Anda di halaman 1dari 3

Tinggalkan Ayah Tinggalkan Ibu Tinggalkan ayah tinggalkan ibu (ayah ibu) Ijinkan kami pergi berjuang Dibawah

kibaran sang merah putih Majulah ayo maju menyerbu (serbu!) Tidak kembali pulang (pasti pulang!) Sebelum kita yang menang (pasti menang!) Walau mayat terdampar di medan perang Demi bangsa, ku rela berkorban Maju ayo maju ayo terus maju Singkirkan dia dia dia Kikis habislah mereka, demi negara Indonesia Wahai kawanku pasukan baret ungu Dimana engkau berada (disini) Teruskan perjuangan para pahlawan Demi bangsa kurela berkorban Di Dalam Pertempuran Di dalam pertempuran tidak pernah memalukan Mati dalam perang menjadi kebanggaan Infanteri hantu rimba Marinir hantu laut Kopaskhas hantu di udara Kalau menwa hantu mahasiswa Di dalam pertempuran tidak pernah masuk koran Mati dalam perang pacar diambil orang Perwira naik mobil Bintara naik motor Tamtama naiknya sepeda Kalau menwa jalan kaki saja Saya Tunggu Engkau Saya tunggu engkau 2x 2 Rupanya engkau forget to me x Rambate ratak hayo tarik tambang rame rame Disini aku jadi tambah hitam Andaikan aku burung aku akan terbang Tidak lama lagi aku akan pulang Bangun pagi pagi menuju lapangan hitam Untuk mengikuti latihan kemiliteran Tak tahan rasanya ingin segera pulang Pendidikan belum usai Mau makan jalan jongkok Habis makan lompaat kodok Dicaci dimaki dan dibentak bentak (HOY!) Wahai seniorku betapa kejam dirimu

Wahai seniorku betapa jeli matamu Tidakkah kau tahu apa isi hatiku Ku cinta padamu (I love you) Mau marah silahkan Mau benci silahkan Asal jangan kau putuskan cintaku uuu Aku sabar menunggu Sampai hilang jerawatku Malam minggu aku apel ke rumahmu (bawa bom!) Kolam Susu Bukan lautan tapi kolam susu Kami pasukan dari baret ungu Baret ungu baretnya para resimen Kalau dipakai jadi tambah keren Orang bilang baret ungu galak galak Galak galak kalau cintanya ditolak Orang bilang baret ungu jago tembak Tembak atas tembak bawaah kena tengah (DOR!) Rumput Diladang Kuambil rumput di ladang Kujadikan penyamaran Wajah cantik/tampan diubah menjadi setan Agar tak mudah dikenal Bergerak, bertempur resimen mahasiswa pantang mundur Tidak perlu dengan peluru berhambur, cukup dengan pisau dapur Di Hutan Rimba Ditengah hutan rimba tempat kami ditempa Resimen selalu siap sedia Acara hari ini selalu silih berganti Resimen selalu berseri seri Dengarlah dengar sayup sayup suara yang merdu memecah malam Jauhlah dari kampung menuju kota Malang Guna bakti pada ibu pertiwi Angkat senjatamu ditangan kanan Ikat pinggang penuh peluru, granat tangan Yok kitaserbu setiap lawan Sampai titik darah penghabisan Hancur lebur perintah kemerdekaan

Dulu Aku Bercita - Cita Dulu aku bercita-cita menjadi seorang letnan 2 Berdiri tegak gagah perkasa tunaikan tugas yang mulia Kini aku sedang ditempa di rindam V Brawijaya Lupa kawan lupa saudara lupakan saja semuanya Saya tahan menderita siang malam kuditempa Walau diriku ditempa hatiku selalu gembira Gembira-gembira selamanya (Yiha) Bergembira senantiasa selalu gembira Hilangkanlah rasa susah sejauh-jauhnya Rasa susah rasa sedih tiada gunanya (gunaguna) Gunung Tinggi Tiada gunung terlalu tinggi (siapa bilang) Buat kami daki di siang hari Tiada jurang terlalu dalam Buat kami susuri di malam kelam Hutan rimba, padang lalang, kami susuri jalanan jauh (kurang jauh) Panas terik, hujan berangin, majulah ayo maju serbu (serbu!) Arang patah hati kami kuatkan mental fisikmu (fisik fisik) Pasukan baret ungu lah menyapu lawan semua Yok kita menyerbu di angkasa biru Deburan ombak kukayuh Cuaca buruk kutempuh itulah semboyan resimen mahasiswa Derap Langkah Derap langkahnya gagah perkasa ea eo Seirama dengan satu suara Sambil bernyanyi lagu hura-hura Itulah kami menwa brawijaya (jaya!) Ayun kakimu kiri dan kanan Atur jarak jaga kerapian Jangan sampai merusak barisan Banjar dan saf nya harus diluruskan (lurus) Wibawa Tatap mata yang tajam Sikap penuh wibawa Semangat berkobar di dada (di dada) Berat sama dipikul ringan sama dijinjing

Patah tumbuh hilang berganti Walau badai menggelegar angin topan mengiringi Bahkan hujan peluru tak dihiraukan sayang Kompi menwa berani! Kompi menwa perkasa! Kompi menwa jaya selamanya! Hidup Sudirman Ditengah keramaian di bawah terik matahari Letih dan lelah yang kurasakan Desir peluru selalu mengintai Hutan rimba tinggi gunung kudaki Semangat bela pertiwi Hanya ada satu tekad di dalam hati Merdeka atau mati Hidup sudirman! Hidup sudirman! Sudirman pahlawan kami Hidup sudirman! 2x Sudirman patriot sejati Apel Malam Bila apel malam telah tiba Segera siapkan penerjunan Hatiku dag dig dug tak karuan Memikirkan nasib seseorang Bila aku penerjun pertama Segera berdiri depan pintu Pandangan tetap lurus ke depan Sikap eksis jangan dilupakan Bila payung tidak mengebang Segera buka payung cadangan Bila itupun tidak mengembang Serahkan nyawamu pada Tuhan Kapal Selam Kapal selam tangkinya bocor Timbul tenggelam di perbatasan (huha) Buat apa susah hati susah Buat apa sedih hati Resimen tak pernah bersedihh hanya dongkol dalam hati Ijo ijo pakaiannya macam macam senjatanya Baret ungu di kepalanya Mental baja di dadanya

Semerah Darah Sebening Air Mata Semerah darah sebening air mata Itu semboyan kita Majulah ayo maju pantang menyerah Sebelum kita menang (pasti menang!) Ingatlah selalu akan tugas wajibmu Tetap insyaf dan sadar Junjunglah selalu almamater kita Mahasurya tetap jaya Gadis Ayu Wahai engkau duhai gadis ayu Mengapa dulu engkau cinta padaku Tapi kini kau tinggalkan aku sayang Setelah tahu apa profesiku (MENWA!) Tega nian kau tinggalkan aku sayang Mengapa dulu kau cinta padaku Memang uang yang pegang peranan Sayang tapi cintaku kau buat mainan Hey hey hey hey hey hey hey Gadis jaman sekarang mata duitan Disini Gunung Disana Gunung Disini gunung disana gunung Kudaki dengan kaki dan dengkul Tak peduli pacarku bingung ya ya ya Yang penting asyik! Resimen semakin melejit ya ya ya Siswanya pandai dan gesit ya ya ya Tak peduli panas menggigit ya ya ya Yang penting asyik! Sekali lagi asyik! Kurang keras ASYIK!