| Pendidikan | Medika | Probis | Otomotif | Dialog Jum'at | Manajemen Qalbu

|

Home

MEDIKA Belanja Anjangsana Etalase Gaya Konsultasi Hukum Mal Tips Dialog Dinamika Dunia Islam Humor Sufi Info Halal Info ZIS Iqra Kabar Khasanah Muhibah Pengalaman Rohani Quraish Shihab Silaturahmi Tasawuf Telaah Ufuk Umroh-Haji Wawancara Medika Ekstrak Jurnal Kisah Klinika Konsultasi Mikroskop Visite Wawancara MQ Jendela Keluarga Klinik MQ

CARI :

Sampaikan kepada rekan

Cetak berita ini

GO

dan antibiotik. Saat itu ada seorang ibu terpelajar (kepala sekolah SD) datang ke rumahnya membawa bayi gemuk yang sedang diare. Prof Ruth Bishop. yaitu lima bungkus oralit diaduk bersama satu gelas air sehingga bayi kebanyakan garam natrium. ternyata yang mempraktikkan bukan hanya ibunya. Hasil penelitian yang dilakukannya pada 1970 menunjukkan. Waktu itu dia berpikir. ''Walaupun kami sudah memberikan pendidikan dan pelatihan pada orang tua sangat intens. ''Saya wanti-wanti (berpesan . Namun. Itu membuat Prof Dr dr Srisupar Yati Soenarto SpA tergerak untuk meneliti penyebab dan cara untuk mengatasinya. seharusnya satu bungkus oralit dicampur dengan satu gelas air.Red) agar ke sekolahnya ditunda saja dan bayinya jangan sampai ditinggal. ia mendapati bahwa 38 persen dari seluruh pasien anak yang menderita diare di rumah sakit ternyata mengidap rotavirus. Ada satu pengalaman sangat berkesan waktu awal ia memperkenalkan oralit. mengapa harus diberi antibiotik? Apakah diare karena infeksi? Kebetulan pada 1973 seorang ahli mikrobiologi dari Melbourne. Pembantu salah memberi ukuran oralit. Separo dari pasien anak di rumah sakit menderita penyakit tersebut. Setelah oralit ditemukan Yati gencar memberi pelatihan tentang penggunaan oralit dan cara pembuatan oralit secara sederhana kepada ibu-ibu rumah tangga. Australia. menemukan ada rotavirus pada bayi yang menderita diare. Yogyakarta. Ketika melakukan penelitian. ia meneliti dan berkesimpulan bahwa rotavirus merupakan penyebab terbanyak kasus diare. Bersama Prof Ruth Bishop. 15 Maret 2005 Srisupar Yati Soenarto Selama 35 Tahun Geluti Diare Dulu diare merupakan penyebab tertinggi angka kematian di Indonesia.'' kata dr Yati. ''Saya tertarik pada masalah diare karena ingin membantu dan tidak ada pamrih apa-apa. oralit masih mengandung natrium dalam dosis . Ketika pulang dari rumah sakit Yati kebetulan lewat depan rumah ibu tersebut dan melihat ada banyak pelayat di sana. Yati memberitahu sang ibu tentang bahaya kurang cairan sehingga sang bayi harus sering diberi oralit. Di televisi pun ada pesan untuk masyarakat sehingga anak-anak juga tahu. sapaan akrab Srisupar Yati Soenarto. Ini yang tak pernah saya lupakan. Ia menuturkan. Padahal. Alhamdulillah sekarang masyarakat semakin tahu cara penggunaan dan manfaat oralit dan edukasi tidak hanya orang per orang melainkan secara massal. Dengan penemuan rotavirus sebagai salah satu penyebab diare maka antibiotik diberikan hanya kalau diare disebabkan oleh infeksi. sepertiga dari pasien anak yang diare di rumah sakit meninggal. Bila bisa bermanfaat rasanya puas.Lintas Usaha Ragam Seputar MQ Taushiyah Wawasan Otomotif Otohobi Otoproduk Otoprofil Ototekno Ototips Spion Tips Pendidikan Dinamika Klinik Mancanegara Sambang Sosok Terampil Teropong Probis Corporate Gov Etika Kepemimpinan Khas Kreatif Marketing Profesi Profil SDM Siasat Taktiktak Wirausaha Rekor Jendela Profil Selasa. Saat mencari tahu penyebab kematian bayi tersebut terungkap bahwa saat sang ibu pergi bayi dititipkan pada pembantu. obat antidiare. semakin lama semakin banyak masalah yang terkait dengan diare.'' tuturnya.'' kata dr Yati yang juga konsultan Unit Pelayanan Krisis Terpadu Perempuan dan Anak RS Dr Sardjito. Menurut Kepala Bagian Ilmu Penyakit Anak Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada ini. sang ibu mengatakan kalau dia mau ke sekolah sebentar. Ketika pertama ditemukan. dulu anak diare yang dirawat di rumah sakit diberi infus. ini. Yang meninggal adalah sang bayi tadi.

mereka akan mengalami kejang-kejang. 5 Februari 1944 ini. Karena itu Yati melakukan modifikasi oralit dengan mengurangi garam natrium. ( nri ) © 2005 Hak Cipta oleh Republika Online Dilarang menyalin atau mengutip seluruh atau sebagian isi berita tanpa ijin tertulis dari Republika . Jawa Barat. baik di dalam negeri maupun luar negeri. Ketua Staf Medik Fungsional RS Dr Sardjito ini sampai sekarang masih aktif melakukan penelitian dan seminar yang terkait dengan diare. Pada 2004 Yati menjadi pemenang pertama Penghargaan Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat UGM untuk kategori penelitian kolaboratif terbaik yang mengungkap tentang rotavirus.'' kata wanita yang lahir di Sukamandi. Namun.natrium penderita kolera banyak yang terbuang. Menurutnya. ''Sekarang saya sudah jarang menemukan kasus kematian akibat diare. bila kandungan tinggi natrium itu diberikan pada bayi atau anak. oralit merupakan temuan luar biasa karena angka kesakitan dan kematian akibat diare bisa ditekan. atau cairan dalam otak mereka keluar.