Anda di halaman 1dari 122

DEFINISI GERIATRI

Definisi
Geriatri merupakan suatu
istilah yang terdiri dari
katageros (usia
lanjut)daniatreia(mer
awat/merumat),
Geriatri sendiri mengacu
pada cabang ilmu
kedokteran yang
berfokus pada
penyediaan layanan
kesehatan bagi manula.

Pengertian Geriatri
cabang ilmu kedokteran yang mempelajari
tentang penyakit pada lansia.
cabang ilmu kedokteran yang mempelajari
aspek-aspek klinis preventif maupun terapis
bagi klien lansia
ilmu yang mempelajari proses menjadi tua
pada manusia serta akibat-akibatnya pada
tubuh manusia (lansia)
bagian ilmu kedokteran yang mempelajari
tentang pencegahan penyakit dan
kekurangannya pada lansia

Lansia
(elderly)

kisaran umur 60-75


tahun

Tua
(old)
Sangat
tua
(very
old)

kisaran umur 75-90


tahun

kisaran umur > dari


90 tahun

Klasifikasi menurut WHO

Pengertian Menua
Menua (aging=menjadi tua) adalah
suatu proses menghilangnya secara perlahan
kemampuan jaringan untuk memperbaiki/mengganti diri
dan mempertahankan struktur dan fungsi normalnya
sehingga dapat bertahan terhadap jejas (termasuk
infeksi) dan memperbaiki kerusakan yang diderita

Menurut UU Nomor 4 th
1965
Seseorang dinyatakan orang jompo atau lansia
setelah yang bersangkutan mencapai umur 55 th,
tidka mempunyai atau tidak berdaya mencari
nafkah sendiri utnuk keperluan hidupnya sehari-hari
dan menerima nafkah dari orang lain.

3.

Lanjut usia secara psikososial yang dinyatakan krisis bila : a)


Ketergantungan pada orang lain (sangat memerlukan pelayanan orang
lain), b) Mengisolasi diri atau menarik diri dari kegiatan kemasyarakatan
karena berbagai sebab

Hal-hal yang dapat menimbulkan gangguan keseimbangan


(homeostasis) sehingga membawa lansia kearah kerusakan /
kemerosotan (deteriorisasi) yang progresif terutama aspek psikologis
yang mendadak, misalnya bingung, panik, depresif, apatis dsb.

Adanya akumulasi dari penyakit-penyakit degeneratif

Keterbatasan fungsi tubuh yang berhubungan dengan makin


meningkatnya usia

2
1

4 ciri yang dapat dikategorikan sebagai


pasien Geriatri dan Psikogeriatri

TEORI-TEORI PROSES
PENUAAN

Teori-teori Proses Penuaan

Teori
Teori
Teori
Teori

biologi
psikologi
sosial
spiritual

Teori Biologi

Teori Biologi

Teori genetik dan mutasi


Immunology slow theory
Teori stres
Teori radikal bebas
Teori rantai silang

Teori Genetik dan Mutasi

Menua terjadi sebagai akibat dari


perubahan biokimia yang diprogram oleh
molekul-molekul DNA dan setiap sel
pada saatnya akan mengalami mutasi

Immunology Slow Theory

Sistem imun menjadi efektif dengan


bertambahnya usia dan masuknya virus
ke
dalam
tubuh
yang
dapat
menyebabkan kerusakan organ tubuh.

Teori Stres

Akibat hilangnya sel-sel yang biasa


digunakan tubuh. Regenerasi jaringan
tidak dapat mempertahankan kestabilan
lingkungan internal, kelebihan usaha,
dan stres yang menyebabkan sel-sel
tubuh lelah terpakai.

Tidak stabilnya radikal bebas (kelompok


atom) mengakibatkan oksidasi oksigen
bahan-bahan organik seperti karbohidrat
dan protein. Radikal ini menyebabkan
sel-sel
tidak
dapat
melakukan
regenerasi.

Teori Radikal Bebas

Bahwa reaksi kimia sel-sel yang tua


menyebabkan
ikatan
yang
kuat,
khususnya jaringan kolagen. Ikatan ini
menyebabkan
kurangnya
elastisitas
kekacauan, dan hilangnya fungsi sel.

Teori Psikologi

Teori Psikologi

Adanya penurunan dan intelektualitas


yang meliputi persepsi, kemampuan
kognitif, memori, dan belajar pada usia
lanjut menyebabkan mereka sulit untuk
dipahami dan berinteraksi

Teori Sosial

Teori sosial

Teori
Teori
Teori
Teori
Teori
Teori

interaksi sosial
penarikan diri
aktivitas
kesinambungan
perkembangan
stratifikasi usia

Teori Interaksi Sosial

Pada lansia, kekuasaan dan prestasinya


berkurang sehingga menyebabkan
interaksi sosial mereka juga berkurang,
yang tersisa hanyalah harga diri dan
kemampuan mereka untuk mengikuti
perintah

Teori Penarikan Diri

Bahwa kemiskinan yang diderita lansia


dan menurunnya derajat kesehatan
mengakibatkan seorang lansia secara
perlahan-lahan
menarik
diri
dari
pergaulan di sekitarnya

Teori Aktivitas

Bahwa penuaan yang sukses bergantung


bagaimana seorang lansia merasakan
kepuasan dalam melakukan aktivitas
serta mempertahankan aktivitas
tersebut lebih penting dibandingkan
kuantitas dan aktivitas yang dilakukan

Teori Kesinambungan

Pengalaman hidup seseorang pada suatu


saat lansia merupakan gambarannya
kelak pada saat ia menjadi lansia.

Teori Perkembangan

Menjelaskan bagaimana proses menjadi


tua merupakan suatu tantangan dan
bagaimana jawaban lansia terhadap
berbagai tantangan tersebut yang dapat
bernilai positif ataupun negatif.

Teori Spiritual

Teori Spiritual

Komponen
spiritual
dan
tumbuh
kembang merujuk pada pengertian
hubungan
individu
dengan
alam
semesta dan persepsi individu tentang
arti kehidupan.

PENUAAN

Definisi
Penuaan = Aging
Suatu proses
menghilangnya secara
perlahan-lahan
kemampuan jaringan
untuk memperbaiki diri
atau mengganti dan
mempertahankan
fungsi normalnya
sehingga tidak dapat
bertahan terhadap
infeksi dan
memperbaiki kerusakan
yang ada. (Nugroho,
2000)

PROSES PENUAAN
MENURUT SISTEM TUBUH

Fase Regresif
(kemunduran tumbuh
kembang)
Fase stabil (tumbuh
kembang stasioner)
Fase progresif (tumbuh
kembang cepat)

Proses tumbuh kembang

Fase kemunduran
Secara MIKRO
berlangsung
kemunduran
biologis dan
fungsional

Terjadi
perubahan
secara
MAKRO

Perubahan kulit, sistem indera, sistem kardiovaskuler,


sistem respirasi, sistem gastrointestinal, sistem urinaria,
sistem reproduksi, sistem neurologi

Perubahan pada pembuluh darah

Arteri
Tunika intima menebal (resiko
arteriosklerosis), tunika media serat otot
berubah menjadi jaringan ikat kolagen,
diameter kapiler menurun dan menjadi
kaku, aorta dan cabang-cabangnya
cenderung melebar.

Perubahan pada pembuluh darah..


(2)

Vena
katup-katup mudah rusak mudah
timbul varices mudah timbul
trombosis dan emboli paru.

Akibatnya..
Elastisitas aorta menurun, tahanan
perifer meningkat

HIPERTENSI!

Resiko penyakit
jantung koroner,
infark miokard,
dan cedera
cerebrovaskular.

Perubahan Pada Sistem


Sensoris
1.

Penglihatan
. Akumulasi lemak di kornea,
membentuk lingkaran berwarna
putih atau kekuningan diantara iris
dan sklera (Arkus Senilis)

Lensa mata mulai kaku


mempengaruhi akomodasi
Presbiopia.

Penurunan ukuran pupil atau miosis pupil


terjadi karena sfingkter pupil mengalami
sklerosis penyempitan lapang pandang
dan mempengaruhi penglihatan perifer
pada tingkat tertentu
Perubahan warna dan meningkatnya
kekeruhan lensa kristal yang terakumulasi
dapat menimbulkan katarak

2. Pendengaran

Telinga bagian dalam


terdapat penurunan
fungsi sensorineural,
karena komponen
saraf tidak berfungsi
dengan baik
sehingga terjadi
perubahan konduksi
kehilangan
pendengaran secara
bertahap.

2. Pendengaran..(2)

Telinga bagian
tengah mengalami
pengecilan daya
tangkap membran
timpani,
pengapuran dari
tulang
pendengaran, otot
dan ligamen
menjadi lemah dan
kaku gangguan
konduksi suara.

2. Pendengaran..(3)

Pada telingan
bagian luar rambut
menjadi panjang
dan tebal, kulit
menjadi lebih tipis
dan kering, dan
peningkatan
keratin terbentuk
serumen sehingga
berdampak pada
gangguan konduksi
suara.

3. Pengecapan

Penurunan jumlah dan kerusakan papila


lidah sensitivitas terhadap rasa
(manis, asam, asin, dan pahit)
berkurang.

Perubahan pada sistem Integumen


Epidermis tipis dan rata vena-vena tampak
lebih menonjol.
Poliferasi abnormal pada sisa melanosit, lentigo,
senil, bintik pigmentasi pada area tubuh yang
terpajan sinar matahari perubahan warna
kulit.
Sedikit kolagen yang terbentuk, terjadi
penurunan jaringan elastis keriput.
Tekstur kulit lebih kering karena kelenjar
eksokrin lebih sedikit dan penurunan aktivitas
kelenjar eksokri dan kelenjar sebasea.
Degenerasi menyeluruh jaringan penyambung,
disertai penurunan cairan tubuh total
penurunan turgor kulit

VS

Perubahan pada Sistem


Muskuloskeletal

1.

Sistem Skeletal

Penyempitan diskus intervertebralis dan


penekanan pada kolumna vertebralis
penurunan tinggi badan (bungkuk)

Penurunan produksi tulang kortikal dan


trabekular yang berfungsi sebagai
perlindungan terhadap beban gerakan
rotasi dan lengkungan resiko fraktur.

Perubahan pada Sistem


Muskuloskeletal..(2)
2. Sistem Muskular
Waktu untuk kontraksi dan
relaksasi muskular
memanjang. perlambatan
waktu untuk bereaksi,
pergerakan yang kurang aktif.
Perubahan kolumna
vertebralis, akilosis atau
kekakuan ligamen dan sendi,
penyusutan dan sklerosis
tendon dan otot, den
perubahan degeneratif
ekstrapiramidal
peningkatan fleksi.

Perubahan pada sistem


Neurologis
Penuaan Berat otak menurun 10
20 % (atrofi cerebral), otak kehilangan
100.000 neuron/tahun.
Secara berangsur-angsur tonjolan
dendrit di neuron hilang disusul
membengkaknya batang dendrit dan
batang sel. Secara progresif terjadi
fragmentasi dan kematian sel. Pada
semua sel terdapat deposit lipofusin
(pigment wear and tear) yang
terbentuk di sitoplasma.

Konduksi saraf perifer menjadi lebih


lambat refleks tendon yang lebih
lambat dan meningkatnya waktu reaksi.
Peningkatan lipofusin sepanjang neuronneuron vasokonstriksi dan vasodilatasi
yang tidak sempurna.
Termoregulasi oleh hipotalamus kurang
efektif bahaya kehilangan panas
tubuh

Perubahan pada Sistem


Kardiovaskuler

Penebalan dinding ventrikel kiri karena


peningkatan densitas kolagen dan
hilangnya fungsi serat-serat elastis
ketidakmampuan jantung untuk distensi
dan penurunan kekuatan kontraktil.
Jumlah sel-sel peacemaker mengalami
penurunan dan berkas his kehilangan
serat konduksi yang yang membawa
impuls ke ventrikel disritmia.

Perubahan pada Sistem


Kardiovaskuler..(2)

Sistem aorta dan arteri perifer menjadi


kaku dan tidak lurus karena peningkatan
serat kolagen dan hilangnya serat elastis
dalam lapisan medial arteri.
Vena meregang dan mengalami dilatasi.
Implikasi dari hal ini adalah vena
menjadi tidak kompeten atau gagal
dalam menutup secara sempurna
sehingga mengakibatkan terjadinya
edema pada ekstremitas bawah dan
penumpukan darah.

Perubahan pada Sistem Respirasi


Perubahan anatomis
seperti penurunan
komplians paru dan
dinding dada turut
berperan dalam
peningkatan kerja
pernapasan sekitar
20% pada usia 60
tahun.
Penurunan laju
ekspirasi sebesar 0,2
liter/dekade.

Paru-paru kecil dan kendur, hilangnya rekoil


elastis, dan pembesaran alveoli penurunan
daerah permukaan untuk difusi gas.

Penurunan kapasitas vital, penurunan PaO2


Residu penurunan saturasi O2 dan
peningkatan volume

Pengerasan bronkus dengan peningkatan


resistensi dispnea saat aktivitas

Kalsifikasi kartilago kosta, kekakuan tulang iga


pada kondisi pengembangan Emfisema sinilis,
pernapasan abnominal, hilangnya suara paru
pada bagian dasar.

Hilangnya tonus otot toraks, kelemahan


kenaikan dasar paru atelektasis

Kelenjar mukus kurang produktif akumulasi


cairan, sekresi kental dan sulit dikeluarkan.

Penurunan sensitivitas sfingter esofagus


hilangnya sensasi haus dan silia kurang aktif

Penurunan sensitivitas kemoreseptor. tidak


ada perubahan dalam PaCO2 dan kurang
aktifnya paru-paru pada gangguan asam basa.

Perubahan pada Sistem Endokrin

Kelenjar tiroid menjadi lebih kecil,


produksi T3 dan T4 sedikit menurun, dan
waktu paruh T3 dan T4 meningkat
Kadar glukosa darah meningkat.

Perubahan pada sistem


Renal
Jumlah nefron telah berkurang menjadi 1 juta
nefron dan memiliki banyak ketidaknormalan.
Penurunan nefron terjadi sebesar 5-7% setiap
dekade, mulai usia 25 tahun. Bersihan kreatinin
berkurang 0,75 ml/m/tahun.
Nefron bertugas sebagai penyaring darah,
perubahan aliran vaskuler akan mempengaruhi
kerja nefron dan akhirnya mempengaruhi
fungsi pengaturan, ekskresi, dan matabolik
sistem renal.

Perubahan pada sitem Urinaria

Penurunan kapasitas kandung kemih,


peningkatan volume residu,
peningkatan kontraksi kandung kemih
yang tidak di sadari, dan atopi pada
otot kandung kemih secara umum
Peningkatan risiko inkotinensia.

Penuaan

Fisiologi penuaan secara


umum
Tahapan usia pada WHO dibagi dalam:
Infancy (lahir 2 tahun)
usia pertengahan (middle age), yaitu
kelompok usia 45 sampai 59 tahun
lanjut usia (elderly), antara 60 sampai
74 tahun
lanjut usia tua (old), antara 75 sampai
90 tahun
usia sangat tua (very old), diatas 90

Menurut UU No. 4 tahun 1965 pasal 1


dinyatakan sebagai berikut :
Seorang dapat dinyatakan sebagai
seorang jompo atau lanjut usia setelah
yang
bersangkutan mencapai umur 55 tahun,
tidak mempunyai atau tidak berdaya
mencari nafkah sendiri untuk keperluan
hidupnya sehari-hari dan menerima
nafkah dari orang lain

Fisiologi proses penuaan


ORGAN
Paru-paru

Saluran
nafas

PERUBAHAN
Daya pegas dinding dada menurun
Kekuatan otot pernapasan menurun
Kekakuan iga meningkat
Daya pegas jaringan elastik paru
menurun
Paru-paru lebih mengembang, namun
kaku

Refleks batuk menurun


Mudah tersedak
Gerakan bulu getar melambat

Fisiologi proses penuaan


Jantungpembuluh
darah

Katup jantung kaku


Jumlah sel pacu berkurang
Sistem konduksi menurun
Penumpukan jar. Ikat di otot jantung
kaku
Pembuluh darah kurang lentur
TD
naik
Isi sekuncup menurun; curah jantung
ber<

Ginjal

Jumlah nefron, glomerulus <


Fungsi filtrasi menurun
Kepekaan tubulus terhadap ADH <
Reabsorbsi <
LFG menurun 7,5 mL/m/dekade

Tulang, sendi,
otot

Keropos, cairan <, massa otot <, cairan


sendi <, tulang rawan mulai rusak

Proses Menua
Produksi air liur <
Osteoporosis tulang rahang, gigi
tanggal
Gerakan kerongkongan & lambung
melambat
Produksi enzim pencernaan <
Gerakan usus besar <
Saluran Kemih & Kelenjar prostat membesar
Kelamin
Selaput mulut rahim kering
Otot dasar panggul melemah
Susunan Saraf
Pengerasan pembuluh darah otak
Pusat
Demensia (neurofibril tangie,
amyloid)
Mengisut (atrofi)

Saluran
cerna

PROSES MENUA

Sistem
penglihatan

Sistem
pendengaran

Timbul sklerosis dan hilangnya


respon terhadap sinar.
Kekeruhan pada lensa
menyebabkan katarak
Hilangnya daya akomodasi
Berkurang luas pandangannya
Menurunnya daya membedakan
warna biru atau hijau
Presbiakusis
Otosklerosis akibat atrofi
membran tympani
Terjadinya pengumpulan serumen
dapat mengeras karena
meningkatnya
keratin.

Gambaran otak

ADULT BRAIN

AGING BRAIN

PERUBAHAN
PATOLOGIS PADA
LANSIA

PEMERIKSAAN FISIK PADA


PASIEN GERIATRI

Pemeriksaan cukup kompleks dan


mmbutuhkan waktu lama
Tergantung tingkat kronis dan
kompleksitas masalah fisik yang terjadi
Ruangan hangat
Perubahan posisi badan diusahakan
sedikit mungkin

Vital Sign

Tekanan Darah
tidur,duduk dan berdiri
Suhu/Temperatur
Denyut Nadi
Respiration Rate

Sesuai Sistem

Inspeks
i

Palpasi

Perkusi

Auskult
asi

Sesuai Sistem
Cardiovasula
r
Respirasi

Musculoscele
tal

Neurologis

Reproduksi

GIT

Endokrin

Urinari

Pengelihatan
Pengecapan
Pendengaran

Integumen

PEMERIKSAAN
LABORATORIUM

Darah
Ukuran

Satuan

Nilai Rujukan

Eritrosit

juta/l

4,0 5,0 (P)


4,5 5,5 (L)

Hemoglobin (Hb)

g/dL

12,0 14,0 (P)


13,0 16,0 (L)

Hematokrit

40 50 (P)
45 55 (L)

Leukosit

103/l

5,0 10,0

Trombosit

103/l

150 400

Laju Endap Darah


(LED)

mm/jam

< 15 (P)
< 10 (L)

Ukuran

Satuan

Nilai Rujukan

0,0 1,0

Eosinofil

1,0 3,0

Batang

2,0 6,0

Segmen

50,0 70,0

Limfosit

20,0 40,0

Monosit

2,0 8,0

Basofil

Fungsi Hati
Ukuran

Satuan

Nilai Rujukan

ALT (SGPT)

U/L

< 23 (P)
< 30 (L)

AST (SGOT)

U/L

< 21 (P)
< 25 (L)

Alkalin fosfatase

U/L

15 69

GGT (Gamma GT)

U/L

5 38

Bilirubin total

mg/dL

0,25 1,0

Bilirubin langsung

mg/dL

0,0 0,25

Protein total

g/L

61 82

Albumin

g/L

37 52

Fungsi Ginjal
Ukuran

Satuan

Nilai Rujukan

Kreatinin

U/L

60 150 (P)
70 160 (L)

Urea

mg/dL

8 25

Natrium

mmol/L

135 145

Klorid

mmol/L

94 111

Kalium

mmol/L

3,5 5,0

Profil Lipid
Ukuran

Satuan

Nilai Rujukan

Kolesterol total

mg/dL

150 200

HDL

mg/dL

45 65 (P)
35 55 (L)

Trigliserid

mg/dL

120 190

Ukuran

Satuan

Nilai Rujukan
puasa: 60-110

Glukosa Gula darah

mg/dL

2 jam PP: <130


Sesaat: <200

Amilase

U/L

30 130

Asam Urat

mg/dL

2,4 5,7 (P)


3,4 7,0 (W)

PENAPISAN GERIATRI

Pendahuluan

Uji penapisan geriatri, atau yg biasanya


disebut skrining test geriatri adalah
Pemeriksaan yg dilakukan untuk
identifikasi ada atau tidaknya penyakit atau
kelainan yg tidak diketahui sebelumnya,
dengan melakukan berbagai pemeriksaan.

MMSE

Mini Mental State Examination

dikenalkan oleh Folstein (1971)

Tujuan:
1.
Mendeteksi adanya gangguan kognitif pada
seseorang/individu
2.
Mengevaluasi perjalanan suatu penyakit yang
berhubungan dengan proses penurunan kognitif, dan
3.
Memonitor respon terhadap pengobatan
Terdiri dari:

Orientasi (tempat & waktu)

Daya ingat

Perhitungan

Maximal score
= 30

21-26 = stadium
ringan

10-20 = stadium
sedang

<10 = stadium
lanjut

MNA

Mini Nutritional Assessment


Tujuan:
1.
2.

Mengukur status gizi pada lansia


Untuk melihat lansia tersebut malnutrisi atau tidak

Terdiri dari:
1.
2.
3.
4.

Penilaian
Penilaian
Penilaian
Penilaian

antropometri
umum
diit
diri

Penilaian Nutrisi Mini


Nama :
Usia :

thn

Jenis Kelamin : L / P
BB :
Kg
Tinggi Lutut
:

Tgl :
TB :
Cm

Cm

Nama Pewawancara/pemeriksa :
Tuliskan angka penilaian dalam kotak. Jumlahkan nilai-nilai dalam kotak dan sesuaikan jumlah penilaian ke dalam
Skor Indikator Malnutrisi.

Penilaian Antropometri

1. Indeks Massa Tubuh : BB / TB (dlm m2)


a.< 19 = 0
b.19-21 = 1
c.21-23 = 2
d.> 23
=3
2. Lingkar lengan atas (cm)
a.< 21 = 0
b.21- 22 = 0,5
c.> 22 = 1
3. Lingkar betis (cm)
a. 31
=0
b.> 31
=1
4. BB selama 3 bulan terakhir
a.Kehilangan BB > 3 Kg
b.Tidak Tahu
c.Kehilangan BB anatara 1-3 Kg
d.Tidak ada kehilangan BB

=0
=1
=2
=3

Nilai

Penilaian Umum
5. Hidup tidak tergantung ( tidak di tempat perawatan atau rumah sakit)
a.
Tidak
=0
b.
Ya
=1
6. Menggunakan lebih dari 3 obat per hari
a.
Tidak
=0
b.
Ya
=1
7. Mengalami stres psikologis atau penyakit akut dalam 3 bulan terakhir
a.
Tidak
=0
b.
Ya
=1
8. Mobilitas
a.
Hanya terbaring atau di atas kursi roda
=0
b.
Dapat bangkit dari tempat tidur tapi tidak ke luar rumah = 1
c.
Dapat pergi ke luar rumah
=2

9. Masalah Neuropsikologis
a.
Demensia berat dan depresi
b.
Demensia ringan
c.
Tidak ada masalah psikologis

10. Nyeri tekan atau luka kulit


a.
Ya
=0
b.
Tidak
=1

=0
=1
=2

Penilaian Diit
11

Berapa banyak daging yang dimakan setiap hari?


a.
1x makan
=0
b.
2x makan
=1
c.
3x makan
=2

12

Asupan protein terpilih


a
Minimal 1x penyajian produk-produk susu olahan (susu, keju, yoghurt, es krim, dll) per hari
Ya
Tidak
b. Dua atau lebih penyajian produk produk kacang-kacangan (tahu, tempe, susu kedelai, dll) dan telur
perminggu.
Ya
Tidak
c. Daging, ikan dan unggas tiap hari (ayam, sapi, kambing, kerbau, kerang-kerangan, teri, burung, dll).
Ya
Tidak
Untuk jawaban no. 1. 0
2. 0,5
3. 1

13

Konsumsi 2 atau lebih penyajian sayuran atau buah-buahan per hari


a.
Tidak
=0
b. ya
=1

14

Bagaimana asupan makanan 5 bulan terakhir karena hilangnya nafsu makan, masalah
pencernaan, atau kesulitan menelan.
a. Kehilangan nafsu makan yang berat
=0
b. Kehilangan nafsu makan sedang
=1
c. Tidak kehilangan nafsu makan
=2

15

Berapa banyak cairan (air, jus, kopi, teh, susu, dll) yang dikonsumsi per hari.
a. < 3 cangkir
=0
b. 3-5 cangkir
=1
c. > 5 cangkir
=2

16

Pola Makan
a. Tak dapat makan tanpa bantuan
=0
b. Dapat makan sendiri dengan sedikit kesulitan = 1
c. Dapat makan sendiri tanpa masalah
=2

Penilaian Diri
17

Apakah mereka tahu bahwa mereka memiliki masalah gizi?


a. Malnutrisi berat
=0
b. Tidak tahu atau malnutrisi sedang
=1
c. Tidak ada masalah gizi
=2

18

Dibandingkan dengan orang lain dengan usia yang sama, bagaimana mereka menilai
kesehatan mereka sekarang?
a. Tidak baik
=0
b. Tidak tahu
= 0,5
c. Baik
=1
d. Lebih baik
=2
Total Penilaian
(Maksimal 30 poin)

Skor Indikator Malnutrisi :


= gizi baik
Skor 24
Skor 17 23,5 = berisiko malnutrisi
= malnutrisi
Skor < 17

The MNA Screening


Form (MNA-SF)

Body mass index (BMI) (kg/m2)


Weight loss in past 3 months?
Acute illness or major stress in
the past 3 months?
Mobility
Dementia or depression
Has appetite & food intake
declined in past 3 months?

Rubenstein LZ et al., J Gerontol


2001;56:M366-M372

ADL

Activities Daily Living


Tujuan:
Menilai kemandirian fungsional dalam
perawatan diri & mobilitas
kemampuan fungsional meliputi
aktivitas hidup sehari-hari

20 = mandiri
12-19 = ketergantungan
ringan
9-11 = ketergantungan
sedang
5-8 = ketergantungan berat
0-4 = ketergantungan total

IADL

Instrumental Activities of Daily Living


Perbedaan:
Aktivitasnya lebih kompleks dari ADL
ketrampilan yg dibutuhkan untuk hidup
mandiri (memerlukan kemampuan fisik &
kognitif)

Skala Norton dekubitus

Skala dekubitus dibagi menjadi:


1.
2.
3.

Skala Gosnell
Skala Norton
Skala Braden

Tujuan:
1.

2.

Menilai atau meramal tingkat resiko


terjadinya dekubitus, dan
Mengurangi angka resiko terjadinya dekubitus
pada pasien tirah baring pencegahan

GDS

Geriatric Depression Scale


Tujuan:
untuk memeriksa depresi atau distres
psikologi menyeluruh seseorang lansia

Geriatric Depression Scale


10.

Apakah anda merasa mempunyai banyak


masalah dengan daya ingat anda dibandingkan
kebanyakan orang ?

YA

Tidak

11.

Apakah anda pikir bahwa hidup anda sekarang ini


menyenangkan ?

Ya

TIDAK

12.

Apakah anda merasa tidak berharga seperti


perasaan anda saat ini ?

YA

Tidak

13.

Apakah anda merasa penuh semangat

Ya

TIDAK

14.

Apakah anda merasa bahwa keadaan anda tidak


ada harapan ?

YA

Tidak

15.

Apakah anda pikir bahwa orang lain lebih baik


keadaannya dari anda ?

YA

Tidak

- Setiap jawaban bercetak tebal mempunyai nilai 1


- Skor antara 5-9 menunjukkan kemungkinan besar depresi
- Skor 10 atau lebih menunjukkan depresi

VAS (Visual Analog Scale)

Pengkajian rasa nyeri


ada/tidak
lokasi
intensitas 0-10
jenis : akut/kronis

Pediatric Sleep
Questionnaire

Pengkajian insomnia

Penyakit Pada Kasus

Imobilisasi

Infeksi

Imobilisasi

Obat : meningkatkan pembentukan


tulang: Na Florida, steroid anabolic,
menghambat resorbsi tulang: kalsium,
estrogen, kalsitonin, difosfonat, diet
tinggi kalsium (1.000 mg/hari).
Fisioterapi : berlatih berjalan dengan
alat bantu / alat penyangga, latihan
teratur setiap hari, menggerakkan
ekstremitas dan anggota tubuh lainnya
(Range of Motion = ROM).

Operasi: fusi secara bedah melintas garis


fraktur dapat dilakukan. Pada tulang
belakang servikal operasi dilakukan baik
dari depan maupun belakang. Pada
daerah toraks tulang belakang difiksasi
dengan pelat metal dan tandur

Larangan : hindari diet tinggi protein,


kopi, alkohol, merokok, antasida
aluminium.
Saran: ranjang khusus, rangka, atau
selubung plester dengan pasien dapat
dirawat untuk waktu yang lama dengan
mempertahankan posisi yang telah
direduksi bahkan saat membalik untuk
memandikan atau merawat kulit.

Indikasi Infeksi Pada ParuParu

1.
2.
3.

Demam (> 37,7oC oral)


Leukositosis (> 10.000 sel/mm3),
Produksi sputum yang purulen.

Terapi Antibiotik Empirik


> 60 tahun :
Streptococcus pneumoniae dan
Haemophillus influenza
sefalosporin generasi kedua,
trimetropin/sulfametoksazol atau
inhibitor beta laktam.

Legionella sp :
Obatnya derivat seperti azitromisin dan
klaritromisin

Bila pasien alergi terhadap penisilin,


trimetoprim-sulfametoksazol dapat
menggantikan sefuroksim.

Pasien yang gagal setelah pemberian


terapi empiris selama 72 jam harus
dipertimbangkan untuk menjalani
bronkoskopi sikat. Selain itu perlu pula
dipertimbangkan adanya diagnosis lain,
seperti keganasan paru atau infark paru.

Referensi

Jan Tambayong, Dr. 2000. Patofisiologi untuk


Keperawatan. EGC : Jakarta.
http://
prastiwisp.files.wordpress.com/2010/11/teoripenuaan-dan-perubahan-fisiologis-lansia.pdf
Hadi Martono. Perubahan Fisiologik dan
Patologik pada usia lanjut. Simposium
Geriatri, PDGI KORWIL Jawa Tengah, 1990
Boedhi Darmojo. Buku Ajar Geriatri (Ilmu
Kesehatan Usia Lanjut). Balai Penerbit Fakultas
Kedokteran Universitas Indonesia. Hal 56 - 74