Anda di halaman 1dari 1

Dilema petani yang terselesaikan

Pada saat ini petani dihadapkan dengan keadaan yang membingungkan. Menggarap lahan
dengan susah payah namun,hasilnya kadang kurang memenuhi modal awal.
Sebenarnya,pemerintah telah memberi bantuan akan subsidi pupuk dan mereka juga telah
melakukan penyuluhan terhadap para petani. Lantas, apa yang menjadikan petani ini tidak
pernah mendapatkan hasil yang optimal? Seperti yang kita ketahui pemerintah hanya
mencekoki petani dengan bahan mentah, yang artinya memberikan sesuatu yang tidak bisa
diciptakan oleh para petani itu sendiri. Misalnya saja pemberian pupuk yang bersifat
anorganik. Pupuk anorganik yang terbuat dari perpaduan bahan kimia sangat tidak baik untuk
kesuburan tanah jika dilakukan terus- menerus. Pada penggunaan pupuk anorganik tanah
hanya diberi NPK tapi, tidak bisa mengahilkan NPK sendiri. Itulah sebabnya mengapa petani
membutuhkan modal yang banyak dan produktivitas tanah itu sendiri menjadi menurun yang
akhirnya tanah berkurang kesuburannnya. Sementara, produsen pupuk itu sendiri sudah tidak
menghasilkan pupuk anorganik yang banyak diminati petani.
Masyarakat sementara ini menganggap petani adalah orang miskin dan sering dikucilkan
dalam status sosial. Padahal petani di jepang,cina dan negara asia timur sangat menghargai
seoarng petani. Karena, mereka menganggap bahwa petani adalah produsen dari dari sumber
makanan mereka. Seperti, buah-buahan,sayur-mayur, dan beras.