| Pendidikan | Medika | Probis | Otomotif | Dialog Jum'at | Manajemen Qalbu

|

Home

MEDIKA Belanja Anjangsana Etalase Gaya Konsultasi Hukum Mal Tips Dialog Dinamika Dunia Islam Humor Sufi Info Halal Info ZIS Iqra Kabar Khasanah Muhibah Pengalaman Rohani Quraish Shihab Silaturahmi Tasawuf Telaah Ufuk Umroh-Haji Wawancara Medika Ekstrak Jurnal Kisah Klinika Konsultasi Mikroskop Visite Wawancara MQ Jendela Keluarga Klinik MQ

CARI :

Sampaikan kepada rekan

Cetak berita ini

GO

Pembantu salah memberi ukuran oralit. Separo dari pasien anak di rumah sakit menderita penyakit tersebut. Yang meninggal adalah sang bayi tadi. Ini yang tak pernah saya lupakan. 15 Maret 2005 Srisupar Yati Soenarto Selama 35 Tahun Geluti Diare Dulu diare merupakan penyebab tertinggi angka kematian di Indonesia. Ketika melakukan penelitian. oralit masih mengandung natrium dalam dosis . sepertiga dari pasien anak yang diare di rumah sakit meninggal. Australia. semakin lama semakin banyak masalah yang terkait dengan diare.'' kata dr Yati yang juga konsultan Unit Pelayanan Krisis Terpadu Perempuan dan Anak RS Dr Sardjito. Prof Ruth Bishop. obat antidiare. ''Walaupun kami sudah memberikan pendidikan dan pelatihan pada orang tua sangat intens.Red) agar ke sekolahnya ditunda saja dan bayinya jangan sampai ditinggal. dulu anak diare yang dirawat di rumah sakit diberi infus. Ketika pulang dari rumah sakit Yati kebetulan lewat depan rumah ibu tersebut dan melihat ada banyak pelayat di sana.'' kata dr Yati. seharusnya satu bungkus oralit dicampur dengan satu gelas air. Setelah oralit ditemukan Yati gencar memberi pelatihan tentang penggunaan oralit dan cara pembuatan oralit secara sederhana kepada ibu-ibu rumah tangga. Yati memberitahu sang ibu tentang bahaya kurang cairan sehingga sang bayi harus sering diberi oralit. Itu membuat Prof Dr dr Srisupar Yati Soenarto SpA tergerak untuk meneliti penyebab dan cara untuk mengatasinya. Bila bisa bermanfaat rasanya puas. ini. Ia menuturkan. Alhamdulillah sekarang masyarakat semakin tahu cara penggunaan dan manfaat oralit dan edukasi tidak hanya orang per orang melainkan secara massal. Waktu itu dia berpikir.Lintas Usaha Ragam Seputar MQ Taushiyah Wawasan Otomotif Otohobi Otoproduk Otoprofil Ototekno Ototips Spion Tips Pendidikan Dinamika Klinik Mancanegara Sambang Sosok Terampil Teropong Probis Corporate Gov Etika Kepemimpinan Khas Kreatif Marketing Profesi Profil SDM Siasat Taktiktak Wirausaha Rekor Jendela Profil Selasa. ''Saya tertarik pada masalah diare karena ingin membantu dan tidak ada pamrih apa-apa. Bersama Prof Ruth Bishop. menemukan ada rotavirus pada bayi yang menderita diare. sang ibu mengatakan kalau dia mau ke sekolah sebentar. Saat mencari tahu penyebab kematian bayi tersebut terungkap bahwa saat sang ibu pergi bayi dititipkan pada pembantu. mengapa harus diberi antibiotik? Apakah diare karena infeksi? Kebetulan pada 1973 seorang ahli mikrobiologi dari Melbourne.'' tuturnya. Namun. Padahal. ''Saya wanti-wanti (berpesan . Saat itu ada seorang ibu terpelajar (kepala sekolah SD) datang ke rumahnya membawa bayi gemuk yang sedang diare. ia mendapati bahwa 38 persen dari seluruh pasien anak yang menderita diare di rumah sakit ternyata mengidap rotavirus. ternyata yang mempraktikkan bukan hanya ibunya. ia meneliti dan berkesimpulan bahwa rotavirus merupakan penyebab terbanyak kasus diare. Di televisi pun ada pesan untuk masyarakat sehingga anak-anak juga tahu. Ada satu pengalaman sangat berkesan waktu awal ia memperkenalkan oralit. Yogyakarta. Dengan penemuan rotavirus sebagai salah satu penyebab diare maka antibiotik diberikan hanya kalau diare disebabkan oleh infeksi. yaitu lima bungkus oralit diaduk bersama satu gelas air sehingga bayi kebanyakan garam natrium. dan antibiotik. Ketika pertama ditemukan. sapaan akrab Srisupar Yati Soenarto. Menurut Kepala Bagian Ilmu Penyakit Anak Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada ini. Hasil penelitian yang dilakukannya pada 1970 menunjukkan.

Namun. atau cairan dalam otak mereka keluar. Karena itu Yati melakukan modifikasi oralit dengan mengurangi garam natrium. Ketua Staf Medik Fungsional RS Dr Sardjito ini sampai sekarang masih aktif melakukan penelitian dan seminar yang terkait dengan diare. Jawa Barat. mereka akan mengalami kejang-kejang. ( nri ) © 2005 Hak Cipta oleh Republika Online Dilarang menyalin atau mengutip seluruh atau sebagian isi berita tanpa ijin tertulis dari Republika . oralit merupakan temuan luar biasa karena angka kesakitan dan kematian akibat diare bisa ditekan. Menurutnya. baik di dalam negeri maupun luar negeri.natrium penderita kolera banyak yang terbuang.'' kata wanita yang lahir di Sukamandi. Pada 2004 Yati menjadi pemenang pertama Penghargaan Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat UGM untuk kategori penelitian kolaboratif terbaik yang mengungkap tentang rotavirus. 5 Februari 1944 ini. ''Sekarang saya sudah jarang menemukan kasus kematian akibat diare. bila kandungan tinggi natrium itu diberikan pada bayi atau anak.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful