Anda di halaman 1dari 14

Menggapai Ridha Allah dengan Berbakti

Kepada Orang Tua


Posted on April 6, 2014 by admin

Khutbah Pertama:

Kaum Muslimin rahimakumullah,


Khatib mewasiatkan kepada diri khatib pribadi dan jamaah sekalian agar senantiasa bertakwa
kepada Allah Taala, melaksanakan perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Bertakwa
dengan cara menaati-Nya bukan berbuatk maksiat kepada-Nya, mensyukuri nikmat-Nya bukan
malah mengkufurinya, dan selalu mengingat-Nya bukan melupakan-Nya.

Segala puji bagi-Nya Rabb semesta alam, yang telah mengaruniakan berbagai kenikmatan yang
tak terhingga. Shalawat dan salam bagi penghulu para rasul, kekasih dan penyejuk hati kita,
Muhammad shallallahu alaihi wa sallam, juga kepada keluarga dan sahabat-sahabatnya, serta
pengikutnya hingga akhir zaman.
Kaum Muslimin rahimakumullah,
Seorang anak, meskipun telah berkeluarga, tetap wajib berbakti kepada kedua orang tuanya.
Kewajiban ini tidaklah gugur bila seseorang telah berkeluarga. Namun sangat disayangkan,
betapa banyak orang yang sudah berkeluarga lalu mereka meninggalkan kewajiban ini.
Mengingat pentingnya masalah berbakti kepada kedua orang tua, maka masalah ini perlu dikaji
secara khusus.
Jalan yang haq dalam menggapai ridha Allah Azza wa Jalla melalui orang tua adalah birrul
walidain. Birrul walidain (berbakti kepada kedua orang tua) merupakan salah satu masalah
penting dalam Islam. Di dalam Alquran, setelah memerintahkan manusia untuk bertauhid, Allah
Azza wa Jalla memerintahkan untuk berbakti kepada orang tuanya.
Seperti tersurat dalam surat al-Israa ayat 23-24, Allah Taala berfirman:

Dan Rabb-mu telah memerintahkan agar kamu jangan beribadah melainkan hanya kepada-Nya
dan hendaklah berbuat baik kepada ibu-bapak. Jika salah seorang di antara keduanya atau keduaduanya sampai berusia lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah engkau
mengatakan kepada keduanya perkataan ah dan janganlah engkau membentak keduanya, dan
ucapkanlah kepada keduanya perkataan yang baik. Dan rendahkanlah dirimu terhadap keduanya
dengan penuh kasih sayang dan ucapkanlah, Ya Rabb-ku, sayangilah keduanya sebagaimana
mereka berdua telah mendidik aku pada waktu kecil. (QS. Al-Isra: 23-24).
Dalam surat al-Ankabuut ayat 8, tercantum larangan mematuhi orang tua yang kafir jika mereka
mengajak kepada kekafiran:

Dan Kami wajibkan kepada manusia agar (berbuat) kebaikan kepada kedua orang tuanya. Dan
jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan Aku dengan sesuatu yang engkau tidak

mempunyai ilmu tentang itu, maka janganlah engkau patuhi keduanya. Hanya kepada-Ku tempat
kembalimu, dan akan Aku beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan. (QS. AlAnkabuut (29): 8)
Kaum Muslimin rahimakumullah,
Di antara keutamaan amalan birrul walidain adalah:
Birrul Walidain Merupakan Amal Yang Paling Utama
Abdullah bin Masud radhiyallaahu anhu berkata.

:
:

Aku bertanya kepada Nabi shallallahu alaihi wa sallam, Amal apakah yang paling utama?
Nabi shallallahu alaihi wa sallam menjawab, Shalat pada waktunya (dalam riwayat lain
disebutkan shalat di awal waktunya). Aku bertanya lagi, Kemudian apa? Nabi menjawab:
Berbakti kepada kedua orang tua. Aku bertanya lagi: Kemudian apa? Nabi menjawab, Jihad
di jalan Allah (HR. Bukhari dan Muslim)
Ridha Allah Bergantung Kepada Ridha Orang Tua
Sesuai hadits Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam, disebutkan:

:
Darii Abdullah bin Amr bin Ash radhiyallaahu anhuma, bahwa Rasulullah shallallahu
alaihi wa sallam bersabda: Ridha Allah bergantung kepada keridhaan orang tua dan murka
Allah bergantung kepada kemurkaan orang tua (HR. Bukhari)
Berbakti Kepada Orang Tua Dapat Menghilangkan Kesulitan Yang Sedang Dialami
Kaum Muslimin rahimakumullah,
Ada sebuah kisah, dimana secara logika kesulitan tersebut sulit untuk dipecahkan atau bahkan
tidak bisa dipecahkan menurut perhitungan manusia, namun lantaran amalan berbakti kepada
kedua orang tua, kesulitan itu mendapatkan jalan keluar. Kisah tentang hal ini diriwayat dari
Ibnu Umar radhiyallaahu anhuma mengenai tiga orang yang terjebak dalam gua, dan salah
seorangnya bertawassul dengan bakti kepada ibu bapaknya.

Haditsnya sebagai berikut:


:
:

.
.
.

Pada suatu hari tiga orang dari ummat sebelum kalian sedang berjalan, lalu kehujanan.
Mereka berteduh pada sebuah gua di kaki sebuah gunung. Ketika mereka berada di dalamnya,
tiba-tiba sebuah batu besar runtuh dan menutupi mulut gua. Sebagian mereka berkata kepada
yang lain: Ingatlah amal terbaik yang pernah kamu lakukan. Kemudian mereka memohon
kepada Allah dan bertawassul melalui amal tersebut, dengan harapan agar Allah menghilangkan
kesulitan tersebut. Salah satu di antara mereka berkata: Ya Allah, sesung-guhnya aku
mempunyai kedua orang tua yang sudah lanjut usia sedangkan aku mempunyai isteri dan anakanak yang masih kecil. Aku menggembala kambing, ketika pulang ke rumah aku selalu memerah
susu dan memberikan kepada kedua orang tuaku sebelum orang lain. Suatu hari aku harus
berjalan jauh untuk mencari kayu bakar dan mencari nafkah sehingga pulang sudah larut malam
dan aku dapati orang tuaku sudah tertidur, lalu aku tetap memerah susu sebagaimana
sebelumnya. Susu tersebut tetap aku pegang lalu aku mendatangi keduanya namun keduanya
masih tertidur pulas. Anak-anakku merengek-rengek menangis untuk meminta susu ini dan aku
tidak memberikannya. Aku tidak akan memberikan kepada siapa pun sebelum susu yang aku
perah ini kuberikan kepada kedua orang tuaku. Kemudian aku tunggu sampai keduanya bangun.
Pagi hari ketika orang tuaku bangun, aku berikan susu ini kepada keduanya. Setelah keduanya
minum lalu kuberikan kepada anak-anakku. Ya Allah, seandainya perbuatan ini adalah perbuatan
yang baik karena mengharap wajah-Mu, maka bukakanlah mulut gua ini. Maka batu yang
menutupi pintu gua itu pun bergeser sedikit.. (HR. Bukhari (no. 2272), Fathul Baari (IV/449),
Muslim (no. 2743).
Akan Diluaskan Rizki Dan Dipanjangkan Umur
Kaum Muslimin rahimakumullah,
Orang-orang pada hari ini berbicara bahwa sedekah melancarkan rezeki, pendapat ini disebarkan
secara luas, padahal ada amalan yang lebih agung yang bisa melancarkan rezeki seseorang yaitu
berbakti kepada kedua orang tua. Sesuai sabda Nabi shallallahu alaihi wa sallam

Barangsiapa yang ingin diluaskan rizkinya dan di-panjangkan umurnya, maka hendaklah ia
menyam-bung silaturrahimnya. (HR. Bukhari (no. 5985, 5986), Muslim (no. 2557), Abu Dawud
(no. 1693))
Dalam silaturahmi, yang harus didahulukan adalah silaturahmi kepada orang tua sebelum kepada
yang lain. Banyak di antara saudara-saudara kita yang sering berkunjung kepada temantemannya, tetapi kepada orang tuanya sendiri jarang, bahkan tidak pernah. Padahal ketika masih

kecil, dia selalu bersama orang tuanya. Sesulit apa pun harus tetap diusahakan untuk
bersilaturahmi kepada kedua orang tua, karena dekat kepada keduanya -insya Allah- akan
dimudahkan rizki dan dipanjangkan umurnya.

Khutbah Kedua:

Akan Dimasukkan Ke Surga Ooleh Allah Azza wa Jalla


Kaum Muslimin rahimakumullah,
Berbuat baik kepada orang tua dan taat kepada keduanya dalam kebaikan merupakan jalan
menuju Surga. Sedangkan durhaka kepada orang tua akan mengakibatkan seorang anak tidak
masuk Surga. Dan di antara dosa-dosa yang Allah Azza wa Jalla segerakan adzabnya di dunia
adalah berbuat zhalim dan durhaka kepada orang tua. Dengan demikian, jika seorang anak
berbuat baik kepada orang tuanya, Allah akan meng-hindarkannya dari berbagai malapetaka,
dengan izin Allah Azza wa Jalla dan akan dimasukkan ke Surga.
Kaum Muslimin rahimakumullah,
Lalu bagaimana bentuk-bentuk durhaka kepada orang tua? Agar pemahaman tentang berbakti
kepada orang tua lebih sempurna, maka Khatib akan menyebutkan lawan dari perbuatan ini,
yakni durhaka kepada kedua orang tua. Apa saja amalan yang dikategorikan durhaka kepada
orang tua? Berikut poin-poinnya:
1. Menimbulkan gangguan terhadap orang tua, baik berupa perkataan atau pun perbuatan yang
mem-buat orang tua sedih atau sakit hati.
2. Berkata ah atau cis dan tidak memenuhi pang-gilan orang tua.
3. Membentak atau menghardik orang tua.
4. Bakhil atau kikir, tidak mengurus orang tuanya, bahkan lebih mementingkan yang lain
daripada mengurus orang tuanya, padahal orang tuanya sangat membutuhkan. Seandainya
memberi nafkah pun, dilakukan dengan penuh perhitungan.
5. Bermuka masam dan cemberut di hadapan orang tua, merendahkan orang tua, mengatakan
bodoh, kolot, dan lain-lain.
6. Menyuruh orang tua, misalnya menyapu, mencuci atau menyiapkan makanan. Pekerjaan
tersebut sangat tidak pantas bagi orang tua, terutama jika mereka sudah tua dan lemah. Tetapi,
jika si ibu melakukan pekerjaan tersebut dengan kemauannya sendiri, maka tidaklah mengapa,
dan karena itu seorang anak harus berterima kasih dan membantu orang tua.

7. Menyebut kejelekan orang tua di hadapan orang banyak atau mencemarkan nama baik orang
tua.
8. Memasukkan kemungkaran ke dalam rumah, misalnya alat musik, mengisap rokok, dan lainlain.
9. Lebih mentaati isteri daripada kedua orang tua. Bahkan ada sebagian orang yang tega
mengusir ibunya demi menuruti kemauan isterinya.
Nas-alullaahas salaamah wal aafiyah
10. Malu mengakui orang tuanya. Sebagian orang merasa malu dengan keberadaan orang tua dan
tempat tinggal ketika status sosialnya meningkat. Tidak diragukan lagi, sikap semacam itu adalah
sikap yang sangat tercela, bahkan termasuk kedurhakaan yang keji dan nista.
Di antara bentuk berbakti kepada orang tua adalah:
1. Bergaul bersama keduanya dengan cara yang baik. Di dalam hadits Nabi shallallahu alaihi
wa sallam disebutkan bahwa memberi kegembiraan kepada seseorang mukmin termasuk
shadaqah, lebih utama lagi kalau memberi kegembiraan kepada orang tua kita
2. Berkata kepada keduanya dengan perkataan yang lemah lembut. Hendaknya dibedakan adab
ber-bicara antara kepada kedua orang tua dengan ke-pada anak, teman atau dengan yang lain.
Berbicara dengan perkataan yang mulia kepada kedua orang tua.
3. Tawadhu (rendah hati). Tidak boleh kibr (som-bong) apabila sudah meraih sukses atau
memenuhi jabatan di dunia, karena sewaktu lahir, kita berada dalam keadaan hina dan
membutuhkan pertolongan, kita diberi makan, minum, dan pakaian oleh orang tua.
4. Memberi infaq (shadaqah) kepada kedua orang tua, karena pada hakikatnya semua harta kita
adalah milik orang tua. Oleh karena itu berikanlah harta itu kepada kedua orang tua, baik ketika
mereka minta ataupun tidak.
5 . Mendoakan kedua orang tua. Di antaranya dengan doa berikut:

Wahai Rabb-ku, kasihilah keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidikku sewaktu
kecil.
Seandainya orang tua masih berbuat syirik serta bidah, kita tetap harus berlaku lemah lembut
kepada keduanya, dengan harapan agar keduanya kembali kepada Tauhid dan Sunnah.
Bagaimana pun, syirik dan bidah adalah sebesar-besar kemungkaran, maka kita harus
mencegahnya semampu kita dengan dasar ilmu, lemah lembut dan kesabaran. Sambil terus
berdoa siang dan malam agar orang tua kita diberi petunjuk ke jalan yang benar.

Kaum Muslimin rahimakumullah,


Mungkin timbul pertanyaan, bagaimana saya harus berbakti kepada kedua orang tua saya, karena
keduanya telah meninggal. Ketahuilah kaum muslimin, Islam pun tetap membukakan pintu bagi
orang-orang yang hendak berbakti kepada orang tuanya di saat keduanya telah tiada. Yang harus
kita lakukan adalah:
1. Meminta ampun kepada Allah Azza wa Jalla dengan taubat nashuha (jujur) bila kita pernah
berbuat dur-haka kepada keduanya di waktu mereka masih hidup.
2. Menshalatkannya dan mengantarkan jenazahnya ke kubur.
3. Selalu memintakan ampunan untuk keduanya.
4. Membayarkan hutang-hutangnya.
5. Melaksanakan wasiat sesuai dengan syariat.
6. Menyambung silaturrahim kepada orang yang keduanya juga pernah menyambungnya.
Semoga dengan memahami dan mengamalkan nilai-nilai Islam tersebut, kita dimudahkan oleh
Allah Azza wa Jalla dalam mewujudkan keluarga yang sakinah, mawaddah wa rahmah. Aamiin.

.
.

Menggapai Ridha Allah dengan Berbakti


Kepada Orang Tua
Posted on April 6, 2014 by admin

Khutbah Pertama:

Kaum Muslimin rahimakumullah,


Khatib mewasiatkan kepada diri khatib pribadi dan jamaah sekalian agar senantiasa bertakwa
kepada Allah Taala, melaksanakan perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Bertakwa
dengan cara menaati-Nya bukan berbuatk maksiat kepada-Nya, mensyukuri nikmat-Nya bukan
malah mengkufurinya, dan selalu mengingat-Nya bukan melupakan-Nya.
Segala puji bagi-Nya Rabb semesta alam, yang telah mengaruniakan berbagai kenikmatan yang
tak terhingga. Shalawat dan salam bagi penghulu para rasul, kekasih dan penyejuk hati kita,
Muhammad shallallahu alaihi wa sallam, juga kepada keluarga dan sahabat-sahabatnya, serta
pengikutnya hingga akhir zaman.
Kaum Muslimin rahimakumullah,
Seorang anak, meskipun telah berkeluarga, tetap wajib berbakti kepada kedua orang tuanya.
Kewajiban ini tidaklah gugur bila seseorang telah berkeluarga. Namun sangat disayangkan,
betapa banyak orang yang sudah berkeluarga lalu mereka meninggalkan kewajiban ini.
Mengingat pentingnya masalah berbakti kepada kedua orang tua, maka masalah ini perlu dikaji
secara khusus.
Jalan yang haq dalam menggapai ridha Allah Azza wa Jalla melalui orang tua adalah birrul
walidain. Birrul walidain (berbakti kepada kedua orang tua) merupakan salah satu masalah
penting dalam Islam. Di dalam Alquran, setelah memerintahkan manusia untuk bertauhid, Allah
Azza wa Jalla memerintahkan untuk berbakti kepada orang tuanya.
Seperti tersurat dalam surat al-Israa ayat 23-24, Allah Taala berfirman:

Dan Rabb-mu telah memerintahkan agar kamu jangan beribadah melainkan hanya kepada-Nya
dan hendaklah berbuat baik kepada ibu-bapak. Jika salah seorang di antara keduanya atau keduaduanya sampai berusia lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah engkau
mengatakan kepada keduanya perkataan ah dan janganlah engkau membentak keduanya, dan
ucapkanlah kepada keduanya perkataan yang baik. Dan rendahkanlah dirimu terhadap keduanya
dengan penuh kasih sayang dan ucapkanlah, Ya Rabb-ku, sayangilah keduanya sebagaimana
mereka berdua telah mendidik aku pada waktu kecil. (QS. Al-Isra: 23-24).
Dalam surat al-Ankabuut ayat 8, tercantum larangan mematuhi orang tua yang kafir jika mereka
mengajak kepada kekafiran:

Dan Kami wajibkan kepada manusia agar (berbuat) kebaikan kepada kedua orang tuanya. Dan
jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan Aku dengan sesuatu yang engkau tidak
mempunyai ilmu tentang itu, maka janganlah engkau patuhi keduanya. Hanya kepada-Ku tempat
kembalimu, dan akan Aku beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan. (QS. AlAnkabuut (29): 8)
Kaum Muslimin rahimakumullah,
Di antara keutamaan amalan birrul walidain adalah:
Birrul Walidain Merupakan Amal Yang Paling Utama
Abdullah bin Masud radhiyallaahu anhu berkata.
:

:
Aku bertanya kepada Nabi shallallahu alaihi wa sallam, Amal apakah yang paling utama?
Nabi shallallahu alaihi wa sallam menjawab, Shalat pada waktunya (dalam riwayat lain
disebutkan shalat di awal waktunya). Aku bertanya lagi, Kemudian apa? Nabi menjawab:
Berbakti kepada kedua orang tua. Aku bertanya lagi: Kemudian apa? Nabi menjawab, Jihad
di jalan Allah (HR. Bukhari dan Muslim)
Ridha Allah Bergantung Kepada Ridha Orang Tua
Sesuai hadits Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam, disebutkan:
:

Darii Abdullah bin Amr bin Ash radhiyallaahu anhuma, bahwa Rasulullah shallallahu
alaihi wa sallam bersabda: Ridha Allah bergantung kepada keridhaan orang tua dan murka
Allah bergantung kepada kemurkaan orang tua (HR. Bukhari)
Berbakti Kepada Orang Tua Dapat Menghilangkan Kesulitan Yang Sedang Dialami
Kaum Muslimin rahimakumullah,
Ada sebuah kisah, dimana secara logika kesulitan tersebut sulit untuk dipecahkan atau bahkan
tidak bisa dipecahkan menurut perhitungan manusia, namun lantaran amalan berbakti kepada
kedua orang tua, kesulitan itu mendapatkan jalan keluar. Kisah tentang hal ini diriwayat dari
Ibnu Umar radhiyallaahu anhuma mengenai tiga orang yang terjebak dalam gua, dan salah
seorangnya bertawassul dengan bakti kepada ibu bapaknya.
Haditsnya sebagai berikut:
:
:

.
.
.

Pada suatu hari tiga orang dari ummat sebelum kalian sedang berjalan, lalu kehujanan.
Mereka berteduh pada sebuah gua di kaki sebuah gunung. Ketika mereka berada di dalamnya,
tiba-tiba sebuah batu besar runtuh dan menutupi mulut gua. Sebagian mereka berkata kepada
yang lain: Ingatlah amal terbaik yang pernah kamu lakukan. Kemudian mereka memohon
kepada Allah dan bertawassul melalui amal tersebut, dengan harapan agar Allah menghilangkan
kesulitan tersebut. Salah satu di antara mereka berkata: Ya Allah, sesung-guhnya aku
mempunyai kedua orang tua yang sudah lanjut usia sedangkan aku mempunyai isteri dan anakanak yang masih kecil. Aku menggembala kambing, ketika pulang ke rumah aku selalu memerah
susu dan memberikan kepada kedua orang tuaku sebelum orang lain. Suatu hari aku harus
berjalan jauh untuk mencari kayu bakar dan mencari nafkah sehingga pulang sudah larut malam
dan aku dapati orang tuaku sudah tertidur, lalu aku tetap memerah susu sebagaimana
sebelumnya. Susu tersebut tetap aku pegang lalu aku mendatangi keduanya namun keduanya
masih tertidur pulas. Anak-anakku merengek-rengek menangis untuk meminta susu ini dan aku
tidak memberikannya. Aku tidak akan memberikan kepada siapa pun sebelum susu yang aku
perah ini kuberikan kepada kedua orang tuaku. Kemudian aku tunggu sampai keduanya bangun.
Pagi hari ketika orang tuaku bangun, aku berikan susu ini kepada keduanya. Setelah keduanya
minum lalu kuberikan kepada anak-anakku. Ya Allah, seandainya perbuatan ini adalah perbuatan
yang baik karena mengharap wajah-Mu, maka bukakanlah mulut gua ini. Maka batu yang
menutupi pintu gua itu pun bergeser sedikit.. (HR. Bukhari (no. 2272), Fathul Baari (IV/449),
Muslim (no. 2743).
Akan Diluaskan Rizki Dan Dipanjangkan Umur
Kaum Muslimin rahimakumullah,

Orang-orang pada hari ini berbicara bahwa sedekah melancarkan rezeki, pendapat ini disebarkan
secara luas, padahal ada amalan yang lebih agung yang bisa melancarkan rezeki seseorang yaitu
berbakti kepada kedua orang tua. Sesuai sabda Nabi shallallahu alaihi wa sallam

Barangsiapa yang ingin diluaskan rizkinya dan di-panjangkan umurnya, maka hendaklah ia
menyam-bung silaturrahimnya. (HR. Bukhari (no. 5985, 5986), Muslim (no. 2557), Abu Dawud
(no. 1693))
Dalam silaturahmi, yang harus didahulukan adalah silaturahmi kepada orang tua sebelum kepada
yang lain. Banyak di antara saudara-saudara kita yang sering berkunjung kepada temantemannya, tetapi kepada orang tuanya sendiri jarang, bahkan tidak pernah. Padahal ketika masih
kecil, dia selalu bersama orang tuanya. Sesulit apa pun harus tetap diusahakan untuk
bersilaturahmi kepada kedua orang tua, karena dekat kepada keduanya -insya Allah- akan
dimudahkan rizki dan dipanjangkan umurnya.

Khutbah Kedua:

Akan Dimasukkan Ke Surga Ooleh Allah Azza wa Jalla


Kaum Muslimin rahimakumullah,
Berbuat baik kepada orang tua dan taat kepada keduanya dalam kebaikan merupakan jalan
menuju Surga. Sedangkan durhaka kepada orang tua akan mengakibatkan seorang anak tidak
masuk Surga. Dan di antara dosa-dosa yang Allah Azza wa Jalla segerakan adzabnya di dunia
adalah berbuat zhalim dan durhaka kepada orang tua. Dengan demikian, jika seorang anak
berbuat baik kepada orang tuanya, Allah akan meng-hindarkannya dari berbagai malapetaka,
dengan izin Allah Azza wa Jalla dan akan dimasukkan ke Surga.
Kaum Muslimin rahimakumullah,
Lalu bagaimana bentuk-bentuk durhaka kepada orang tua? Agar pemahaman tentang berbakti
kepada orang tua lebih sempurna, maka Khatib akan menyebutkan lawan dari perbuatan ini,
yakni durhaka kepada kedua orang tua. Apa saja amalan yang dikategorikan durhaka kepada
orang tua? Berikut poin-poinnya:
1. Menimbulkan gangguan terhadap orang tua, baik berupa perkataan atau pun perbuatan yang
mem-buat orang tua sedih atau sakit hati.
2. Berkata ah atau cis dan tidak memenuhi pang-gilan orang tua.

3. Membentak atau menghardik orang tua.


4. Bakhil atau kikir, tidak mengurus orang tuanya, bahkan lebih mementingkan yang lain
daripada mengurus orang tuanya, padahal orang tuanya sangat membutuhkan. Seandainya
memberi nafkah pun, dilakukan dengan penuh perhitungan.
5. Bermuka masam dan cemberut di hadapan orang tua, merendahkan orang tua, mengatakan
bodoh, kolot, dan lain-lain.
6. Menyuruh orang tua, misalnya menyapu, mencuci atau menyiapkan makanan. Pekerjaan
tersebut sangat tidak pantas bagi orang tua, terutama jika mereka sudah tua dan lemah. Tetapi,
jika si ibu melakukan pekerjaan tersebut dengan kemauannya sendiri, maka tidaklah mengapa,
dan karena itu seorang anak harus berterima kasih dan membantu orang tua.
7. Menyebut kejelekan orang tua di hadapan orang banyak atau mencemarkan nama baik orang
tua.
8. Memasukkan kemungkaran ke dalam rumah, misalnya alat musik, mengisap rokok, dan lainlain.
9. Lebih mentaati isteri daripada kedua orang tua. Bahkan ada sebagian orang yang tega
mengusir ibunya demi menuruti kemauan isterinya.
Nas-alullaahas salaamah wal aafiyah
10. Malu mengakui orang tuanya. Sebagian orang merasa malu dengan keberadaan orang tua dan
tempat tinggal ketika status sosialnya meningkat. Tidak diragukan lagi, sikap semacam itu adalah
sikap yang sangat tercela, bahkan termasuk kedurhakaan yang keji dan nista.
Di antara bentuk berbakti kepada orang tua adalah:
1. Bergaul bersama keduanya dengan cara yang baik. Di dalam hadits Nabi shallallahu alaihi
wa sallam disebutkan bahwa memberi kegembiraan kepada seseorang mukmin termasuk
shadaqah, lebih utama lagi kalau memberi kegembiraan kepada orang tua kita
2. Berkata kepada keduanya dengan perkataan yang lemah lembut. Hendaknya dibedakan adab
ber-bicara antara kepada kedua orang tua dengan ke-pada anak, teman atau dengan yang lain.
Berbicara dengan perkataan yang mulia kepada kedua orang tua.
3. Tawadhu (rendah hati). Tidak boleh kibr (som-bong) apabila sudah meraih sukses atau
memenuhi jabatan di dunia, karena sewaktu lahir, kita berada dalam keadaan hina dan
membutuhkan pertolongan, kita diberi makan, minum, dan pakaian oleh orang tua.
4. Memberi infaq (shadaqah) kepada kedua orang tua, karena pada hakikatnya semua harta kita
adalah milik orang tua. Oleh karena itu berikanlah harta itu kepada kedua orang tua, baik ketika
mereka minta ataupun tidak.

5 . Mendoakan kedua orang tua. Di antaranya dengan doa berikut:

Wahai Rabb-ku, kasihilah keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidikku sewaktu
kecil.
Seandainya orang tua masih berbuat syirik serta bidah, kita tetap harus berlaku lemah lembut
kepada keduanya, dengan harapan agar keduanya kembali kepada Tauhid dan Sunnah.
Bagaimana pun, syirik dan bidah adalah sebesar-besar kemungkaran, maka kita harus
mencegahnya semampu kita dengan dasar ilmu, lemah lembut dan kesabaran. Sambil terus
berdoa siang dan malam agar orang tua kita diberi petunjuk ke jalan yang benar.
Kaum Muslimin rahimakumullah,
Mungkin timbul pertanyaan, bagaimana saya harus berbakti kepada kedua orang tua saya, karena
keduanya telah meninggal. Ketahuilah kaum muslimin, Islam pun tetap membukakan pintu bagi
orang-orang yang hendak berbakti kepada orang tuanya di saat keduanya telah tiada. Yang harus
kita lakukan adalah:
1. Meminta ampun kepada Allah Azza wa Jalla dengan taubat nashuha (jujur) bila kita pernah
berbuat dur-haka kepada keduanya di waktu mereka masih hidup.
2. Menshalatkannya dan mengantarkan jenazahnya ke kubur.
3. Selalu memintakan ampunan untuk keduanya.
4. Membayarkan hutang-hutangnya.
5. Melaksanakan wasiat sesuai dengan syariat.
6. Menyambung silaturrahim kepada orang yang keduanya juga pernah menyambungnya.
Semoga dengan memahami dan mengamalkan nilai-nilai Islam tersebut, kita dimudahkan oleh
Allah Azza wa Jalla dalam mewujudkan keluarga yang sakinah, mawaddah wa rahmah. Aamiin.

.
.