Anda di halaman 1dari 17

PERANAN EMOSIONAL DAN

SPIRITUAL QUOTIENT DALAM


MEMBANGUN WATAK
BANGSA
Prof. Dr. H. Nur Syam, Msi
Guru Besar Sosiologi IAIN
Sunan Ampel
SEKEDAR KENAL
Prof. Dr. H. Nur Syam, Drs., MSi
TTL: Tuban, 7 Agustus 1958
Pendidikan: SD, SMEP, PGAN, Sarjana IAIN
Sunan Ampel, Magister Ilmu Sosial Unair,
Doktor Ilmu Sosial Unair
Guru Besar Sosiologi IAIN Sunan Ampel
Jabatan: Pembantu Rektor bidang Administrasi
Umum
Pelatihan: Manajemen di Mc-Gill University
Canada tahun 2007
Pelatihan Melayani dengan Hati (ESQ) di
Universitas Airlangga 2007
MARILAH KITA MULAI
Marilah kita berdoa kepada Allah untuk
orang tua kita, mertua kita, kakek-nenek
kita, saudara-saudara kita, anak-anak kita
dan orang-orang yang pernah kita sakiti,
baik sakit fisik, hati atau pikirannya.
Mari kita pusatkan seluruh pikiran dan hati
kita kepada Yang Maha Pengampun.
Bedoa mulai.
PENGERTIAN
APA YANG DIMAKSUD DENGAN
IESQ
IQ= Intelectual Quotient (kecerdasan
intelektual
EQ= Emotional Quotient (Kecerdasan
Emosional)
SQ=Spiritual Quotient (Kecerdasan
Spiritual)
BEDANYA:
Intelectual Quotient (Kecerdasan Intelektual):
kecerdasan berbasis pada logika pengetahuan
Emotional Quotient (Kecerdasan emosional):
Kecerdasan berbasis Emosi, yaitu kemampuan
mengendalikan diri dan memahami perasaan
orang lain.
Spiritual Quotient (Kecerdasan Spiritual):
kecerdasan yang berbasis pada nilai-nilai
Ketuhanan.
NILAI DALAM IESQ
Berbuat baik kepada Tuhan: Beribadah sesuai
dengan keyakinan dan agama kita masing-
masing.
Berbuat baik kepada Manusia
1. Dilandasi logika perhitungan yang cermat
2. Melakukan kewajiban sebagai sesama hamba
Allah
3. Memahami dan memenuhi apa yang menjadi
hak orang lain

NILAI DALAM ESQ
Dilandasi nilai-nilai Ketuhanan (SQ)
Iman (meyakini bahwa Allah adalah Dzat yang
patut disembah atau tauhid rububiyyah dan
meyakini bahwa Allah adalah Dzat yang Maha
Esa atau tauhid uluhiyyah)
Takwa (merasa selalu di dalam pengawasan
Allah di mana saja berada)
Tawakkal (pasrah atas semua hal yang
ditentukan oleh Allah kepada kita)

PRINSIP KEHIDUPAN
1. Menjaga kejujuran
2. Menjaga keadilan
3. Menjaga kesabaran
4. Menjaga Kebersamaan
5. Mengutamakan Tenggang rasa
6. Mengutamakan memaafkan

PRINSIP ORANG JAWA
Rukun (sebagai prinsip dasar kehidupan
adalah keteraturan sosial)
Harmoni (sebagai prinsip dasar kehidupan
yang mengutamakan keserasian antara
dunia manusia dan alam seluruhnya)
Slamet (sebagai prinsip dasar bahwa
tujuan akhir kehidupan adalah
keselamatan di dunia dan akherat)
MENGENDALIKAN EMOSI
Berpikir sebelum bertindak (orang harus
berhitung secara cermat tentang segala
sesuatu)
Menghadapi sesuatu dengan tenang
(ketenangan akan diperoleh jika orang selalu
mengingat Allah)
Mengembangkan Empati (jangan menganggap
diri kita paling hebat)
Mengendalikan hawa nafsu (nafsu
mengarahkan kepada kejelekan)
Mengembangkan kesabaran (sabar adalah
keindahan)
MENGEMBANGKAN
KECERDASAN SPIRITUAL
Berniat yang baik (niat seseorang menentukan tentang
amal perbuatan dan produks yang dihasilkannya)
Melakukan sesaatu atas dasar kebenaran (kebenaran
menjadi asas dalam tindakan)
Berdoa dalam setiap langkah (tiada keberhasilan yang
diperoleh tanpa campur tangan Tuhan)
Menjaga kebersihan hati (harus ikhlas dalam melakukan
tindakan)
Banyak tafakkur (hendaknya menjadikan alam
seluruhnya sebagai titik tolak pemikiran)
Menyandarkan segala sesuatu atas kehendak Allah
(segala sesuatu telah ada ketentuannya namun manusia
harus melakukan segala sesuatu dengan sebaik-baiknya
MEMBANGUN HIDUP BARU
HINDARI KEKERASAN ATAS NAMA
APAPUN
JALIN KEBERSAMAAN PADA SAAT
APAPUN
JAGA KERUKUNAN DALAM KEADAAN
APAPUN
JAGA KEHARMONISAN DALAM
KEADAAN APAPUN
KESELAMATAN AKAN DIRAIH
AGAR BISA DICAPAI
KENDALIKAN HAWA NAFSU
KENDALIKAN INGIN MENANG SENDIRI
KENDALIKAN INGIN MENGUASAI
KENDALIKAN INGIN INGIN INGIN

UNTUK SUKSES
COMING TOGETHER
SHARING TOGETHER
WORKING TOGETHER
SUCCEDING TOGETHER
CIRI PEMENANG DAN
PECUNDANG
PEMENANG SELALU MELIHAT ADA
PELUANG DI DALAM SETIAP
KESULITAN
PECUNDANG SELALU MELIHAT
KESULITAN DI DALAM SETIAP
PELUANG
NASEHAT LAO TSE
KEHEBATAN KITA BUKAN TERLETAK
PADA KITA TIDAK PERNAH GAGAL
KEHEBATAN KITA KARENA KITA BISA
BANGKIT DARI KEGAGALAN
AKHIRUL KALAM
KENALI POTENSI DIRI
KEMBANGKAN POTENSI BERSAMA
ORANG LAIN
KESUKSESAN KITA ADALAH
KESUKSESAN BERSAMA
WASSALAM DAN TERIMA KASIH