| Pendidikan | Medika | Probis | Otomotif | Dialog Jum'at | Manajemen Qalbu

|

Home

MEDIKA Belanja Anjangsana Etalase Gaya Konsultasi Hukum Mal Tips Dialog Dinamika Dunia Islam Humor Sufi Info Halal Info ZIS Iqra Kabar Khasanah Muhibah Pengalaman Rohani Quraish Shihab Silaturahmi Tasawuf Telaah Ufuk Umroh-Haji Wawancara Medika Ekstrak Jurnal Kisah Klinika Konsultasi Mikroskop Visite Wawancara MQ Jendela Keluarga Klinik MQ

CARI :

Sampaikan kepada rekan

Cetak berita ini

GO

Waktu itu dia berpikir. Bila bisa bermanfaat rasanya puas. Australia. Namun. sepertiga dari pasien anak yang diare di rumah sakit meninggal. Saat itu ada seorang ibu terpelajar (kepala sekolah SD) datang ke rumahnya membawa bayi gemuk yang sedang diare. Yang meninggal adalah sang bayi tadi. Ada satu pengalaman sangat berkesan waktu awal ia memperkenalkan oralit. Menurut Kepala Bagian Ilmu Penyakit Anak Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada ini. Hasil penelitian yang dilakukannya pada 1970 menunjukkan. Prof Ruth Bishop. ''Walaupun kami sudah memberikan pendidikan dan pelatihan pada orang tua sangat intens.'' kata dr Yati yang juga konsultan Unit Pelayanan Krisis Terpadu Perempuan dan Anak RS Dr Sardjito. sapaan akrab Srisupar Yati Soenarto. Ia menuturkan. oralit masih mengandung natrium dalam dosis . ternyata yang mempraktikkan bukan hanya ibunya. sang ibu mengatakan kalau dia mau ke sekolah sebentar. ia meneliti dan berkesimpulan bahwa rotavirus merupakan penyebab terbanyak kasus diare. Padahal. semakin lama semakin banyak masalah yang terkait dengan diare.'' tuturnya. menemukan ada rotavirus pada bayi yang menderita diare.Lintas Usaha Ragam Seputar MQ Taushiyah Wawasan Otomotif Otohobi Otoproduk Otoprofil Ototekno Ototips Spion Tips Pendidikan Dinamika Klinik Mancanegara Sambang Sosok Terampil Teropong Probis Corporate Gov Etika Kepemimpinan Khas Kreatif Marketing Profesi Profil SDM Siasat Taktiktak Wirausaha Rekor Jendela Profil Selasa. ''Saya wanti-wanti (berpesan .'' kata dr Yati. Ketika pertama ditemukan. ia mendapati bahwa 38 persen dari seluruh pasien anak yang menderita diare di rumah sakit ternyata mengidap rotavirus. yaitu lima bungkus oralit diaduk bersama satu gelas air sehingga bayi kebanyakan garam natrium. Bersama Prof Ruth Bishop. Pembantu salah memberi ukuran oralit. Yati memberitahu sang ibu tentang bahaya kurang cairan sehingga sang bayi harus sering diberi oralit. Ketika melakukan penelitian. Itu membuat Prof Dr dr Srisupar Yati Soenarto SpA tergerak untuk meneliti penyebab dan cara untuk mengatasinya. dulu anak diare yang dirawat di rumah sakit diberi infus. Alhamdulillah sekarang masyarakat semakin tahu cara penggunaan dan manfaat oralit dan edukasi tidak hanya orang per orang melainkan secara massal. Saat mencari tahu penyebab kematian bayi tersebut terungkap bahwa saat sang ibu pergi bayi dititipkan pada pembantu.Red) agar ke sekolahnya ditunda saja dan bayinya jangan sampai ditinggal. dan antibiotik. Di televisi pun ada pesan untuk masyarakat sehingga anak-anak juga tahu. obat antidiare. Ketika pulang dari rumah sakit Yati kebetulan lewat depan rumah ibu tersebut dan melihat ada banyak pelayat di sana. Setelah oralit ditemukan Yati gencar memberi pelatihan tentang penggunaan oralit dan cara pembuatan oralit secara sederhana kepada ibu-ibu rumah tangga. Separo dari pasien anak di rumah sakit menderita penyakit tersebut. 15 Maret 2005 Srisupar Yati Soenarto Selama 35 Tahun Geluti Diare Dulu diare merupakan penyebab tertinggi angka kematian di Indonesia. Ini yang tak pernah saya lupakan. mengapa harus diberi antibiotik? Apakah diare karena infeksi? Kebetulan pada 1973 seorang ahli mikrobiologi dari Melbourne. seharusnya satu bungkus oralit dicampur dengan satu gelas air. ''Saya tertarik pada masalah diare karena ingin membantu dan tidak ada pamrih apa-apa. Dengan penemuan rotavirus sebagai salah satu penyebab diare maka antibiotik diberikan hanya kalau diare disebabkan oleh infeksi. ini. Yogyakarta.

bila kandungan tinggi natrium itu diberikan pada bayi atau anak. ( nri ) © 2005 Hak Cipta oleh Republika Online Dilarang menyalin atau mengutip seluruh atau sebagian isi berita tanpa ijin tertulis dari Republika . mereka akan mengalami kejang-kejang. 5 Februari 1944 ini. Namun. Karena itu Yati melakukan modifikasi oralit dengan mengurangi garam natrium. atau cairan dalam otak mereka keluar. oralit merupakan temuan luar biasa karena angka kesakitan dan kematian akibat diare bisa ditekan. ''Sekarang saya sudah jarang menemukan kasus kematian akibat diare.'' kata wanita yang lahir di Sukamandi. Pada 2004 Yati menjadi pemenang pertama Penghargaan Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat UGM untuk kategori penelitian kolaboratif terbaik yang mengungkap tentang rotavirus.natrium penderita kolera banyak yang terbuang. Menurutnya. baik di dalam negeri maupun luar negeri. Ketua Staf Medik Fungsional RS Dr Sardjito ini sampai sekarang masih aktif melakukan penelitian dan seminar yang terkait dengan diare. Jawa Barat.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful