Anda di halaman 1dari 5

Laporan JIGSAW Blok CIRCULATION and OXYGENATION Semester II

VSD, TOF, TGA, dan PDA

Oleh: Sarah Meita Wardani G1D010071 Kelompok 1

KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU-ILMU KESEHATAN JURUSAN KEPERAWATAN 2012.

KELAINAN YANG DAPAT TERJADI PADA KATUP (SEPTUM) DI JANTUNG

Jantung memiliki fungsi vital ditubuh, yaitu memompa darah yang segar(kaya O2) ke seluruh tubuh, dan menyalurkan darah yang kaya CO2 ke paru-paru untuk membantu proses peredaran darah di pulmonal. Hal ini terus berlanjut di jantung sampai jantung berhenti berdetak atau jantung memiliki kelainan, apa sajakah kelainan di jantung yang dapat menghambat kerja jantung, khususnya pada katup? 1. VSD (Ventrikular Septal Defect) : Merupakan kelaianan pada jantung berupa lubang yang terbentuk di septum antar ventrikel. Penyebab dari VSD ini yaitu akibat dari gaya hidup yang tidak sehat, dan akibat adanya kelaian jantung yang lebih dulu dialami, biasanya penyakit ini ditandai dengan sesak nafas yang dialami penderita dan menurunkan cardiac output sehingga penderita terlihat lemas. VSD menyebabkan darah yang kayak oksigen bercampur dengan darah yang kaya karbondioksida, jadi memungkinkan cardiac output mengeluarkan darah tak bersih ke seluruh tubuh. Kelainan jantung VSD dapat diketahui dengan melihat hasil foto rontgen, EKG, dan auskultasi paru-paru(terdengan ronki basah).

Gambar VSD

Penatalaksanaan dari VSD ini antaralain : a. Jika penderita VSD berusia 2 tahun keatas, maka dilakukan perbaikan nutrisi

b. Jika penderita masih berusia 12-18 bulan, maka sebaiknya dilakukan operasi jika diserrtai gagal jantung.

2. TOF (Tetralogi of Fallot) : Biasanya disebut dengan bayi biru, penyakit ini merupakan sebutan dari beberapa penyakit yaitu (VSD, Stenosis, Hipertrofi Vena, dan Aorta Overfeeding), maka dari itu disebut tetralogi of fallot. Gejala klinis dari TOF ini yaitu : Sesak nafas saat beraktivitas, berat badan tidak kunjung bertambah, pertumbuhan yang lambat, kebiruan di daerah ekstremitas dan bibir. Pemeriksaan penunjang yang dapat dilakukan untuk mengetahui TOF ini yaitu pemeriksaan CTR, EKG, kateterisasi jantung, dan operasi bagi usia 1 tahun.

Gambar TOF 3. TGA (Transposition of Great Arteries) : Kelainan letak pembuluh arteri besar jantung, yaitu antara arteri pulmonalis dan aorta. TGA memiliki 2 jenis yaitu Intraventrikular tanpa VSD, dan Intraventrikular dengan VSD. Kelainan ini ditandai dengan penumpukkan oksihaemoglobin dan, peningkatan aliran darah ke paru. Pemeriksaan penunjang yang dapat dilakukan yaitu foto rontgen dan EKG.

4. ASD (Atrial Septal Defect) : Merupakan kelainan pada jantung berupa lubang di septum yang menyekat atrium kanan dan kiri, mengakibatkan darah dari atrium kiri akan masuk ke atrium kanan. ASD memiliki 3 jenis yang berbeda menurut letak : ASD primum(di bagian bawah septum), ASD sekundum(dibagaian tengah septum), dan defect sinus venosus. Penyebab ASD ini yaitu adanya zat kimiawi dan cidera yang dialami ibu saat hamil. Pemeriksaan yang dilakukan yaitu CTR, elektrokardiografi, elektrokardiogram, kateterisasi jantung, dan pemeriksaan radiologi.

Gambar ASD 5. PDA (Patent Duktus Arteriosis) : Merupakan duktus arteriosus yang tetap terbuka setelah bayi lahir. Penyebabnya yaitu kelahiran premature dan Ibu hamil yang mengonsumsi alcohol. 3 jenis PDA yaitu PDA kecil(ditandai dengan bising murmur dan asimptomatik), PDA sedang(ditandai dengan kesulitan makan pada usia 2-5 bulan), PDA besar(ditandai dengan dispnea, takipnea, banyak keringat). Pemeriksaan penunjang yang dapat dilakukan yaitu Rontgen dan EKG.

Gambar PDA

REFERENSI Hassan, R., & Alatas, H. (2005). Buku kuliah 1 ilmu kesehatan anak. Jakarta: Infomedika. Mansjoer, A., Suprohaita, Wardhani, W. I., & Setiowulan, W. (2000). Kapita selekta kedokteran. Jakarta: Media Aesculapius. Muscari, M. E. (2005). Panduan belajar: keperawatan pediatrik. Jakarta: EGC. Price, S. A., & Wilson, L. M. (2005). Patofisiologi konsep klinis proses - proses penyakit volume 1. Jakarta: EGC.