Anda di halaman 1dari 38

GIZI KERJA

Ns. Nur Falah Setyawati, S.Kep., MPH


Pendahuluan
Kesehatan mencakup empat aspek yaitu fisik (badan),
mental (jiwa), sosial dan ekonomi.
Kesehatan fisik dipengaruhi antara lain oleh hygienitas,
medis, diet (pola makan) dan olah raga.
Di tempat kerja, permasalahan pemenuhan gizi sangat
berpengaruh terhadap pencapaian kesehatan. Dalam
melakukan suatu pekerjaan, pekerja memerlukan zat gizi
yang dapat memenuhi kebutuhannya sesuai dengan jenis
pekerjaan.
Dalam kaitan dengan pekerja, pemenuhan gizi yang tidak
sesuai dengan beban kerja dapat menyebabkan penurunan
produktivitas dan kapasitas kerja.
Dasar Hukum
1. Undang-Undang RI No. 36 Tahun 2009 Kesehatan
2. Permen Perburuhan No. 7 Tahun 1964 Tentang Syarat
Kesehatan, Kebersihan Serta Penerangan Dalam Tempat Kerja
3. SE Menaker No. SE. 01/MEN/1979 Tentang Pengadaan Kantin
Dan Ruang Makan
4. Surat Edaran Dirjen Binawas No. SE-86/BW/1989 Tentang
Perusahaan Catering Yang Mengelola Makanan Bagi Tenaga
Kerja
5. Keputusan Menteri Tenaga Kerja Dan Transmigrasi Republik
Indonesia Nomor Kep. 102/MEN/VI/2004 Tentang Waktu
Kerja Lembur Dan Upah Kerja Lembur
6. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor
1096/Menkes/Per/Vi/2011 Tentang Higiene Sanitasi Jasaboga
GIZI
Gizi merupakan proses organisme menggunakan
makanan yang dikonsumsi secara normal melalui proses
digesti, absorbsi, transportasi, penyimpanan,
metabolisme dan pengeluaran zat-zat yang tidak
digunakan untuk mempertahankan kehidupan,
pertumbuhan dan fungsi normal dari organ-organ serta
menghasilkan energi (Supariasa, 2012).
GIZI KERJA
Gizi yang diperlukan oleh tenaga
kerja untuk melakukan
pekerjaan sesuai dengan jenis
pekerjaan untuk meningkatkan
derajat kesehatan tenaga kerja
sehingga tercapai produktivitas
dan efesiensi kerja yang setinggi
tingginya.
Pentingnya Gizi Pada TenaKer

GIZI KERJA BAIK DERAJAT KESEHATAN


TENAGA KERJA MENINGKAT

PRODUKTIVITAS PRODUKTIVITAS
NASIONAL MENINGKAT PERUSAHAAN MENINGKAT
Pentingnya Gizi Kerja
1. Kualitas fisik manusia.
2. Rata rata bekerja adl 8-10jam/hari atau 40 jam/mgg,
stelah 3-4jam bekerja, daya kerja menurun shg perlu
makanan tambahan.
3. Pentingnya sarapan pagi bagi pekerja.
4. Akibat kerja tbh mjd lelah shg perlu istirahat dan
masukan energi.
Penyebab Masalah Gizi pd TenaKer
1. Konsumsi makanan dgn gizi tak seimbang. Tingkat
konsumsi dipengaruhi faktor ekonomi dan sosial budaya.
2. Pengetahuan ttg gizi kurang. Prevalensi kurang gizi
terutama pada buruh perempuan.
3. Penyelenggaraan makanan di perusahaan kurang baik/ blm
memadai/ blm ada.
4. Kebijakan pemberian uang makan dr perusahaan???
5. Penyakit infeksi atau kronis yg diderita tenaker.
6. Kurang tersedianya waktu istirahat yg cukup.
7. Lingkungan kerja yg tidak ergonomis.
Faktor yg Mempengaruhi
Status Gizi TenaKer

1. Ekonomi, sosial, budaya


2. Pengetahuan ttg gizi
3. Bahan makanan tertentu
4. Fadisme
5. Faktor pola makan
6. Faktor lingkungan kerja
Faktor lingkungan kerja yang penting adalah :
a. Tekanan Panas
b. Pengaruh kronis bahan kimia
c. Parasit dan microorganisme
d. Psikologis
e. kesejahteraan
Akibat Kurang Gizi pd Pekerja
Kesehatan pekerja menurun
Mudah terserang penyakit
Kurang motivasi /bersemangat
Reaksi lamban/apatis
Prestasi menurun & produktivitas kerja berkurang
Makanan TenKer
Mengandung semua zat gizi
dgn jml sesuai kebutuhan,
kualitas, dan kuantitas
makanan serta pola makan
tenaga kerja yg akan
mempengaruhi keadaan
gizi,ketahanan fisik dan
produktifitas.
Kebutuhan dan Peranan
Karbohidrat
KH sbg penghasil kalori, dmn kalori sgt berperan krn pekerja
lbh byk menggunakan energi utk otot saat beraktivitas.
Kalori mempengaruhi kemampuan bekerja.
Bila kalori kurang maka waktu yg dibutuhkan pekerja utk
menyelesaikan pekerjaan bertambah byk, menyebabkan
produktifitas menurun.
Kalori kurang menyebabkan pekerja tdk kreatif, cpt lelah dan
sukar konsentrasi.
Kebutuhan KH 60-70% total energi
Selama bekerja dibutuhkan 30-35% dari
total kalori
Sarapan pagi : memelihara ketahanan fisik,
mempertahankan daya tahan saat
bekerja&produktivitas kerja
Pemulihan cadangan energi dari KH saat
bekerja : upaya yg baik
Kebutuhan dan Peranan Protein
Protein diperlukan utk pemeliharaan fungsi
tubuh disamping sbg sumber energi
Guna protein : meningkatkan daya
tahan tbh, meningkatkan daya
kreatifitas dan daya kerja serta
meningkatkan kekebalan tubuh
Kebutuhan protein : 10-20% total
kalori
Selama bekerja dibutuhkan 30-35% dari total protein.
Kebutuhan protein disesuaikan dgn jenis pekerjaan,
bila diperlukan diberikan ekstra protein.
Tdk diperlukan tambahan putih telur utk kegiatan
otot yg lbh besar asalkan dpt dipenuhi dr kebutuhan
sehari-hari.
Kebutuhan dan Peranan Lemak
Fungsi lemak dlm makanan : memberikan rasa gurih,
memberikan kualitas renyah terutama pd makanan yg
digoreng & sumber energi yg tinggi.
Fungsi lain sbg cadangan energi dlm btk jaringan lemak yg
ditimbun, pembentuk susunan tbh, pelindung kehilangan
panas tbh, pengatur suhu tbh.
Lemak yg kurang akan menyebabkan penurunan BB.
Kebutuhan lemak 15-20% dr total kalori.
Selama bekerja dibutuhkan
30-35% dari total lemak.
Peranan Vitamin
Vitamin diperlukan dlm proses metabolisme tbh utk
menghasilkan energi dan pertumbuhan jaringan
Vit B : bhubungan erat dgn fungsi enzim, mrpkn
katalisator organik yg menjalankan&mengatur reaksi
biokimia dlm tubuh
Vit B1 : metab. CHO&fungsi susunan saraf
Vit B2 : metab CHO, penglihatan, kulit
Vit B6 : metab. Protein, fungsi syaraf, SDM
Vit B12 : pembentukan SDM
Peranan Vitamin
Niasin : metab. KH&lemak.
As. Folat : pbtkn SDM.
Vit C : metab.&pertahanan dari
infeksi, kulit.
Vit A : proses penglihatan, jar.ikat &
kulit.
Kekurangan vit. akan mempengaruhi
kualitas kerja.
Peranan Mineral
Kebutuhan sgt sedikit. Mineral ptg dlm meningkatkan
prestasi kerja. Kekurangan mineral dpt menyebabkan
pekerja cpt lelah dan tdk mampu bekerja.
Mineral yg ptg pd pekerja : zat besi (Fe)
Fungsi Fe adl utk membtk Hb (mengangkut O2 yg sgt
diperlukan pd proses metab. di dlm sel pbtkn energi).
Kekurangan Fe akan mengakibatkan anemia shg
mengakibatkan mudah lesu, lelah,
tdk bertenaga (menurunkan
produktivitas kerja).
Kebutuhan dan Peranan Cairan
Tubuh manusia mengandung 60-70% air dari seluruh
BB, bila tubuh kehilangan 20% air saja dapat
mengakibatkan kematian (FAO, 1997)
Cairan berperan ptg dlm keseimbangan metabolisme sel.
Air & Natrium diperlukan sbg pengganti cairan yg
hilang terutama bagi pekerja yg bekerja
di tempat yg bersuhu tinggi/pekerjaan
berat.
Kebutuhan cairan 2-3 liter/hari.
Kebutuhan dan Peranan cairan
Asupan cairan
minuman 1400 ml, dari makanan 700 ml, oksidasi
makanan 200 ml (total 2300ml)
Pengeluaran cairan
BAK 1400ml, BAB 100ml, persipirasi kulit 100ml,
kehilangan yg tdk kelihatan, kulit, &saluran nafas 700
ml(total 2300 ml)
Kehilangan cairan tubuh 4 - 5% akan
menurunkan kapasitas kerja 20 - 30%.
Kehilangan cairan tubuh 10% akan
menganggu sirkulasi.
Serat Makanan

Dari golongan karbohidrat


yg tdk dpt dicerna.
Penting utk fungsi normal
saluran cerna.
Kebutuhan Energi Dewasa
Harris-Benedict
1. Basal Energy Expenditure Wanita = 665 + (9,6 x BB) + (1,8 x TB) (4,7 x U)
Pria = 66 + (13,7 x BB) + (5 x TB) (6,8 x U)

2.Aktifitas

3.Spesific Dynamic Action TEF = Thermal Effect of Food (10%)

4.Status gizi
FAKTOR FAKTOR PENENTU
KEBUTUHAN GIZI
1. Ukuran tubuh (tinggi dan berat badan)
2. Usia
3. Jenis kelamin
4. Kegiatan sehari hari
5. Kondisi tubuh tertentu (wanita hamil dan
menyusui)
6. Lingkungan kerja
Faktor faktor lingkungan yg
mempengaruhi keadaan gizi
tenaker:

Fisik
Kimia
Biologi
Ergonomi
Psikologi
Klasifikasi tenaga kerja
berdasarkan jenis kegiatan
1. Ringan
- penggunaan energi 3 - 5 kal/menit
- melakukan pekerjaan sambil duduk
2. Sedang
- penggunaan energi 5 - 7 kal/menit
- pekerjaan rutin sambil berdiri dan kadang2 berjalan
3. Berat
- penggunaan energi > 7 kal/menit
- pekerjaan rutin mengangkat dan membawa
beban (25 kg)
Aktifitas Fisik
(Mahan&Krause, 1992)

Pasien bed rest total kenaikan BMR naik 5 10%


Pasien yg boleh jalan2 BMR naik 20%
Aktifitas ringan sekali (banyak duduk) BMR naik 30%
Aktifitas sedang (tukang cat, tk kayu) BMR naik 75%
Aktifitas berat (olahragawan, petani, perenang) BMR
naik 100%
Kebutuhan energi
(Stump, 1992)
Berat badan Aktivitas Aktivitas Aktivitas berat
ringan sedang

BB lebih 20 25 30 kkal/kg BB 35 kkal/kg BB


kkal/kg BB

BB normal 30 kkal/kg BB 35 kkal/kg BB 40 kkal/kg BB

BB kurang 30 kkal/kg BB 40 kkal/kg BB 40 45


kkal/kg BB
Proporsi penggunaan energi
(kalori)
Waktu (%) Ringan Sedang Berat
makan
Wanita Laki2 Wanita Laki2 Wanita Laki2

Pagi 20 410 560 450 600 520 720

Selingan 10 205 280 225 300 260 360

Siang 35 717.5 980 787.5 1050 910 1260

Selingan 10 205 280 225 300 260 360

Malam 25 512.5 700 562.5 750 650 900

jumlah 100 2050 2800 2250 3000 2600 3600


Upaya-upaya yang perlu
dilaksanakan:
Tahap I.
Penetapan tujuan perbaikan gizi.
Tentukan alternatif berupa hanya
makanan selingan / snack dan atau
makanan siang dengan mengenal masalah
target golongan pekerja.
Tahap II. Tahap Perencanaan

Tentukan perencanaan siklus menu snack dan


atau makan siang untuk satu minggu atau
sepuluh hari
Syarat yang perlu diperhatikan, hidangan harus
menarik, susunan menurut gizi seimbang
Perencanaan segi jumlah pekerja
Faktor waktu/biaya, dsb.
Tahap III. Pelaksanaan
Pembelian
Penyimpanan
Pengolahan
(pemanasan)
Penyajian yang
menarik
Ekonomis
Tidak membosankan
Tahap IV. Evaluasi
Pengamatan
Opini / pendapat konsumen
Pendataan waste / sisa bila ada
Menerima saran perbaikan
Pengukuran berat badan secara
berkala
Masalah dalam penerapan gizi kerja

Kebijakan manajemen
Pengetahuan pengelola makan di perusahaan
ttg gizi kerja dan higiene sanitasi makanan
Partisipasi tenaga kerja dan pengawasan
Gizi kerja di perusahaan dpt
ditingkatkan dengan :
1. Pendidikan gizi
2. Pengadaan uang makan dan kantin
3. Penilaian dgn perbaikan serta pemberian paket preparat
gizi bagi pekerja atau keluarga yaitu pemberian kapsul
VIt A dosis tinggi, pemberian oralit, pemberian tablet
Fe, pemberian obat cacing.
4. Extrafooding. Pemberian makanan tambahan (10%)
terutama bagi pekerja yg lembur selama 3 jam/lebih.
Tolak ukur keberhasilan penerapan
gizi kerja di perusahaan

Input kalori ~ output kalori


Status gizi ( kadar Hb, IMT )
Derajat kesehatan
Absensi
Kunjungan poliklinik
Kecelakaan kerja
SELAMAT MAKAN