Anda di halaman 1dari 3

2015

WASPADA!

TB PARU (Tuberkulosis Paru)

Faktor
yang
memungkinkan
terkena kuman TB ?

1. Apa itu TB Paru?

1.

Bahaya Penyakit TB
Paru

Adalah penyakit menular langsung yang


disebabkan

oleh

kuman

TB

(Mycobacterium Tuberculosis), sebagian


besar kuman TB menyerang Paru, tetapi
dapat juga mengenai organ tubuh lainnya.
2. Mengapa penyakit TB Paru berbahaya?
Karena

penyakit

ini

sangat

menular

kepada orang lain dan apabila tidak


segera
KELOMPOK II

diobati

dapat

mengakibatkan

kematian.
3. Bagaimana cara penularannya ?
Penyakit ini tergolong penyakit yang

MAHASISWA PROFESI NERS

ditularkan melalui udara, yaitu melalui

UNIVERSITAS TRIBHUWANA

percikan dahak dari penderita TB yang

TUNGGADEWI

batuk, bersin, tertawa bahkan waktu

MALANG

menyanyi.

seorang

Banyaknya konsentrasi bakteri TB


dalam udara.
2.
Daya tahan tubuh yang menurun.
3.
Gizi atau nutrisi yang buruk.
4.
Lingkungan yang tidak bersih.

Perawatan Penderita TB Paru


1. Berikan obat anti TBC secara teratur
dan sesuai aturan dokter

2. Berikan makana yang bergizi (tidak


harus mahal)

3. Penuhi kebutuhan istirahat


4. Berikan minum yang lebih banyak
(kecuali anak menderita penyakit jantung
/ gagal ginjal / penyakit sejenis)

5. Perbaiki lingkungan rumah dan tempat


bermain anak penderita TBC ( ventilasi,
kebersihan,
mengupayakan
sinar
matahari bisa masuk ke dalam rumah, dll)

6. Hindari kontak dengan penderita TBC


Pencegahan TB
1. Penderita TBC harus segera diobati
sampai tuntas agar tidak menjadi penyakit
yang lebih berat dan terjadi penularan.
2. Bagi penderita untuk tidak membuang
ludah sembarangan.
3. Tidak melakukan kontak udara dengan
penderita, minum obat teratur dan hidup
secara sehat. Terutama rumah harus baik
ventilasi udaranya dimana sinar matahari
pagi masuk ke dalam rumah.
4. Bila
batuk
Tutup
mulut
dengan
saputangan.

(paru) aktif di sekitar rumah

Anjuran bagi keluarga Penderita TB


Paru
1. Memberitahu penyakit pasien yang
bersifat menular

2. Penderita memerlukan pengobatan dalam


jangka waktu lama, sehingga harus sabar
dan taat minum obat.

3. Anggota

keluarga
juga
perlu
memeriksakan dahaknya, karena memiliki
kemungkinan tertular.

4. Anggota

keluarga
juga
harus
mengingattkan dan memotivasi pasien
dalam menjalani pengobatan.