Anda di halaman 1dari 18

PETUNJUK DAN BUKTI EVOLUSI BERDASARKAN FOSIL

Disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Evolusi yang dibina oleh Dr. H. Abdul Ghofur, M.Si

Disusun Oleh: Dea nayah !aramita )amilatus Sa*diyah ,urrota A*yun "##$%&#&'# ( "##$%&#&'#+%&( "##$%&#&'#+'%(

The Learning University

UNIVERSITAS NEGERI MALANG FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM JURUSAN BIOLOGI Januari 2014

BAB I PENDAHULUAN A. La ar B!"a#an$ Evolusi da-at .uga didefinisikan se/ara sem-it sebagai -erubahan di dalam kom-osisi genetik suatu -o-ulasi dari satu generasi ke generasi berikutnya. Evolusi mem-ela.ari tentang -roses -erubahan yang ter.adi -ada makhluk hidu-. !erubahan yang ter.adi -ada makhluk hidu- menurut teori evolusi ter.adi se/ara berangsur0 angsur menu.u ke arah yang sesuai dengan masa dan tem-at "1idodo, '$$%(. 2arena ter.adinya evolusi membutuhkan 3aktu yang lama sehingga banyak sekali kontroversi mengengai evolusi, karenanya ka.ian mengenai -etunu.uk dan bukti evolusi men.adi -enting. Salah satu bukti adanya evolusi -ada makhluk hidu- yaitu da-at digali melalui rekaman fosil0fosil. !ara ahli -aleontology mereka da-at mengamati, mengukurm dan merekam -erbedaan0-erbedaan dan kesamaan struktur anatomi diantara berbagai makhluk -rimata misalnya. 4ekaman fosil menun.ukkan -ada kita mun/ulnya beragam /i-taan yang tidak meninggalkan keturunan, e-isode ke-unahan dan keberagaman5 -ergerakan benua0benua dan organisme yang men.elaskan distribusi mereka saat ini. 4ekaman fosil .uga memberikan dua -etun.uk -ada -erubahan fenoti- -ada keturunan tertentu dan -erubahan dalam keragaman biologis se-an.ang 3aktu "Douglas ). '$$+(. 6erdasarkan hal tersebut maka -embahasan mengenai bukti0bukti evolusi berdasarkan rekaman fosil -enting untuk diketahui, sehingga disusunlah makalah dengan .udul 7!etun.uk dan 6ukti Evolusi 6erdasarkan 8osil9 untuk menambah -emahaman tentang hal tersebut.

B. Ru%u&an Ma&a"a' Masalah yang akan dibahas dalam makalah ini antara lai: #( A-akah definisi fosil serta ti-e dan .enisnya sebagai bukti evolusi: '( 6agimanakah Hukum Suksesi 8auna "8osil( dalam bahasannya sebagai bukti evolusi :

%( 6agaimanakah hubungan 8osil dan 6atuan sebagai bukti evolusi: (. Tu)uan ;u.uan -enyusunan makalah ini antara lain: #( Mengetahui definisi fosil serta ti-e dan .enisnya sebagai bukti evolusi '( Memahami Hukum Suksesi 8auna "8osil( dalam bahasannya sebagai bukti evolusi %( Mengetahui hubungan 8osil dan 6atuan sebagai bukti evolusi.

BAB II PEMBAHASAN A. D!*ini&i+ Ti,!+ -an J!ni& F.&i" 1. D!*ini&i F.&i" 6erdasarkan asal katanya, fosil berasal dari bahasa latin yaitu 7fossa9 yang berarti <galian<, adalah sisa0sisa atau bekas0bekas makhluk hidu- yang men.adi batu atau mineral. =ntuk men.adi fosil, sisa0sisa he3an atau tanaman ini harus segera tertutu- sedimen. Oleh -ara -akar dibedakan bebera-a ma/am fosil. Ada fosil batu biasa, fosil yang terbentuk dalam batu ambar, fosil ter, se-erti yang terbentuk di sumur ter >a 6rea di ?alifornia. He3an atau tumbuhan yang dikira sudah -unah teta-i ternyata masih ada disebut fosil hidu- dan ilmu yang mem-ela.ari fosil adalah -aleontologi "8utuyama,'$$+(. 6erdasarkan dari definisi fosil, maka fosil harus memenuhi syarat0syarat sebagai berikut: Sisa0sisa organisme, tera3etkan se/ara alamiah, -ada umumnya -adat @kom-ak@keras, dan berumur lebih dari ##.$$$ tahun. stilah <fosil hidu-< adalah istilah yang digunakan suatu s-esies hidu- yang menyeru-ai sebuah s-esies yang hanya diketahui dari fosil. 6ebera-a fosil hiduantara lain ikan /oela/anth dan -ohon ginkgo. 8osil hidu- .uga da-at menga/u ke-ada sebuah s-esies hidu- yang tidak memiliki s-esies dekat lainnya atau sebuah kelom-ok ke/il s-esies dekat yang tidak memiliki s-esies dekat lainnya. ?ontoh dari kriteria terakhir ini adalah nautilus. Mem-ela.ari evolusi tidak bisa meninggalkan fosil. Dahulu teori evolusi banyak diu.i dengan melihat fosil0fosil yang meru-akan -eninggalan makhluk hidu- -ada masa lalu. ;eta-i -erlu diketahui .uga bah3a ?harles Dar3in ketika membuat buku 7the origin of s-e/ies9 tidak dia3ali dengan fosil namun lebih banyak memanfaatkan fenomena burung0burung di Gala-agos "8utuyama,'$$+( 8osil masih meru-akan alat terbaik dalam mem-ela.ari, mengka.i, dan mengu.i teori evolusi. Dalam ilmu geologi, tu.uan mem-ela.ari fosil adalah:

#( untuk mem-ela.ari -erkembangan kehidu-an yang -ernah ada di muka bumi se-an.ang se.arah bumi5 '( mengetahui kondisi geografi dan iklim -ada Aaman saat fosil tersebut hidu%( menentukan umur relatif batuan yang terda-at di alam didasarkan atas kandungan fosilnya &( untuk menentukan lingkungan -engenda-an batuan didasarkan atas sifat dan ekologi kehidu-an fosil yang dikandung dalam batuan tersebut +( =ntuk korelasi antar batuan batuan yang terda-at di alam "biostratigrafi( yaitu dengan dasar kandungan fosil yang se.enis@seumur "8utuyama,'$$+( 8osil ndek adalah organisme yang hadir selama -eriode 3aktu tertentu dimana kemun/ulan dan ke-unahannya -ada -eriode 3aktu yang terbatas. 8osil ndek di-akai sebagai -edoman dalam -enentuan umur batuan dimana fosil tersebut tera3etkan. !ada gambar B0' di-erlihatkan daftar fosil indek yang digunakan sebagai kun/i -ada skala 3aktu geologi "8utuyama,'$$+(

Gambar '.#

?ontoh 8osil ndek yang di-akai sebagai kun/i -ada skala 3aktu geologi

relatif, bentuk bentuk kehidu-an yang hadir selama -eriode 3aktu geologi yang terbatas yang di-akai sebagai -edoman dalam -enentuan umur batuan dimana fosil tersebut tera3etkan.

2. Ti,! -an J!ni& F.&i" Menurut 1idodo "'$$%( bebera-a ahli -aleontologi menyatakan ada bebera-a .enis fosil teta-i se/ara umum ada dua ma/am .enis fosil yang -erlu diketahui, yaitu: fosil yang meru-akan bagian dari organisme itu sendiri dan fosil yang meru-akan sisa0sisa aktifitasnya. #( ;i-e fosil yang berasal dari organismenya sendiri ;i-e -ertama ini adalah binatangnya itu sendiri yang tera3etkan@tersim-an, da-at beru-a tulangnya, daun0nya, /angkangnya, dan ham-ir semua yang tersim-an ini adalah bagian dari tubuhnya yang 7keras9. Da-at .uga beru-a binatangnya yang se/ara lengka- "utuh( tersi-an. misalnya fosil Mammoth yang tera3etkan karena es, atau-un serangga yang ter.ebak dalam amber "getah tumbuhan(. '( ;i-e fosil yang meru-akan sisa0sisa aktifitasnya 8osil .enis ini sering .uga disebut sebagai tra/e fosil "fosil .e.ak(, karena yang terlihat hanyalah sisa0sisa aktifitasnya. )adi ada kemungkinan fosil itu bukan bagian dari tubuh binatang atau tumbuhan itu sendiri. Gambar B0% di-erlihatkan bagaimana fosil .e.ak terbentuk sebagai hasil dari aktivitasnya. Ada-un .enis fosil .e.ak antara lain 7/o-rolite9 "fosil bekas kotoran binatang( dan 7trail and tra/ks9 "fosil bekas .e.ak langkah binatang(. !enyim-anan atau -enga3etan fosil /angkang da-at berbentuk /etakan, beru-a /etakan bagian dalam "internal mould( di/irikan bentuk -ermukaan yang halus, atau eCternal mould dengan /iri -ermukaan yang kasar. 2eduanya bukan binatangnya yang tersiman, teta-i hanyalah /etakan dari binatang atau organisme itu.

Gambar '.'

B. Hu#u% Su#&!&i Fauna /F.&i"0

A-abila kita telusuri fosil0fosil yang terkandung dalam la-isan batuan, mulai dari la-isan yang termuda hingga ke la-isan yang tertua, maka kita akan sam-ai -ada suatu la-isan dimana salah satu s-esies fosil tidak ditemukan lagi. Hal ini menandakan bah3a s-esies fosil tersebut belum mun/ul "lahir( atau s-esies fosil tersebut meru-akan hasil evolusi dari s-esies yang lebih tua atau yang ada -ada saat itu. Dengan kata lain da-at disim-ulkan bah3a kemun/ulan suatu s-esies meru-akan hasil evolusi dari s-esies sebelumnya dan hal ini da-at kita ketahui melalui -engamatan fosil0fosil yang terekam di dalam la-isan0la-isan batuan se-an.ang se.arah bumi. A-abila -enelusuran kita lan.utkan hingga ke la-isan batuan yang -aling tua, maka kita akan sam-ai -ada suatu keadaan dimana tidak satu-un fosil ditemukan, a-akah itu fosil yang berasal dari re-til, burung, mamalia, vertebrata berkaki em-at, tumbuhan darat, ikan, /angkang, dan atau binatang lainnya. 6erdasarkan hal tersebut, maka ketiga -rinsi- utama diatas da-at kita sintesakan men.adi satu -rinsi- yang berlaku se/ara umum yang disebut sebagai Hukum Suksesi 8osil ">a3 8aunal Su//ession( "8utuyama,'$$+( !rinsi- suksesi fauna yang .uga dikenal dengan hukum suksesi fauna didasarkan atas hasil -engamatan -ada -erla-isan batuan sedimen yang mengandung fosil dan fosil0fosil tersebut masing masing satu dan lainnya se/ara vertikal memun.ukan urutan yang khas@s-esifik yang da-at ditelusuri se/ara luas. Hal ini memungkinkan -erla-isan da-at diidentifikasi dan ditentukan umurnya oleh fosil yang ada dalam batuan. Dengan menera-kan hukum su-er-osisi, fosil yang terda-at dalam batuan !rinsi- suksesi fauna yang .uga dikenal dengan hukum suksesi fauna didasarkan atas hasil -engamatan -ada -erla-isan batuan sedimen yang mengandung fosil dan fosil0fosil tersebut masing masing satu dan lainnya se/ara vertikal memun.ukan urutan yang khas@s-esifik yang da-at ditelusuri se/ara luas. Hal ini memungkinkan -erla-isan da-at diidentifikasi dan ditentukan umurnya oleh fosil yang ada dalam batuan. Dengan menera-kan hukum su-er-osisi, fosil yang terda-at dalam batuan da-at untuk menentukan urutan 3aktu saat batuan tersebut dienda-kan. Dengan teori evolusi maka urut0urutan fosil yang tera3etkan dalam batuan da-at di-ahami "8utuyama,'$$+(

!ada abad ke #D dan #B, seorang ahli geologi berkebangsaan nggris 1illiam Smith dan ahli -aleontologi Georges ?uvier dan AleCandre 6rongniart dari !eran/is, menemukan batuan0batuan yang berumur sama serta mengandung fosil yang sama -ula, 3alau-un batuan0batuan tersebut letaknya ter-isah /uku- .auh. Mereka kemudian menerbitkan -eta geologi berskala regional dari daerah yang batuannya mengandung fosil yang sama"8utuyama,'$$+( Melalui -engamatan yang teliti -ada batuan serta fosil yang dikandungnya, mereka .uga mam-u mengenali batuan0batuan yang umurnya sama -ada lokasi yang berla3anan di selat nggris. 1illiam Smith .uga mam-u menera-kan -engetahuannya tentang fosil dalam setia- -eker.aan se/ara -raktis di la-angan. Sebagai seorang teknisi, 1illiam Smith adalah orang yang berhasil membangun sebuah kanal di nggris yang kondisi medannya tertutu- oleh vegetasi yang /uku- lebat serta singka-an batuan yang sangat sedikit. =ntuk itu ia harus mengetahui batuan batuan a-a sa.a yang ada di dalam dan diatas bukit, karena melalui bukit inilah kanal akan dibangun. 1illiam Smith da-at mengetahui berbagai .enis batuan yang akan di.um-ai diba3ah -ermukaan dengan /ara mengka.i fosil0fosil yang di-eroleh dari batuan0 batuan yang tersingka- di lereng lereng bukit dengan /ara menggali lubang ke/il untuk mengambil fosil. Se-erti halnya dengan 1illiam Smith dan lainnya, -engetahuan suksesi dari bentuk kehidu-an yang tera3etkan sebagai fosil sangat berguna untuk memahami bagaimana dan ka-an suatu batuan terbentuk. 1ilian Smith mengamati bah3a fosil he3an invertebrate yang diketemukan -ada -erla-isan batuan mun/ul dalam urutan yang da-at di-erkirakan. Dari hasil -enelitian ini, hukum suksesi fauna dikembangkan dan menyatakan bah3a fosil ter.adi dalam urutan yang -asti, tidak berubah dalam rekaman geologi. !ada gambar '.' terlihat kum-ulan fosil yang hadir dalam la-isan batuan -ada interval 3aktu tertentu dan dalam .angka .angka 3aktu yang diskrit. Dengan menggunakan hokum su-er-osisi maka da-at disim-ulkan bah3a batuan 6 lebih tua dibandingkan batuan A "8utuyama,'$$+(.

Gambar '.% Gambar kiri mem-erlihatkan sebaran berbagai .enis fosil dengan interval 3aktu yang bersifat diskrit dan gambar kanan adalah kum-ulan fosil yang terda-at dalam la-isan A dan la-isan 6. 6erdasarkan hukum su-er-osisi maka la-isan 6 akan lebih tua dibandingkan dengan la-isan A. !ada gambar B0+ di-erlihatkan kemun/ulan dari bebera-a s-esies dari kelom-ok binatang dan tumbuh0tumbuhan dalam rentang umur bumi, yaitu se.ak Aaman 2ambrium hingga Aaman 2uarter. 6erbagai .enis binatang dan tumbuhan yang ditemukan sebagai fosil telah mengalami -erubahan selama kurun 3aktu dari se.arah bumi. 2etika kita menemukan fosil yang sama dalam batuan yang lokasinya berbeda, maka kita tahu bah3a batuan tersebut berumur sama. 6agaimana -ara ilmu3an men.elaskan -erubahan yang ter.adi di bumi melalui .e.ak0.e.ak fosil yang di.um-ai dalam batuan: !ada a3alnya -en.elasan terhada- -erubahan dan -ergantian berbagai .enis s-esies yang hidu- dimuka bumi dasarkan atas -emikiran tentang suksesi ben/ana0alam atau katatrofisme yang se/ara -eriodik merusak dan memusnahkan lingkungan hidu- suatu organisme. Setelah -eristi3a katatrofisme maka akan mun/ul kehidu-an yang baru lagi "8utuyama,'$$+(

Gambar '.&. 2emun/ulan dari bebera-a kelom-ok binatang dan tumbuh0tumbuhan dalam kurun 3aktu geologi, mulai dari Aaman 2ambrium hingga ke Aaman 2uarter. !ada -ertengahan abad ke #B, ?harles Dar3in dan Alfred 1alla/e menga.ukan suatu teori tentang s-esies yang berasal dari kehidu-an yang lebih tua akan memberi keturunan yang lebih kuat ke-ada s-esies yang lebih muda. Menurut Dar3in, -erubahan ini disebut sebagai evolusi s-esies, yang di-engaruhi oleh & -roses, yaitu: #(. Eariasi5 '(. re-roduksi5 %(. !ersaingan5 dan &(. daya0tahan dari s-esies0s-esies yang mam-u berada-tasi terhada- -erubahan yang ter.adi -ada lingkungan hidu-nya. ;eori evolusi Dar3in ini berlaku untuk semua makluk hidu-, baik untuk yang masih hidu- mau-un yang sudah men.adi fosil. !en.elasan teori Dar3in telah memberi sumbangan -emikiran bagi ilmu -engetahuan, khususnya yang berkaitan dengan suksesi yang ter.adi -ada suatu s-esies yang teramati dari fosilnya yang terekam dan tera3etkan dalam batuan "1idodo, '$$%(

Seiring dengan -erkembangan ilmu -engetahuan, maka teori0teori yang dikemukakan oleh -ara ahli sebelumnya kemudian berkembang dan terkoreksi, hal ini mengingat bah3a teori dibuat atas dasar fakta dan -engamatan. Dengan adanya -engetahuan dan informasi baru, maka suatu teori da-at berkembang dan berubah, demikian halnya dengan teori evolusi yang dikemukakan oleh ?harles Dar3in "1idodo, '$$%(. nformasi informasi baru yang mendukung konse- dasar dari teori Dar3in adalah bah3a dengan ber.alannya 3aktu maka seluruh kehidu-an akan mengalami berubahan dan s-esies yang lebih tua meru-akan nenek moyang "an/estor( dari s-esies yang lebih muda "des/endant( "1idodo, '$$%(. S-esies adalah salah satu yang -aling mendasar dari klasifikasi kehidu-an. !ada gambar B0F diilustrasikan -erkembangan "evolusi( dari satu s-esies fosil yang mem-erlihatkan hubungan antara s-esies asalnya dengan s-esies turunannya "an/estor0des/endant(. !ada gambar da-at kita lihat bentuk -erubahan dari satu s-esies se-an.ang umur geologi, yaitu mulai dari umur yang tertua, yaitu 2a-ur Akhir "nomor:G(, !aleosen, Eosen, Oligosen, Miosen, dan yang termuda umur !liosen "nomor:#( "8utuyama,'$$+(. Sebagai /atatan da-at dilihat bagaimana bentuk bagian belakang "-osterior( kerang men.adi lebih membulat -ada s-esies yang lebih muda, dan bagian dari kedua /angkang shell yang memiliki .aringan -engikat "ligament( yang lebih lebar. !ara ahli -aleontologi memberi -erhatian terhada- bentuk /angkang "shell( serta anatomi detil dari bagian yang tera3etkan sebagai -en/iri dari /angkangnya. !ada gambar, nomor -ada kolom disebelah kiri menun.ukkan umur geologi, yaitu # H !liosen, ' H Miosen, % H Oligosen, & H Eosen, + H !aleosen, dan G H 2a-ur Akhir.Hukum suksesi fauna "fosil( sangat -enting bagi -ara ahli geologi yang ingin mengetahui umur batuan saat melakukan -enelitian "8utuyama,'$$+(. 2ehadiran fosil -ada suatu singka-an batuan atau batuan yang berasal dari inti bor da-at di-akai untuk menentukan umur batuan se/ara akurat. 2a.ian yang rin/i dari berbagai ma/am .enis batuan yang diambil di berbagai lokasi akan menghasilkan bebera-a .enis fosil yang mem-unyai kisaran hidu- yang relatif -endek dan fosil .enis

ini disebut sebagai fosil indek. Saat ini, binatang dan tumbuhan yang hidu- di lingkungan laut memiliki -erbedaan yang sangat men/olok dengan yang hidu- di lingkungan darat, demikian .uga dengan binatang atau tumbuhan yang hidu- di salah satu bagian yang ada di lingkungan laut atau di lingkungan darat akan berbeda -ula dengan binatang atau tumbuhan yang hidu- di lokasi lainnya -ada lingkungan laut atau-un darat. Hal ini men.adi suatu tantangan bagi -ara ahli untuk mengenalinya dalam batuan yang umurnya sama ketika salah satu batuan dienda-kan di lingkungan darat dan batuan lainnya dienda-kan -ada lingkungan laut dalam "8utuyama,'$$+(. !ara ahli harus mem-ela.ari fosil fosil yang hidu- di berbagai lingkungan sehingga di-eroleh suatu gambaran yang lengka- dari binatang atau-un tumbuhan yang hidu- -ada -eriode 3aktu tertentu di masa lam-au.

Gambar '.+ !erkembangan fosil yang memerlihatkan hubungan fosil asal dengan fosil turunannya "an/estor0des/endant( -ada tingkat s-esies. 8osil0fosil tersebut diambil dari laut Atlantik yang mem-erlihatkan bagaimana /ara satu s-esies berubah se-an.ang 3aktu yang dilaluinya

(. F.&i" -an Ba uan !ada hakekatnya untuk mem-ela.ari se.arah bumi kita se/ara tidak langsung mem-ela.ari rekaman dari -eristi3a0-eristi3a masa lalu yang tersim-an dan tera3etkan di dalam batuan. !erla-isan batuan disini da-at dium-amakan sebagai halaman0halaman dari suatu buku. Ham-ir semua singka-an batuan yang ada di-ermukaan bumi adalah batuan sedimen. Sebagaimana diketahui bah3a batuan sedimen terbentuk dari -artikel0-artikel batuan yang lebih tua yang han/ur akibat gerusan air atau angin. !artikel0-artikel yang berukuran kerikil, -asir, dan lem-ung ini melalui media air atau angin diangkut dan kemudian dienda-kan di dasar0dasar sungai, danau, atau lautan "8utuyama,'$$+(. Enda-an sedimen kemungkinan da-at mengubur binatang atau tanaman yang masih hidu- atau yang sudah mati di dasar danau atau lautan. Dengan ber.alannya 3aktu serta sering ter.adinya -erubahan lingkungan kimia3inya, maka dan tumbuhan akan men.adi fosil. enda-an sedimen ini kemudian akan berubah men.adi batuan sedimen dan rangka binatang !ada a3al -ertengahan tahun #G$$0an, seorang ilmu3an bangsa Denmark yang bernama Ii/holas Steno mem-ela.ari -osisi relatif -ada batuan0batuan sedimen. Dia menda-atkan bah3a -artikel0-artikel yang mem-unyai berat .enis yang besar yang berada dalam suatu larutan fluida akan mengenda- terlebih dahulu ke bagian ba3ah sesuai dengan urutan berat .enisnya yang lebih besar. !artikel yang besar dan memiliki berat .enis yang besar akan dienda-kan -ertama kali sedangkan -artikel yang berukuran lebih ke/il dan lebih ringan akan terenda-kan belakangan. Adanya -er-edaan ukuran butir "-artikel( atau kom-osisi mineral akan membentuk suatu -erla-isan. !erla-isan -ada batuan sedimen -ada umumnya da-at dilihat dengan .elas, karena batuan sedimen dibangun dari susunan -artikel0-artikel yang membentuk -ola laminasi dan selan.utnya membentuk -erla-isan yang /uku- tebal. Setia- urutan "sekuen( la-isan batuan mem-unyai arti bah3a la-isan bagian ba3ah akan selalu lebih tua dibandingkan dengan la-isan diatasnya. Hal ini dikenal sebagai 7Hukum Su-er-osisi9. Hukum su-er-osisi

meru-akan dasar untuk -enafsiran se.arah bumi, karena disetia- lokasi akan di/irikan oleh umur relatif dari la-isan0la-isan batuan dan fosil yang ada didalamnya "8utuyama,'$$+(.

Gambar '.G Singka-an batugam-ing berla-is yang kaya akan /angkal "shell(, berumur Ordovisium, tersingka- di >eCington, 2entu/ky. >a-isan horisontal ini dienda-kan sekitar &+$ .uta tahun yang lalu. !erla-isan batuan terbentuk ketika -artikel -artikel yang diangkut oleh

media air atau angin mele-askan diri dan mengenda- di dasar /ekungan. Hukum Steno 7Original HoriAontality9 menyatakan bah3a ham-ir semua sedimen, -ada saat dienda-kan untuk -ertama kalinya dalam -osisi yang horisontal "gambar B0F(. Meski-un demikian, banyak -erla-isan batuan sedimen yang kita .um-ai di alam tidak lagi dalam -osisi horisontal atau telah mengalami -erubahan dari kondisi aslinya "8utuyama,'$$+(. !erubahan -osisi la-isan yang sudah tidak horisontal lagi -ada umumnya ter.adi selama -eriode -embentukan -egunungan "gambar B0D(. !erla-isan batuan disebut .uga sebagai strata "berasal dari bahasa >atin( dan stratigrafi adalah suatu ilmu yang mem-ela.ari tentang strata. Oleh karena itu foskus -ela.aran stratigrafi -ada mem-ela.ari karakteristik dari -erla-isan batuan, termasuk di dalamnya mem-ela.ari bagaimana hubungan antara batuan dengan 3aktu "8utuyama,'$$+(.

Gambar '.F Singka-an batugam-ing berumur Silur, tersingka- di -egunungan Arbu/kle dekat Ardmore, Oklahoma, =SA., yang mem-erlihatkan bentuk kemiringan la-isan yang ham-ir tegak. !erubahan arah kemiringan la-isan yang asalnya horiAontal disebabkan oleh -roses orogenesa "-embentukan -egunungan(. =ntuk da-at menyatakan umur suatu la-isan batuan, maka kita harus mem-ela.ari fosil0fosil yang ada -ada batuan tersebut. !ada hakekatnya, fosil menyediakan bukti0bukti dan -eristi3a0-eristi3a -enting yang -ernah ter.adi di bumi serta ka-an -eristi3a tersebut berlangsung "1idodo, '$$%(

BAB III PENUTUP 1. K!&i%,u"an 8osil adalah sisa0sisa atau bekas0bekas makhluk hidu- yang men.adi batu atau mineral. =ntuk men.adi fosil, sisa0sisa he3an atau tanaman ini harus segera tertutu- sedimen. Oleh -ara -akar dibedakan bebera-a ma/am fosil. Ada fosil batu biasa, fosil yang terbentuk dalam batu ambar, fosil ter, se-erti yang terbentuk di sumur ter >a 6rea di ?alifornia. He3an atau tumbuhan yang dikira sudah -unah teta-i ternyata masih ada disebut fosil hidu- dan ilmu yang mem-ela.ari fosil adalah -aleontologi. 2emun/ulan suatu s-esies meru-akan hasil evolusi dari s-esies sebelumnya dan hal ini da-at kita ketahui melalui -engamatan fosil0fosil yang terekam di dalam la-isan0la-isan batuan se-an.ang se.arah bumi. Enda-an sedimen kemungkinan da-at mengubur binatang atau tanaman yang masih hidu- atau yang sudah mati di dasar danau atau lautan. Dengan ber.alannya 3aktu serta sering ter.adinya -erubahan lingkungan kimia3inya, maka enda-an sedimen ini kemudian akan berubah men.adi batuan sedimen dan rangka binatang dan tumbuhan akan men.adi fosil.

DAFTAR PUSTAKA 8utuyama, Douglas ). '$$+. Evolution. =SA: Sinauer Asso/iates, n/ 1idodo, >estari, =., Amin, M. '$$%. 6ahan A.ar Evolusi. Malang: Dir.en Dikti