Anda di halaman 1dari 6

Perkembangan Kognitif Anak SMP LAPORAN OBSERVASI Untuk Memenuhi Tugas Matakuliah Perkembangan Peserta Didik yang dibina

oleh Bapak Dr. Ibrohim, M.Si dan Ibu Dr Dahlia, M.S

Oleh : elompok ! "idina #a$ilah -sti .o/ianti 1yu .upitasari %&&'(!&!)&*'+, %&&'(!&!)&*)0, %&&'(!&!)&*&2,

The Learning University

UNIVERSITAS NEGERI MALANG FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETA UAN ALAM !URUSAN BIOLOGI Maret "#$%

A& Latar Be'akang 1spek perkembangan kogniti3 yang sangat penting bagi proses bela4ar peserta didik di sekolah, yakni keterampilan kogniti3, yang meliputi kemampuan metakogniti3, strategi kogniti3, gaya kogniti3, dan pemikiran kritis. peserta didik. emampuan kemampuan tersebut mendukung perkembangan ketrampilan kogniti3 pada ogniti3 merupakan salah satu aspek yang penting dari emampuan kogniti3 perkembangan peserta didik yang berkaitan langsung dengan proses pembela4aran dan sangat menentukan keberhasilan mereka di sekolah. dapat dipahami sebagai kemampuan anak untuk ber3i3kir lebih kompleks serta kemampuan melakukan penalaran dan pemem5ahan masalah % Desmita, )''2 ,. Perkembangan anak 4uga mengalami perubahan yang seiring dengan ber4alannya 6aktu dan bertambahnya usia anak tersebut. Berdasarkan hal itu, dilakukan pengamatan tentang perkembangan kogniti3 pada anak SMP. Pengamatan tersebut dilakukan dengan 5ara memberikan pertanyaan kepada mereka, tu4uannya agar dapat melihat seberapa 4auh kogniti3 seusia anak SMP ini berkembang dengan baik. B& T()(an Mengetahui tingkat perkembangan kogniti3 sis6a sekolah menengah pertama %SMP,. *& Pro+e,(r Sa+aran .akt( - Sis6i Mts 7omarul 8idayah, e5amatan Tugu, abupaten Trenggalek. - Sabtu, ) Maret )'&( di amar Pondok Pesantren 7omarul 8idayah *ara Ker)a &. Memilih atau men5aril minimal ( orang sis6a yang se tingkat SMP %mengusahakan yang sudah dikenal atau dikenal terlebih dahulu sehingga komunikasi bisa ber4alan lan5ar,. ). Menanyakan kepada mereka soal di ba6ah ini se5ara lisan dengan menun4ukkan gambar atau memeragakannya.

Perhatikan pernyataan berikut: 1da tiga ma5am 5ampuran %1, B, dan 9, dengan komposisi sebagai berikut. 1. Dua gelas air ta6ar di tambah satu gelas sirup B. Tiga gelas air ta6ar ditambah dua gelas sirup 9. "ima gelas air ta6ar ditambah tiga gelas sirup Pridiksikan:kira;kira, manakah 5ampuran:larutan sirup dalam air ta6ar yang berasa paling manis< %tanpa dirasakan terlebih dahulu,. Berikan alasannya= Untuk mempermudah memahami soal ini kepada sis6a dapat diberikan gambar gelas;gelas yang berisi air ta6ar dan gelas;gelas berisis sirup sesuai dengan 4umlahnya.

1ir ta6ar

gelas berisi sirup

(. Merekam melalui alat perekam 4a6aban mereka. !. Menganalisis untuk mengetahui tingkat perkembangan kogniti3 berdasarkan struktur 4a6aban dan alasannya. *. Membuat laporan tertulis dan menyerahkan dalam bentuk tertulis %print out,. D& Data No $ " % 4 5 6 a+i' S(r/ei Nama I+ti Se3ti K1(+n(' Rin,a E/i Anna U+ia $% ta1(n $% ta1(n $% ta1(n $% ta1(n $% ta1(n $% ta1(n Ke'a+ 2 2 2 2 2 2 !a0aban B B B B B B

Ana'i+i+ Data Berdasarkan pengamatan atau sur/ei yang telah dilakukan, didapatkan

hasil analisis bah6a keseluruhan sis6i yang di4adikan sampel dari Mts. 7omarul 8idayah Tugu men4a6ab dengan 4a6aban B. >a6aban yang diberikan oleh sis6i tersebut membutuhkan 6aktu sekitar &' menit bagi mereka semua untuk melakukan diskusi terhadap 4a6aban mereka. Setelah mereka men4a6ab, kemudian ditanyakan alasannya, mereka saling memandang satu sama lain kemudian terta6a. Mereka memberikan alasan berdasarkan ima4inasi dan bayangan mereka terhadap rasa air ta6ar mana yang paling manis 4ika diberikan sirup. Mereka men4a6ab sur/ei bukan berdasarkan hasil hitungan matematis atau suatu perbandingan dengan hitungan apapun, hasil hitungan mereka murni dari hitungan se5ara ima4inati3. Tabel 1nalisis Data Sur/ei
1.2 1 0.8 0.6 0.4 0.2 0 Isti Septi Khusnul Rinda A B C

1.2 1 0.8 0.6 0.4 0.2 0 Evi Anna

A B C

E& Pemba1a+an Menurut Paulina Pannen dalam Desmita %)''2, menyatakan bah6a

strategi kogniti3 adalah kemampuan internal yang terorganisasi dengan baik yang dapat membantu sis6a dalam proses bela4ar, ber3ikir meme5ahakan masalah dan mengambil keputusan. Sedangkan menurut Piaget dalam Desmita %)''2, menyatakan bah6a suatu tingkat perkembangan kogniti3 dapat terlihat dengan adanya suatu proses meme5ahkan masalah dan ber3ikir bagaimana meme5ahkan masalah tersebut sehingga tidak bergantung kepada 4umlah 4a6aban benar dalam tes kogniti3. Dalam obser/asi yang dilakukan, nampak hasil bah6a anak;anak Mts. 7omarul 8idayah, adanya tahap e5amatan Tugu, abupaten Trenggalek menun4ukkan kongkret operasional karena perkembangan kogniti3

menun4ukkan adanya suatu proses meme5ahkan masalah namun dengan adanya trial %u4i 5oba, dan error %kesalahan,, masih belum mampu melakukan pemikiran se5ara abstrak dan logis serta ideal karena saat obser/asi menun4ukkan 4a6aban benar tanpa adanya pen4elasan lebih lan4ut. Mereka hanya mampu men5oba;5oba 4a6aban tanpa adanya hitungan dan pemikiran yang lebih logis untuk men4elaskan atau memperkuat 4a6aban mereka meskipun 4a6aban yang mereka berikan benar se5ara teori dan hitungan matematis sehingga nampak lebih 4elaslah bah6a tahap kogniti3 mereka adalah tahap kongkret operasional, meskipun dalam teori dinyatakan bah6a tahap kongkret operasional ada pada rentang usia +;&& tahun. 8al ini membenarkan pendapat Piaget dalam Desmita %)''2, bah6a suatu u4i intelegensi tidak dapat dilihat melalui 4a6aban benar tetapi melalui pen4elasan bagaimana 4a6aban tersebut didapatkan. F& Ke+im3('an Sis6i Mts. 7omarul 8idayah e5amatan Tugu abupaten Trenggalek menun4ukkan adanya tahap perkembangan kogniti3 kongkret operasional dengan 5iri adanya suatu peme5ahan masalah se5ara trial dan error.

G& Saran Untuk obser/asi selan4utnya :

&.

Sebaiknya dilakukan di sekolah yang berbeda agar diketahui perbedan tahap kogniti3 pada sekolah yang berbeda.

). Sebaiknya dilakukan pada anak yang tidak saling mengenal agar 4a6aban yang diberikan benar;benar indi/idualis. 8. Da3tar ?u4ukan Desmita. )''2. Psikologi Perkembangan Peserta Didik. Bandung : ?ema4a ?osdakarya