P. 1
kasus diare

kasus diare

|Views: 19|Likes:
Dipublikasikan oleh Masromi

More info:

Published by: Masromi on Jul 31, 2013
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/14/2014

pdf

text

original

| Pendidikan | Medika | Probis | Otomotif | Dialog Jum'at | Manajemen Qalbu

|

Home

MEDIKA Belanja Anjangsana Etalase Gaya Konsultasi Hukum Mal Tips Dialog Dinamika Dunia Islam Humor Sufi Info Halal Info ZIS Iqra Kabar Khasanah Muhibah Pengalaman Rohani Quraish Shihab Silaturahmi Tasawuf Telaah Ufuk Umroh-Haji Wawancara Medika Ekstrak Jurnal Kisah Klinika Konsultasi Mikroskop Visite Wawancara MQ Jendela Keluarga Klinik MQ

CARI :

Sampaikan kepada rekan

Cetak berita ini

GO

Bersama Prof Ruth Bishop.Red) agar ke sekolahnya ditunda saja dan bayinya jangan sampai ditinggal. dan antibiotik. yaitu lima bungkus oralit diaduk bersama satu gelas air sehingga bayi kebanyakan garam natrium. Australia. Padahal. Dengan penemuan rotavirus sebagai salah satu penyebab diare maka antibiotik diberikan hanya kalau diare disebabkan oleh infeksi. ''Saya tertarik pada masalah diare karena ingin membantu dan tidak ada pamrih apa-apa. Yati memberitahu sang ibu tentang bahaya kurang cairan sehingga sang bayi harus sering diberi oralit. Hasil penelitian yang dilakukannya pada 1970 menunjukkan. Itu membuat Prof Dr dr Srisupar Yati Soenarto SpA tergerak untuk meneliti penyebab dan cara untuk mengatasinya. sapaan akrab Srisupar Yati Soenarto. Separo dari pasien anak di rumah sakit menderita penyakit tersebut. ''Saya wanti-wanti (berpesan . Menurut Kepala Bagian Ilmu Penyakit Anak Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada ini.Lintas Usaha Ragam Seputar MQ Taushiyah Wawasan Otomotif Otohobi Otoproduk Otoprofil Ototekno Ototips Spion Tips Pendidikan Dinamika Klinik Mancanegara Sambang Sosok Terampil Teropong Probis Corporate Gov Etika Kepemimpinan Khas Kreatif Marketing Profesi Profil SDM Siasat Taktiktak Wirausaha Rekor Jendela Profil Selasa. oralit masih mengandung natrium dalam dosis .'' kata dr Yati. Setelah oralit ditemukan Yati gencar memberi pelatihan tentang penggunaan oralit dan cara pembuatan oralit secara sederhana kepada ibu-ibu rumah tangga.'' tuturnya. dulu anak diare yang dirawat di rumah sakit diberi infus. Namun. mengapa harus diberi antibiotik? Apakah diare karena infeksi? Kebetulan pada 1973 seorang ahli mikrobiologi dari Melbourne. Pembantu salah memberi ukuran oralit. ternyata yang mempraktikkan bukan hanya ibunya.'' kata dr Yati yang juga konsultan Unit Pelayanan Krisis Terpadu Perempuan dan Anak RS Dr Sardjito. Ada satu pengalaman sangat berkesan waktu awal ia memperkenalkan oralit. Yang meninggal adalah sang bayi tadi. Saat itu ada seorang ibu terpelajar (kepala sekolah SD) datang ke rumahnya membawa bayi gemuk yang sedang diare. Ketika pertama ditemukan. Alhamdulillah sekarang masyarakat semakin tahu cara penggunaan dan manfaat oralit dan edukasi tidak hanya orang per orang melainkan secara massal. Bila bisa bermanfaat rasanya puas. ia mendapati bahwa 38 persen dari seluruh pasien anak yang menderita diare di rumah sakit ternyata mengidap rotavirus. Ini yang tak pernah saya lupakan. Waktu itu dia berpikir. Yogyakarta. obat antidiare. 15 Maret 2005 Srisupar Yati Soenarto Selama 35 Tahun Geluti Diare Dulu diare merupakan penyebab tertinggi angka kematian di Indonesia. ia meneliti dan berkesimpulan bahwa rotavirus merupakan penyebab terbanyak kasus diare. ini. Ketika melakukan penelitian. Ia menuturkan. ''Walaupun kami sudah memberikan pendidikan dan pelatihan pada orang tua sangat intens. Prof Ruth Bishop. Ketika pulang dari rumah sakit Yati kebetulan lewat depan rumah ibu tersebut dan melihat ada banyak pelayat di sana. menemukan ada rotavirus pada bayi yang menderita diare. Saat mencari tahu penyebab kematian bayi tersebut terungkap bahwa saat sang ibu pergi bayi dititipkan pada pembantu. semakin lama semakin banyak masalah yang terkait dengan diare. seharusnya satu bungkus oralit dicampur dengan satu gelas air. sepertiga dari pasien anak yang diare di rumah sakit meninggal. Di televisi pun ada pesan untuk masyarakat sehingga anak-anak juga tahu. sang ibu mengatakan kalau dia mau ke sekolah sebentar.

Pada 2004 Yati menjadi pemenang pertama Penghargaan Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat UGM untuk kategori penelitian kolaboratif terbaik yang mengungkap tentang rotavirus. bila kandungan tinggi natrium itu diberikan pada bayi atau anak.natrium penderita kolera banyak yang terbuang. Menurutnya. mereka akan mengalami kejang-kejang. Jawa Barat. atau cairan dalam otak mereka keluar. baik di dalam negeri maupun luar negeri.'' kata wanita yang lahir di Sukamandi. Karena itu Yati melakukan modifikasi oralit dengan mengurangi garam natrium. Ketua Staf Medik Fungsional RS Dr Sardjito ini sampai sekarang masih aktif melakukan penelitian dan seminar yang terkait dengan diare. Namun. ''Sekarang saya sudah jarang menemukan kasus kematian akibat diare. ( nri ) © 2005 Hak Cipta oleh Republika Online Dilarang menyalin atau mengutip seluruh atau sebagian isi berita tanpa ijin tertulis dari Republika . oralit merupakan temuan luar biasa karena angka kesakitan dan kematian akibat diare bisa ditekan. 5 Februari 1944 ini.

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->