Anda di halaman 1dari 21

dr.

Eka Lestari

PD3I

Yang menjadi target program imunisasi di


Indonesia ialah :

Tuberculosis

Tetanus

Polio

Campak

Difteri
Pertusis

Hepatitis B

Tuberkulosis
Disebabkan Mycobacterium Tuberculosa
Gejala:
- Badan lemah
- Berat badan menurun
- Demam
- Berkeringat malam hari
- Batuk terus menerus
- Nyeri dada
- Kadang kadang batuk darah

POLIO
Gejala Polio:
-

Lumpuh Layu akut


Pada anak
berumur
< 15 Tahun
-

Demam dan nyeri otot

- Kematian bisa terjadi karena


kelumpuhan otot pernapasan
- Penyebaran melalui tinja yg
terkontaminasi

DIFTERI
Disebabkan oleh bakteri
Corynebacterium Diphtheriae

Gejala:
-

Radang tenggorokan,

Hilang nafsu makan

Demam ringan,

Dalam 2-3 hari timbul selaput


putih kebiru - biruan pada tenggorokan
dan tonsil

PERTUSIS
Disebabkan bakteri
Corynebacterium Diphtheriae
Gejala :
- Pilek,
- Mata merah,
- Bersin,
- Demam dan kadang menggigil
- Batuk yang ringan yang lama-kelamaan
menjadi batuk lama ( 100 Hari )

TETANUS
Disebabkan oleh Clostridium Tetani

Gejala :
- Kaku otot pd rahang, disertai
kaku pd leher,
- Kesulitan menelan,
- Kaku otot perut,
- Berkeringat dan demam
- Pada bayi terdapat juga gejala tiba tiba berhenti
menetek (sucking) antara 3 s/d 28 hari setelah lahir
- Gejala berikutnya adalah kejang hebat dan tubuh
menjadi kaku

CAMPAK
Disebabkan oleh Virus Myxovirus Viridae
Measles

Gejala :
-

Demam,
Bercak kemerahan ,
Batuk, pilek,
Conjunctivitis (mata merah)
Selanjutnya timbul ruam pada muka
dan leher, kemudian menyebar
ketubuh dan tangan serta kaki.

Disebabkan oleh Virus Hepatitis B


Gejala :
- Demam, lemah, nafsu makan menurun
- Warna urine seperti teh pekat, kotoran
menjadi pucat (dempul )
- Warna kuning bisa terlihat pula pada mata
ataupun kulit.

2 jenis vaksin :

Live attenuated : vaksin dibuat dgn


modifikasi virus/bakteri penyebab
penyakit di lab

Inactivated : dibuat dari seluruh/sebagian


virus/bakteri (dlm media kultur,
diinaktifkan dgn pemanasan/kimiawi)

KAIDAH UMUM :
Semakin mirip suatu vaksin dengan sifat asli
penyakitnya semakin baik respon imunologi
yang dihasilkan oleh vaksin

Contoh vaksin hidup (live attenuated)


Virus : campak, mumps, rubella, polio yellow
fever dan varicella
Bakteri : BCG dan tifoid oral

Contoh vaksin inaktif :


Dari sel virus utuh: influenza, polio,
rabies, hepatitis A
Dari bakteri inaktif utuh : pertussis,
typhoid, kolera, pes
VAKSIN INAKTIF SELALU
MEMERLUKAN DOSIS ULANG

Indikasi :
Untuk pemberian kekebalan
aktif terhadap tuberkulosa

VAKSIN TT
Vaksin yg mengandung Toxoid
Tetanus yg telah dimurnikan dan
terabsorbsi kedalam 3 mg/ml
aluminium fosfat. Thimerosal 0,1
mg/ml digunakan sebagai pengawet.
Indikasi :
Untuk pemberian Kekebalan aktif
terhadap tetanus

VAKSIN DT
Vaksin yang mengandung toxoid
difteri dan tetanus yg telah
dimurnikan
Indikasi :
Untuk pemberian kekebalan
simultan terhadap difteri dan
tetanus

VAKSIN POLIO
Vaksin Polio Trivalent yg
terdiri dari suspensi virus
poliomyelitis tipe 1,2 dan 3
(strain sabin) yg sudah
dilemahkan.
Indikasi :
Untuk pemberian kekebalan
aktif terhadap poliomyelitis

VAKSIN
Vaksin
virusCAMPAK
hidup yang dilemahkan,
setiap dosis mengandung tidak kurang
dari 1000 infectife unit virus strain
CAM 70 dan tdk lebih dari 100 mcg
residu kanamycin dan 30 mcg residu
erythromycin.
Indikasi :
Untuk pemberian kekebalan aktif
terhadap penyakit campak

VAKSIN HEPATITIS B
Vaksin Virus recombinanyg
telah diinaktivasikan dan
bersifat non infecious
berasal dari HBsAg yang
dihasilkan dalam sel ragi.

Indikasi :
Untuk pemberian
kekebalan aktif terhadap
infeksi yang disebabkan
oleh virus hepatitis B.

Vaksin mengandung DPT berupa Toxoid


Difteri dan Toxoid Tetanus yang
dimurnikan dan pertusis yang inaktifasi
serta vaksin Hepatitis B yg merupakan
sub unit vaksin virus yg mengandung
HBsAg murni dan bersifat non infectious

VAKSIN DPT/HB

Indikasi :
Untuk pemberian kekebalan aktif
terhadap penyakit difteri, tetanus,
pertusis dan hepatitis B