/dinding vertikal yang disebut dengan counterfort (dinding
penguat). Ruang sisa di atas pelat pondasi diisi dengan tanah urug
04. Dinding Penahan Tanah Type Buttress (butters Wall)
Dinding Buttress hampir sama dengan dinding kontrafort, hanya bedanya bagian kontrafort diletakkan di depan dinding. Dalam
hal ini, struktur kontrafort berfungsi memikul tegangan tekan. Pada bagian tumit, ukurannya lebih pendek dari pada bagian
kaki.
Demikianlah mengenai pengertian dinding penahan tanah, fungsi dan penggunaannya dalam konstruksi. Semoga bermanfaat
dan dapat menambah wawasan pembaca sekalian.
5. Dinding Penahan Bronjong (Gabion)
Konstruksi dinding penahan bronjong (gabion retaining wall) adalah konstruksi yang berupa kumpulan blok-blok
yang disusun secara vertikal ke atas dengan step-step meyerupai terasering/tanga-tangga. Blok-blok tersebut
terbuat dari anyaman kawat logam galvanis yang kemudian diisi dengan agregat kasar berupa batu kali.
6. Diaphragm Wall
Diaphragm walls dilakukan dengan dengan sistem penggalian parit dengan bantuan lumpur pengeboran (bentonite
slurry/polymer). Diagram wallas terdiri dari dua jenis, yaitu
Diaphragm walls cast in situ. Sesuai dengan namanya, diaphragm wall cast in situ dibuat dengan tahapan akhir berupa
pengecoran langsung dengan beton ready mix pada keranjang besi yang telah dibuat sebelumnya.
Diaphragm walls precast. Tahap akhir dari pengerjaan diaphragm walls precast ini diisi dengan panel beton (beton
pracetak). Pekerjaan ini terbatas maksimal ketinggian 18 meter dikarenakan terkendala masalah transportasi saat
membawa beton pracetaknya.
7. Contiguous Pile dan Soldier Pile
Contiguous bored pile yaitu struktur dinding penahan tanah yang terdiri dari kombinasi rangkaian bored pile dan
bentonite cement pile yang saling bertautan. Contiguous pile ini bersifat sementara (temporary) dan kedap air.
Sedangkan soldier piles merupakan struktur dinding penahan tanah yang tidak kedap air terdiri dari rangkaian bored
pile yang diberi jarak tertentu.
8. Revetment
Revetment adalah struktur Retaining Walls yang berfungsi untuk memperkuat dan melindungi tanah dari gerusan aliran
sungai atau ombak pantai. Konstruksi jenis ini dapat dibuat dari kayu, beton atau bebatuan.
Pada dasarnya revetment ini memiliki fungsi untuk memproteksi atau mengurangi risiko yang timbul akibat adanya efek
gerusan/erosi yang dapat merusak kestabilan lereng/tanggul.
9. Tumpuan jembatan (bridge abutment)
Yaitu dinding dengan perluasan dinding tumpuan (wing wall) untuk menahan urugan jalan
masuk (approach fill) dan juga menahan erosi.
DINDING PENAHAN TANAH/MSE WALL
Tugas Teknik Fundasi Ke 4
• SF untuk Overturning = > 3 , OK !
• SF untuk Sliding = > 3 , OK !
• SF untuk Bearing Capacity = > 5 , OK !
• SF untuk Anchor = > 2.5, OK !