Anda di halaman 1dari 26

AKNE VULGARIS

Definisi

= radang kronis foll sebaseus tanpa infeksi


ditandai = komedo, papul, pustula, kista,
nodul, sikatrik
sering pd remaja

Predikleksi = daerah sebasea = padat kel sebaseus


( 100 / cm2 )
- wajah, dada, punggung atas,lengan
atas, bahu
Epidemiologi =
remaja = 80 % populasi = 85 % = ringan
15 % = perlu medis
Dekade 2 -3; dapat 30 40 = tu pd wanita
= lbh cepat membaik
gejala berat juga pd laki-laki

Unit pilosebaseus = 3 macam foll pd wajah


1. foll velus
pra remaja
kel msh kecil
foll masih halus nampak tak berambut
belum tersentuh hormon androgen
2. foll sebaseus = remaja
peningkatan bbrp ho terutama Androgen
ho Androgen = kel sebasea >> = hipertrofi
hiperplasi
meningkatkan
aktivitas folikel
3. foll terminal
foll rambut lbh panjang, hitam
kel sebasea drpd foll
di kumis, alis, bulu hidung

PATOGENSIS
Androgen = peningkatan produksi sebum pd kel
sebasea
= keratinisasi abnormal sumbatan
AKNE =
1. peningkatan produksi sebum =
peningkatan unsur komedogenik + inflamatogenik
2. keratinisasi abnormal = lbh padat,
sukar lepas
sumbatan
3. inflamasi abnormal = kekentalan sebum >>
4. lekosit PMN = pd proses kemotaktik inflamasi
5. peningkatan ho Androgen
Gejala Klinis :
awal = komedo terbuka/tertutup
(black head/ white head)
lanjut = inflamatif = papul, pustula, nodul sampai

kista

VARIASI KLINIS
- A. infantil = bayi bbrp mg- bln
OK rangsangan Androgen ibu
- A. kistika = benjolan di permukaan
diraba = ada cairan di dalamnya
komedo tak terlihat
- A. fulminan = akne nekrotik akut berat gejala
sismetik :
demam, lekositosis, artralgia
- A. kosmetika = tu pd wanita dewasa
OK kosmetika berminyak yang komedogenik
- A. mekanika ; OK trauma fisik, gesekan, tekanan, pakai
helm, pakai topi
- A. tetrad = bntk spt bisul, di axilla
- DIAGNOSIS BANDING
1. rosasea = radang kronis dimuka, gejala eritema, pustula
tanpa komedo
2. erupsi akneiformis
karena obat = steroid, INH, iodida

Klinis = erupsi papulopustulosa


mendadak tanpa komedo, dapat dg demam
umur
3 dermatitis perioral :
tu pd wanita
GK : polimorf, eritem, papul, pustula, gatal sekitar
mulut
Terapi
A. ringan noninflamasi
topikal = Benzoil peroksida
keratinolitik =
komedolitik = sulfur, retinoid
bakterisid = Klindamisin
A. inflamasi / sedang
topikal = Benzoil peroksida antibiotik
sistemik = antibiotik, antiinflamasi, hormon

semua

A Darah = Isotretinoin oral


a.
Asam Vit A = Tretinoin
sbg komedolitik
sediaan = jeli, krim, losio
mulai konsentrasi rendah, tu bentuk komedo
b.
asam salisilat : komedolitik ringan
c.
Benzoil peroksida :
sbg antibakteri torikal, menekan propionibakterium akne, juga
komedolitik ringan, efektif untuk yg inflamasi
ESO = Iritasi
b.
Sulfur dan Resorsinol
keratolitik
obat bebas
b.
Antibiotik torikal
Eritromisin, Klindamisin
< efektif dibanding benzoil peroksida

Terapi fisik :
1. ekstraksi komedo : dg komedo ekstraktor
2. injeksi intralesi kortikosteroid untuk mengurangi inflamasi pada A
nodulokistik
Terapi sistemik :
a. Antibiotik
untuk menekan agen inflamasi ekstrasel dg dihasilkan P Acnes
Tetrasiklin 750-1000 mg/hr
Eritromisin 750-1000 mg/hr
Doksi siklin : 50-100 mg/hr
b. Dapson
Untuk yang resisten ESO : Methemoglobinemia
c. Kortikosteroid
jangka panjang : moon face, retensi Na dan air dapat timbul akne
steroid

d. Terapi hormon :

untuk supresi produksi sebum siproteron asetat estrogen


hanya wanita yang resisten
e. Retinoid oral :
untuk A nodulokistik berat
ESO: cheilitis
mulut kering
xerosis
pruritus
epistaxis
petechiae, ekimosis, konjungtivitis, iritasi mata
ggn neuromuskuler
teratogenik
wanita : d + kontrasepsi

Prognosis
baik sembuh sebelum 30-40
ROSASEA
Definisi : radang kronis kulit wajah, ditandai
eritem persisten & teleangiektasis
diselingi : episode akut edem dan
papula
epidemiologi :
wanita >>
laki-laki lebih berat GK
20-50 th
ras putih >>

Patogenesis
belum jelas; makanan, alkoholisme,
radang gastrointestinal, malabsorbsi, ggn psikiatri
lingkungan : UV
panas
angin dingin
GK
keluhan : wajah sensitif, terasa panas saat memerah
nyeri
: bila akneiform
khas
: eritem pipi, hidung, glabela
intensitas eritem berubah2
papul + pustul : mirip akne
Rhynophima : bila jaringan fibrous alami hiperplasi +
hipertrofi sebasea

penyulit blefaro konjungtivitis : 30-50 %


Diagnosis :
wajah eritem
vasodilatasi : dg/tanpa papul-pustula
lokasi : sentral wajah
pencetus : alkoholisme
panas, emosi
Diagnosis banding :
akne vulgaris
DKI
dermatitis seboroik
lupus eritematosus
TBC cutis : jika ada gambaran granulomatus

Terapi
a. Antibiotik : Tetrasiklin
Eritromisin
Metronidazole
a. Topikal : preparat sulfur ; kortikosteroid : KI
MILIARIA
Def : ggn obstruksi saluran kelenjar sudorifera + ruptur
letak obstruksi :
M. kristalina : pd str korneum
M. rubra : pd epidermis
M. profunda dermo epidermal
predisposisi
iklim panas + lembab
anak anak

duktusnya

GK
1. M. kristalina :

vesikel asimtomatik, transparan, intertrigineus : ketiak, leher ; orang


tua terbaring lama
vesikel mudah pecah
2. M. rubra (prickly heat)
mikrovesikel di atas dasar eritem: 1-3 mm, ekstrafolikuler pruritik,
berat: pustule
3. M. profunda
terutama pd M rubra yg rekuren, papul keputihan nonpruritik: 1-3 mm
bila luas : bs tjd limfadenopati inguinal & aksiler
terapi :
lotio kalamin, hidrokortison,
pasang AC

Gangguan Pigmentasi
warna kulit adalah gabungan :
kromofor melanin : coklat
oksihemoglobin : merah
deoksihemoglobin : biru
karoten : kuning oranye
melanin : paling berperan
- diproduksi oleh sel melanosit di str basalis
- dikontrol hipofise melalui MSH
- distimuli oleh : UV, bhn iritan
- ada 2 : eumelanin : coklat
feomelanin : merah
- fungsi : menyerap radiasi UV
- warna kulit bukan oleh jumlah melanosit tapi ukuran & bentuk
melanosome

MELASMA / CHLOASMA
hiperpigmentasi lokal
def : hiperpigmentasi pd kulit wajah, simetris
f risiko : U V
graviditas
kontrasepsi hormonal
obat epilepsi
parfum pd kosmetik
GK : makula hiperpigmentasi, batas tegas, tepi
ireguler bergerigi
atau mirip peta
lokasi : pipi, hidung, dahi
pembagian berdasar lokasi :
- sentrofasial : pipi, dahi, atas bibir, hidung, dagu
- molar : pipi, hidung
- mandibuler : pd ramus mandibula

berdasar letak melanin


- M. epidermal - M. dermal
- campuran/ mixed
Terapi :
- umum:
hindari : hormon, UV, parfum kosmetik
pakai T S = dg FPS 15
saat pakai = 07 10 pagi
15 18
- khusus
a. topikal :
krim hidroquinone 2 5 %
Krim malam : mulai bbrp jam saja
eso : DKI, DKA,
pakai lama : okronosis
akibat deposit hasil oksidasi HQ

formula Kligman.
kombinasi : HQ 5 %
Tretinoin 0,1 %
Kortikosteroid
eso : cepat kambuh : bila stop
akne steroid : DKI
formula Patak :
kombinasi : HQ 2 %
Tretinoin : 0,05 0,1 %
asam azelaat 20 %
asam glikolat 8 15 %

Terapi sistemik
- Vitamin C dosis tinggi

C. tindakan :
- chemical peeling : as glikolat
20-35% tiap 3-4 minggu
- laser

MELANODERMA PASCAINFLAMSI
-

hiperpigmentasi pascainflamasi
pascainflamasi berasal dari :
- psoriasis
- akne
- lupus eritematosus diskoid
- liken simplek kronik
- dermatitis atopik
- liken planum
- zoster
- varisela

cenderung menetap terutama pada kulit gelap


GK :
pola & distribusi lesi kulit mengikuti penyakit
terdahulu.
PA :
Jumlah melanosit tetap
jumlah melanin meningkat
ALBINO
hipopigmentasi general
defek : pada sintesis melanin
jumlah melanosit normal di epidermis, tanpa enzim tirosinase
GK banyak varian
okulokutaneus ( tersering )
- warna kulit sangat pucat/merah jambu
- rambut kuning, mata biru / merah jambu

kelainan mata : nistagmus


fotofobi
ggn refraksi berat
tropis : lindungi dari U V : T S, pakaian tertutup
- high risk kanker kulit; perlu deteksi dini
VITILIGO

hipopigmentasi lokal
lahir : kulit normal
kerusakan melanosit
epidemiologi :
- 1 2 % populasi
- ada riwayat keluarga
- koinsidensi : DM, ggn tiroid, anemia pernisiosa
alopesia areata

teori kerusakan melanosit


- teori Autotoksik
- teori Imunologik
- teori Neural

Autoksik
adanya metabolit dari melanin yg merusak melanosit (ada sel bunuh
diri / cellular suicide)
Imunologik
ada hubungan dg keln endokrin lain
(tiroiditis, DM, anemia pernisiosa)
Neural
lesi sering mengenai satu sisi
(vitiligo segmental)

- GK :

makula hipo / depigmentasi


awal : merah jambu
simetris : terutama akral, ekstremitas, wajah
Dapat di : mukosa, retina, leptomening, rambut
, khoroid
varian : nevus halo : sekitar nevus ada daerah hipo
nevus dihilangkan akan membaik

varian : sindrom Vogt Koyanagi Harada


- ggn pendengaran
- uveitis
- iritis
- poliosis
Terapi
relatif resisten & lama
bisa dicoba : kortikosteroid topikal
Puva
kosmetik : masking

LEKODERMA PASCAINFLAMASI
- hipopigmentasi pascainflamsi
- melanosit rusak karena proses
- infeksi
- trauma fisik
- kimia
- N : repigmentasi tjd akibat proliferasi melanosit dari
- tetapi bila melanosit foll rambut ikut rusak, maka
bersifat permanen

foll rambut
kelainan

penyebab utama :
- combustio
- radiasi
- laserasi dalam
- infeksi dg skar :
zoster, varisela
- dermatosis lain :
psoriasis
panu
sifilis
pityriasis rosea
dis atopik