Anda di halaman 1dari 5

OPERASI TITIK PADA CITRA I. KOMPETENSI 1. Mahasiswa mengetahui konsep dari opersi titik pada citra 2.

Mahasiswa dapat melakukan proses komputasi/operasi titik pada citra 3. Mahasiswa mampu membuat algoritma dari opeasi titik pada citra. II. TUGAS PENDAHULUAN 1. Operasi titik pada pengolahan citra adalah operasi terhadap citra asal di mana setiap titik diolah secara ................... terhadap titiktitik lain. 2. Sebutkan 3 aplikasi operasi titik untuk pengolahan citra 3. Buatlah algoritma pemograman salah satu bentuk dari aplikasi operasi titik III. DASAR TEORI Citra digital direpresentasikan dengan matriks. Operasi pada citra digital pada dasarnya adalah memanipulasi elemen-elemen matriks. Elemen matriks yang dimanipulasi dapat berupa elemen tunggal (sebuah pixel), sekumpulan elemen yang berdekatan, atau keseluruhan elemen matriks. Operasi-operasi yang dilakukan pada pengolahan citra dapat dikelompokkan ke dalam empat level komputasi, yaitu level titik, level lokal, level global, dan level objek. Operasi pada level titik hanya dilakukan pada pixel tunggal di dalam citra. Operasi titik dikenal juga dengan nama operasi pointwise. Operasi titik pada pengilahan citra adalah operasi terhadap citra asal dimana setiap tiitk diolah secara independen terhadap titik-titik yang lain, atau dengan kata lain perubahan intensitas suatu pixel tidak berpengaruh terhadap pixel-pixel yang lainnya dalam sebuah citra. Setiap titik pada citra memiliki 2 karakteristik yaitu koordinat posisi titik berada dan nilai intensitas dari titik itu sendiri. Operasi tiitk tidak gayut terhadap koordinat titik, baik titik yang dituju itu sendiri maupun titik-titik pada posisi yang

Laboratorium Telekomunikasi Multimedia

II.1

lain, sehingga hanya nilai dari titik tersebut yang diolah/modifikasi. Secara matematis, operasi pada aras titik dinyatakan sebagai: fB(x, y) = Otitik{fA(x, y)}

yang dalam hal ini fA dan fB masing-masing adalah citra masukan dan citra keluaran, Otitik dapat berupa operasi lanjar (linear) atau nirlanjar (nonlinear). Yang dimaksud dengan operasi lanjar adalah operasi yang dapat dinyatakan secara matematis sebagai persamaan lanjar kebalikannya adalah persamaan nirlanjar. Operasi pada level titik dapat dibagi menjadi tiga macam: a. berdasarkan intensitas, seperti; 1. operasi pengambangan/thresholding; dimana nilai intensitas pixel dipetakan ke salah satu atau dua nilai a1 atau a2, berdasarkan nilai ambang (T) 2. operasi negatif yaitu mendapatkan citra negatif (negative image) dengan mengurangi nilai intensitas pixel dari nilai keabuan maksimum. 3. operasi pemotongan/clipping, 4. dan operasi pencerahaan citra. a. berdasarkan geometri, misalnya pemutaran/rotasi, pergeseran/translasi, penskalaan/dilatasi, pembetulan erotan/distorsi. b. gabungan keduanya seperti ; image morphing IV. PROSEDUR PRAKTIKUM a. Program operasi Threshold (Konversi citra Grayscale ke citra biner) 1. Ketikan program pada editor Matlab/M-File : clc; clf; clear all; A=imread('cameraman.tif'); subplot (211) imshow(A); title('Citra awal'); [m n]=size(A);

Laboratorium Telekomunikasi Multimedia

II.2

for m=1:255 % m=1:255 for n=1:255 % n=1:255 if A(m,n)<=128; B(m,n)=0; elseif A(m,n)>=128 B(m,n)=1; end end end subplot (212) imshow (B) title('Citra hasil'); 2. Selanjutnya simpan file dengan nama titik1.m dan jalankan, maka hasilnya akan seperti gambar dibawah ini.

Citra awal

citra hasil

3. Selanjutnya anda coba rubah citra diatas dengan citra lain yang mempunyai level keabuan selain dari 256, amati hasil programnya. b. Program Operasi Negatif 1. Ketikan program berikut : clc; clf; clear all; A=imread('cameraman.tif'); Subplot (121); Imshow (A); title('Citra awal'); for m=1:255; for n=1:255 A=double(A); B(m,n)=255-A(m,n); end end

Laboratorium Telekomunikasi Multimedia

II.3

B=uint8(B); subplot (122); imshow(B) title('Citra hasil'); 2. Setelah disimpan dengan nama titik2.m maka akan menghasilkan gambar ;

citra awal

citra hasil

c. Program untuk peningkatan kontras. 1. Ketikan program sbb: clc; clf; clear all; A=imread('cameraman.tif'); Subplot (121); Imshow (A); for m=1:255; for n=1:255 B(m,n)=A(m,n)+70; end end B=uint8(B); subplot (122); imshow(B) 2. Simpan dengan nama titik3.m dan bila dijalankan maka menghasilkan gambar sbb;

Laboratorium Telekomunikasi Multimedia

II.4

citra awal

citra hasil

d. Untuk program operasi citra yang lain seperti operasi clipping pada citra, silahkan saudara cobakan sendiri, dan tampilkan hasilnya. V. TUGAS
1. Kurangi kecemerlangan citra cameraman.tif sebesar 50. 2. Bandingkan citra hasil dengan citra aslinya. 3. Bandingkan juga histogram citra hasil dengan histogram citra aslinya.

Laboratorium Telekomunikasi Multimedia

II.5