Anda di halaman 1dari 6

Faktor Risiko Diabetes Mellitus :

- Berumur >40 tahun,


- Gemuk,
- Hipertensi,
- Riwayat keluarga DM,
- Riwayat melahirkan bayi >4kg,
- Riwayat DM pada saat kehamilan,
- Dislipidemia.

Pencegahan primer
- Penjelasan lebih baik mencegah daripada mengobati.
- Kampanye makanan sehat dengan pola tradisional mengandung lemak rendah atau pola
makanan seimbang adalah alternative terbaik dan harus ditanamkan sejak dini, misal tempe
(bergizi, memiliki sifat antibakteri, menurunkan kadar`kolesterol).
- Olahraga teratur

Pencegahan sekunder
- Cegah komplikasi
- Agak susah untuk memotivasi pasien untuk berobat teratur, dan menerima kenyataan bahwa
penyakitnya tidak bisa sembuh.
- Syarat untuk mencegah komplikasi : kadar glukosa darah selalu terkendali angka normal
sepanjang hari sepanjang tahun, tekanan darah dan kadar lipid juga harus normal.
- Utamakan terapi non farmakologis dulu secara maksimal (diet & olah raga, tidak merokok,
dll), kalau tidak berhasil, baru pidah ke OAD/insulin.
- Perlu penyuluhan perilaku sehat

Pencegahan tersier
- Cegah komplikasi dan kecacatan
- Terdiri 3 tahap :
Pencegahan komplikasi diabetes
Pencegahan progresi komplikasi agar tidak menjadi penyakit organ.
Pencegahan kecacatan karena kegagalan organ/jaringan

Gejala khas diabetes mellitus
- Poliuri (sering kencing)
- Polidipsi (sering minum)
- Polifagi (sering makan)
- BB menurun tanpa seba yang jelas

Gejala tidak khas diabetes mellitus
- Lemas
- Kesemutan
- Luka yang sulit sembuh
- Gatal-gatal
- Mata kabur
- Disfungsi ereksi (pria), dan Pruritus vulva (wanita)
NB : Kalau ada gejala khas DM, pemeriksaan glukosa darah abnormal sekali saja sudah dapat
menegakkan diagnosis DM, tetapi apabila tidak ditemukan gejala khas DM, maka
diperlukan dua kali pemeriksaan glukosa darah yang abnormal







Pemeriksaan penyaring
- Dilakukan pada semua individu dewasa dengan IMT 25 Kg/m
2
dgn faktor risiko lain
yaitu:
Aktivitas fisik kurang
Riwayat keluarga DM turunan pertama
Etnik risiko tinggi (Afrika, Amerika, Asia)
Riwayat melahirkan >4 Kg/Riwayat DM gestasional
Hipertensi
Kolesterol HDL < 35 mg/dl atau TGA 250 mg/dl
Wanita dgn sindrom polikistik ovarium
Riwayat Toleransi glukosa terganggu (TGT)/Glukosa darah puasa terganggu (GDPT)
Riwayat penyakit kardiovaskular
NB:
- Pemeriksaan dapat menggunakan GDP, GDS, atau TTGO
- Pada kelompok risiko tinggi, kalau pemeriksaannya negative, maka pemeriksaan diulang
tiap tahun.
- Bagi umur >45 tahun tanpa faktor risiko, pemeriksaan dapat dilakukan tiap 3 tahun/lebih
cepat tergantung klinis







PENGOBATAN
Golongan Insulin Sensitizing

Biguanid
Farmakokinetik dan Farmakodinamik
- Contohnya Metformin (3 x 500 mg)
- Terdapat dalam konsentrasi yg tinggi didalam usus dan hati
- Tidak dimetabolisme tetapi secara cepat dikeluarkan melalui ginjal
- Metformin akan mencapai kadarr tertinggi setelah 2 jam, dan diekskresikan dlm keadaan utuh
dengan waktu paruh 25 jam.
Mekanisme kerja
- Menurunkan glukosa darah melalui pengaruhnya terhadap kerja insulin tingkat seluler, distal
reseptor dan menurunkan produksi gula hati.
- Metformin meningkatkan pemakaian glukosa oleh sel usus sehingga menurunkan glukosa
darah dan diduga menghambat absorbs glukosa di usus sesudah asupan makanan.
- Melalui peningkatan penggunaan glukosa oleh jaringan perifer yg dipengaruhi AMP.
- Activated protein kinase (AMPK), merupakan regulator seluler utama bagi metabolisme lipid
dan glukosa.
- Aktifasi AMPK pada hepatosit akan mengurangi aktifitas Acetyl Co-A Karboksilase (ACC)
dengan induksi oksidasi asam lemak dan menekan ekspresi enzim lipogenik.
- Metformin jg dpt menstimulasi produksi Glukagon like peptide-1 (GLP-1 dari gastrointestinal
yg dpt menekan fungsi sel alfa pancreas sehingga menurunkan glucagon serum dan
mengurangi hiperglikemia saat puasa
- Metformin tdk memilki efek stimulasi pada sel beta pancreas sehingga tidak mengakibatkan
hipoglikemia dan penambahan berat badan.
- Dapat digunakan sebagai monoterapi/kombinasi dengan sulfonylurea.







Kardiomiopati Peripartum

Dopamin

- Katekolamin memperantarai aksi kardivaskualar pada reseptor alfa 1 beta 1 dan 2
- Sebagai terai gagal jantung
-