Anda di halaman 1dari 14

BAB II

PEMBAHASAN
2.1 Rentang gerak
Rentang gerak adalah jumlah maksimum gerakan yang mungkin dilakukan sendi pada
salah satu dari tiga potongan tubuh: sagital !rontal dan trans"ersal#
$atihan rentang gerak akti! disebut rentang gerak akti! jika pesien melakukan latihan
sendiri dengan intruksi dan kemungkian dari pera%at dan anggota keluarga#
Rentang gerak pasi! yang dilakukan pera%at kepada pasien dalam kasus ini pera%at
melatih sendi untuk pasien# Beberapa pasien mulai dengan latihan rentang gerak pasi! dan
meningkat pada latihan rentang gerak akti!#

Tujuan
Melakukan rentang gerak bertujuan untuk melatih akti"itas seluruh sendi tubuh
sehingga sendi&sendi tersebut tidak kaku dan tidak terjadi ke'elakan saat tubuh di gerakan#
Menjamin keadekuatan mobilisasi sendi#

Manfaat
(# Sistem kardiovaskuler
Meningkatkan 'urah jantung
Memperbaiki kontraksi miokardial menguatkan otot jantung
Menurunkan tekanan darah istirahat
Memperbaiki aliran balik "ena
)# Sistem respiratori
Meningkatkan !rekuensi dan kedalam perna!asan
Meningkatkan "entilasi al"eolar
Menurunkan kerja pernapasan
Meningkatkan pengembangan dia!ragma
*# Sistem metabolik
Meningkatkan laju metabolisme basal
Meningkatkan penggunaan glukosa dan asam lemak
Meningkatkan peme'ahan trigliserida
Meningkatkan motilitas lambung
Meningkatkan produksi panas tubuh
+# Sistem musculoskeletal
Memperbaiki tonus otot
Meningkatkan mobilisasi sendi
Memperbaiki toleransi otot untuk latihan
,# Toleransi aktivitas
Meningkatkan toleransi
Mengurangi kelemahan
-# Faktor psikososial
Meningkatkan toleransi terhadap stress
Melaporkan .perasaan lebih baik/

2.2 Mekanika tubuh
a# Pengertian Body Me'hani'
Body Me'hani' 0mekanika tubuh1 adalah suatu usaha mengoordinasikan sistem
muskuloskeletal dan sistem sara! dalam mempertahankan keseimbangan postur dan
kesejajaran tubuh selama mengangkat membungkuk bergerak dan melakukan akti"itas#
Penggunaan mekanika tubuh yang tepat dapat mengurangi risiko 'edera sistem
muskuloskeletal# Mekanika tepat juga mem!asilitasi pergerakan tubuh yang memungkinkan
mobilisasi !isik tanpa terjadi ketegangan otot dan penggunaan energi otot yang berlebihan#
Hal 2 hal tersebut men'akup:
(# 3esejajaran tubuh 0Body Alignment1
3esejajaran tubuh dan pustur merupakan istilah yang sama dan menga'u pada posisi
sendi tendon ligamen dan otot selama berdiri duduk dan berbaring# 3esejajaran tubuh yang
benar mengurangi ketegangan pada struktur muskuloskeletal mempertahankan tonus
0ketegangan1 otot se'ara kuat dan menunjang keseimbangan#
)# 3eseimbangan tubuh
3esejajaran tubuh menunjang keseimbangan tubuh# 4anpa keseimbangan ini gra"itasi
akan berubah meningkatkan gaya gra"itasi sehingga menyebabkan risiko jatuh dan 'edera#
3eseimbangan tubuh diperoleh jika dasar penopang luas pusat gra"itasi berada pada dasar
penopang dan garis "ertikal dapat ditarik dari pusat gra"itasi ke dasar penopang#
3eseimbangan tubuh dapat juga ditingkatkan dengan postur dan merendahkan pusat
gra"itasi yang di'apai dengan posisi jongkok# Semakin sejajar postur tubuh semakin besar
keseimbangannya 0Perry dan Potter (55+1# 3eseimbangan dibutuhkan untuk
mempertahankan posisi memperoleh kestabilan selama bergerak dari satu posisi ke posisi
lain melakukan akti"itas sehari&hari dan bergerak bebas di komunitas#
3emampuan untuk men'apai keseimbangan dipengaruhi oleh penyakit gaya berjalan
yang tidak stabil pada toddler kehamilan medikasi dan proses menua# 6angguan pada
kemampuan ini merupakan an'aman untuk keselamatan !isik dan dapat menyebabkan
ketakutan terhadap keselamatan seseorang dengan membatasi diri dalam berakti"itas
0Bergetal (55)1
*# 3oordinasi 6erakan
Berat adalah gaya tubuh yang digunakan terhadap gra"itasi# 3etika suatu obyek
diangkat pengangkat harus menguasai berat obyek dan mengetahui pusat gra"itasinya#
3arena manusia tidak mempunyai bentuk geometris yang sempurna maka pusat gra"itasinya
biasanya berada pada ,,7 sampai ,87 tinggi badannya ketika berdiri dan berada ditengah#
9riksi adalah gaya yang mun'ul dengan arah gerakan yang berla%anan dengan arah
gerakan benda# Misalnya menggerakkan klien diatas tempat tidur maka akan terjadi !riksi#
Pera%at dapat mengurangi !riksi dengan mengikuti beberapa prinsip dasar# Semakin besar
area permukaan suatu obyek yang bergerak semakin besar !riksi#
3lein pasi! atau immobilisasi akan menghasilkan !riksi yang lebih besar untuk
bergerak# 9riksi dapat juga dikurangi dengan mengangkat bukan mendorong klien#
Mengangkat merupakan komponen gerakan keatas dan mengurangi tekanan antara klien dan
tempat tidur atau kursi#

b# Prinsip Body Mechanic
Mekanika tubuh penting bagi pera%at dan klien# Hal ini mempengaruhi tingkat
kesehatan mereka# Mekanika tubuh yang benar diperlukan untuk mendukung tingkat
kesehatan dan men'egah ke'a'atan serta untuk menjaga keselamatan klien# :isamping itu
mekanika tubuh juga bertujuan untuk menghibur pasien yaitu dengan meningkatkan
kenyamanan dan kerjasama# :alam hal ini pera%at menggunakan berbagai kelompok otot
untuk setiap akti"itas kepera%atan seperti berjalan selama ronde kepera%atan memberikan
obat mengangkat dan memindahkan klien dan menggerakkan objek# 6aya !isik dari berat
dan !riksi dapat mempengaruhi pergerakan tubuh# ;ika digunakan dengan benar kekuatan ini
dapat meningkatkan e!isiensi pera%at# Penggunaan yang tidak benar dapat mengganggu
kemampuan pera%at untuk mengangkat memindahkan dan mengubah posisi klien 0<%en
dan 6arg (55(1 Pera%at juga menggabungkan pengetahuan tentang pengaruh !isiologis dan
patologis pada mobilisasi dan kesejajaran tubuh#
Ambulasi / Transport pasien
Ambulasi merupakan upaya seseorang untuk melakukan latihan jalan atau berpindah
tempat# Mobilitas merupakan suatu kemampuan indi"idu untuk bergerak se'ara bebas
mudah dan teratur dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhan akti"itas guna
mempertahankan kesehatannya#
;enis Mobilitas :
(# Mobilitas penuh merupakan kemampuan seseorang untuk bergerak se'ara penuh dan
bebas sehingga dapat m'aakukan interaksi sosial dan menjalankan peran s'hari&hari#
Mobilitas penuh ini merupakan !ungsi sara! motorik "olunter dan sensorik untuk dapat
mengontrol seluruh area tubuh seseorang#
)# Mobilitas sebagian merupakan kemampuan seseorang untuk bergerak dengan batasan
yang jelas dan tidak mampu bergerak se'ara bebas karena dipengaruhi oleh gangguan sara!
motorik dan sensorik pada area tubuhnya# Hal ini dapat dijumpai pada kasus 'edera atau
patah tulang dengan pemasangan traksi# Pasien paraplegi dapat mengalami mobilitas
sebagian pada ekstremitas ba%ah karena kehilangan kontrol motorik dan sensorik# Mobilitas
sebagian ini dibagi m'njadi dua jenis yaitu:
a# Mobilitas sebagian temporer merupakan kemampuan indi"idu untuk bergerak dengan
batasan yang si!atnya sementara# Hal tersebut dapat disebabkan oleh trauma re"ersibel pada
sistem muskuloskeletal 'ontohnya adalah adanya dislokasi sendi dan tulang#
b# Mobilitas sebagain permanen merupakan kemampuan indi"idu untuk bergerak dengan
batasan yang si!atnya men'tap# Hal tersebut disebabkan oleh rusaknya sistem sara! yang
re"'=rsibel# >ontohnya terjadinya hemiplegia karena stroke paraplegi karena 'edera tulang
belakang dan untuk kasus poliomielitis terjadi karena terganggunya sistem sara! motorik dan
sensorik#
Faktor yang Memengaruhi Mobilitas
Mobilitas seseorang dapat dipengaruhi oleh beberapa !aktor diantaranya:
(# 6aya hidup# Perubahan gaya hidup dapat memengaruhi kemampuan mobilitas seseorang
karena gaya hidup berdampak pada perilaku atau kebiasaaan sehari&hari#
)# Proses Penyakit?injuri# Proses penyakit dapat memengaruhi kemampuan mobilitas karena
dapat m'mengaruhi !ungsi sistem tubuh# Sebagai 'ontoh orang yang menderita !raktur !emur
akan mengalami keterbatasan p'rgerakan dalam ekstremitas bagian ba%ah#
*# 3ebudayaan# 3emampuan melakukan mobilitas dapat juga dipengaruhi oleh kebudayaan#
Sebagai 'ontoh orang yang memiliki budaya sering b'=rjalan jauh memiliki kemampuan
mobilitas yang kuat sebaliknya ada orang yang mengalami gangguan mobilitas 0sakit1 karena
adat dan budaya tertentu dilarang untuk berakti"itas#
+# 4ingkat Energi Seseorang# hnergi adalah sumber melakukan mobilitas# Agar seseorang
dapat melakukan mobilitas dengan baik dibutuhkan energi yang 'ukup#
,# @sia dan Status Perkembangan# terdapat perbedaan kemampuan mobilitas pada tiungkat
usia yang berbeda# Hal ini dikarenakan kemampuan atau kematangan !ungsi alat gerak
sejalan dengan perkembangan usia#

Tindakan yang Berhubungan dengan Ambulasi dan Mobilitas
(# $atihan Ambulasi
a# :uduk ditempat diatas tidur
>ara:
Anjurkan pasien untuk mel'takkan tangan di samping badannya dengan telapak tangan
menghadap ke ba%ah
Berdirilah di samping tempat tidur kemudian letakkan tangan pada bahu pasien
Bantu pasien untuk duduk dan beri penopang?bantal
b# 4urun dan berdiri
>ara:
Atur kursi roda dalam posisi terkun'i#
Berdirilah menghadap pasien dengan ke dua kaki merenggang#
9leksikan lutut dan pinggang anda#
Anjurkan pasien untuk meletakkan ke dua tangannya di bahu Anda dan letakkan kedua
tangan Anda di samping kanan kiri pinggang pasien
3etika pasien melangkah ke lantai tahan lutut anda pada lutut pasien
Bantu berdiri tegak dan jalan sampai ke kursi
Bantu pasien duduk di kursi dan atur posisi se'ara nyaman
'# Membantu berjalan >ara:
Anjurkan pasien untuk mel'takkan tangan di samping badan atau memegang t'lapak
tangan anda#
Berdiri disamping pasien dan pegang telapak dan lengan tangan pada bahu pasien
Bantu pasien untuk jalan

)# Membantu Ambulasi dengan Memindahkan Pasien
Merupakan tindakan kepera%atan dengan 'ara memindahkan pasien yang tidak dapat atau
tidak boleh berjalan dari tempat tidur ke bran'hard#
>ara :
a# Atur bran'hard dalam posisi terkun'i#
b# Bantu pasien dengan )&* orang#
'# Berdiri menghadap pasien#
d# Silangkan tangan di depan dada#
e# 4ekuk lutut Anda kemudian masukkan tangan ke ba%ah tubuh pasien#
!# <rang pertama meletakkan tangan di ba%ah ieher? bahu dan ba%ah pinggang orang kedua
meletakkan tangan di ba%ah pinggang dan panggul pasi'n dan orang ketiga meletakkan
tangan di ba%ah pinggul dan kaki#
g# Angkat bersama&sama dan pindahkan ke bran'hard#
h# Atur posisi pasien di bra'hard#
Melakuan latihan rentang gerak rom!
9ASE 3ER;A
Pengertian : Mobilisasi merupakan kemampuan seseorang untuk bergerak bebas mudah
teratur mempunyai tujuan memenuhi kebutuhan hidup sehat dan penting
untuk kemandirian
4ujuan :
(# Mempertahankan !ungsi tubuh
)# Memperlan'ar peredaran darah sehingga memper'epat penyembuhan luka
*# Membantu perna!asan menjadi lebih baik
+# Mempertahankan tonus otot
,# Memperlan'ar eliminasi Al"i dan @rin
-# Mengembalikan akti"itas tertentu sehingga pasien dapat kembali normal dan atau dapat
memenuhi kebutuhan gerak harian#
8# Memberi kesempatan pera%at dan pasien untuk berinteraksi atau berkomunikasi
3ontra indikasi :
(# Hypermobilitas
Pada hipermobilitas tidak dapat diberikan tehnik mobilisasi karena masalah yang ada pada
hypermobilitas bukanlah gangguan mobilitas sendi melainkan stabilatas#
)# E!usi sendi
Pada sendi yang mengalami e!usi tidak boleh dilakukan mobilisasi karena keterbatasan yang
terjadi adalah karena penumpukan 'airan dan karena adanya respon otot terhadap nyeri
bukan karena pemendekan otot ataupun kapsul ligamen#
*# In!lamasi
Pemberian mobilisasi pada !ase in!lamasi dapat menimbulkan nyeri dan memperberat
kerusakan jaringan#

>ara 3erja :
Persiapan $ingkungan
(# Ruangan terutup
)# Pastikan semua jendela atau pintu dakam keadaan tertutup agar pri"asi terjaga#
*# Pasang sekat atau sampiran
+# 6unakan selimut untuk melindungi daerah pri"asi pasien

Persiapan Pasien
(# Mengu'apkan salam terapeutik
)# Memperkenalkan diri
*# Menjelaskan pada klien dan keluarga tentang prosedur dan tujuan tindakan yang
akan dilaksanakan#
+# Penjelasan yang disampaikan dimengerti klien?keluarganya
,# Selama komunikasi digunakan bahasa yang jelas sistematis serta tidak
mengan'am#
-# 3lien?keluarga diberi kesempatan bertanya untuk klari!ikasi
8# Pri"asi klien selama komunikasi dihargai#
A# Memperlihatkan kesabaran penuh empati sopan dan perhatian serta respek
selama berkomunikasi dan melakukan tindakan
5# Membuat kontrak 0%aktu tempat dan tindakan yang akan dilakukan1
Persiapan Alat
(# Satu bantal penopang lengan
)# Satu bantal penopang tungkai
*# Bantal penopang tubuh bagian belakang
>ara kerja
(# Angkat ? singkirkan rail pembatas tempat tidur pada sisi di mana pera%at akan melakukan
mobilisasi
)# Pastikan posisi pasien pada bagian tengah tempat tidur posisi supinasi lebih mudah bila di
lakukan mobilisasi lateral
*# Pera%at mengambil posisi sebagai berikut :
a1 Pera%at mengambil posisi sedekat mungkin menghadap klien di samping tempat tidur
lurus pada bagian abdomen klien sesuai arah posisi lateral 0misalnya= mau memiringkan
kekana maka pera%at ada di samping kanan klien
b1 3epala tegak dagu di tarik ke belakang untuk mempertahankan punggung pada posisi
tegak#
'1 Posisi pinggang tegak untuk melindungi sendi dan ligamen#
d1 $ebarkan jarak kedua kaki untuk menjaga kestabilan saat menarik tubuh klien
e1 $utut dan pinggul tertekuk ? !leksi
+# 3emudian letakan tangan kanan lurus di samping tubuh klien untuk men'egah klien
terguling saat di tarik ke posisi lateral 0sebagai penyangga1#
,# 3emudian letakan tangan kiri klien menyilang pada dadanya dan tungkai kiri menyilang
diatas tungkai kanan dengan tujuan agar memberikan kekuatan sat di dorong#
-# 3emudian ken'angkan otot gluteus dan abdomen serta kaki !leksi bersiap untuk
melakukan tarikan terhadap tubuh klien yakinkan menggunakan otot terpanjang dan terkuat
pada tungkai dengan tujuan men'egah trauma dan menjaga kestabilan#
8# $etakan tangan kanan pera%at pada pangkal paha klien dan tangan kiri di letakan pada
bahu klien#
A# 3emudian tarik tubuh klien ke arah pera%at dengan 'ara :
a1 3uatkan otot tulang belakang dan geser berat badan pera%at ke bagian pantat dan kaki#
b1 4ambahkan !leksi kaki dan pel!is pera%at lebih di rendahkan lagi untuk menjaga
keseimbangan dan ke takstabil
'1 Bakinkan posisi klien tetap nyaman dan tetap dapat berna!as lega
5# 3emudian atur posisi klien dengan memberikan ganjaran bantal pada bagian yang penting
sebagai berikut :
a1 4ubuh klien berada di sampingdan kedua lengan berada di bagian depan tubuh dengan
posisi !leksi berat badan klien tertumpu pada bagian skakula dan illeum# Berikan bantal pada
bagian kepala agar tidak terjadi abduksi dan adduksi ada sendi leher#
b1 3emudian berikan bantal sebagai ganjalan antara kedua lengan dan dada untuk men'egah
keletihan otot dada dan terjadinya lateral !leksi serta untuk men'egah ? membatasi !ungsi
internal rotasi dan abduksi pada bahu dan lengan atas#
(C# Berikan ganjalan bantal pada bagian belakang tubuh klien bila di perlukan untuk
memberikan posisi yang tepat
((# Rapikan pakayan dan linen klien serta bereskan alat yang tidak di gunakan#
()# :okumentasikan tindakan yang telah di kerjakan#
Prosedur 3husus
(# $eher spina ser!ikal
9leksi : Menggerakan dagu menempel ke dada rentang +,
Ekstens : Mengembalikan kepala ke posisi tegak rentang +,D
Hiperektensi : Menekuk kepala ke belakang sejauh mungkin rentang +C&+,D
9leksi lateral : Memiringkan kepala sejauh mungkin sejauh mungkin kearah setiap bahu
rentang +C&+,D
Rotasi : Memutar kepala sejauh mungkin dalam gerakan sirkuler rentang (ACD
@langi gerakan berturut&turut sebanyak + kali#
)# Bahu
9leksi : Menaikan lengan dari posisi di samping tubuh ke depan ke posisi di atas
kepala rentang (ACD
Ekstensi : Mengembalikan lengan ke posisi di samping tubuh rentang (ACD
Hiperektensi : Mengerkan lengan kebelakang tubuh siku tetap lurus rentang +,&-CD
Abduksi : Menaikan lengan ke posisi samping di atas kepala dengan telapak tangan
jauh dari kepala rentang (ACD
Adduksi : Menurunkan lengan ke samping dan menyilang tubuh sejauh mungkin
rentang *)CD
Rotasi dalam : :engan siku pleksi memutar bahu dengan menggerakan lengan sampai
ibu jari menghadap ke dalam dan ke belakang rentang 5CD
Rotasi luar : :engan siku !leksi menggerakan lengan sampai ibu jari ke atas dan
samping kepala rentang 5CD
Sirkumduksi : Menggerakan lengan dengan lingkaran penuh rentang *-CD @lang
gerakan berturut&turut sebanyak + kali#
*# Siku
9leks : Menggerakkan siku sehingga lengan bahu bergerak ke depan sendi bahu dan
tangan sejajar bahu rentang (,CD
Ektensi : Meluruskan siku dengan menurunkan tangan rentang (,CD
+# $engan ba%ah
Supinasi : Memutar lengan ba%ah dan tangan sehingga telapak tangan menghadap ke atas
rentang 8C&5CD
Pronasi : Memutar lengan ba%ah sehingga telapak tangan menghadap ke ba%ah rentang 8C&
5CD
@lang gerakan berturut&turut sebanyak + kali#
,# Pergelangan tangan
9leksi : Menggerakan telapak tangan ke sisi bagian dalam lengan ba%ah rentang AC&5CD
Ekstensi : Mengerakan jari&jari tangan sehingga jari&jari tangan lengan ba%ah berada
dalam arah yang sama rentang AC&5CD
Hiperekstensi : Memba%a permukaan tangan dorsal ke belakang sejauh mungkin rentang A5&
5CD
Abduksi : Menekuk pergelangan tangan miring ke ibu jari rentang *CD
Adduksi : Menekuk pergelangan tangan miring ke arah lima jari rentang *C&,CD
@lang gerakan berturut&turut sebanyak + kali#
-# ;ari tangan
9leksi : Membuat genggaman rentang 5CD
Ekstensi : Meluruskan jari&jari tangan rentang 5CD
Hiperekstensi : Menggerakan jari&jari tangan ke belakang sejauh mungkin rentang *C&-CD
Abduksi : Mereggangkan jari&jari tangan yang satu dengan yang lain rentang *CD
Adduksi : Merapatkan kembali jari&jari tangan rentang *CD
@lang gerakan berturut&turut sebanyak + kali#
8# Ibu jari
9leksi : Mengerakan ibu jari menyilang permukaan telapak tangan rentang 5CD
Ekstensi : menggerakan ibu jari lurus menjauh dari tangan rentang 5CD
Abduksi : Menjauhkan ibu jari ke samping rentang *CD
Adduksi : Mengerakan ibu jari ke depan tangan rentang *CD
<posisi : Menyentuhkan ibu jari ke setiap jari&jari tangan pada tangan yang sama
@lang gerakan berturut&turut sebanyak + kali#
A# Pinggul
9leksi : Mengerakan tungkai ke depan dan atas rentang 5C&()CD
Ekstensi : Menggerakan kembali ke samping tungkai yang lain rentang 5C&()CD
Hiperekstensi : Mengerakan tungkai ke belakang tubuh rentang *C&,CD
Abduksi : Menggerakan tungkai ke samping menjauhi tubuh rentang *C&,CD
Adduksi : Mengerakan tungkai kembali ke posisi media dan melebihi jika mungkin rentang
*C&,CD
Rotasi dalam : Memutar kaki dan tungkai ke arah tungkai lain rentang 5CD
Rotasi luar : Memutar kaki dan tungkai menjauhi tungkai lain rentang 5CD
Sirkumduksi : Menggerakan tungkai melingkar
@lang gerakan berturut&turut sebanyak + kali#
5# $utut
9leksi : Mengerakan tumit ke arah belakang paha rentang ()C&(*CD
Ekstensi : Mengembalikan tungkai kelantai rentang ()C&(*CD
@lang gerakan berturut&turut sebanyak + kali#
(C# Mata kaki
:orsi!leksi : Menggerakan kaki sehingga jari&jari kaki menekuk ke atas rentang )C&*CD
9lantar!leksi : Menggerakan kaki sehingga jari&jari kaki menekuk ke ba%ah rentang +,&,CD
@lang gerakan berturut&turut sebanyak + kali#
((# 3aki
In"ersi : Memutar telapak kaki ke samping dalam rentang (CD
E"ersi : Memutar telapak kaki ke samping luar rentang (CD
@lang gerakan berturut&turut sebanyak + kali#
()# ;ari&;ari 3aki
9leksi : Menekukkan jari&jari kaki ke ba%ah rentang *C&-CD
Ekstensi : Meluruskan jari&jari kaki rentang *C&-CD
Abduksi : Menggerakan jari&jari kaki satu dengan yang lain rentang (,D
Adduksi : Merapatkan kembali bersama&sama rentang (,D
@lang gerakan berturut&turut sebanyak + kali#
2." #osisi tubuh yang aman saat bekerja
Buruknya postur tubuh kegemukan 0obesitas1 dan gerakan yang kurang tepat selama
bertahun&tahun akan mengakibatkan kelainan pada otot dan diskus bahkan dapat berakibat
nyeri punggung# Postur tubuh yang baik akan melindungi dari 'edera se%aktu melakukan
gerakan karena beban disebarkan merata ke seluruh bagian tulang belakang# Postur tubuh
yang baik akan di'apai jika telinga bahu dan pinggul berada dalam satu garis lurus ke
ba%ah#
:uduk dalam posisi tegak 5C derajat kerap menyebabkan timbulnya pergerakan sendi
belakang sehingga posisi tubuh tidak seimbang# Maka itu posisi duduk santai dengan postur
miring (*, derajat adalah posisi terbaik# :alam posisi ini tulang belakang akan berada dalam
posisi ideal di mana tulang belakang bagian ba%ah akan berbentuk seperti huru! S# Posisi
duduk dengan sudut kemiringan (*, derajat akan memperbaiki sirkulasi darah di bagian
ba%ah tubuh sehingga dapat terhindar dari gangguan "arises selulit dan penggumpalan
darah di kaki serta mengurangi kelelahan di kaki# :uduk dengan posisi kemiringan (*,
derajat juga akan menghasilkan mobilitas yang lebih baik mudah bergerak di atas kursi dan
lebih mudah untuk naik turun kursi#


BAB III
PEN@4@P

*#( 3ESIMP@$AN
Rentang gerak adalah jumlah maksimum gerakan yang mungkin dilakukan sendi pada
salah satu dari tiga potongan tubuh: sagital !rontal dan trans"ersal# $atihan rentang gerak itu
sendiri terbagi atas dua yaitu latihan rentang gerak akti! dan latihan rentang gerak pasi!#
Melakukan rentang gerak bertujuan untuk melatih akti"itas seluruh sendi tubuh
sehingga sendi&sendi tersebut tidak kaku dan tidak terjadi ke'elakan saat tubuh di gerakan#
Menjamin keadekuatan mobilisasi sendi

*#) SARAN
:alam keterbatasan pengetahuan yang kami miliki tentu dalam penulisan paper ini
masih banyak kekurangan dan kejanggalan dalam penulisan paper ini maka untuk itu kami
sangat mengharapkan moti"asi dan bimbingan dari Bapak?Ibu :osen pengajar serta teman&
teman sehingga dapat kami gunakan sebagai a'uan dalam penulisan paper berikutnya#
Bagi yang telah memba'a paper ini diharapkan men'ari literature yang lebih banyak
lagi# Semakin banyak literature yang kit aba'a maka semakin banyak ilmu yang kita
dapatkan#


:A94AR P@S4A3A

6anong Eilliam# 9# )CCA# Buku ajar !isiologi kedokteran# Edisi )C# E6> : ;akarta
Perry Potter# )CC,# Fundamental Keperawatan volume 2# ;akarta: E6>
Perry Potter Peterson# )CC,# Keterampilan dan Prosedur dasar ;akarta: E6>
4u'ker Susan Martin dkk# (55A# Standar Perawatan Pasien volume ! ;akarta: E6>
Eartonah 4ar%oto# )CC-# Kebutuhan "asar Manusia dan Proses Keperawatan ;akarta:
E6>
Eho# (55A# Pedoman perawatan pasien# 4erj# Moni'a ester# ;akarta: E6>
%%%# S'ribd#'om