Anda di halaman 1dari 15

HASIL SURVEI JAGUNG KABUPATEN SUMBA TENGAH

PENYUSUNAN ROAD MAP JAGUNG TAHUN 2013 2017


TAHUN 2012

KABUPATEN SUMBA TENGAH


I. KONDISI WILAYAH
1.1 Penggunaan Lahan Tahun 2010
No

Lahan Usaha
Luas (Ha)
%
Pertanian*
17 277
10,77
Perkebunan
5835
2,10
Lain-lain**
87,13
Total
205 289
100
* pertanian lahan sawah (2,37%) lahan sawah yang tidur 1,4%; dan lahan kering 8,4%.
1.
2.
3.

** padang rumput (17,24%); hutan rakyat 18,56%; hutan negara 28,60%; lahan tidur 12,69%
dan lahan kering lainnya 8,53%
Secara total : lahan sawah 2959 ha (3,82%) dan lahan kering 197 456 ha (96,18%)
Sumber: BPS 2011
1.2 Penggunaan Lahan Berdasarkan Jenis Tanaman Pertanian Tahun 2010

No
1.
2.
3.

4
5.
.
.

Lahan Usaha
Jagung
Padi sawah
Padi ladang
Ubi kayu
Ubi jalar
Kc tanah
Kc kedelai
Kc hijau
Hortikultura*
perkebunan

Luas (Ha)
3978
3967
497
986
145
270
151
658

Produksi (Ton)
11079
13499
1061
6641
1074
358
162
462

5835

1150

*Tidak tersedia
Sumber: BPS 2011

1.3 Satus Pemilikan Lahan Tahun 2010

No
1.
2.
3.
4
5.
* DAT

Status kepemilikan
hak Milik*
Hak Pakai
Hak Guna Usaha
Hak Adat

Luas (Ha)
90% lahan milik sendiri
10% milik suku, tanah adat

Sumber: BPS 2011


Penggunaan Lahan Tahun 2010
No
1.

Rincian
Lahan Sawah
Irigasi
Tadah hujan
Pasang surut
Lahan tidur
Lahan kering:
Tegalan/kebun
Pekarangan
Ladang/huma
Padang rumput
Hutan rakyat
Hutan negara
Lahan perkebunan
Lahan tidur
Lahan kering lainhya

Total
BPS 2011

Luas (Ha)
7833
2159
2715
2959
197456
7858
3273
6146
35397
38094
58720
4430
26023
17515
205289

1.4 .A. Ketersediaan Lahan Persawahan Untuk Mt II


Luas areal : sebesar 7833 ha yakni sawah irigasi 2159 ha, , tadah hujan 2715 ha, dan
belum terpakai /lahan tidur 2959 ha.
Jadi diperkirakan lahan untuk MT II adalah seluas 2700 ha
Sumber air: sungai, embung, cekdam
Kondisi air: sungai dalam butuh pompa air, embung menurun pada kemarau bln
Agustus-Spet

1.4.B. Ketersediaan Lahan Kering Untuk Mt II Untuk Jagung Hibrida


Luas areal: 33 176 ha
Sumber air: sungai, embung dan cekdam
Kondisi air: butuh pompa air atau sarana lainnya. Sungai hanya ada di kec Mamboro
(panjang 8 km) dan di Umbu Ratu Nggay panjang 6 km. Kedaan air
sepanjang tahun.

1.5 Data Biofisik (Ketinggian, Curah Hujan, Suhu, Kesuburan Lahan, Kandungan Hara,
Dll)
Ketinggian 0-800 m dpl. , total curah hujan 2100 mm/thn

II. DATA PERKEMBANGAN JAGUNG


2.1 Luas Areal, Produksi dan Produktiofitas Jagung
a. Jagung ( Jagung Lokal dan Hibrida )
No

Uraian
2009

2010

Tahun
2011*
5204

4314

2012

Luas tanam (ha)

Luas panen (ha)

3375

3078

4291

Produksi (ton)

6087

10935

9111

Produktifitas (kw/ha)

18,46

26,58

21,77

Jumlah tenaga kerja


(kk)
Harga/kg (Rp) **

10093 KK

115OO KK

1000 - 1700

1000 - 1500

1000 -1500

12000 KK

Catatan : * DATA SP 2011


Ketersediaan data untuk masing-masing jenis jagung tidak ada.
**Harga di tingkat petani

b. Jagung Hibrida
No
1

Uraian

Tahun
2009

2010

2011

2012

Luas tanam (ha)


3

2
3
4
5
6

Luas panen (ha)


Produksi (ton)
Produktifitas (kw/ha)
Jumlah tenaga kerja
(org)
Harga/kg (Rp)

c. Jagung Komposit
No

Uraian

1
2
3
4
5

Luas tanam (ha)


Luas panen (ha)
Produksi (ton)
Produktifitas (kw/ha)
Jumlah tenaga kerja
(org)
Harga/kg (Rp)

Tahun
2009

2010

2011

2012

2.2. Sentra Produksi Jagung: Data detail per kecamatan dan desa terlampir
Dari data tersebut dan dari diskusi dengan kabid produksi menunjukkan
bahwa semua kecamatan dan desa yang ada di kab Sumba Tengah melakukan
usaha pengembangan jagung baik lokal maupun hibrida. Prioritas sentra
utama jagung adalah kecamatan Mamboro dan Umbu Ratu Nggay (data
terlampir).
Data luas dan produksi jagung per jenis komoditas jagung tidak tersedia.
Namun, ke depan, Dinas Pertanian Sumba Tengah merencanakan untuk
menerbitkan data masing-masing jenis jagung yang diusahakan petani.

a. Jagung Lokal
No

Lokasi

Kecamatan............
Desa ................
Desa................
Desa.................

Luas Areal (ha)


2010
2011

Produksi (ton)
2010

2011

Desa................
Desa.....................
Kecamatan............
Desa ................
Desa................
Desa.................
Desa................
Desa.....................
Kecamatan............
Desa ................
Desa................
Desa.................
Desa................
Desa.....................
Kecamatan............
Desa ................
Desa................
Desa.................
Desa................
Desa.....................
Kecamatan............
Desa ................
Desa................
Desa.................
Desa................
Desa.....................
Kecamatan............
Desa ................
Desa................
Desa.................
Desa................
Desa.....................
Kecamatan............
Desa ................
Desa................
Desa.................
Desa................
Desa.....................

b. Jagung Hibrida
No

Lokasi

Kecamatan............
Desa ................
Desa................
Desa.................
Desa................
Desa.....................

Luas Areal (ha)


2010
2011

Produksi (ton)
2010

2011

Kecamatan............
Desa ................
Desa................
Desa.................
Desa................
Desa.....................
Kecamatan............
Desa ................
Desa................
Desa.................
Desa................
Desa.....................
Kecamatan............
Desa ................
Desa................
Desa.................
Desa................
Desa.....................
Kecamatan............
Desa ................
Desa................
Desa.................
Desa................
Desa.....................
Kecamatan............
Desa ................
Desa................
Desa.................
Desa................
Desa.....................
Kecamatan............
Desa ................
Desa................
Desa.................
Desa................
Desa.....................

c. Jagung Komposit
No
1

Lokasi

Luas Areal (ha)


2010
2011

Produksi (ton)
2010

2011

Kecamatan............
Desa ................
Desa................
Desa.................
Desa................
Desa.....................
Kecamatan............
Desa ................
6

Desa................
Desa.................
Desa................
Desa.....................
Kecamatan............
Desa ................
Desa................
Desa.................
Desa................
Desa.....................
Kecamatan............
Desa ................
Desa................
Desa.................
Desa................
Desa.....................
Kecamatan............
Desa ................
Desa................
Desa.................
Desa................
Desa.....................
Kecamatan............
Desa ................
Desa................
Desa.................
Desa................
Desa.....................
Kecamatan............
Desa ................
Desa................
Desa.................
Desa................
Desa.....................

d. Jagung Pulut:
Jagung pulut juga ditanam oleh petani di Sumba Tengah dalam jumlah yang kecil. Namun
data luas lahan dan produksi tidak tersedia. Datanya tergabung di dalam data jagung secara
keseluruhan.
Sentra jagung pulut ada:
Adalah di kecamatan Mamboro dan Katikutana serta Umbu Ratu Nggay (pers.com dengan
Kabid produksi Dina Pertanian, Perkebunan dan Kehutanan Kab Sumba Tengah.
desa.................. tidak ada data
desa...................tdk ada data
7

Diskusi dengan Kabid Produksi Kab Sumba Tengah menunjukkan bahwa dalam waktu
dekat, varietas jagung lokal ini diusulkan untuk dilepas, didahului dengan penelitian dari
instansi yang kompeten, misaknya Perguruan Tinggi.

2.3. ALur Produksi dan Akses Pasar


No

Jenis produk yang


dipasarkan

Akses pasar (%) kePasar lokal

1
2
3

Jagung muda
Jagung pipil
Jagung olahan

Pedagang
pengumpul
20
-

100
10
100

Pedagang
besar
70
-

Industry
antara/hilir
-

Lain-lain
-

III. PENGOLAHAN HASIL


3.1 Industri Pengolahan Hasil Jagung
No

Jenis industri Rmh Tangga

Jumlah

Kapasitas
Kapasitas
terpasang
terpakai
Pemipil jagung
20
Emping jagung*
Tidak terdata
Alat pengolahan emping jagung ada menyebar di berbagai rumahtangga namun tidak terdata,
sehingga jumlhnya tidak diketahui denmgan pasti.

3.2 Sumber dan Jenis Bahan Baku


No

Jenis bahan baku


Jagung

Sumber bahan baku


lokal
Antar pulau
v
-

Impor
-

3.3 Hasil Olahan


No

Jenis hasil olahan

Penyaluran hasil olahan


lokal
Antar pulau

Emping jagung

100% lokal

IV. SARANA DAN PRASARANA


4.1 Sarana Produksi
No

Sarana produksi
Benih

jenis

Jumlah (kg)

Hibrida

25 ton

55 ton
40 ton
10 ton

pestisida

lokal
urea
TSP
Tidak ada data

Herbisida

Tidak ada

Pupuk

Sumber
lokal
Antar pulau
APBD I & II
(didatangkan
dari
kabupaten
Sumba
Timur)
Lokal
-

4.2 Jenis Bangunan (Sarana Penunjang)


No
1
2
3
4
5
6

Jenis bangunan
Tempat pengumpulan hasil
(TPH)
Lantai jemur
Gudang
Bangunan pengolahan
Kios saprodi
Lain-lain

Jumlah (buah)
1

% pemanfaatan
80%

Kondisi....
Baik

1
3
4

80%
80%
80%

Baik
Baik
Baik

4.3 Prasarana Jalan (Terkait Dengan Data Pada Tabel 2.2.)


No

Uraian

Jalan utama
- Negara
- Provinsi
- Kabupaten
- Kecamatan
- Desa
- Jalan kebun
Jarak antara sentra
produksi ke pelabuhan
Jarak sentra produksi
ke industri olahan
Jarak sentra produksi

2
3
4

Panjang (km)
58
27
417
221
60-80 km

kondisi
baik

sedang

Rusak

V
v

V
v

V
V
v

50 -80 km
9

ke pasar

V. SUMBER DAYA MANUSIA


5.1 Tenaga Kerja Berdasarkan Pendidikan Kondisi tahun 2010
Tenaga kerja (*)

Jumlah

Pendidikan (org)

Perempuan
Laki-laki
Total

1094
701
1795

SD
12
12

No
1
2

SLTP
50
50

SLTA
88
106
201

PT
752
546
1298

BPS 2011

Jumlah penduduk tahun 2010 62 485 orang.

Usia kerja di atas 15 tahun

15 55 tahun usia produktif 30 879 org atau 49,4%

Yang bekerja di bidang pertanian sebesar 82,4% (laki-laki 855 dan perempuan 79%).

Angkatan kerja 76,40% di mana yang bekerja sebanyak 73,9% dan mencari pekerjaan
2,5%.

Bukan angkatan kerja 23,6% di mana seklah 8,18% dan mengurus rumahtangga 10,5%
dan lainnya 4,92%

5.2 Tenaga Penyuluh Lapangan tahun 2010


- penyuluh pertanian ahli...............................................15 orang
- penyuluh pertanian terampil ....................................... 51 orang
- petugas teknis lapangan ............................................. orang
- penyuluh pertanian PNS ............................................. 66 orang
- penyuluh pertanian swasta ........................................ orang (para THL dan atenaga kontrak)
Kontrak Daerah ..........................16 orang
Kontrak Pusat .............................19 orang

10

- penyuluh pertanian swadaya....................................... 10 orang (petani maju dan KTNA)


- KTNA ..................8 orang
KTNA P4S ........................1 orang
Gapoktan ......................43 buah
Kelompok tani .............................429 buah

5.3 Keinovatifan Petani.....................(melihat respon masyarakat terhadap perubahan


lingkungan sekitar).......................
- (perintis (innovator) : 1%
- Pelopor

: 2%

penganut dini

: 7%

penganut lambat, kolot

: 90% masuk kategori ini

5.4 Kelembagaan Usaha : tidak ada data per kecamatan


No

1
2
3
4
5
6
7
8

Lokasi

Jumlah
petani
(KK)

Kelembagaan Petani

10 093

429

Poktan

Kegiatan

Usaha
bersama
Jumlah

koperasi

43

jumlah

kegiata
n

Kecmtn........
Kecmtn........
Kecmtn........
Kecmtn........
Kecmtn........
Kecmtn........
Kecmtn........
Kecmtn........
KK Petani
total

5.5 Lembaga Keuangan


No
1
2

Lembaga keuangan
Bank BRI
Bank NTT

lokasi
Waibakul
Waibakul

jumlah
1
1

keterangan

11

Jumlah penabung pada tahun 2010 adalah 2822 orang


Penggunaan dana kredit untuk investasi, modal kerja dan konsumsi.
Total pinjaman Rp. 14 737 211 000 dan untuk pertanian hanya Rp. 21 567 000, perdagangan
Rp 1 126 320 000 dan lain-lain Rp. 13 610 891 000
5.6 Sistem Jejaring
No

Pelaku

Petani

Koperasi

Petani
- Bidang.........
- Sejak...........
Koperasi 9 buah
- Bidang.............
- Sejak...............
Lembaga keuangan
- Bidang.............
- Sejak................
Asosiasi

Kel tani:
Pertanian
umum
-

Kredit usaha
konsumtif
dan produktif
-

2
3
4
5

Lembaga
keuangan
-

Asosiasi

9 buah:
aneka usaha

Kredit usaha
produktif

5.7 Kesiapan petani sawah (termasuk kesiapan SDM) untuk menaman jagung di MT II
- luas............................................................... (ambil dari 1.4. harus jelas lokasi): lihat di
depan

12

5.8 Masalah yang Dihadapi Petani Jagung:

Pemerintah
Droping benih terlambat
Pendampingan teknis belum dilakukan secara optimal karena kekurangan
tenaga teknis lapangan yang terampil, sedangkan wilayah pelayanan cukup
luas. Idealnya, satu orang pendamping teknis untuk satu kelompok tani.

Petani
Pengetahuan dan keterampilan teknis petani jagung belum memadai.
Membutuhkan peatihan yang intensif di bidang budidaya jagung yang memenuhi
standar. Untuk itu diperlukan adanya standar operasional prosedur usahatani
jagung yang baik dan benar
Kurang menggunakan pupuk karena persepsi petani tentang kesuburan tanah
mereka masih sangat rendah. Petani menganggap tanah mereka masih cukup
subur. Perlu melakukan penelitian bersama petani tentang kesuburan lahan
Petani sering puas dengan produksi yang ada, walaupun produksi jagung
mereka masih berada jauh di bawah produksi standar potensialnya
Pelatihan bagi petani masih sangat kurang baik jumlah maupun kualitasnya.
Petani masih lebih banyak bejkerja sendirian baik produksi maupun pemasaran
sehingga bargaining positionnya rendah.
Petani butuh pelaitihan pemasaran dan pascapanen yang rutin dan intensif
Perlu bentuk
pengolahan

kelompok

pemasaran

bersama

petani-pedagang-industri

Penyuluh
Tenaga penyuluh kontrak masih kurang memadai baik dari segi jumlah maupun
keterampilannya.

Perbenihan

13

Budidaya

Hama penyakit

Pengairan (terutama untuk MT II)


Penanaman pada MT II belum memasyarakat bagi petani Sumba Tengah.
Air masih merupakan kendala utama karena kekurangan infrastruktur pengairan
(saluran, cekdam) yang dapat menyediakan air di lokasi usahatani
Kebiasaan masyarakat adalah tanam di MT I dan MT II untuk ternak

Pascapanen
Kegiatan pascapanen masih minim terutama kegiatan sortasi, pengepakan,
pergudangan, penentuan kadar air yang tepat.

Pengolahan
Pengolahan jagung sangat terbatas pada emping jagung saja karena modal
usaha dan perlatan terbatas.

Pemasaran (tempat, harga, kualitas, kuantitas)


Pembeli masih kurang
Harga rendah
Jalan ke sentra jelek sehingga margin harga tinggi
Pemasaran individu, belum berkelompok atau koperasi

Anggaran
Tidak ada data

kebijakan (distribusi benih yang tidak kontinu, dll)


distribusi benih yang belum tepat waktu, mutu dan tempat.

14

Pengairan dan jalan usahatani belum merupakan prioritas

Kupang, April 2012


Tim Peneliti Penyusunan Road Map jagung NTT,
Dr Damianus Adar
M Y da Santo, MP

15