Anda di halaman 1dari 12

BAB I PENDAHULUAN

1.1

Latar Belakang Kuliah Kerja Nyata merupakan proses pendidikan untuk mengamalkan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni secara melembaga langsung kepada masyarakat yang akan menikmati manfaatnya. Melalui Kuliah Kerja Nyata mahasiswa dapat

memperaktekkan ilmu pengetahuan yang selama ini di dalaminya secara langsung di tengah masyarakat dan ikut turut serta dalam pembangunan Nasional yang merupakan tanggung jawab semua pihak pemerintah, masyarakat maupun perguruan tinggi memiliki tanggung jawab sebagai salah satu potensi sumber daya manusia. Kalangan masyarakat intelektual atau mahasiswa sebagai penyambung informasi sudah sepatutnya ikut serta dalam pelaksanaan pembangunan yang dilakukan secara bertahap dan menyeluruh yang berarti bahwa pembangunan itu tidak sekedar menyelelesaikan program akan tetapi bagaimana pembangunan tersebut bisa

berkesinambungan dan berlanjut artinya pembangunan tidak hanya bersifat material namun juga pembangunan non material seperti moral bangsa. Kuliah Kerja Nyata pada hakekatnya merupakan pelaksanaan dari falsafah pendidikan yang berdasarkan pada Undang-Undang dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 dan Undang-undang No. 20 tahun 2003 tentang pendidikan Nasional. Oleh karena itu, Perguruan Tinggi lebih dikembangkan lagi dan perannya diarahkan antara lain mendidik mahasiswa untuk mampu menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, berjiwa penuh pengabdian serta memiliki rasa tanggung jawab yang besar terhadap masa depan bangsa dan Negara. Berangkat dari persoalan tersebut, Pemerintah Republik Indonesia telah mengupayakan berbagai program pengabdian masyarakat melalui Perguruan Tinggi, yaitu dalam rangka melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi, kemudian program tersebut berupa kegiatan perkuliahan yang melibatkan mahasiswa secara langsung di lapangan atau yang lebih di kenal dengan Kuliah Kerja Nyata (KKN), dan kegiatan operasionalnya di lakukan oleh mahasiswa di bawah bimbingan Perguruan Tinggi.

Landasan inilah yang menjadi dasar bagi Perguruan Tinggi dalam melaksanakan pengabdian masyarakat melalui Program Kuliah Kerja Nyata (KKN)

1.2

Tujuan Kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) merupakan sarana mahasiswa dalam melakukan pengabdian pada masyarakat Untuk itu diperlukan suatu pendidikan yang menjadi bekal bagi mahasiswa sebagai Calon Sarjana. Secara umum Kuliah Kerja Nyata (KKN) mempunyai empat tujuan, yaitu : 1. Mahasiswa memperoleh pengalaman belajar secara langsung melalui keterlibatan dalam masyarakat kemudian bagaimana menemukan, merumuskan, memecahkan dan menanggulangi permasalahan pembangunan secara pragmatis dan interdisipliner. 2. Mahasiswa dapat memberikan pemikiran berdasarkan ilmu, teknologi dan seni dalam upaya untuk menumbuhkan, mempercepat gerak mempersiapkan kader pembangunan bangsa. 3. Supaya Perguruan Tinggi dapat menghasilkan Sarjana pengisi tekno-struktur dalam masyarakat, lebih menghayati kondisi, gerak dan permasalahan yang kompleks yang dihadapi masyarakat dalam melaksanakan pembangunan. Dengan demikian lulusan Perguruan Tinggi secara relatif menjadi siap pakai dan terlatih dalam menanggulangi permasalahan pembangunan yang lebih pragmatis dan interdisipliner. 4. Meningkatkan hubungan antara Perguruan Tinggi dengan Pemerintah Daerah, instansi teknis dan masyarakat sehingga Perguruan Tinggi lebih dapat berperan dan menyesuaikan kegiatan pendidikan serta penelitiannya dengan tuntunan nyata dari masyarakat yang sedang membangun. 5. Meningkatkan empati dan kepedulian mahasiswa kepada masyarakat ekonomi lemah. 6. Mendorong terwujudnya Learning community atau learning society.

1.3

Kegunaan Kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) mempunyai empat kelompok sasaran yaitu mahasiswa, masyarakat beserta Pemerintah Daerah dan Perguruan Tinggi. Masingmasing kelompok sasaran memperoleh manfaat dengan adanya Kuliah Kerja Nyata (KKN) sebagai berikut :

1.3.1

Mahasiswa a) Memperdalam pengertian terhadap cara berpikir dan bekerja secara interdisipliner, sehingga dapat menghayati adanya ketergantungan kaitan dan kerjasama antar sektor. b) Memperdalam pengertian dan penghayatan terhadap pemanfaatan ilmu, teknologi dan seni yang dipelajari bagi pelaksanaan pembangunan. c) Memperdalam penghayatan dan pengertian mahasiswa terhadap kesulitan yang dihadapi masyarakat dalam melaksanakan pembangunan. d) Memperdalam penghayatan dan pengertian mahasiswa terhadap seluk beluk keseluruhan dari masalah pembangunan dan perkembangan masyarakat. e) Mendewasakan cara berpikir serta meningkatkan daya penalaran mahasiswa dalam melakukan penelaahan, perumusan dan pemecahan masalah secara pragmatis dan ilmiah. f) Memberikan keterampilan kepada mahasiswa untuk melaksanakan

pembangunan dan pengembangan masyarakat berdasarkan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni secara interdisipliner atau antar sektor. g) Membina mahasiswa menjadi motivator, dinamisator dan problem solver. h) Memberikan pengalaman belajar sebagai kader pembangunan, sehingga terbentuk sikap dan rasa cinta terhadap kemajuan masyarakat. i) Melalui pengalaman bekerja dalam melakukan penelaahan, merumuskan dan memecahkan masalah secara langsung akan lebih menumbuhkan sifat profesionalisme pada diri mahasiswa dalam arti peningkatan keahlian, tanggung jawab maupun rasa kesejawatan. 1.3.2 Masyarakat dan Pemerintah Daerah a) Memperoleh pemikiran, bantuan tenaga, ilmu pengetahuan, teknologi dan seni dalam merencanakan dan melaksanakan pembangunan. b) Memperoleh caracara baru yang dibutuhkan untuk merencanakan,

merumuskan dan melaksanakan pembangunan. c) Memperoleh pengalaman dalam menggali serta menumbuhkan potensi swadaya masyarakat sehingga pihak masyrakat dan pemerintah mampu berpartisipasi aktif dalam pembangunan.

d) Memanfaatkan bantuan pemikiran dan partisipasi mahasiswa dalam melaksanakan program dan proyek pembangunan yang berada di bawah tanggung jawabnya. 1.3.3 Perguruan Tinggi a) Memperoleh umpan balik sebagai hasil pengintegrasian mahasiswa dengan proses pembangunan di tengah-tengah masyarakat sehingga kurikulum, materi perkuliahan dan pengembangan ilmu yang di asah di Perguruan Tinggi dan dapat lebih disesuaikan dengan tuntunan nyata dari pembangunan. b) Memperoleh berbagai kasus yang berharga serta cara pemecahannya yang dapat digunakan sebagai contoh dalam memberikan materi perkuliahan dan menemukan berbagai masalah untuk pengembangan penelitian. c) Memperoleh hasil kegiatan mahasiswa, dapat menelaah dan merumuskan keadaan/kondisi masyarakat yang berguna bagi pengembangan ilmu, teknologi dan seni serta dapat mendiagnosa secara tepat kebutuhan masyarakat sehingga ilmu, teknologi dan seni yang diamalkan dapat sesuai dengan tuntunan nyata. d) Meningkatkan, memperluas dan mempererat kerjasama dengan instansi terkait atau instansi lain melalui kerjasama mahasiswa yang melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN).

BAB II KEADAAN UMUM DESA

2.1

Letak Geografi Desa Desa Senaru merupakan salah satu desa yang berada di wilayah kerja Kecamatan Bayan Kabupaten Lombok Utara dengan luas wilayah sekitar 4162 ha. Adapun batasbatas wilayah Desa Senaru adalah sebagai berikut : Sebelah Utara Sebelah Selatan Sebelah Barat Sebelah Timur : Karang Bajo : Hutan Tutupan : Desa Sukadana : Desa Bayan

2.2

Tofografi Desa Dilihat dari ketinggian permukaan air laut Desa Senaru berada pada ketinggian 600 mdl dan merupakan daerah subur dengan bentang wilayah berupa perbukitan, curah hujan kurang lebih 3,50 mm serta suhu rata-rata harian sekitar 21 C.

2.3

Demografi Desa Desa Senaru terbagi atas 14 dusun : Dusun Senaru, Dusun Tumpang Sari, Dusun Lendang Cempake, Dusun Batu Koq, Dusun Melaka Sreak, Dusun Magling, Dusun Telaga Lenggundi, Dusun Kebaloan Atas, Dusun Kebaloan Bawah, Dusun Sembulan Batu, Lokok Klungkung, Dusun Oman Segoar, Dusun Bon Gontor dan Dusun Pawang Karya. Penyebaran penduduk di Desa Senaru berdasarkan pendataan terakhir oleh

Petugas Kantor Desa jumlah Kepala Keluarga (KK) yang tersebar pada 14 dusun kurang

lebih 1831 Kepala Keluarga

dengan jumlah penduduk 6.569 jiwa dimana laki-laki

berjumlah 3.198 jiwa dan perempuan 3.371 jiwa dengan status Warga Negara Indonesia (WNI).

2.4

Potensi Desa 2.4.1 Luas Wilayah Luas Wilayah Desa Senaru sekitar 4162 ha, luas wilayah ini terhitung dengan lahan pertanian yang merupakan potensi desa yang dapat diandalkan sehingga merupakan sumber mata pencaharian dan peningkatan kesejahteraan penduduk Desa Senaru.

2.4.2. Penggunaan Tanah Desa Senaru memiliki potensi sumber daya alam berupa lahan pertanian yang dimanfaatkan sebagai lahan pertanian yang menjadi sumber pendapatan utama penduduk Desa Senaru, adapun pemanfaatan yang lain dari tanah yang ada di Desa Senaru adalah sebagai pemukiman penduduk, ternak dan perkebunan.

2.4.3. Hasil-hasil Produksi Pertanian 1. Tanaman Pangan Masyarakat Desa Senaru sebagian besar bermata pencaharian sebagai petani. Tanaman Pangan yang dihasilkan antara lain Jagung, Kacang tanah, Padi Ladang, Ubi Kayu, Ubi Jalar dan Padi Sawah, dengan komoditi utama adalah Padi. Sedangkan sayuran hanya sebagai komoditi sampingan untuk konsumsi sehari-hari. 2. Peternakan Masyarakat Desa Senaru mempunyai mata pencaharian sebagai petani.yang juga mempunyai ternak sebagai usaha sampingan. Jenis ternak yang terdapat di Desa Senaru antara lain : sapi, kerbau, ayam, Babi, dan Kambing. 3. Perkebunan

Hasil produksi pertanian di Desa Senaru berupa hasil perkebunan antara lain kelapa, mete dan Kapuk.

2.5.

Penduduk 1. Pendidikan Masyarakat desa Senaru sebagian besarnya merupakan orang- orang berpandidikan rendah karena dilihat dari jenjang pendidikan yang ditempuh masih banyak penduduk yang belum sekolah dengan jumlah 983 Jiwa, tidak pernah sekolah 461 Jiwa dan masyarakat yang sempat mengenyam pendidikan memiliki rincian sebagai berikut: tamat SD/sederajat 2807 orang, tamat SMP /sederajat 213 orang, tamat SMA/sederajat 135 orang, tamat D-1 tidak ada, tamat D-2 67 orang, tamat D-3 42 orang, tamat S-1 sebanyak 7 orang, tamat S-2 tidak ada, pernah sekolah tapi tidak tamat SD 1854 orang.

2. Mata Pencaharian Penduduk Desa Senaru pada umumnya mayoritas bermata pencaharian sebagai petani yaitu sekitar 2983 orang baik sebagai petani kebun maupun petani sawah, sedangkan buruh tani sekitar 1218 orang. Disamping itu pula terdapat penduduk yang bermata pencaharian sebagai buruh swasta sekitar 748 orang, peternak sekitar 124 orang , pedagang sekitar 48 orang, pengrajin sekitar 10 orang, pedagang 48 orang dan Pegawai Negeri Sipil sekitar 21 orang.

2.6.

Hasil Kerajinan dan Industri Desa Senaru tidak memiliki hasil industry.

2.7.

Sosial Budaya dan Pendidikan

2.7.1

Adat istiadat yang masih dilaksanakan Adat istiadat Sasak di Desa Senaru merupakan adat istiadat yang masih berlaku, karena semua masyarakat Desa Senaru berasal dari suku Sasak. Sehingga dalam kehidupan sehari-hari kehidupan warga selalu di warnai oleh adat istiadat yang masih kental, misalnya dalam prosesi perkawinan selalu dirangkaikan dengan Upacara Adat Sasak, seperti Sorong serah, Nyongkolan menggunakan gendang beleq dan kecimol.

2.7.2

Kesenian yang menjadi kesukaan dan perkembangannya Adapun kesenian yang digemari oleh masyarakat Desa Senaru adalah Gendang beleq. Kesenian yang sedang dikembangkan saat ini adalah Gendang Beleq karena sekaligus sebagai latihan dan hiburan.

2.7.3

Pendidikan sekolah yang ada di desa Desa Senaru telah memiliki 3 buah PAUN yaitu: PAU Segara Anak 1, PAUD Segara Anak 2, dan PAUD Segara Anak 3. Desa Senaru memiliki Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah, yaitu : SDN 1 Senaru , SDN 2 Senaru , SDN 3 Senaru. Selain sekolah tingkat dasar, desa Senaru juga memiliki sekolah tingkat menengah sebanyak 1 buah sekolah yaitu SMPN 3 Bayan dan Pondok Pesantren Gauts abdurrazak..

2.8.

Kebersihan Lingkungan dan Kesehatan 2.8.1 Sumber Air Minum , Mencuci, dan Mandi Sumber air untuk keperluan minum, mencuci, dan mandi bagi masyarakat Desa Senaru berasal dari mata air, PAM, Pipa dan sungai.

2.8.2

M. C. K (Mandi, Cuci, Kakus) Kebutuhan terhadap M. C. K sebagian besar masyarakat dilakukan di pemandian umum yang ada di desa seperti, di kali.

2.8.3

Pengobatan dan Pelayanan Kesehatan Untuk keperluan pengobatan dan pelayanan kesehatan bagi masyarakat Desa Senaru telah tersedia sebuah Puskesmas. Untuk pelayanan kesehatan lainnya

setiap bulan (berdasarkan jadwal) petugas kesehatan datang ke dusun-dusun untuk melakukan pelayanan kepada masyarakat khususnya ibu hamil, balita, dan lansia lewat program Posyandu.. Posyandu di Desa Senaru mempunyai kegiatan antara lain: penimbangan balita, imunisasi, pelayanan KB, kegiatan penyuluhan mengenai pentingnya kesehatan ibu dan anak, pentingnya kesehatan bagi para lansia, pemberian makanan tambahan kepada balita serta Pemberian Makanan Tambahan untuk Air Susu Ibu (PMTASI).

2.8.4

Keadaan Rumah Penduduk dan Kebersihan Lingkungan Keadaan rumah penduduk serta kebersihan lingkungannya cukup baik. Sebagian besar perumahan penduduk sudah permanen, dan berhalaman.

2.9.

Sarana dan Prasarana Transportasi 2.9.1 Panjang dan Kelas Jalan Berhubung jalan di Desa Senaru merupakan jalan kabupaten jadi jalan yang ada di Desa Senaru sangat panjang dan jalannya berupa jalan beraspal dengan kelas aspal yang cukup bagus, disamping itu terdapat juga jalan kecil yang menuju ke dusun-dusun di Senaru yang berupa jalan tanah dengan keadaan yang sangat rusak.

2.9.2 Jumlah dan Jenis Alat Transportasi Jumlah sarana transportasi yang ada di Desa Senaru sudah cukup memadai karena Desa Senaru sendiri telah memiliki Jalan Aspal dan merupakan kawasan wisata yang banyak dikunjungi oleh tourist local maupun mancanegara.

2.10. Administrasi Desa, Kelembagaan Dan Struktur Organisasi Desa Administrasi desa yang ada di desa Senaru sudah baik karena struktur organisasi dan kelembagaan desa telah tersusun dengan baik dan teratur. Disamping itu juga terdapat organisasi pemuda seperti remaja masjid, karang taruna, PKK dan lain-lain.

BAB III PERMASALAHAN DESA Pembangunan pedesaan merupakan salah satu sentral perhatian dalam Pembangunan Nasional yang diarahkan guna mencapai cita-cita Pembangunan Nasional yakni terciptanya masyarakat adil dan makmur merata meterial dan spiritual dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia terutama diwilayah pedesaan. Tujuan tersebut seringkali menjadi terhambat dalam pelaksanaannya disebabkan oleh kompleksitas permasalahan yang terdapat dipedesaan dimana hal ini menuntut perhatian dan partisipasi berbagai pihak untuk mengatasinya. Desa Senaru sebagai salah satu desa hasil pemekaran di wilayah kecamatan Bayan Lombok Utara juga tidak terlepas dari keadaan tersebut.

Berdasarkan pengalaman kami selama melaksanakan observasi lapangan dengan interval waktu 1 minggu dan seiring waktu pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata di Desa Senaru Kecamatan Bayan terdapat beragam permasalahan yang menyangkut berbagai bidang. Adapun bidang-bidang beserta berbagai permasalahannya meliputi : 3.1. Bidang Pendidikan Dan Sosial Budaya Pada bidang ini terdapat beberapa permasalahan antara lain : a. Banyaknya anak putus sekolah serta rendahnya motivasi untuk sekolah. b. Banyaknya anak yang tidak sekolah serta termasuk dari orang tua anak. c. Terbatasnya kemampuan masyarakat dalam pembiayaan pendidikan. d. Kurangnya tenaga pengajar di sekolah e. Minimnya sarana belajar mengajar 3.2. Bidang Kebersihan Lingkungan dan Kesehatan Masyarakat Ada beberapa permasalahan yang dihadapi pada bidang ini antara lain : a. Masyarakat kurang menyadari pentingnya hidup sehat b. Masyarakat kurang menyadari pemanfaatan pekarangan. c. Masih rendahnya pemanfaatan WC/toilet keluarga. d. Masih rendahnya tingkat kecukupan gizi khususnya bagi balita. e. Masih banyak masyarakat yang menikah dibawah usia perkawinan. f. Anak-anak kurang mendapatkan perawatan kesehatan seperti mengikutsertakan kegiatan posyandu. 3.3. Bidang Sarana dan Prasarana Permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat Desa Senaru dalam bidang sarana dan prasarana antara lain kondisi jalan pada beberapa dusun sangat rusak. 3.4. Bidang Produksi a. Masih belum banyaknya kelompok usaha kecil yang tercipta sehingga bantuan usaha berupa fasilitas kredit sulit didapat. b. Kurangnya pengetahuan masyarakat petani tentang cara bertani yang baik. c. Kurangnya pemanfaatan teknologi dalam bertani. 3.5. Bidang Administrasi dan Pemerintahan Desa rendahnya motivasi untuk sekolah

a. Pengelolaan pada bidang ini sudah cukup bagus, namun Kurang lengkap sepereti pendataan monografi tiap dusun se-desa Senaru. b. Kurangnya struktur organisasi kelompok tani. 3.6. Bidang Pengembangan Potensi Desa a. Belum adanya usaha untuk mengembangkan lapangan pekerjaan untuk menampung pekerja yang produktif di desa. b. Pemanfaatan hasil perkebunan dan Pertanian yang masih belum dikelola dengan baik, hal ini disebabkan karena keterbatasan Sumber Daya Manusia (SDM) dan masalah permodalan. c. Masyarakat terutama pemuda/pemudi lebih melihat peluang kerja keluar negeri yang lebih menguntungkan sehingga potensi-potensi desa yang ada lebih banyak dimanfaatkan oleh orang lain. 3.7. Bidang hukum. a. Seringnya timbul masalah dalam masyarakat mengenai pembagian harta warisan. b. Seringnya masyarakat sekitar main hakim sendiri tanpa melibatkan pihak yang berwenang. c. Seringnya terjadi sengketa mengenai pertanahan.