Anda di halaman 1dari 16

ADAPTASI FISIK EKSTRAUTERIN PADA BAYI BARU LAHIR Oleh : Ns. NUR FALAH SETYAWATI, S.

Kep

Adaptasi fisiologis
1. Adaptasi respiratorik
Adaptasi berupa kemampuan bernafas yang tergantung tumbang fetus meliputi kemampuan produksi kompleks fosfolifid (surfaktan) & pengisian alveolar oleh udara. Pernafasan pertama - stimulus kimia - stimulus sensori - stimulus thermal

- stimulus mekanik
Faktor yang menghambat pernafasan pertama : * alveolar surface tension

* lung fluid viscosity

2. Adaptasi kardiovaskuler
Penutupan Foramen Ovale dalam beberapa jam ^ dilatasi arteri pulmonal akibat oksigenasi, resistensi vaskuler paru turun, tekanan di jantung kanan turun, sementara tekanan di jantung kiri naik.

^ right to left shunting : murmur non patologik


Penutupan Duktus Arteriosus 15 jam, 3 mgg sempurna * PaO2 meningkat di arteri pd pernafasan pertama, DA konstriksi

3. Adaptasi endokrin & metabolik

Sistem endokrin a/ sistem utama yg mengkoordinasikan penyesuaian neonatus pd kehidupan ekstrauterin. 3 pola utama neuroendokrin yg mendukung adaptasi neonatus a/ :
Hypothalamic anterior pituitary axis Hypothalamic posterior pituitary axis Parasympathetic adrenal medulla path

Sistem Neurohormonal utama ada saat lahir & hormon penting spt, Growth hormone, Thyroid stimulating hormone, Adrenocorticotropic hormone, Cortisol, Catecholamine disekresi.

Thermoregulasi
Kemampuan neonatus memproduksi panas &

mempertahankan suhu tubuh normal


Fungsi metabolik vital yg dimediasi sistem neuroendokrin Mudah kehilangan panas krn segi anatomi & faktor lingk. sekitar saat kelahiran

Faktor yg berkontribusi thdp kehilangan


panas :

Jaringan adiposa minim, kulit tipis, pembuluh darah dekat dg kulit & tampak

Respon Neonatus thdp Hypothermis :


vaskonstriksi & produksi panas dg meningkatkan laju metabolisme & aktivitas muskular (non shivering thermogenesis) Respon neonatus thdp Hyperthermia :

Mendilatasikan pembuluh darah untuk


menghilangkan panas meningkat scr bermakna

Laju metabolik, konsumsi oksigen & IWL

4. Adaptasi hepatik Liver immatur pd neonatus tetapi mampu menjalankan fungsi penting spt : Metabolisme Karbohidrat - glukosa sumber utama sblm ASI diberikan - glykogenolysis : > 60 mg/dl, cepat habis jika asfiksia atau hipotermia

- simpanan glykogen 3 4 jam : hypoglikemia


- insulin serum pd neonatus puasa 6 24 U/ml Koagulasi darah :

* waktu koagulasi melambat karena faktor pembekuan

Konjugasi Bilirubin : ^ Bilirubin indirek hasil lisis RBC dikonjugasi oleh enzim glukoronil transferase menjadi bilirubin direk yg dpt diekskresikan dlm urin & feces ^ immatur limited fungsi dari jumlah RBC yg banyak serta berumur pendek : joundice fisiologis pd 48 72 jam

stlh lahir 4 12 mg/dl


^ patologi joundice : < 24 jam karena asfiksia, gangguan metabolik, & inkompatibilitas darah

Simpanan Zat Besi


# simpanan banyak pd saat fetus, apalagi jika intake Fe pd

5. Adaptasi gastrointestinal Mampu mencerna, memetabolisme & mengabsorbsi cukup Kapasitas gastrik : 40 -60 ml, meningkat 90 ml 3 4 hari Gaster kosong dlm 2 4 jam Spinkter kardia immatur mudah regurgitasi Pankreatik lipase minim : metabolisme lemak kurang efektif tetapi protein efektif Saliva immatur : 3 bln Mekonium 24 jam : tidak berbau, lengket, hijau tua, sel epitel & rambut, cairan amnion Feces transisional : 2 3 hari, hijau kecoklatan Hari ke- 4 : manis, kuning emas, encer,

6. Adaptasi renal
Ekskresi urin : 4 bln fetus Filtrasi glomerulus minimal : nephron immatur BAK : 24 jam pertama, 15 60 ml/24 jam

dg
frekuensi 2 6 x selanjutnya sampai lebih dari 20 x BB turun 5 15 % hari ke 4 5 akibat

7. Adaptasi immunologik Fungsi fagosit & melokalisasi adekuat tapi terbatas

IgM >> akibat respon infeksi saat


kehamilan (TORCH) Pada 20 minggu usia gestasi mampu mensistesa IgM, IgG, IgE IgA meningkat pada infeksi CMV

8. Adaptasi neurologik
Sistem immatur saat lahir walaupun ada fungsi yg ada spt fisiologis & perilaku

Otak neonatus hanya 25 % dari ukuran otak dewasa &


mielinisasinya belum sempurna

Muncul sebagai refleks-refleks involunter


Sistem saraf otonomik sudah berfungsi pd fase transisi

Pertumbuhan mengikuti pola cepalokaudal &


proksimodistal Motorik kasar lebih dulu dikuasai dari pada koordinasi

9. Adaptasi seksual
Females : Pseudomenstruasi beberapa hari Genitalia eksterna biasanya udem, hiperpigmentasi. BBL preterm klitoris

menonjol & memanjang dr labia mayora


ke minora. witchs milk merupakan stimulasi estrogen ibu Male & female : pembesaran buah dada &

10. Adaptasi hematopoetik


Produksi SDM konsentrasi O2 rendah in utero shg RBC : 5 7,5 jt, hematokrit 45 65% usia RBC pendek RBC berkurang pd usia 8 10 minggu (eritropoesis>>) Konsentrasi Haemoglobin HgF 70 -80% Dari HgA (>> membawa O2) Hb neonatus 15 20 g/dl Konsentrasi SDP PNM (neutrofil) 40 -80%, limphosit 30% 9000 30.000/mm3 : leukositisis normal akibat stres kelahiran Jumlah platelet

Adaptasi perilaku
Periode rektivitas pertama (15 30 menit pertama kehidupan) terjaga Membuka mata menangis kuat, aktif Suching refleks kuat RR & HR irreguler Periode Inaktivitas 2 4 jam Diam/tenang, tidur Suhu turun RR & HR normal BU (+) Periode rektivitas ke-2 4 6 jam RR & HR berubah cepat Takipnea Regurgitasi Transient sianosis BU meningkat

TERIMA KASIH