Anda di halaman 1dari 9

TINJAUAN TEORITIS

A.

Anatomi dan Fisiologi Sendi Persambungan/sendi/artilasio adalah istilah yang digunakan untuk menunjuk pertemuan antara dua atau beberapa tulang dari kerangka. Beberapa tiga jenis utama : Sendi yang fibrus, sendi tulang rawan dan sendi sinovial, sendi juga dapat diklasifikasikan menurut kemungkinan gerakanya : tak bergerak, sedikit bergerak dan bergerak luas. Gerak gerik yang terjadi pada sendi. Sendi kerangka dapat dibagi dalam tiga kelompok utama : Gerakan melun!ur Gerakan bersudut "anguler# Gerakan rotasi $. Sendi anggota atas Sendi sterno % klavikuler Sendi akromio % klavikuler Sendi bahu atau humero % skapuler Sendi siku Sendi radio % ulnaris Sendi pergelangan tangan &. Sendi dari tangan dan jari Sendi karpal Sendi karpo % metakarpal Sendi metakarpo % falangeal Sendi interfalangeal '. Sendi anggota bawah Sendi panggul Sendi lutut Sendi sendi tibio % fibuler Sendi pergelangan kaki

(. Sendi pada tapak kaki Sendi metatarso % fala) Sendi interfala) Sendi mata kaki *tot % otot yang bekrja pada tangan antara lain : +le)tor % fle)tor panjang dari semua jari dan otot % otot ke!il yang berkaitan dengan tulang karpal. Pada sendi mata kaki ligamen mata kaki dapat terpele!ok dan robek waktu terpeleset dari suatu ketinggian / kaki tiba % tiba masuk parit / libang, maka sendi dapat mengalami inversi dan eversi yang parah. ,da rasa nyeri ban pembengkakan segera timbul yang dapat dikurangi dengan balutan basah dan dingin sebagai tindakan pertolongan pertama tetapi pele!okan yang parah hendaknya selalu difoto rontgen karena mungkin kedua maleolus / otot pada kaki yang terutama berkenaan untuk mempertahankan lengkung kaki adalah peroneus yang berjalan dibawah telapak, otot tibialis anterior dan tibialis posterior dari belakang tungkai dab membentuk bandul rangkap dua / sema!am sanggurdi. B. Pengertian, Tanda dan gejala Penyakit R ematoid Art ritis. !. Pengertian ,tritis reumatoid adalah sebuah poliartritis dengan penyebaran bilateral dan simetris dan menyerang semua sendi ke!il tangan dan jari "-velyn Pear!e, &...#. ,tritis reumatoid adalah suatu penyakit imflamasi sistemik kronik dengan manifestasi utama poliartritis progresif dan mengakibatkan seluruh organ tubuh ",rif /ansjoer, &..$#. ,rtritis rematoid adalah suatu penyakit peradangan kronik yang menyebabkan degenerasi jaringan ikat. "-li0abeth 1. 2orwin, &..$#. ,tritis rheumatoid adalah penyakit kronis sistematik yang progresif pada jaringan pengikat ini men!angkup peradangan pada sendi !yanosis yang

simetris sehingga menyebabkan kerusakan sendi " Brunner 3 suddarth 4/B vol & #. 1adi kesimpulan dari beberapa sumber dapat kita simpulkan bahwa atritis rematoid adalah suatu penyakit kronis pada jaringan ikat yang biasanya men!angkup peradanagan lapisan sendi sinovial yang mengakibatkan kerusakan sendi tertentu. Biasanya jaringan sendi yang pertama kali mengalami kerusakan adal5ah jaringan sinoviom. Pada ,6, peradangan yang membentuk lapisan sendi, yaitu menerus dan menyebar kestruktur % struktur sendi disekitarnya termasuk tulang rawan sendi dan kapsul fibrosa sendi. ,khirnya ligamentum dan tendon ikut meradang. Peradangan ditandai oleh penimbunan sel darah putih, pengaktifankompiemen, fagositosis ekstensif dan pembentukan jaringan parut. Pada peradangan kronik, membran sinovium mengalami hipertrofi dan menebal sehingga terjadi hambatan aliran darah yang menyebabkan nekrosis sel dan respon peradangan berlanjut. Sinovium yang menebal kemudian dilapisi oleh jaringan grandula yang disebut panas. Panas dapat menyebar keseluruh sendi sehingga semakin merangsang peradangan dan membentuk jaringan parut, proses ini se!ara lambat merusak sendi dan menimbulkan nyeri hebat serta deformitas. ". Penye#a# ,6 adalah suatu penyakit otoimun yang timbul pada individu % individu yang rentan setelah respon imun terhadap agen pen!etus yang tidak diketahui. +a!tor pen!etus mungkin adalah suatu bakteri, mikroplasma, virus yang menginfeksi sendi / mirip dengan sendi se!ara antigenis. Biasanya respon antibody awal terhadap mikro organisme diperantai oleh 7g G. antibody yang ditujukan kepada komponen tubuh sendiri ini disebut fa!tor rematoid " +6 #. +6 menetap dikapsul sendi dan menimbulkan peradangan dan destruksi jaringan. ,6 diperkirakan terjadi karena predisposisi geneti! terhadap penyakit otoimun, wanita lebih sering terkena dari pada pria.

$. Tanda dan %ejala ,witan ,6 ditandai oleh gejala umum peradangan berupa demam, rasa lemas, nyeri tubuh dan pembengkakan sendi. 8erjadi nyeri dan kekakuan sendi, mula % mula disebabkan oleh peradangan akut dan kemudian akibat pembentukan jaringan parut. Sendi pergelangan tangan biasanya adalah sendi % sendi yang pertama kali terkena. 4ekakuan terjadi paling parah pada pagi hari mengenai sendi se!ara bilateral. 6entang gerak berkurang. 8imbul deformitas sendi dan kontak si otot. 8erbentuk nodul % nodul rematoid ekstrasinovium pada sekitar &. 9 individu mengidap ,6. Pembengkakan ini terdiri dari sel % sel darah putih dan sel % sel yang terdapat didaerah trauma atau peningkatan tekanan. :odus biasanya terbentuk di jaringan subkutis diats siku dan jari tangan.

&. $. &.

Perangkat 'iagnostik Peningkatan fa!tor rematoid serum pada ;. 9 kasus. 4elainan pada pemeriksaan sinar < termasuk dekalsifikasi tulang sendi. '. ,spirasi !airan sinovium mungkin memperlihatkan adanya sel % sel darah putih dalam !airan yang steril.

'. $. &. '.

(om)likasi 4elainan sistem pen!ernaan "gastritis dan ulkus peptik# 4elainan sistem syaraf =apat terbentuk nodus rematoid ekstrasinovium di katup jantung, paru, mata atau limpa. +ungsi pernafasan atau jantung dapat terganggu. =apat timbul glaukoma. (. >askulitis "peradangan sistem vaskular# dapat menyebabkan trombosis dan infark.

E.

'iagnosa (e)era*atan yang +,ngkin Terjadi Pada -ansia dengan Penyakit Atritis Re,matoid . Inter/ensi !. 'iagnosa (e)era*atan a#. Gangguan mobilitas fisik sehubungan dengan deformitas skeleral, nyeri ketidak nyamanan intoleransi terhadap aktivitas, penurunan kekuatan otot. b#. Gangguan rasa nyaman nyeri sehubungan dengan distensi jaringan oleh akumulasi !airan / proses inflamasi destruksi. !#. Gangguan !itra tubuh / perubahan penampilan peran yang berhubungan dengan perubahan kemampuan untuk melakukan tugas % tugas umum. Peningkatan penggunaan energi, ketidak seimbangan mobilisasi. d#.4urang perawatan diri sehubungan dengan kerusakan muskuluskeletal : penurunan kekuatan, daya tahan, nyeri pada waktu gerak, depresi. e#. Penatalaksanaan pemeliharaan rumah, kerusakan resiko tinggi berhubungan dengan proses penyakit degeneratif jangka panjang. System pendukung tidak adekuat. ". Inter/ensi '0 I 1 :* 7:8-6>-:S7 $ -valuasi atau lanjutkan 8ingkat pemantauan sendi. /eningkatkan & Posisikan 8rokhanter dengan kantung pasir gulungan mempertahanka diperlukan dan stabilitas posisi jaringan yang tubuh bantal, " mengurangi resiko !edera # dan sendi kesejajaran 6,S7*:,? aktivitas atau latihan

tingkat tergantung dari perkembangan atau

implamasi atau rasa sakit pada resolusi dari proses inflamasi.

mengurangi kontraktur. ' Gunakan bantal ke!il atau /en!egah pleksi leher tipis dibawah leher

Berikan

lingkungan

yang /enghindari !edera akibat ke!elakaan

aman misalnya : menaikan atau jatuh. kursi / kloset mengguankan pegangan tangan pada bak.

'0 II 1 :* 7:8-6>-:S7 6,S7*:,? $ Berikan matras / kasur keras /atras yang lembut / empuk, bantal bantal ke!il. 8inggikantempat yang tidur sesuai kebutuhan tepat. & 8empatkan penggunaan pasir bebat, bra!e. ' Berikan masase yang lembut /eningkatkan relaksasi atau atau bantal, pantau /engistirahatkan sendi % sendi yang karung sakit dan mempertahankan posisi tro!habter, netral. besar akan men!egah pemeliharaan kejejasan tubuh yang

gulungan,

mengurangi tegangan pada otot. ( ?ibatkan dalam aktivitas /emfokuskan kembali stimulus perhatian, dan

hiburan yang sesuai untuk memberikan situasi individu perasaan sehat.

meningkatkan rasa per!aya diri dan

'0 III 1

:* 7:8-6>-:S7 $ =orong pengungkapan Berikan mengenai proses masalah penyakit,

6,S7*:,? kesempatan

untuk

tentang mengidentifikasi rasa takut / kesalahan harapan konsep dan menghadapiinya se!ara langsung.

masa depan. &

,kui dan terima perasaan :yeri konstan akan melelahkan dan berduka ketergantungan. bermusuhan, perasaan marah dan perasaan umum terjadi.

'

Perhatikan prilaku menarik =apat menunjukan emosional / pun diri, penggunaan menyangkal metode / perubahan. koping mal adaptif / terlalu memperhatikan tubuh membutuhkan intervensi lebih lanjut / dukungan fisiologi. kebutuhan /empertahankan penampilan yang

Bantu

dengan

perawatan yang diperlukan. '0 I2 1

dapat meningkatkan !itra diri.

NO INTER2ENSI RASIONA$ =iskusikan tingkat fungsi /ungkin dapat melanjutkan aktivitas umum " . % ( # sebelum timbul umum dengan melakukan adaptasi awitan / eksaserbasi penyakit yang diperlukan pada keterbatasan saat dan potensial dan perubahan ini. yang diantisifasi. & Pertahankan program latihan. ' 4aji hambatan terhadap /enyiapkan untuk meningkatkan mobilisasi, /endukung kemandirian fisik /

kontrol terhadap nyeri dan emosional.

partisifasi terhadap perawatan kemandirian, yang akan meningkatkan diri, identifikasi / ran!ang harga diri. untuk modifikasi lingkungan. '0 2 1 :* 7:8-6>-:S7 ! 4aji tingkat fungsi fisik 6,S7*:,? /engidentifikasi tingkat bantuan / dukungan yang diperlukan. " -valuasi lingkungan untuk /enentukan kemungkinan yang ada / susunan rumah untuk memenuhi kebutuhan individu. bahwa kebutuhan akan

mengkaji kemampuan dalam perubahan perawatan untuk diri sendiri. $

8entukan sumber % sumber /enjamin finansial untuk kebutuhan situasi idividual.

memenuhi dipenuhi se!ara terus menerus.

7dentifikasi digunakan kursi roda.

peralatan missal

yang @ntuk memberikan kesempatan untuk life, mendapatkan peralatan sebelum pulang

peninggian dukunagn toilet,

F. $.

Pera*atan dan Pengo#atan Pendidikan kesehatan pada pasien mengenai penyakitnya dan penatalaksanaan yang akan dilakukan.

&. '. (. A. B.

Sendi yang meradang diistirahatkan selama eksaserbasi Periode periode istirahat setiap hari 4ompres panas dan dingin bergantian ,spirin, obat anti inflamasi non steroid lainnya, atau steroid sistemik. Pembedahan untuk mengeluarkan membran sinovium atau untuk memperbaiki deformitas.

Perawatan pada penderita reumatik men!angkup penggunaan penyangga / alat pembantu untuk membatasi penggunaan sendi. 8erapi dengan menggunakan kantong es / terapi panas dengan menggunakan kompres hangat diterapkan pada sendi selama '. menit untuk mengurangi rasa sakit dan meningkatkan mobilitas. Pusaran air ultrason dan perubahan posisi dapat menghindarkan kejejasan otot, kontraktur dan meminimalkan tekanan pada sendi. Perawat harus menolong pasien untuk menemukan keseimbangan yang benar antara istirahat dengan aktivitas yang berhubungan dengan gaya hidup dan tahanan penyakit tersebut Penggunaan aktivitas yang menghibur, tehnik relaksasi dan penggunaan sumber % sumber membuat pasien aktif dalam perawatan sendiri. Stimulation " 8ens # merupakan pilihan untuk mengelola nyeri. 6om, latihan isometri! dan isotoni!, aktivitas pada sendi, menghindari kekakuan dan menguatkan kelompok otot % otot disekitar sendi. PENGOBATAN =alam jenis arthritis umumnya digunakan obat steroid dan analgetik yang berguna untuk membatasi penyebaran penyakit dan meringankan rasa sakit, pemberian obat % obatan anti inflamasi non steroid " ,7:S # dapat mengurangi peradangan dengan menghalangi proses produksi mediator peradangan.