Anda di halaman 1dari 12

PENGENDALIAN

VEKTOR PENYAKIT
KELOMPOK 6

Pengendalian vektor dapat dilakukan dengan pengelolaan


lingkungan secara fisik atau mekanis, penggunaan agen
biotik kimiawi, baik terhadap vektor maupun tempat
perkembangbiakannya dan atau perubahan perilaku
masyarakat serta dapat mempertahankan dan
mengembangkan kearifan loKal sebagai alternative.
Beberapa faktor yang menyebabkan tingginya angka
kesakitan penyakit bersumber binatang antara lain
adanya perubahan iklim, keadaan social-ekonomi dan
perilaku masyarakat. Perubahan iklim dapat
meningkatkan risiko kejadian penyakit tular vektor.
Faktor risiko lainnya adalah keadaan rumah dan sanitasi
yang buruk, pelayanan kesehatan yang belum memadai,
perpindahan penduduk yang non imun ke daerah
endemis.

DEFINISI
Vektor adalah organisme yang tidak menyebabkan
penyakit tetapi menyebarkannya dengan
membawa patogen dari satu inang ke yang lainnya
Vektor penyakit merupakan arthropoda yang
berperan sebagai penular penyakit sehingga
dikenal sebagai arthropod borne diseases atau
sering juga disebut sebagai vector borne
diseases yang merupakan penyakit yang penting
dan seringkali bersifat endemis maupun epidemis
dan menimbulkan bahaya bagi kesehatan sampai
kematian.

Pengendalian vektor merupakan kegiatan


atau tindakan yang ditujukan untuk
menurunkan populasi vektor serendah
mungkin sehingga keberadaannya tidak lagi
beresiko untuk terjadinya penularan penyakit
di suatu wilayah atau menghindari kontak
masyarakat dengan vektor sehingga
penularan penyakit yang dibawa oleh vektor
dapat di cegah (MENKES,2010).

Pengendalian vektor adalah semua upaya


yang dilakukan untuk menekan, mengurangi,
atau menurunkan tingkat populasi vektor
sampai serendah rendahnya sehigga tidak
membahayakan kehidupan manusia. Dalarn
pengendalian vektor tidaklah mungkin dapat
dilakukan pembasmian sampai tuntas, yang
mungkin dan dapat dilakukan adalah usaha
mengurangi dan menurunkan populasi kesatu
tingkat yang tidak membahayakan kehidupan
manusia.

TUJUAN PENGENDALIAN
VEKTOR

1. Mencegah wabah penyakit yang tergolong


vector-borne disease ,memperkecil risiko
kontak antara manusia dg vektor penyakit
dan memperkecil sumber penularan
penyakit/reservoir
2. Mencegah dimasukkannya vektor atau
penyakit yg baru ke suatu kawasan yg bebas,
dilakukan dengan pendekatan legal, maupun
dengan aplikasi pestisida (spraying, baiting,
trapping)

CARA PENGENDALIAN VEKTOR

Usaha pencegahan (Prevention) :


mencegah kontak dengan vektor
Ex:pemberantasan nyamuk,kelabu.
Usaha penekanan (supression) : menekan
populasi vektor sehingga tidak
membahayakan kehidupan manusia
Usaha pembasmian (eradication) :
menghilangkan vektor sampai habis

METODE PENGENDALIAN
VEKTOR (KADER MASYARAKAT)

1. Pengendalian secara alamiah (naturalistic control) >>


memanfaatkan kondisi alam yang dapat mempengaruhi kehidupan
vector >> jangka waktu lama
2. Pengendalian terapan (applied control) >> memberikan
perlindungan bagi kesehatan manusia dari gangguan vektor >>
sementara
a.Upaya peningkatan sanitasi lingkungan (environmental
sanitation improvement)
b.Pengendalian secara fisik-mekanik (physical-mechanical
control) >> modifikasi/manipulasi lingkungan >> landfilling, draining
c.Pengendalian secara biologis (biological control) >>
memanfaatkan musuh alamiah atau pemangsa/predator, fertilisasi
d.Pengendalian dengan pendekatan per-UU (legal control) >>
karantina
e. Pengendalian dengan menggunakan bahan kimia (chemical
control)

4 FAKTOR YANG DAPAT MEMPENGARUHI


TERJADINYA SUATU PENYAKIT

Cuaca
Reservoir
Geografis
Perilaku manusia

PERANAN VEKTOR PENYAKIT

Vektor yang berperan sebagai pengganggu


yaitu nyamuk, kecoa/lipas, lalat, semut,
lipan, kumbang, kutu kepala, kutu busuk,
pinjal, dll.
Vektor penularan penyakit pada manusia
melalui vektor penyakit berupa serangga
dikenal sebagai arthropod - borne diseases
atau sering juga disebut sebagai vector
borne diseases.

Agen penyebab penyakit infeksi yang


ditularkan pada manusia yang rentan dapat
melalui beberapa cara yaitu :
a. Dari orang ke orang
b. Melalui udara
c. Melalui makanan dan air
d. Melalui hewan
e. Melalui vektor arthropoda.