Anda di halaman 1dari 7

DISKUSI ANESTHESI

by : elfofeuforia, 2008

1. Anesthesi Regional Sub Arachnoid Block dapat dilakukan melalui intervertebra berapa saja ? Sebutkan Anesthesi Regional Subarachnoid Block dapat dilakukan melalui : a. Intervertebra Lumbal II III b. Intervertebra Lumbal III IV c. Intervertebra Lumbal IV V d. Intervertebra Lumbal V Sacrum 2. Alat-alat apa saja yang harus disiapkan untuk melakukan tindakan Anesthesi Regional Sub Arachnoid ? Sebutkan lengkap dan Tunjukan ! a. Infus Set b. Intravenous Catheter (dengan Injection Valve dan tanpa Injection Valve) c. Cairan Elektolit (Aserine, RL, Dekstrose, dll) d. Sarung tangan, masker & topi tindakan steril e. Duk lubang steril f. Spinal Needle g. Betadine h. Alkohol 70% i . Kasa Steril j. Plester k. Alat Defibrilator / DC Shock l. Alat monitor untuk memonitor suhu, nadi, TD, pernafasan, EKG, Satureted O2 3. Warna dari Intravenous Catheter atau warna dari Spinal Needle, merupakan ukuran dari jarumnya Tunjukan dan sebutkan warna dari nomer / ukuran besar jarum masing-masing alat tersebut SPINAL NEEDLE : a. Warna Merah = no.29 G I.V CATHETER : a. Warna Orange b. Warna Abu-abu c. Warna Hijau d. Warna Pink e. Warna Biru f. Warna Kuning 4. Lakukan tindakan Kompresi Jantung Luar pada orang dewasa . a. Penderita diletakkan berbaring pada alas yang datar / rata dan keras b. Penolong menggunakan APD (masker dan sarung tangan) c. Posisi penologn berada di samping kiri/kanan pasien d. Salah satu telapak tangan/pangkal tangan diletakkan di pertengahan sternum dan tangan yg lain diletakkan diatasnya sambil memegang tangan dibawahnya = no. 14 G = no. 16 G = no. 18 G = no. 20 G = no. 22G = no. 24 G

b. Warna Abu-abu = no 27 G c. Warna Cokelat = no 25 G d. Warna Orange = no 25 G

e. Posisi lengan lurus dan tegak lurus terhadap sternum penderita f. Posisi tubuh penolong melintang diatas tubuh penderita dg lengan tertumpu pd sternum penderita g. Hentakan tubuh penolong melalui berat badan bukan dg tenaga / kekuatan tangan, tekan secara berirama, teratur dan konstan h. Hentakan sebanyak 30 x dg kecepatan 100x / menit, dg kedalaman 5 cm i. Hentakan 30x ini, berlaku untuk 1 atau 2 penolong 5. Lakukan tindakan Kompresi Jantung Luar pada Bayi / Anak Kompresi Jantung Luar pada bayi / anak dapat dilakukan denga 2 cara: Cara 1 : a. Memakai APD seperti masker & sarung tangan b. Buat garis imajiner antara kedua papilla mammae kanan-kiri melewati sternum c. Letakkan jari telunjuk dan jari tengah pd daerah sternum yg dapat dilewati garis d. Lakukan hentakan / kompresi dg kedua jari tadi sebanyak 30x, dg kecepatan 100x /menit Cara 2 : a. Memakai APD seperti masker & sarung tangan b. Buat garis imajiner antara kedua papilla mammae kanan-kiri melewati sternum c. Letakan kedua ibu jari tangan kanan dan kiri pada daerah sternum yg dilewati garis d. Letakan jari-jari lain pada punggung bayi/anak e. Lakukan hentakan/kompresi dg kedua ibu jari tangan sebanyak 30x dg kecepatan 100x/menit berirama teratur dan konstan 6. Sebutkan dan Tunjukan nama dari alat-alat yang diminta a. Oral airway/Oropharingeal tube/Guedel b. Nasal airway / Nasopharigeal tube c. Laringeal Mask 7. Apa fungsi/kegunaan alat-alat ini? a. Guedel : a. Sebagai alat bantu untuk jalan nafas melalui mulut (oral airway) b. Dipakai pada penderita yg tidak sadar c. Mempertahankan jalan nafas supaya tidak tersumbat/tetap terbuka d. Merupakan bagian dari tindakan intubasi oral /orotrakeal b. Nasopharingeal tube : a. Sebagai alat bantu untuk jalan nafas melalui hidung (nasal airway) b. Bisa dipakai pada penderita yang sadar c. Mempertahankan jalan nafas supaya tidak tersumbat/tetap terbuka c. Laringeal Mask : a. Sebagai alat bantu untuk jalan nafas melalui mulut (oral airway) b. Sebagai alat untuk anesthesi inhalasi pd operasi singkat c. Sebagai alat pengganti bila intubasi sulit dilakukan d. Sebagai airway pada anesthesi umum inhalasi 8. Lakukan pemasangan Guedel dan Nasopharingeal tube pada manequine.

Sebelum pemasangan : Posisi penolong disisi atas kepala pasien, ganjal dengan bantal 10 cm, ekstensikan kepala penderita A. Pemasangan Guedel memakai spatula lidah - Memakai APD seperti masker & sarung tangan - Siapkan Huedel yg ukurannya sesuai yaitu yg berjarak sepanjang antara canalis auditive eksternus sampai sudut mulut ipsilateral - Olesi Guedel dengan Gel pelumas - Buka mulut penderitan dengan chin lift atau cross finger - Masukkan spatula lidah untuk menahan lidah - Masukan guedel ke posterior dg lekungan guedel sesuai dg lekung rongga mulut - Luncurkan Guedel di atas lidah, dorong masuk, sampai sayap penahan guedel tertahan di bibir - Tarik keluar spatula lidah B. Pemasangan Guedel tanpa spatula lidah - Memakai APD seperti masker &sarung tangan - Siapkan guedel yg ukurannya sesuai yaitu yg berjarak antara canalis auditive eksternus sampai sudut mulut ipsilateral - Olesi Guedel dengan Gel pelumas - Buka mulut penderitan dengan chin lift atau cross finger - Masukan guedel ke posterior, dg lekungan guedel terbalik / berlawanan dg lekungan rongga mulut - Luncurkan guedel diatas lidah ke arah palatum, dorong guedel sambil diputar, hingga sayap penahan guedel tertahan di bibir C. Pemasangan Nasopharingeal tube - Memakai APD seperti masker & sarung tangan - Siapkan nasopharingeal tube yg ukurannya sesuai yaitu yg kira-kira ukurannya sebesar jari kelingking tangan kiri pasien - Olesi nasopharingeal tube dengan gel pelumas - Masukkan ujung nasopharingeal tube melalui salah satu lubang hidung yang paten dan tidak ada hambatan ke arah posterior telinga - Dorong menuju hypofaring sambil sedikit diputar, masukkan sampai sayap penahan dari nasopharingeal tube tertahan di lubang hidung 9. Tunjukan dan sebutkan nama alat-alat ini. a. Laringoskope (kalo belum terpasang pasang) b. Ambu bag / bag valve (kalo belum terpasang pasang) c. Endotracheal tube non kinking d. Laringeal mask 10. Apa kegunaan dari masing-masing alat tersebut.

a. Laringoscope : a. Untuk membuka mulut dan membuat area mulut menjadi lebih luas b. Untuk melihat daerah faring dan laring, mengidentifikasi epiglottis, pita suara, dan trakea c. Merupakan kelengkapan alat untuk tindakan intubasi b. Ambu bag / bag valve : a. Alat untuk respirasi buatan b. membantu ventilasi dan supply O2 c. Endotracheal tube Non Kinking : a. Sebagai alat bantu jalan nafas (airway) melalui mulut b. Dipakai untuk tindakan intubasi pada operasi dg posisi sulit (posisi pasien miring atau terlungkup) d. Laringeal Mask : a. Sebagai alat bantu untuk jalan nafas melalui mulut (oral airway) b. Sebagai alat untuk anesthesi inhalasi pd operasi singkat c. Sebagai alat pengganti bila intubasi sulit dilakukan d. Sebagai airway pada anesthesi umum inhalasi 11. Lakukan tindakan intubasi Oral: - Pastikan alat-alat yg harus tersedia (laringoskop, ET no 7 7,5 kinkin/non kinking, spuit, gel pelumas, inserter, bag valve/ambubag, sungkup, guedel, stetoskop, plester, konektor, suction, mesin anesthesi, monitor, DC shock, APD) - Memakai APD spt topi, masker & sarung tangan steril, lalu cek alat (pasang laringoskop, pasang bag valve+sungkup, cek balon ET, olesi ET dg jelly, olesi guedel) - Penolong berdiri di sebelah atas kepala penderita - Ganjal kepala penderita dg bantal 10 cm - Ekstensikan kepala penderita, buka mulut dg tangan kanan - Pasang guedel dan lakukan pre-oksigenasi dg ambubag / bag valve+ sungkup - Oksigenasi dihentikan, lepas guedel - Pegang laringoskop dg tangan kiri, lengkungan scope menghadap ke depan - Masukan scope melalui sudut mulut sebelah kanan, geser lidah dg geser laringoskop sambil di tarik kedepan - Identifikasi epiglottis, pita suara, trakea - Masukkan ET yg sudah diberi gel dg hati-hati, ke lubang di antara pita suara (trakea), sampai balon atau batas hitam melewati pita suara - Isi cuff/ balon dg udara secukupnya, hubungkan ET dg ambubag / mesin anesthesi - Periksa kedalaman ET apakah sudah tepat, pompa ambubag sambil memeriksa suara nafas di dada kanan & kiri di stetoskope - Bila suara nafas dada kanan terdengar lebih keras dari dada kiri / hanya dada kanan yg terangkat, artinya letak ET terlalu dalam (kempiskan cuff, tarik ET keluar sedikit,kembangkan cuff, cek suara nafas apakah sudah simetris)

- Bila suara nafas tidak terdengar dan dinding dada tidak terangkat, saat ambubag di pompa artinya ET masuk ke esophagus ( kempiskan cuff, lakukan ekstubasi, oksigenasi pasien dan intubasi lagi ) -Bila suara nafas dada kanan dan kiri terdengar simetris, serta dada kanan dan kiri terangkat simetris saat ambubag di pompa artinya letak ET sudah benar - Lakukan ventilasi sesuai kebutuhan (frekuensi 12-20x / menit, tekanan O2 4-6 liter/menit) - Perkuat ET/fiksasi dg plester, dan pasang guedel supaya ET tidak tergigit jika pasien mengalami kejang. 12. Lakukan ventilasi mulut ke mulut pada orang dewasa - Posisi pasien terlentang di atas permukaan datar / rata - Penolong duduk berlutut / jongkok disebelah kanan/kiri dekat kepala penderita (periksa dulu apa ada cedera leher, bersihkan sumbatan jalan nafas jika ada) - Salah satu tangan penolong mengekstensikan kepala penderita (head tilt) - Lalu menutup kedua lubang hidung penderita, menggunakan ibu jari dan telunjuk tangan yg memegang kepala - Tangan yg lain membuka mulut penderita (chin lift) - Penolong menarik nafas panjang - Mulut penolong menutupi mulut penderita - Penolong menghembuskan nafas kuat melalui/kedalam mulut penderita (tidak bole ada yg bocor) - Durasi bantuan nafas 1 detik, dikatakan efektif jika dada penderita terangkat, dan tidak menghalangi jalan ekspirasi penderita di sela bantuan nafas 13. Sebutkan cara lain selain ventilasi Mouth to Mouth a. Ventilasi Alat ke Alat (dari ambubag/mesin ventilator ke endotracheal tube / laringeal mask) b. Ventilasi Alat ke Mulut (dari ambubag + sungkup ke mulut penderita) c. Ventilasi Mulut ke Alat (dari mulut penderita/ menggunakan alat mouth piece) 14. Lakukan Ventilasi dengan menggunakan Ambubag - Posisi penderita terlentang diatas permukaan datar /rata dan keras - Posisi penolong di sisi atas kepala penderita, ganjal kepala penderita 10 cm , kepala pasien diekstensikan - Pastikan alat-alat yg harus ada (tabung O2 murni+selang+ambubag+sungkup yg ukurannya sesuai, guedel / nasal airway, gel pelumas) - Memakai APD seperti masker & sarung tangan - Siapkan ambubag : pasang/rangkai ambubag, pasang sungkup yg sesuai, hubungkan ambubag dg selang ke tabung O2 - Pasang guedel yg sudah diukur dan diberi gel - Letakkan sungkup dg sudut lancip di hidung mengarah ke cranial - Letakkan jari manis dan jadi telunjuk memegang atas sungkup & menekan sungkup supaya tidak bocor

- Jari tengah bisa diletakkan di atas sungkup untuk membantu menekan sungkup atau diletakkan di mandibula untuk memperkuat ekstensi - Pompa bag valve sesuai kebutuhan (frekuensi 12 20 x/menit, tekanan O2 8-10 liter/menit), dan lihat dinding dada saat di bag dipompa , terangkat atau tidak 15. Tunjukan dan sebutkan alat-alat yg harus dipersiapkan untuk tidakan anesthesi inhalasi intubasi, termasuk alat-alat yg tidak ada di ruangan ini. a. Laringoskop b. Stetoskop c. Endotrakeal Tube Non Kinking d. Endotrakeal Tube Kinking e. Oral airway/ Guedel/Oropharingeal tube f. Nasal airway/ Nasopharingeal tube g. Ambubag h. Spuit 10-20 cc i. Suction j. Tape /Plester k. Inserter /stylet/mandraen l. Konektor m. Mesin anesthesi n. Alat monitor o. DC Shock p. Forceps Mc Gill

16. Sebutkan kegunaan dari masing-masing alat tersebut pd tindakan diatas a. Laringoskop : - Alat untuk buka mulut lebih lebar dan membuat area mulut menjadi lebih luas - Untuk melihat rongga mulut terutama daerah hypofaring/laryng - Kelengkapan alat intubasi b. Stetoskop : - Memastikan letak ujung ET dalam trakea apakah sudah tepat - Memeriksa suara nafas paru kanan & kiri, apakah sudah simetris c. ET Non Kinking : - Alat bantu jalan nafas (airway melalui trakea) - Dipakai untuk intubasi pada operasi dengan posisi sulit/posisi pasien miring/tengkurap d. ET Kinking : - Alat bantu jalan nafas (airway) melalui trakea - Dipakai untuk intubasi pada umumnya e. Guedel : - Alat bantu jalan nafas lewat mulut (oral airway) - Menekan pangkal lidah supaya tidak jatuh ke belakang sehingga jalan nafas tetap terbuka (paten) - Dipakai pada pasien tidak sadar f. Nasopharingeal tube: - Alat bantu jalan nafas lewat hidung (nasal airway) - Menahan pangkal lidah supaya tidak jatuh ke belakang jalan nafas tetap terbuka (paten) - Bisa dipakai pada pasien yg sadar g. Ambubag : -Alat untuk menbuat respirasi buatan - Menunjang ventilasi & supply O2 h. Spuit : Untuk mengisi cuff /balon dengan udara

i. Suction : Alat untuk menghisap / membersihkan cairan dalam rongga mulut & ETT j. Plester : Memperkuat / fiksasi ET yg sudah terpasang agar tidak berubah tempat k. Inserter : - Alat yang merupakan kawat yg dilapisi karet / plastik elastic untuk dimasukkan dalam ET (khususnya ET Non Kinking ) sehingga lengkung ET dapat dibentuk sesuai dg lengkung rongga mulut l. Konektor : Alat yang menghubungkan ET dg mesin anesthesi / mesin ventilator m. Mesin anesthesi : Alat yg berisi gas anesthesi yg digunakan selama operasi supaya anesthesi pd pasien bisa terus berlangsung n. Alat monitor : untuk memonitor suhu, nadi, TD , pernafasan, EKG, saturasi O2 selama anesthesi /operasi berlangsung o. DC Shock : Alat untuk tindakan defibrilasi p. Forces McGill : - Pada intubasi oral disiapkan untuk mengambil benda asing jika diperlukan - Pada intubasinasal avu, dipakai untuk menjepit ujung ET dan dipimpin masuk ke dalam trachea