| Pendidikan | Medika | Probis | Otomotif | Dialog Jum'at | Manajemen Qalbu

|

Home

MEDIKA Belanja Anjangsana Etalase Gaya Konsultasi Hukum Mal Tips Dialog Dinamika Dunia Islam Humor Sufi Info Halal Info ZIS Iqra Kabar Khasanah Muhibah Pengalaman Rohani Quraish Shihab Silaturahmi Tasawuf Telaah Ufuk Umroh-Haji Wawancara Medika Ekstrak Jurnal Kisah Klinika Konsultasi Mikroskop Visite Wawancara MQ Jendela Keluarga Klinik MQ

CARI :

Sampaikan kepada rekan

Cetak berita ini

GO

Ketika pertama ditemukan. ia meneliti dan berkesimpulan bahwa rotavirus merupakan penyebab terbanyak kasus diare. ''Walaupun kami sudah memberikan pendidikan dan pelatihan pada orang tua sangat intens. sapaan akrab Srisupar Yati Soenarto. Ketika melakukan penelitian.'' tuturnya. Ini yang tak pernah saya lupakan. Yogyakarta. yaitu lima bungkus oralit diaduk bersama satu gelas air sehingga bayi kebanyakan garam natrium. oralit masih mengandung natrium dalam dosis . Ketika pulang dari rumah sakit Yati kebetulan lewat depan rumah ibu tersebut dan melihat ada banyak pelayat di sana. Prof Ruth Bishop. Padahal. sepertiga dari pasien anak yang diare di rumah sakit meninggal. Alhamdulillah sekarang masyarakat semakin tahu cara penggunaan dan manfaat oralit dan edukasi tidak hanya orang per orang melainkan secara massal. Setelah oralit ditemukan Yati gencar memberi pelatihan tentang penggunaan oralit dan cara pembuatan oralit secara sederhana kepada ibu-ibu rumah tangga. Menurut Kepala Bagian Ilmu Penyakit Anak Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada ini. ternyata yang mempraktikkan bukan hanya ibunya. ini. ''Saya wanti-wanti (berpesan . menemukan ada rotavirus pada bayi yang menderita diare.'' kata dr Yati yang juga konsultan Unit Pelayanan Krisis Terpadu Perempuan dan Anak RS Dr Sardjito. Waktu itu dia berpikir. Namun. Ada satu pengalaman sangat berkesan waktu awal ia memperkenalkan oralit. Di televisi pun ada pesan untuk masyarakat sehingga anak-anak juga tahu. seharusnya satu bungkus oralit dicampur dengan satu gelas air. Pembantu salah memberi ukuran oralit. Yati memberitahu sang ibu tentang bahaya kurang cairan sehingga sang bayi harus sering diberi oralit. mengapa harus diberi antibiotik? Apakah diare karena infeksi? Kebetulan pada 1973 seorang ahli mikrobiologi dari Melbourne. Hasil penelitian yang dilakukannya pada 1970 menunjukkan.'' kata dr Yati. semakin lama semakin banyak masalah yang terkait dengan diare. obat antidiare. Bila bisa bermanfaat rasanya puas. ia mendapati bahwa 38 persen dari seluruh pasien anak yang menderita diare di rumah sakit ternyata mengidap rotavirus.Lintas Usaha Ragam Seputar MQ Taushiyah Wawasan Otomotif Otohobi Otoproduk Otoprofil Ototekno Ototips Spion Tips Pendidikan Dinamika Klinik Mancanegara Sambang Sosok Terampil Teropong Probis Corporate Gov Etika Kepemimpinan Khas Kreatif Marketing Profesi Profil SDM Siasat Taktiktak Wirausaha Rekor Jendela Profil Selasa. dulu anak diare yang dirawat di rumah sakit diberi infus. Saat itu ada seorang ibu terpelajar (kepala sekolah SD) datang ke rumahnya membawa bayi gemuk yang sedang diare. Saat mencari tahu penyebab kematian bayi tersebut terungkap bahwa saat sang ibu pergi bayi dititipkan pada pembantu. Ia menuturkan. dan antibiotik. ''Saya tertarik pada masalah diare karena ingin membantu dan tidak ada pamrih apa-apa. Bersama Prof Ruth Bishop.Red) agar ke sekolahnya ditunda saja dan bayinya jangan sampai ditinggal. Separo dari pasien anak di rumah sakit menderita penyakit tersebut. 15 Maret 2005 Srisupar Yati Soenarto Selama 35 Tahun Geluti Diare Dulu diare merupakan penyebab tertinggi angka kematian di Indonesia. sang ibu mengatakan kalau dia mau ke sekolah sebentar. Itu membuat Prof Dr dr Srisupar Yati Soenarto SpA tergerak untuk meneliti penyebab dan cara untuk mengatasinya. Yang meninggal adalah sang bayi tadi. Dengan penemuan rotavirus sebagai salah satu penyebab diare maka antibiotik diberikan hanya kalau diare disebabkan oleh infeksi. Australia.

Jawa Barat. baik di dalam negeri maupun luar negeri. 5 Februari 1944 ini. oralit merupakan temuan luar biasa karena angka kesakitan dan kematian akibat diare bisa ditekan. Karena itu Yati melakukan modifikasi oralit dengan mengurangi garam natrium. Ketua Staf Medik Fungsional RS Dr Sardjito ini sampai sekarang masih aktif melakukan penelitian dan seminar yang terkait dengan diare.natrium penderita kolera banyak yang terbuang. ''Sekarang saya sudah jarang menemukan kasus kematian akibat diare. mereka akan mengalami kejang-kejang. Pada 2004 Yati menjadi pemenang pertama Penghargaan Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat UGM untuk kategori penelitian kolaboratif terbaik yang mengungkap tentang rotavirus.'' kata wanita yang lahir di Sukamandi. ( nri ) © 2005 Hak Cipta oleh Republika Online Dilarang menyalin atau mengutip seluruh atau sebagian isi berita tanpa ijin tertulis dari Republika . atau cairan dalam otak mereka keluar. Menurutnya. Namun. bila kandungan tinggi natrium itu diberikan pada bayi atau anak.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful