Anda di halaman 1dari 10

PENGENDALIAN VEKTOR

PENYAKIT
KELOMPOK 6
ADE TRISNAWATI
DEWI DWI HARYANI
MARTIN PRATIWI
RAFIE RESTIANI
LISTE ZULHIJWATI WULAN

PENDAHULUAN
Pembangunan bidang kesehatan saat ini diarahkan
untuk menekan angka kematian yang disebabkan
oleh berbagai penyakit yang jumlahnya semakin
meningkat.
Masalah:
Jumlah penduduk yang besar
Penyebaran penduduk yang belum merata
Tingkat pendidikan dan sosial ekonomi yang
masih rendah
Lingkungan fisik dan biologis yang tidak
memadai sehingga memungkinkan
berkembang biaknya vektor penyakit

Tujuan pengendalian vektor


1. Mencegah wabah penyakit yang
tergolong vector-borne disease
,memperkecil risiko kontak antara manusia
dg vektor penyakit dan memperkecil
sumber penularan penyakit/reservoir
2. Mencegah dimasukkannya vektor atau
penyakit yg baru ke suatu kawasan yg
bebas, dilakukan dengan pendekatan
legal, maupun dengan aplikasi pestisida
(spraying, baiting, trapping)

PEMBAHASAN
VEKTOR
Organisme yang tidak menyebabkan penyakit tapi
menyebarkannya dengan membawa patogen dari
satu inang ke yang lain.
VEKTOR PENYAKIT
Arthropoda yang berperan sebagai penular penyakit
(arthropod borne diseases /vector borne
diseases)
PERANAN VEKTOR PENYAKIT
Pengganggu dan penular penyakit

PERANAN V. PENYAKIT
Secara umum, vektor mempunyai peranan
yaitu sebagai pengganggu dan penular
penyakit. Vektor yang berperan sebagai
pengganggu yaitu nyamuk, kecoa/lipas,
lalat, semut, lipan, kumbang, kutu kepala,
kutu busuk, pinjal, dll. Penularan penyakit
pada manusia melalui vektor penyakit
berupa serangga dikenal sebagai arthropod
borne diseases atau sering juga disebut
sebagai vector borne diseases.

CARA PENULARAN
a. Dari orang ke orang
b. Melalui udara
c. Melalui makanan dan air
d. Melalui hewan
e. Melalui vektor arthropoda
(Chandra,2003).

Arthropods Borne
Disease

Arthropoda yang
merupakan vektor yang
bertanggung jawab
untuk terjadinya
penularan penyakit dari
satu host (pejamu) ke
host lain.

Klasifikasi arthropods bo
rne

PENGENDALIAN VEKTOR
Pengelolaan lingkungan secara fisik
atau mekanis, penggunaan agen biotik
kimiawi, baik terhadap vektor maupun
tempat perkembangbiakannya dan
atau perubahan perilaku masyarakat
serta dapat mempertahankan dan
mengembangkan
kearifan
lokal
sebagai alternative.

Metode pengendalian fisik dan mekanik adalah


upaya-upaya untuk mencegah, mengurangi,
menghilangkan habitat perkembangbiakan dan
populasi vektor secara fisik dan mekanik.
modifikasi dan manipulasi lingkungan tempat
perindukan (3M, pembersihan lumut,
penenman bakau, pengeringan, pengalihan/
drainase, dll)
Metode pengendalian dengan menggunakan agen
biotic
- predator pemakan jentik (ikan, mina padi,dll)
- Bakteri, virus, fungi
- Manipulasi gen ( penggunaan jantan mandul,dll)
Metode pengendalian secara kimia
- Surface spray (IRS)
- Kelambu berinsektisida
- larvasida

KESIMPULAN
1. Vektor penyakit merupakan vector yang berperan sebagai
penular penyakit. Vektor penyakit akibat serangga dikenal
dengan arthropod borne diseases atau sering juga disebut
sebagai vector borne diseases
2. Jenis-jenis dan klasifikasi vector penyakit yaitu phylum
Arthropoda yang terdiri dari crustacea Kelas Myriapoda Kelas
Arachinodea Kelas hexapoda dan phylum chodata yaitu
berupa tikus.
3. Peranan vektor penyakit adalah sebagai pengganggu dan
penular penyakit dari host ke pejamu (manusia)
4. Pengendalian yang dapat dilakukan dalam mengendalikan
vector penyakit adalah Pengendalian Vektor secara Terpadu
(PVT), Pengendalian secara alamiah (naturalistic control) dan
Pengendalian terapan (applied control)