| Pendidikan | Medika | Probis | Otomotif | Dialog Jum'at | Manajemen Qalbu

|

Home

MEDIKA Belanja Anjangsana Etalase Gaya Konsultasi Hukum Mal Tips Dialog Dinamika Dunia Islam Humor Sufi Info Halal Info ZIS Iqra Kabar Khasanah Muhibah Pengalaman Rohani Quraish Shihab Silaturahmi Tasawuf Telaah Ufuk Umroh-Haji Wawancara Medika Ekstrak Jurnal Kisah Klinika Konsultasi Mikroskop Visite Wawancara MQ Jendela Keluarga Klinik MQ

CARI :

Sampaikan kepada rekan

Cetak berita ini

GO

dulu anak diare yang dirawat di rumah sakit diberi infus. ini. Namun. oralit masih mengandung natrium dalam dosis . sepertiga dari pasien anak yang diare di rumah sakit meninggal. Ketika pulang dari rumah sakit Yati kebetulan lewat depan rumah ibu tersebut dan melihat ada banyak pelayat di sana. Setelah oralit ditemukan Yati gencar memberi pelatihan tentang penggunaan oralit dan cara pembuatan oralit secara sederhana kepada ibu-ibu rumah tangga. Separo dari pasien anak di rumah sakit menderita penyakit tersebut. Itu membuat Prof Dr dr Srisupar Yati Soenarto SpA tergerak untuk meneliti penyebab dan cara untuk mengatasinya.'' kata dr Yati yang juga konsultan Unit Pelayanan Krisis Terpadu Perempuan dan Anak RS Dr Sardjito. sang ibu mengatakan kalau dia mau ke sekolah sebentar. Yogyakarta. Waktu itu dia berpikir. Yang meninggal adalah sang bayi tadi. ''Saya tertarik pada masalah diare karena ingin membantu dan tidak ada pamrih apa-apa. Bila bisa bermanfaat rasanya puas. Menurut Kepala Bagian Ilmu Penyakit Anak Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada ini. dan antibiotik. Ketika pertama ditemukan. ternyata yang mempraktikkan bukan hanya ibunya. Alhamdulillah sekarang masyarakat semakin tahu cara penggunaan dan manfaat oralit dan edukasi tidak hanya orang per orang melainkan secara massal. ia mendapati bahwa 38 persen dari seluruh pasien anak yang menderita diare di rumah sakit ternyata mengidap rotavirus. 15 Maret 2005 Srisupar Yati Soenarto Selama 35 Tahun Geluti Diare Dulu diare merupakan penyebab tertinggi angka kematian di Indonesia. Padahal. ''Walaupun kami sudah memberikan pendidikan dan pelatihan pada orang tua sangat intens. Ada satu pengalaman sangat berkesan waktu awal ia memperkenalkan oralit. Prof Ruth Bishop. sapaan akrab Srisupar Yati Soenarto. Ini yang tak pernah saya lupakan. ''Saya wanti-wanti (berpesan .'' kata dr Yati.'' tuturnya. seharusnya satu bungkus oralit dicampur dengan satu gelas air. Ia menuturkan. Ketika melakukan penelitian. Dengan penemuan rotavirus sebagai salah satu penyebab diare maka antibiotik diberikan hanya kalau diare disebabkan oleh infeksi. semakin lama semakin banyak masalah yang terkait dengan diare. Pembantu salah memberi ukuran oralit.Lintas Usaha Ragam Seputar MQ Taushiyah Wawasan Otomotif Otohobi Otoproduk Otoprofil Ototekno Ototips Spion Tips Pendidikan Dinamika Klinik Mancanegara Sambang Sosok Terampil Teropong Probis Corporate Gov Etika Kepemimpinan Khas Kreatif Marketing Profesi Profil SDM Siasat Taktiktak Wirausaha Rekor Jendela Profil Selasa. ia meneliti dan berkesimpulan bahwa rotavirus merupakan penyebab terbanyak kasus diare. Saat itu ada seorang ibu terpelajar (kepala sekolah SD) datang ke rumahnya membawa bayi gemuk yang sedang diare. yaitu lima bungkus oralit diaduk bersama satu gelas air sehingga bayi kebanyakan garam natrium. menemukan ada rotavirus pada bayi yang menderita diare. mengapa harus diberi antibiotik? Apakah diare karena infeksi? Kebetulan pada 1973 seorang ahli mikrobiologi dari Melbourne. obat antidiare. Bersama Prof Ruth Bishop. Yati memberitahu sang ibu tentang bahaya kurang cairan sehingga sang bayi harus sering diberi oralit.Red) agar ke sekolahnya ditunda saja dan bayinya jangan sampai ditinggal. Di televisi pun ada pesan untuk masyarakat sehingga anak-anak juga tahu. Saat mencari tahu penyebab kematian bayi tersebut terungkap bahwa saat sang ibu pergi bayi dititipkan pada pembantu. Hasil penelitian yang dilakukannya pada 1970 menunjukkan. Australia.

Karena itu Yati melakukan modifikasi oralit dengan mengurangi garam natrium. Ketua Staf Medik Fungsional RS Dr Sardjito ini sampai sekarang masih aktif melakukan penelitian dan seminar yang terkait dengan diare. Pada 2004 Yati menjadi pemenang pertama Penghargaan Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat UGM untuk kategori penelitian kolaboratif terbaik yang mengungkap tentang rotavirus. bila kandungan tinggi natrium itu diberikan pada bayi atau anak. ''Sekarang saya sudah jarang menemukan kasus kematian akibat diare.natrium penderita kolera banyak yang terbuang. Menurutnya. oralit merupakan temuan luar biasa karena angka kesakitan dan kematian akibat diare bisa ditekan. mereka akan mengalami kejang-kejang.'' kata wanita yang lahir di Sukamandi. Jawa Barat. ( nri ) © 2005 Hak Cipta oleh Republika Online Dilarang menyalin atau mengutip seluruh atau sebagian isi berita tanpa ijin tertulis dari Republika . baik di dalam negeri maupun luar negeri. 5 Februari 1944 ini. Namun. atau cairan dalam otak mereka keluar.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful