Anda di halaman 1dari 2

Wabah Diare Serang Kediri, Ratusan Orang Masuk RS

Kapanlagi.com - Wabah penyakit diare mulai menyerang wilayah Kabupaten Kediri, Jawa Timur, dan dalam satu bulan terakhir ini tercatat 271 orang harus menjalani perawatan di rumah sakit. Kepala Sub Dinas Pemberantasan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri, dr Adi Laksono, Selasa menyebutkan, secara keseluruhan penyakit diare dalam satu bulan terakhir telah mencapai 1.794 kasus. "Namun sebanyak 271 orang diantaranya harus menginap di rumah sakit, sedang sisanya bisa ditangani dengan berobat jalan," ujarnya. Lebih lanjut dia menjelaskan, 271 pasien yang dirawat di RSUD Pare, Kabupaten Kediri, itu karena kondisinya sudah parah. "Bahkan banyak diantara mereka yang mengalami dehidrasi akut," kata Adi menambahkan. Sedang 1.523 penderita diare lainnya ada yang berobat jalan di RSUD Pare dan ada juga yang ditangani beberapa puskesmas. Dia mengungkapkan, penderita diare terbanyak berasal dari wilayah kecamatan yang mengalami krisis air bersih paling parah, seperti Mojo dan Semen. "Tapi ada juga penderita diare merupakan pelanggan PDAM," ujar Adi membeberkan. Ia berpendapat, penderita diare dari kalangan pelanggan PDAM lebih disebabkan menurunnya kualitas air sungai yang menjadi sumber pasokan PDAM. "Hal ini terutama disebabkan karena pendangkalan sungai saat musim kemarau, maka air yang dikonsumsi oleh warga bercampur dengan tanah dan lumpur," ujarnya. Selain itu, lanjut dia, wabah diare di Kabupaten Kediri juga disebabkan perkembangbiakan lalat yang bersarang pada sampah basah, khususnya dari buah-buahan yang dibuang sembarangan. Selama ini Kabupaten Kediri dikenal sebagai daerah endemis diare. Pada tahun 2005 lalu, kasus diare di daerah itu telah mencapai angka 23 ribu. Sedang selama periode Januari-Oktober 2005 ini kasus diare tercatat mencapai 19.518 kasus. Meskipun demikian, kasus wabah diare di wilayah ini belum termasuk kategori KLB atau kejadian luar biasa. Menurut Adi Laksono, KLB baru bisa ditetapkan jika jumlah kasus sudah mencapai angka 40 ribu orang per bulan. (*/bun)