Anda di halaman 1dari 10

MATERI PELAJARAN KIMIA JUDUL KELAS SEMESTER TAHUN PELAJARAN : LARUTAN ASAM BASA : XI.

IA : GENAP : 2011-2012

STANDAR KOMPETENSI : 4. Memahami sifat-sifat larutan asam-basa, metode pengukuran, dan terapannya KOMPETENSI DASAR : 4.1. Mendeskripsikan teori-teori asam basa dengan menentukan sifat larutan dan menghitung pH larutan A. TEORI ASAM BASA A.1. Teori asam basa Arrhenius Asam : senyawa yang dilarutkan dalam air akan membebaskan ion hidrogen (H+) Contoh : HCl + H2O H+ + Cl(asam monoprotik) HNO3 + H2O H+ + NO3(asam monoprotik) + 2H2SO4 + H2O H + SO4 (asam diprotik) Basa : senyawa yang dilarutkan dalam air akan membebaskan ion hidroksida (OH-) NaOH + H2O Na+ + OHKOH + H2O K+ + OHBa(OH)2 + H2O Ba2+ + 2OHSoal Latihan: Tuliskan reaksi pembentukan ion H+ atau ion OH- dari senyawa-senyawa berikut : 1. H2CO3 2. H3PO4 3. Ca(OH)2 4. NH4OH 5. Al(OH)3 Kunci Jawaban: 1. H2CO3 + H2O 2. H3PO4 + H2O 3. Ca(OH)2 + H2O 4. NH4OH + H2O 5. Al(OH)3 + H2O

2H+ + CO323H+ + PO43Ca2+ + 2OHNH4+ + OHAl3+ + 3OH-

A.2. Teori asam basa Bronsted-lowry Teori asam basa Bronsted-Lowry adalah teori yang melengkapi kelemahan teori asam basa Arrhenius karena tidak semua senyawa bersifat asam atau basa dapat menghasilkan ion H+ atau OH- bila dilarutkan dalam air. Asam adalah senyawa yang dapat menyumbangkan atau memberikan proton yaitu ion H+ ke senyawa atau zat lain. Basa adalah senyawa yang dapat menerima proton yaitu ion H+ dari senyawa atau zat Lain.

Contoh :

HCl

+ H2O

H3O+ + Cl-

HCl adalah asam, karena memberikan proton (H+) kepada H2O, Setelah memberikan proton (H+) kepada H2O, terbentuk Cl-. HCl dan Cl- merupakan pasangan asam basa konjugasi. H2O adalah basa, karena menerima proton (H+) dari HCl, setelah menerima proton (H+) dari HCl, terbentuk H3O+. H2O dan H3O+ merupakan pasangan basa asam konjugasi. Soal Latihan: Tunjukkan zat yang bersifat asam basa konjugasi untuk reaksi berikut: a. NH3 + H2O NH4+ + OHb. CH3COOH + H2O H3O+ + CH3COOc. C9H8O4 + H2O H3O+ + C9H7O4Kunci jawaban: a. NH3 adalah basa, karena menerima H+ dan H2O adalah asam, karena menyumbangkan H+ . NH3 dan NH4+ serta H2O dan OH- merupakan pasangan asam basa konjugasi b. CH3COOH adalah asam, karena menyumbangkan H+ H2O adalah basa, karena menerima H+ CH3COOH dan CH3COO- serta H2O dan H3O+ merupakan pasangan asam basa konjugasi c. C9H8O4 adalah asam, karena menyumbangkan H+ H2O adalah basa, karena menerima H+ C9H8O4 dan C9H7O4- serta H2O dan H3O+ merupakan pasangan asam basa konjugasi. A.3. Teori asam basa Lewis Asam adalah senyawa atau zat yang menerima pasangan elektron (atom pusat tidak mempunyai pasangan elektron bebas) Basa adalah senyawa atau zat yang memberi pasangan elektron (atom pusat mempunyai pasangan elektron bebas) Contoh : BF3 + NH3 BF3NH3 BF3 adalah asam, karena menerima pasangan elektron, NH3 adalah basa, karena memberi pasangan elektron F .. F : B
..

H .. : N: H
..

F H .. .. F: B :N:H
.. ..

..

Soal latihan : Tentukan zat yang bersifat asam dan bersifat basa dari reaksi berikut: 1. H+ + NH3 NH4+ 2. CO2 + H2O H2CO3 Kunci Jawaban: 1. NH3 adalah basa, karena memberi pasangan elektron 2. H+ adalah asam, karena menerima pasangan elektron

B. Sifat larutan asam basa pH merupakan ukuran keasaman atau kebasaan suatu larutan. Ada beberapa cara untuk menentukan sifat asam atau basa dan nilai pH suatu larutan, antara lain: 1. Menggunakan kertas lakmus Kertas lakmus adalah kertas yang mengandung lakmus dan menunjukkan sifat keasaman, kebasaan atau kenetralan suatu larutan. Larutan Asam memerahkan kertas lakmus biru, sedangkan larutan basa dapat membirukan kertas lakmus merah Sifat asam, basa, atau netral beberapa larutan Jenis Larutan Perubahan warna Sifat Larutan Lakmus biru Lakmus merah Air jeruk Merah Merah Asam Air kapur Biru Biru Basa Cuka dapur Merah Merah Asam Air gula Biru Merah Netral 2. Menggunakan indikator universal Indikator universal tidak hanya menentukan sifat asam atau basa suatu larutan, tetapi dapat juga menentukan nilai pH. Nilai pH dapat ditentukan dengan mencocokan warna secara manual pada kertas indikator universal tersebut dengan warna pada wadah atau tabel. 3. Menggunakan indikator alami Menentukan sifat suatu senyawa asam atau basa dapat dilakukan dengan menggunakan indikator alami. Contoh indikator alami pada tabel berikut: Nama Indikator Alami Warna Awal Perubahan warna Dalam larutan asam Dalam larutan basa MAWAR MERAH MERAH HIJAU GERANIUM MERAH ORANYE KUNING KEMBANG SEPATU MERAH MERAH HIJAU KOL MERAH UNGU MERAH HIJAU DAUN ILER COKLAT MERAH KUNING

4. Menggunakan larutan indikator Larutan indikator adalah larutan yang digunakan untuk menentukan sifat asam dan basa dari suatu larutan tertentu Contoh : Indikator metil jingga mempunyai trayek pH : 3,1 4,4 dengan perubahan warna dari merah ke kuning. Oleh karena itu, indikator metil jingga tersebut akan berwarna merah jika diteteskan pada larutan yang mempunyai pH < 3,1 dan akan memberikan warna kuning jika ditetekan pada larutan yang mempunyai pH > 4,4. Pada pH antara 3,1 4,4 warna metil jingga merupakan campuran antara merah dan kuning yaitu jingga. Berikut beberapa larutan indikator dengan jangkauan pH dan perubahan warna: Nama Indikator Perubahan Warna Trayek pH METIL JINGGA (MO) MERAH KE KUNING 3,1 4,4 METIL MERAH (MR) MERAH KE KUNING 4,2 6,2 LAKMUS MERAH KE BIRU 4,5 8,3 BROM TIMOL BIRU (BTB) KUNING KE BIRU 6,0 7,6 FENOLFTALEIN (PP) TIDAK BERWARNA KE MERAH UNGU 8,0 9,6 Indikator tunggal hanya akan menunjukkan hasil secara kasar, Misalnya: suatu larutan ditetesi indikator PP berwarna merah, berarti larutan tersebut mempunyai pH > 8,3.

C. Derajat keasaman (pH) C.1. Memperkirakan harga pH suatu larutan dengan beberapa indikator: untuk mendapatkan hasil yang lebih teliti dapat digunakan beberapa indikator terhadap satu larutan. Contoh : Suatu larutan akan memberikan warna kuning dengan indikator metil jingga dan metil merah, dan memberikan warna biru dengan indikator BTB, sedangkan dengan indikator PP tidak berwarna. Perkirakan harga pH larutan tersebut. Jawab: Dengan metil jingga berwarna kuning, pH > 4,4 Dengan metil merah berwarna kuning, pH > 6,2 Dengan BTB berwarna biru, pH > 7,6 Dengan PP tidak berwarna, pH < 8,0 Jadi pH larutan kira-kira = 7,6 8,0 Soal latihan: Larutan X bila diuji dengan indikator MO dan BTB berwarna kuning, dengan MR berwarna jingga dan tidak berwarna dengan PP. Perkirakan harga pH larutan X tersebut. Kunci Jawaban: Dengan Metil jingga berwarna kuning, pH > 4,4 Dengan BTB berwarna kuning, pH < 6,0 Dengan MR berwarna jingga, 4,4 < pH > 6,2 Dengan PP tidak berwarna. pH < 8,3 Maka pH larutan X tersebut sekitar 4,4 6,0 Kesetimbangan ion dalam larutan 1. Kesetimbangan air Air merupakan elektrolit sangat lemah karena sebagian molekul air terionisasi menurut reaksi : H2O(l) H+ (aq) + OH- (aq) Menurut hukum kesetimbangan: [H+] [OH-] K= , konsentrasi H2O dianggap tetap karena molekulnya [H2O] terionisasi sangat sedikit K [H2O] = [H+] [OH-] Kw = [H+] [OH-] Harga Kw akan berubah bila suhunya berubah. Reaksi ionisasi air merupakan reaksi endoterm, sehingga bila suhu dinaikkan, maka harga Kw akan semakin besar. Pada suhu 25oC harga Kw = 10-14 Dari persamaan reaksi ionisasi air : H2O(l) H+ (aq) + OH- (aq) Menunjukkan bahwa [H+] = [OH-] , maka dengan disubstitusikan ke dalam persamaan Kw = [H+] [OH-] = [H+] [H+] = [H+]2 10-14= [H+]2 [H+] = 10-14 = 10-7 M dan [OH-] = 10-7 M

2. Pengaruh asam dan basa terhadap kesetimbangan air Adanya ion H+ yang dihasilkan oleh suatu asam dan ion OH- yang dihasilkan suatu basa dapat mengakibatkan terjadinya pergeseran kesetimbangan terhadap kesetimbangan air, sehingga dapat mempengaruhi konsentrasi ion H+ dan ion OH- di dalam larutan tersebut. Bagaimanakah pengaruh adanya asam dan basa di dalam air tersebut? A. Asam Kuat Asam kuat merupakan asam yang dianggap terionisasi sempurna dalam larutannya. Bila di dalam air terlarut suatu asam kuat, misalnya HCl 0,1 M, maka dapat mengganggu kesetimbangan air. (1) H2O(l) H+ (aq) + OH- (aq) 10-7M 10-7M (2) HCl(aq) H+ (aq) + Cl- (aq) 0,1 M 0,1 M 0,1 M + Adanya ion H yang berasal dari HCl menyebabkan kesetimbangan air bergeser ke kiri, sehingga konsentrasi [H+] dan [OH-] dari air berkurang dari 10-7. Dengan demikian [H+] dari air pada reaksi (1) dapat diabaikan terhadap [H+] dari HCl, sebab dalam air murni hanya terdapat sebuah ion H+ dari 10 juta molekul air. Jadi dapat disimpulkan bahwa untuk larutan asam kuat, [H+] hanya dianggap berasal dari asam saja, sedangkan ion H+ dari air dapat diabaikan karena terlalu kecil jika dibandingkan dengan H+ yang berasal dari HCl 0,1 M. Dengan demikian, secara umum [H+] dalam larutan asam kuat dapat dicari berdasarkan reaksi : HnA 9aq) n H+ (aq) + An- 9aq) aM (n x a) M H+ = (n x a) M ( a = molaritas asam dan n = jumlah ion H+ yang dihasilkan dari ionisasi asam) Beberapa senyawa Asam Kuat: HCl, HBr, HI, HNO3 , H2SO4 , HClO3 , HClO4 . Contoh soal: Hitunglah konsentrasi ion H+ dalam larutan H2SO4 0,05 M Jawab : H2SO4 (aq) 2H+ (aq) + SO42- (aq) 0,05 M 2 x 0,05 0,1 M Jadi [H+] = n x a = 2 x 0,05 = 0,1 M Soal latihan: Hitunglah konsentrasi ion H+ dalam larutan berikut: 1. HNO3 0,01 M 2. HClO4 0,02 M Kunci Jawaban : 1. HNO3 H+ + NO30,01M 0,01M 0,01M + Jadi [H ] = n x a = 1 x 0,01 = 0,01 M 2. HClO4 H+ + ClO40,02M 0,02M 0,02M Jadi [H+] = n x a = 1 x 0,02 = 0,02 M

B. Basa Kuat Basa yang dalam larutannya dapat terionisasi sempurna Basa kuat akan menyebabkan kesetimbangan air bergeser ke kiri, karena adanya ion OH- yang berasal dari basa yang terlarut tersebut. Misalnya: Dalam air terlarut NaOH 0,1M, maka terdapat reaksi: H2O(l) H+ (aq) + OH- (aq) 10-7M 10-7M NaOH (aq) Na+ + OH0,1M 0,1M 0,1M Adanya ion OH- yang berasal dari NaOH menyebabkan kesetimbangan air bergeser ke kiri, sehingga konsentrasi [H+] dan [OH-] dari air berkurang dan menjadi sangat sedikit dibanding ion OH- yang berasal dari NaOH. Dengan demikian [OH-] dari air dapat diabaikan. Jadi secara umum [OH-] dalam larutan basa dapat dicari berdasarkan persamaan reaksi. L(OH)n (aq) Ln+ (aq) + n OH- (aq) bM bM (n x b) M jadi [OH-] = n x b M b = molaritas basa n = jumlah ion OH- yang dihasilkan dalam ionisasi basa

Beberapa senyawa Basa kuat : NaOH, KOH, Ba(OH)2 , Ca(OH)2 , LiOH , Sr(OH)2 , Mg(OH)2 . Contoh : Hitunglah konsentrasi ion OH- yang terdapat dalam Ba(OH)2 0,01M. Jawab: Ba(OH)2 (aq) Ba2+ + 2OH0,01M 0,01M 2 x 0,01M [OH]- = n x b = 2 x 0,01 M = 0,02 M Soal Laihan: 1. Hitunglah konsentrasi ion OH- dari larutan berikut: a. KOH 0,05 M b. Mg(OH)2 0,05 M 2, Hitunglah konsentrasi ion OH- dan ion H+ yang terdapat dalam larutan NaOH 0,01 M Kunci Jawaban: 1. a. KOH K+ + OH0,05M 0,05M 0,05M [OH] = n x b = 1 x 0,05 M = 0,05 M 2. NaOH Na+ + OH0,01M 0,01M 0,01M [OH-] = b x 0,01M = 1 x 0,01M = 0,01 M

b. Mg(OH)2 Mg2+ + 2 OH0,05 M 0,05M 2 x 0,05 M [OH ] = n x b = 2 x 0,05M = 0,1 M [H+] [OH-] = 10-14 [H+] 0,01 = 10-14 [H+] = 10-14 / 0,01 [H+] = 10-12 M

C. Asam Lemah Asam Lemah merupakan asam yang hanya sebagian kecil yang dapat terionisasi . Dalam larutan asam lemah terjadi kesetimbangan reaksi antara ion yang dihasilkan asam tersebut dengan molekul asam yang terlarut dalam air. Untuk asam monoprotik HA, akan terjadi reaksi setimbang: HA (aq) H+ (aq) + A- (aq) Ka = [H+] [A-] , [HA] Dari harga Ka tersebut dapat ditentukan [H+] dalam larutan asam lemah. Tetapan ionisasi asamnya (Ka) , Derajat ionisasi asam lemah sangat kecil, sehingga hanya sedikit HA asam lemah yang terionisasi. Oleh karena kecilnya ionisasi dianggap bahwa [HA] dalam larutan dianggap tetap. Dari persamaan ionisasi asam diketahui bahwa [H+] = [A-], dengan demikian: Ka = [H+] [A-] , Ka = [H+] [H+] , Ka = [HA] [HA] [H+]2 = Ka . [HA] [H+] = Ka . [HA] [H+]2 [HA] ,

Ka = tetapan ionisasi asam [HA] = konsentrasi asam Harga Ka merupakan gambaran kekuatan asam. Semakin besar harga Ka berarti semakin banyak ion H+ yang dihasilkan, atau semakin kuat asam tersebut. Selain harga Ka, besaran lain yang dapat menggambarkan kekuatan asam adalah derajat ionisasi (). Beberapa senyawa Asam Lemah : HF, HCN, CH3COOH, H2S, H2CO3 , H2C2O4 Hubungan derajat ionisasi, Ka dan konsentrasi asam Dari reaksi kesetimbangan: HA (aq) H+ (aq) + A- (aq) Mula-mula : aM Terionisasi : a a a Setimbang : a - a a a Dengan rumusan : [H+] = Ka . [HA] a = Ka . a (a )2 = Ka . a a2 2 = Ka . a 2 = Ka . a = Ka a2 a = Ka , karena HA yang terionisasi sangat kecil, maka [HA] dianggap tetap. a Sehingga didapatkan: = Ka [HA] Dari rumusan tersebut menunjukkan bahwa bila larutan semakin encer, maka derajat ionisasinya semakin besar. Dan sebaliknya jika larutannya semakin pekat, derajat ionisasinya semakin kecil. Asam sangat pekat bahkan mempunyai derajat ionisasi mendekati nol. Contoh soal : Hitunglah konsentrasi ion H+ dalam larutan CH3COOH 0,1M, jika tetapan ionisasi (Ka) CH3COOH = 10-5. Jawab : [H+] = Ka . [CH3COOH] = 10-5 . 0,1 = 10-6 = 10-3 M

Latihan soal: Konsentrasi ion H+ dalam suatu asam sebesar 10-2M. Jika tetapan ionisasi asam Ka = 10-6. Berapa persen asam yang terionisasi? Kunci Jawaban: [H+] = Ka . [HA], 10-2 = 10-6 . [HA] , 10-4 = 10-6 . [HA] , Dengan persamaan: = Ka , maka = 10-6 = 10-2 . [HA] 10-4 = 10-2 x 100% = 1%

[HA] = 10-4 M

D. Basa Lemah Sama halnya dengan asam lemah, pada basa lemah sebagian kecil basa yang terionisasi, sehingga reaksi ionisasi basa lemah merupakan reaksi kesetimbangan. BOH (aq) B+ (aq) + OH- (aq) Dengan cara penurunan yang sama, maka persamaan yang digunakan untuk menetukan konsentrasi OH- dalam larutan : [OH-] = Kb . [BOH], dan = Kb [BOH] Kb dan dapat digunakan sebagai ukuran kekuatan basa, semakin besar harga Kb semakin kuat basanya dan semakin besar harga derajat ionisasinya. Beberapa senyawa Basa Lemah: NH3 , NH4OH , Al(OH)3 , Fe(OH)3 . Contoh soal: Hitunglah konsentrasi ion OH- dalam larutan NH4OH 0,1M, jika tetapan ionisasi (Kb) NH4OH = 10-5. Jawab : [OH-] = Kb . [NH4OH] = 10-5 . 0,1 = 10-6 = 10-3 M Latihan soal: Konsentrasi ion OH- dalam suatu basa sebesar 10-2M. Jika tetapan ionisasi basa Kb = 10-6. Berapa persen basa yang terionisasi? Kunci Jawaban: [OH+] = Kb . [BOH], 10-2 = 10-6 . [BOH] , 10-4 = 10-6 . [BOH] , Dengan persamaan: = Ka , maka = 10-6 = 10-2 . [BOH] 10-4 = 10-2 x 100% = 1%

[BOH] = 10-4 M

E. Menghitung pH Asam dan Basa pH merupakan bilangan positif yang diperoleh dengan rumus sebagai berikut: pH = - log [H+] pOH = - log [OH-] Kw = [H+] [OH-] -Log Kw = - log [H+] + - log [OH-] pKw = pH + pOH pada suhu 25oC, Kw = 10-14 . maka: -log10-14 = -log [H+] + -log [OH-] 14 = pH + pOH

E.1. Menghitung pH asam kuat [H+] = (n x a) M pH = - log [H+] contoh: Jika 4,5 gram H2SO4 dilarutkan ke dalam air hingga volumenya mencapai 2 L. Berapa nilai pH larutan tersebut? Jawab : H2SO4 2H+ + SO42Mol = massa/Mr = 4,5 / 98 = 0,046 mol M = mol/Liter = 0,046/2 = 0,023 M [H+] = n x a = 2 x 0,023 = 0,046 M. pH = -log [H+] = -log 0,046 = 1,34. Soal Latihan: Berapa pH larutan HCl 0,1 M? Kunci jawaban: HCl H+ + Cl[H+] = n x a = 1 x 0,1 = 0,1 M. pH = -log [H+] = -log 0,1 = 1 E.2. menghitung pH basa kuat [OH-] = (n x b) M pOH = - log [OH-] pH = 14 pOH contoh: Jika di dalam sebuah bejana terdapat larutan KOH 0,4 M, Berapa besarnya nilai pH larutan tersebut? Jawab: KOH K+ + OH[OH-] = n x b pOH = -log [OH-] pH = 14 - pOH = 1 x 0,4 = -log 0,4 = 14 0,39 = 0,4 M = 0,39 = 13,61 Soal Latihan: Berapa pH larutan Ba(OH)2 0,005 M? Kunci Jawaban: Ba(OH)2 Ba+2 + 2OH[OH-] = n x b pOH = 2 x 0,005 = 0,01 M

= -log [OH-] = -log 0,01 =2

pH

= 14 - pOH = 14 - 2 = 12

E.3. Menghitung pH asam lemah [H+] = Ka . [HA] Contoh : Jika di dalam suatu wadah terdapat larutan CH3COOH 0,2 M, berapa besarnya nilai pH ? (Ka = 1,8 x 10-5 M pada suhu 25oC) Jawab : [H+] = Ka . [HA] pH = -log [H+] -5 = 1,8 x 10 . 0,2 pH = - log 1,89 x 10-3 = 3,6 x 10-6 pH = 3 log 1,89 -3 = 1,89 x 10 M pH = 2,72

Soal Latihan: Jika 5 gram HCN (Mr = 27) dilarutkan ke dalam air hingga volumenya mencapai 100 mL, Berapa besarnya nilai pH larutan tersebut? ( Ka = 1,7 x 10-8 M) Kunci Jawaban: Mol HCN = massa/Mr = 5 / 27 = 0,185 mol M HCN = mol/Liter = 0,185 / 0,1 = 1,85 M. [H+] = Ka . [HA] = 1,7 x 10-8 . 1,85 = 3,145 x 10-8 = 1,77 x 10-4 M. pH = -log [H+] pH = -log 1,77 x 10-4 pH = 4 log 1,77 pH = 3,75

E.4. Menghitung pH basa lemah [OH-] = Kb . [BOH] Contoh : Jika di dalam sebuah wadah terdapat larutan NH4OH 0,01 M, Berapa besarnya nilai pH larutan tersebut? ( Kb = 1,8 x 10-5) Jawab: [OH-] = Kb . [BOH] pOH = -log [OH-] = 1,8 x 10-5 . 0,01 = -log 4,24 x 10-4 -7 = 1,8 x 10 = 4 log 4,24 = 4,24 x 10-4 M = 3,37

pH = 14 - pOH = 14 3,37 = 10,63

Soal Evaluasi: 1. Asam adalah senyawa yang dapat menyumbangkan atau memberikan proton ke senyawa atau zat lain. Pernyataan tersebut merupakan teori asam basa menurut .... a. Arrhenius c. Lewis e. Proust b. Bronsted-Lowry d. Lavoisier 2. CH3COOH + H2O CH3COO- + H3O+ Berdasarkan reaksi di atas yang merupakan pasangan asam basa konjugasi adalah .... a. CH3COOH dan CH3COO- c. H3O+ dan CH3COOH e. CH3COO+ b. H3O dan H2O d. CH3COO dan H2O 3. Besarnya pH untuk larutan KOH 0,02 M adalah .... a. 12,3 c. 8,9 e. 1,7 b. 10,6 d. 1,4 4. Besarnya pH asam nitrit 0,05 M (Ka = 5 x 10-4) adalah .... a. 2 log 3 c. 3 log 5 e. 6 log 5 b. 3 log 2 d. 5 log 3 5. Larutan CH3COOH 0,1 M yang terionisasi dengan derajat ionisasi 0,01. pH larutan tersebut adalah .... a. 1 b. 2 c. 3 d. 4 e. 5