Anda di halaman 1dari 3

Tugas Analisis Resep

Nama : Corry Angelina Sinaga


NIM : I22111007
Nama Dokter : dr. H. Agus Darmawan, Sp.S, M.Si.Med
Tanggal : 09-06-2014
R/
Revolan 200 -------> Piracetam
________________________________________
Mertigo SR ( isi betahistine mesylate )
________________________________________
Dizine 5 mg ( isi flunarizine )
________________________________________
Dimenhidrat --------> Dramamine
________________________________________
Panadol 300 ( isi paracetamol )
Ostarin 200 --------> Ibuprofen
________________________________________
Mucosta ( isi Rebamipide )
________________________________________
Pro : Ibu Dian
Umur : 46 th
Masalah yang akan dianalisis adalah :
1. Kenapa panadol dan ibuprofen (pengganti ostarin) diracik menjadi satu
padahal sama
sama memiliki efek analgesik-antipiretik ?
Berikut adalah uraian jawaban :
A. Panadol
Komposisi : Paracetamol
Indikasi

: Untuk meredakan sakit kepala, sakit gigi, nyeri otot

(mialgia), & demam


Dosis

pada influenza.

: Kapl Dws 1-2 kapl 3-4 x/hr

KontraIndikasi

: Pada penderita yang hipersensitif terhadap

parasetamol, dan penderita

dengan gangguan fungsi hati

yang berat.
Perhatian

: Gagal ginjal & hati

Efek Samping

: Reaksi Alergi

B. Ibuprofen
Indikasi

: Terapi simptomatik rematoid artritis dan osteoartritis,

mengurangi rasa

nyeri setelah operasi pada gigi dan

dismenore.
Dosis

: Dewasa 200 400 mg , 3 4 kali sehari.

Efek Samping

: Efek samping adalah ringan dan bersifat sementara

berupa mual, muntah,

diare, konstipasi, nyeri lambung, ruam

kulit, pruritus, sakit kepala, pusing


Kontraindikasi

dan heart burn.

: Penderita yang hipersensitif terhadap asetosal (aspirin)

atau obat anti-

inflamasi non steroid lainnya, wanita hamil

dan menyusui, serta anak

dibawah usia 14 tahun.

Penderita dengan syndroma nasal polyps,

angioderma

dan reaksi bronchospasma terhadap asetosal (aspirin) atau


antiinflamasi non steroid yang lain. Dapat menyebabkan reaksi
anafilaktik.
Interaksi Obat
hari, dapat

: Asetosal (aspirin). Dosis ibuprofen lebih dari 2,4 g per


menggantikan warfarin dari ikatannya dengan

protein plasma.
Perhatian
mempunyai

: Hati-hati pemberian pada penderita tukak lambung atau


riwayat tukak lambung dan penderita

payah jantung, gangguan fungsi ginjal,

hipertensi. Hati-hati pada

penderita yang sedang mendapatkan antikoagulan

kumarin.

Parasetamol (panadol) adalah obat analgesik dan antipiretik yang


populer dan digunakan untuk melegakan sakit kepala, sengal-sengal dan
sakit ringan, serta demam. Digunakan dalam sebagian besar resep obat
analgesik selesma dan flu. Berbeda dengan obat analgesik yang lain

seperti aspirin dan ibuprofen, parasetamol tak memiliki sifat antiradang.


Jadi parasetamol tidak tergolong dalam obat jenis NSAID.
Ibuprofen merupakan derivat asam fenil propionat dari kelompok
obat antiinflamasi non steroid (NSAID). Senyawa ini bekerja melalui
penghambatan enzim siklo-oksigenase pada biosintesis prostaglandin,
sehingga

konversi

Prostaglandin

asam

berperan

arakidonat

pada

menjadi

patogenesis

PG-G2

inflamasi,

terganggu.

analgesia

dan

demam. Dengan demikian maka ibuprofen mempunyai efek antiinflamasi


dan analgetik-antipiretik. Khasiat ibuprofen sebanding, bahkan lebih besar
dari pada asetosal (aspirin) dengan efek samping yang lebih ringan
terhadap lambung.
Menurut saya dokter meresepkan panadol (parasetamol) dan
ibuprofen menjadi satu dalam racikan kapsul mungkin dengan tujuan
untuk meningkatkan efikasi. Karena seperti yang kita ketahui dari segi
indikasi

walaupun

keduanya

sama-sama

memiliki

efek

analgesik-

antipiretik akan tetapi panadol (parasetamol) lebih cenderung ke arah


antipiretik, sedangkan ibuprofen lebih cenderung ke arah analgesik karena
termasuk kedalam NSAID, sehingga lebih efektif mengatasi nyeri atau
rasa sakit. Kombinasi keduanya mungkin diharapkan akan memberikan
efek yang lebih baik.
Saran dari saya bila kedua obat tersebut memiliki efek yang sama
alangkah lebih baik apabila hanya diresepkan satu obat saja terlebih
dahulu dan diamati efeknya seperti apa. Seandainya dengan satu obat
saja sudah memberikan efek yang diharapkan, maka kedepannya tidak
perlu diresepkan kombinasi 2 atau lebih obat. Selain itu proses racikan
dimana sediaan tablet panadol dan ibuprofen digerus hingga menjadi
bentuk serbuk yang dimasukan kapsul hal ini akan mempengaruhi sifat
fisiko kimia dari obat itu sendiri. Bisa jadi obat tersebut terganggu
kestabilannya. Karena, pastinya sediaan tersebut dibuat dalam bentuk
tablet karena stabil dalam bentuk tersebut. Jadi lebih baik menghindari
racikan.