Anda di halaman 1dari 24

MODUL BELAJAR CANDLESTICK

WWW.AFOXI.COM

AFOXI Analisa Forex Indonesia www.afoxi.com

A. PENDAHULUAN
Charting adalah sebuah bentuk visualisasi pergerakan harga disuatu market. Seperti yang kita ketahui, Forex merupakan suatu jenis perdagangan mata uang dimana market berjalan selama 5x24 jam dalam setiap minggunya. Dalam Trading Forex harga bergerak dengan sangat cepat, sehingga untuk memudahkan trader dalam melakukan pembacaan harga, maka digunakanlah teknik charting untuk memudahkan pengamatan pergerakan harga. Dalam setiap metatrader, price divisualisasikan dalam bentuk chart, adapun jenis charting yang umum digunakan antaralain yaitu : Bar Chart, Candlestick, dan Line Chart. Candlestick merupakan salah satu price indicator yang paling banyak digunakan oleh para trader dipenjuru dunia, mengapa demikian ?

Gambar 1. Candlestick Formation Candlestick terbentuk oleh harga open, high, low dan close dalam suatu time frame. Seperti Gambar 1, candlestick dapat memberikan informasi dimana open price, high price, low price dan close price. Body Candle terbentuk oleh harga open dan harga close, dan dari body inilah muncul istilah bullish candle & bearish candle. Bullish candle berarti harga close lebih besar atau lebih tinggi dibandigkan harga open. Begitu sebaliknya dengan Bearish candle yang berarti harga close lebih kecil atau lebih rendah dibandingkan dengan harga open. Selisih antara open price & high price atau close price & low price akan membentuk shadow (bayangan) yang memeliki bentuk garis lurus kecil. Body Candle : Bullish Candle : terbentuk karena harga penutupan (closing price) lebih tinggi dibandingkan harga pembukaan (opening price). Bearish Candle : terbentuk karena harga penutupan (closing price) lebih rendah dibandingkan harga pembukaan (opening price).

AFOXI Analisa Forex Indonesia www.afoxi.com

Body candle memberikan informasi mengenai suatu power, sedangkan untuk high dan low memberikan informasi adanya level-level penting (support atau resistance). Power atau kekuatan memberikan informasi mengenai suatu dominasi dalam suatu time frame. Pasukan manakah yang lebih mendominasi, pasukan bullish atau bearish, pihak seller ataukah buyer. Semakin mendominasi suatu pasukan dalam time frame tertentu, maka pasukan tersebut akan lebih kuat. Dari dominasi inilah maka kita akan mendapatkan gambaran dan informasi mengenai sebuah Trend.

Gambar 2. Candle Bearish Dominan Gambar 2 merupakan chart pair EURUSD pada time frame Daily (harian), gambar tersebut memberikan informasi bahwa candle bearish lebih dominan dibandingkan dengan candle bullish, atau dengan kata lain pihak seller lebih mendominasi dibandingkan pihak buyer. Dengan informasi tersebut maka kita akan mendapatkan suatu gambaran bahwa harga memiliki kecendrungan untuk bergerak turun lebih besar dibandingkan untuk bergerak naik.

Gambar 3. Candle Bullish Dominan Gambar 3 merupakan chart pair USDCHF pada time frame H4 (4jam-an), gambar tersebut memerikan informasi bahwasannya candle bullish memiliki power yang lebih besar dibandingkan dengan candle bearish. Dengan kondisi tersebut maka candle bullish lebih dominan dibandingkan dengan candle bearish, atau dengan kata lain pihak buyer lebih mendominasi dibandingkan dengan pihak seller. Dengan informasi tersebuh maka kita akan mendapatkan suatu gambaran bahwa harga memiliki kecendrungan untuk bergerak naik lebih besar dibandingkan untuk bergerak turun. AFOXI Analisa Forex Indonesia www.afoxi.com 3

B. POWER CANDLESTICK....
Pada pendahuluan telah disampaikan bahwasannya body candle memberikan informasi mengenai power/kekuatan. Untuk lebih jelaskan perhatikan gambar berikut :

Gambar 4. Power Candle Perhatikan Label A dengan tanda panah merah yang menggambarkan candle bearish dengan power yang sangat kuat. Power candle dapat kita baca dari bentuk body suatu candle, semakin panjang body suatu candle maka candle tersebut akan semakin kuat. Dengan kekuatan seperti itu, maka candle bearish memiliki kecendrungan untuk mendominasi pergerakan harga. Lalu pada Label B (blok kuning) muncul candle bullish dengan body yang kecil, dari bentuk candle tersebut memberikan informasi bahwasannya candle bullish tidak memiliki cukup power atau tidak memiliki cukup kekuatan untuk mendominasi pergerakan harga. Pada Label C (blok biru) muncul satu candle bullish dengan body yang cukup panjang, tetapi disisi kanan candle tersebut dilanjutkan dengan candle bullish dengan body kecil. Candle bullish dengan body kecil disisi canan candle bullish dengan body panjang memberikan informasi bahwasannya candle bullish atau buyer telah kehilangan power/kekuatannya. Body Candle memberikan informasi mengenai kekuatan pihak buyer atau pihak seller. Semakin panjang body suatu candle maka semakin besar pula kekuatan yang dimiliki. Candle Bearish dengan body yang panjang menginformasikan pihak seller memiliki kekuatan yang lebih besar dibandingkan pihak buyer. Begitu pula sebaliknya, Candle Bullish dengan body yang panjang menginformasikan pihak buyer memiliki kekuatan yang lebih besar dibandingkan pihak seller. Layaknya dalam suatu pertempuran, siap yang kuat maka dialah yang menang. Begitu pula dalam chart, pihak mana yang lebih kuat, maka dialah yang akan mendominasi pergerakan market.

AFOXI Analisa Forex Indonesia www.afoxi.com

C. LEVEL PENTING..
Selisih antara high low price dan open close price akan membentuk bayangan atau shadow (upper shadow & lower shadow). Upper Shadow dan Lower Shadow memberikan informasi adanya level-level penting. Adapun yang dimaksud level penting disini adalah keberadaan sebuah support level dan resistance level.

Level Penting : Upper Shadow memberikan informasi keberadaan Level Resistance atau level dimana pihak buyer telah kehilangan power/kekuatan untuk melanjutkan posisi buy-nya. Resistance level juga dapat memberikan informasi level dimana pihak seller telah menemukan harga ideal untuk memulai posisi sell-nya. Lower Shadow memberikan informasi keberadaan Level Support, atau level dimana pihak seller telah kehilangan kekuatan untuk melanjutkan posisi sell-nya. Support Level juga dapat memberikan informasi level dimana pihak buyer telah menemukan harga ideal untuk memulai posisi buy-nya.

AFOXI Analisa Forex Indonesia www.afoxi.com

Gambar 5. Level Penting Kita perhatikan garis merah (A) pada Gambar 5, garis merah (A) tersebut merupakan lower shadow yang akhirnya membentuk suatu level support dimana pihak buyer telah menemukan harga ideal untuk melakukan buy-nya. Ketersediaan pihak buyer untuk melakukan aksi buy-nya tervisualisasi melalui candle bullish yang memiiliki body panjang atau power yang cukup kuat (panah merah). Setelah itu perhatikan garis biru (B) dimana candle bullish membentuk upper shadow yang menginformasikan level resistance, yakni level dimana seller menemukan harga ideal untuk melakukan aksi sell-nya. Hal yang sama kembali terulang pada garis merah selanjutnya (C), dimana candle kembali membentuk lower shadow yang memberikan adanya level support. Pada level support (C) tersebut pihak buyer kembali memulai aksi buy-nya hingga kembali membentuk uppoer shadow atau level resistance pada garis biru (D). Level Resistance ini diterima oleh pihak seller untuk kembali malakukan aksi sell-nya yang tervisualisasikan melalui candle bearish dengan power yang cukup kuat.

AFOXI Analisa Forex Indonesia www.afoxi.com

D. TREND
Banyak trader yang berpendapat bersahabatlah dengan trend, disisi lain banyak juga trader yang bertanya bagaimana cara kita melihat atau menentukan trend ?. Trend dalam trading forex dapat kita artikan sebagai kemungkinan arah gerak harga selanjutnya secara umum. Untuk lebih jelasnya kita perhatikan gambar berikut :

Gambar 6. Arah Trend Dari Gambar 6 diatas memberikan informasi pada chart pair EURUSD Time Frame Daily (D1) arah pergerakan harga secara umum adalah turun, atau lebih dikenal dengan istilah downtrend. Secara Umum harga bergerak dari kisaran 1.4280 hingga 1.2679 (bearish) meskipun dalam perjalanan harga menuju 1.2679 terdapat beberapa candle bullish, tetapi secara umum dapat kita lihat bahwasannya trend adalah turun (downtrend). Trend dapat muncul dalam berbagai time frame, semakin besar time frame yang kita gunakan untuk mendapatkan gambaran suatu trend, maka trend tersebut semakin kuat. Sebaliknya, jika semakin kecil time frame yang kita gunakan untuk mendapatkan gambaran suatu trend, maka trend tersebut akan semakin lemah. Dengan kita mengetahui arah suatu trend, diharapakan kita mendapat informasi kemana pergerakan harga selanjutnya. Sehingga kita bisa mendapatkan beberapa asumsi untuk bisa mengambil keputusan buy atau sell dalam suatu perdagangan. Bersahabatlah dengan trend dan jangan pernah berharap untuk bisa mengendalikan pergerakan harga, karena kita hanyalah trader retail. Just Follow The Trend. Trend : Kemungkinan Arah Gerak Harga Selanjutnya Secara Umum Kemungkinan : Average Discounted Everything (Dow Theory). Meskipun kita telah mendapatkan atau mengetahui arah suatu trend, kita sebagai trader hanya bisa berasumi. Arah Gerak Harga Selanjutnya : Trend memberikan kita informasi mengenai kemungkinan gerak selanjutnya. Penggunaan candlestick pada suatu chart pair, sangat membantu kita dalam melihat suatu trend. Jika dalam suatu time frame tertentu candle bullish lebih mendominasi maka dapat kita artikan trend lagi naik, harga memiliki kecendrungan untuk terus naik (uptrend). Tetapi jika dalam suatu time frame tertentu candle bearish yang lebih mendominasi maka dapat kita artikan trend lagi turun, harga memiliki kecendrungan untuk terus turun (downtrend). Secara Umum : Untuk melihat arah suatu trend, kita perlu mengamati dominasi suatu candle secara umum dalam time frame tertentu, bukan pada pengamatan beberapa cancle terakhir saja. AFOXI Analisa Forex Indonesia www.afoxi.com 7

E. TRENDLINE.
Trendline merupakan garis bantu yang dapat digunakan untuk mempermudah menemukan atau melihat suatu trend. Support Line yakni garis yang ditarik dari low menuju low yang berada di atas low pertama dan diantara kedua low tidak ditemukan low atau bagian body yang memotong tarikan garis, sehingga memberi kesan harga mendapat dukungan untuk melanjutkan pergerakan ke level-level yang lebih tinggi. Resistance yakni garis yang ditarik dari high menuju high yang berada di bawah high pertama dan diantara kedua high tidak ditemukan high atau bagian body yang memotong tarikan garis, sehingga memberi kesan harga mendapat tekanan untuk melanjutkan pergerakan ke level-level yang lebih rendah. Secara umum dapat diartikan support line memberikan informasi kehadiran sebuah kondisi trend up, sementara resistance line memberikan informasi kehadiran sebuah kondisi trend down.

Gambar 7. Resistance Line (Trend Down)

Gambar 8. Support Line (Trend Up)

AFOXI Analisa Forex Indonesia www.afoxi.com

F. CANDLE PATTERN.
1. SPINNING TOPS

Kriteria : Body Candle yang mengecil Implikasi : Trend sebelumnya kehilangan kekuatan Spinning Tops ini dapat diartikan sekumpulan atau sederetan candle dengan body yang kecil, baik bearish candle ataupun bullish candle. Dengan ada sederetan candle dengan body yang mengecil, informasi yang bisa kita dapatkan adalah semakin melamahnya kekuatan antara pihak seller dan buyer. Dengan kondisi seperti ini pada umumnya terdapat dua kemungkinan yang akan terjadi, pertama kemungkinan akan terjadi pembalikan trend dan kedua kemungkinan pergerakan akan melanjutkan trend.

AFOXI Analisa Forex Indonesia www.afoxi.com

2. DOJI

Kriteria : Harga Pembukaan dan Penutupan berada pada harga yang sama Implikasi : Pasar mengalami kelelahan Doji merupakan suatu bentuk candle, dimana harga open sama dengan harga close. Jadi dengan kata lain candle doji tidak memiliki body. Hal ini dapat diartikan terjadi suatu harga keseimbangan antara pihak seller dan buyer. Selain itu candle doji juga memberikan informasi bahwasannya pada saat itu market telah mengalami kelelahan. Pada umumnya doji juga digunakan sebagai identifikasi awal dalam pembalikan suatu trend.

AFOXI Analisa Forex Indonesia www.afoxi.com

10

3. HAMMER

Kriteria : Memiliki body yang kecil (tanpa upper shadow) dan memiliki lower shadow. Dimana panjang lower shadow sama dengan 2x panjang body candle. Implikasi : Mencari level terendah Candle Hammer merupakan candle bullish atau bearish yang muncul dalam kondisi market down trend. Munculnya candle hammer ini dapat memberikan informasi bahwa telah didapatkan level harga terendah, dimana seller sudah tidak bersedia lagi untuk melanjutkan akssi sell-nya. Dan dapat menjadi suatu kemungkinan didapatkannya level harga dimana buyer bersedia untuk memulai aksi buy-nya.

AFOXI Analisa Forex Indonesia www.afoxi.com

11

4. SHOOTING STAR

Kriteria : Memiliki body yang kecil dan memiliki upper shadow. Dimana panjang upper shadow sama dengan 2x panjang body candle. Implikasi : Mencari level tertinggi. Candle Shooting Star merupakan candle bullish atau bearish yang muncul dalam kondisi market up trend. Munculnya candle Shooting Star ini dapat memberikan informasi bahwa telah didapatkan level harga tertinggi, dimana buyer sudah tidak bersedia lagi untuk melanjutkan akssi buy-nya. Dan dapat menjadi suatu kemungkinan didapatkannya level harga dimana seller bersedia untuk memulai aksi sell-nya.

AFOXI Analisa Forex Indonesia www.afoxi.com

12

5. ENGULFING

Kriteria : Bullish Engulfing terjadi pada saat market down trend, dimana terdapat bull candle yang body-nya mampu menutup penuh atau lebih bear candle sebelumnya. Bearish Engulfing terjadi pada saat market up trend, dimana terdapat bear candle yang bodynya mampu menutup penuh atau lebih bull candle sebelumnya. Implikasi : Engulfing candle menandakan munculnya kekuatan dari pihak seller ataupun buyer. Engulfing merupakan candle yang memiliki kekuatan lebih besar dalam melawan candle sebelumnya. Sehingga candle sebelumnya terlihat seperti tertutupi oleh candle engulfing. Candle Engulfing ini dapat memberikan informasi bahwasannya pihak seller atau buyer telah mendapatkan untuk melakukan aksi-nya. Sehingga dimungkinkan akan mendominasi arah pergerakan selanjutnya.

AFOXI Analisa Forex Indonesia www.afoxi.com

13

6. DARK CLOUD

Kriteria : Candle bearish yang memiliki body melebihi setengah dari body candle bullish sebelumnya. Implikasi : Munculnya pihak seller yang mampu melemahkan kekuatan pihak buyer sebelumnya. Dark Could merupakan candle pattern yang muncul pada saat up trend. Munculnya dark could ditandai dengan munculnya candle bearish yang memiliki body lebih dari setengah body candle bullish sebelumnya. Dengan munculnya dark could menandakan bahwasannya pihak buyer mendapat tekanan dari pihak seller. Hal ini juga bisa dijadikan kemungkinan awal dominasi pihak seller.

AFOXI Analisa Forex Indonesia www.afoxi.com

14

7. PIERCING

Non-Forex Piercing

Forex Piercing

Kriteria : Candle bullish yang memiliki body melebihi setengah dari body candle bearish sebelumnya. Implikasi : Munculnya pihak buyer yang mampu melemahkan kekuatan pihak seller sebelumnya. Piercing merupakan candle pattern yang muncul pada saat down trend. Munculnya Piercing ditandai dengan munculnya candle bullish yang memiliki body lebih dari setengah body candle bearish sebelumnya. Dengan munculnya dark could menandakan bahwasannya pihak seller mendapat tekanan dari pihak buyer. Hal ini juga bisa dijadikan kemungkinan awal dominasi pihak buyer.

AFOXI Analisa Forex Indonesia www.afoxi.com

15

8. HARAMI

Kriteria : Candle sebelumnya merupakan candle bullish yang panjang, lalu diikuti candle spinning top atau doji dengan warna candle yang berlawanan. Dimana body candle spinning top tau doji masih berada dalam area body candle sebelumnya. Implikasi : Memberikan informasi kemungkinan perubahan arah trend market. Candle Harami ditandai dengan munculnya candle spinning top atau doji, yang meberikan informasi awal munculnya kekuatan dari pihak seller ataupun pihak buyer. Pada umumnya candle harami ini akan memberikan informasi adanya kemungkinan dalam perubahan arah trend market.

AFOXI Analisa Forex Indonesia www.afoxi.com

16

9. MORNING STAR

Kriteria : Muncul pada saat arah down trend, dimana candle pertama merupakan candle bearish dengan power yang cukup kuat, lalu diikuti candle ke-2 yaitu candle bearish spinning top atau doji dimana body candle tersebut memiliki body yang tidak melebihi lower shadow dari candle pertama. Lalu dikonfirmasi oleh candle ke-3 yaitu candle bullish dengan power yang cukup kuat. Implikasi : Kemungkinan awal munculnya kekuatan pihak buyer (candle bullish) untuk mengontrol arah.

AFOXI Analisa Forex Indonesia www.afoxi.com

17

10.EVENING STAR

Kriteria : Muncul pada saat arah up trend, dimana candle pertama merupakan candle bullish dengan power yang cukup kuat, lalu diikuti candle ke-2 yaitu candle bullish spinning top atau doji dimana body candle tersebut memiliki body yang tidak melebihi upper shadwo dari candle pertama. Lalu dikonfirmasi oleh candle ke-3 yaitu candle bearish dengan power yang cukup kuat. Implikasi : Kemungkinan awal munculnya kekuatan pihak seller (candle bearish) untuk mengontrol arah pergerakan harga selanjutnya.

AFOXI Analisa Forex Indonesia www.afoxi.com

18

G. LEVEL PENTING.............................................................................................................. Seperti halnya yang telah dijelaskan pada materi sebelumnya, bahwasannya upper shadow dan lower shadow dari candlestick akan memberikan suatu informasi adanya level-level penting, yakni Support Level dan Resistance Level. Untuk lebih jelasnya perhatikan gambar berikut :

Gambar 9. Downtrend Gambar diatas merupakan Chart EURUSD dengan time frame Daily. Upper shadow memberikan informasi adanya resistance level dan lower shadow dari candlestick memberikan informasi adanya support level. Secara umum pergerakan harga terlihat turun (downtrend), hal tersebut didukung dengan adanya level low yang semakin hari semakin low (rendah) atau sering disebut dengan istilah lower low (LL) . Disisi lain juga muncul level high yang semakin hari semakin low (rendah), atau sering disebut dengan lower high (LH). Arah gerak downtrend diindikasikan dengan adanya level Lower High (LH) yang tidak pernah tertembus (ter-break) oleh harga.

Gambar 10. Uptrend Berbeda dengan gambar sebelumnya, gambar diatas memberikan informasi kecenderungan arah pergerakan selanjutnya adalah uptrend. Informasi kita kita peroleh dengan adanya level-level peting yang terbentuk oleh shadow candlestcik. Dimana pada gambar tersebut terdapat level high yang semakin meninggi atau higher high (HG) dan terdapat level low yang juga semakin meninggi AFOXI Analisa Forex Indonesia www.afoxi.com 19

atau higher low (HL). Selain itu juga tidak adanya level higher low yang berhasil terpatahkan (terbreak) oleh harga. Level Penting : Prices are making higher highs and higher lows (uptrend) Prices are making lower highs and lower lows (downtrend)

Kita dapat memanfaatkan keberadaan suatu level-level penting sebagai Target Profit (TP) dan Stop Loss (SL) dalam bertransaksi. Keberadaan level-level tersebut sangatlah membantu untuk meletakkan suatu batasan-batasan kita dalam menganalisa pergerakan market selanjutnya.

Gambar 11. OP Buy Sebagai ilustrasi, kita perhatikan gambar diatas. Gambar diatas merupakan Chart EURUSD pada time frame Daily (harian), dimana terdapat level support (garis merah) dan level resistance (garis biru). Harga bergerak diantara kedua level, jika kita ingin melakukan entry atau open posisi BUY maka garis merah merupakan level dimana kita meletakkan resiko atau stop loss. Dan kita gunakan garis biru sebagai level dimana kita targetkan suatu keuntungan atau target profit.

Gambar 12. OP Sell Sama halnya jika kita melakukan open posisi sell. Maka keberadaan level-level penting baik support ataupun resistance harus benar-benar kita perhatikan. Jika kita menghendaki untuk sell pada posisi seperti gambar diatas, maka kita harus menepatkan resiko atau stop loss (SL) pada level AFOXI Analisa Forex Indonesia www.afoxi.com 20

resistance terdekat (garis merah) dan menepatkan target keuntungan atau profit (TP) pada level support terdekat (garis biru). B. TREND DAN KOREKSI................................................................................................................... Pada pembahasan sebelumnya, telah dijelaskan bahwasannya trend merupakan arah pergerakan selanjutnya secara umum. Tidak selamanya harga akan bergerak lurus tanpa ada suatu koreksi. Untuk memahami makna dari suatu trend dan koreksi, perhatikan gambar berikut :

Gambar 13. Trend & Koreksi Dari gambar diatas menginformasikan bahwasannya Garis A merupakan suatu pergerakan awal dari downtrend, Garis B sebagai koreksi dari pergerakan awal (Garis A), dan Garis C merupakan pergerakan lanjutan downtrend dari Garis A. Secara Umum harga yang bergerak dalam trend akan mengalami suatu koreksi. Sebelum menentukan suatu koreksi, kita harus terlebih dahulu memahami kondisi trend atau pergerakan harga secara umum yang sedang terjadi. Untuk memudahkan pengamatan trader dalam menilai suatu koreksi, maka dapat digunakan tools yang telah disiapkan disetiap MetaTrader, yakni Fibonancci Retracement.

Gambar 14. Fibonancci Retracement AFOXI Analisa Forex Indonesia www.afoxi.com 21

Gambar 15. Level Fibo Retracement Jika kita dapati trend sedang dalam kecendrungan turun, maka garis Fibo kita tarik dari high menuju low. Sebaliknya, jika kita dapati trend sedang dalam kecendrungan naik, maka garis Fibo kita tarik dari low menuju high. Level Fibonancci Retracment digambarkan dalam persen (%), adapun level-level fibonancci retracment yang sering digunakan sebagai acuan adalah : 0% ; 23.6% ; 38.2% ; 50% ; 61.8% ; 76.8% dan 100%. Pada umumnya, koreksi akan berakhir pada level 50% ; 61.8% dan 76.8%.

Gambar 16. Level Penting Fibo Dari Gambar 8 diatas bisa kita perhatikan bahwasannya koreksi dari downtrend sebelumnya berakhir setelah pergerakan harga gagal melewati level fibo 76.8%. Sedangkan Gambar 9 dibawah ini merupakan kondisi chart dimana pergerakan harga telah mampu menempus level fibo 0% yang berarti berakhirnya suatu koreksi dan berlanjutnya suatu trend.

AFOXI Analisa Forex Indonesia www.afoxi.com

22

Gambar 17. Berlanjutnya Suatu Trend Fibonancci Retracement : Jika harga mampu menembus level 100% maka dapat diartikan berakhirnya suatu trend dan awal suatu pembalikan trend atau reversal. Jika harga mampu menembus level 0% maka dapat diartikan berakhirnya suatu koreksi dan berlanjutnya suatu trend.

AFOXI Analisa Forex Indonesia www.afoxi.com

23

Ilustrasi Open Posisi :

Dari chart diatas, kita dapati dominasi bullish candle pada H1, harga terkoreksi sehingga kita bisa menarik garis fibo retracement dari low ke high. Jika kita perhatikan pergerakan koreksi harga terhenti pada level fibo 50%. Lalu kembali muncul bullish candle yang memberikan indikasi bahwasannya koreksi terhenti pada level fibo 50%. Adapun skenario entry nya adalah sebagai berikut.

Andai modal kita $100 dengan leverage 1:1000. Jika kita melakukan aksi buy pada garis magenta (mengikuti trend), maka resiko loss (SL) kita adalah digaris biru yakni kurang lebih 25 point. Dari jumlah point resiko loss ini lah kita tentukan jumlah lot yang akan kita gunakan. Modal MM Risk SL Lot = $100 = Risk 5% = (5/100 * 100$) = 5$ = 25 point = ($5/25point) = 0.5 lot

AFOXI Analisa Forex Indonesia www.afoxi.com

24