Anda di halaman 1dari 66

HEALTH,

SAFETY,
ENVIRONMENT
(HSE)
INDUCTION
TRAINING
PT. INTERBAT

KESELAMATAN
DAN
KESEHATAN
KERJA DAN
LINGKUNGAN
(K3L)

POLICY
(Kebijakan)
PT INTERBAT

Kebijakan
K3L
PT. INTERBAT sebagai perusahaan yang bergerak dibidang farmasi
berkomitmen untuk tetap meningkatkan kinerja lingkungan,
keselamatan dan kesehatan kerja (K3) serta menetapkan dan
meninjau sasaran-sasaran dengan kebijakan sebagai berikut :
1. Melakukan perbaikan kinerja sistem manajemen lingkungan dan
K3 secara berkelanjutan.
2. Melakukan tindakan pencegahan terhadap kecelakaan kerja,
penyakit akibat kerja dan pencemaran lingkungan secara
berkelanjutan.
3. Mentaati semua peraturan lingkungan dan K3 serta persyaratan
lainnya yang berlaku dan relevan.

PT. INTERBAT

4. Perusahaan menciptakan lingkungan kerja yang bersih, sehat


dan bebas terhadap bahaya.
5. Menumbuhkan kepedulian lingkungan dan K3 kepada seluruh
karyawan dengan pelatihan secara berkelanjutan sehingga
mampu meningkatkan pemahaman mereka tentang pentingnya
menjaga kelestarian lingkungan dan kewajiban mereka dalam
penerapan K3 di lingkungan kerja.
6.

Meningkatkan komunikasi dalam hal lingkungan dan


keselamatan kerja denganseluruh karyawan, pelanggan,
kontraktor, supplier, instansi pemerintahan dan pihak-pihak
terkait.

Kami percaya dan yakin dengan pengembangan, penerapan dan


peningkatan yang berkelanjutan dari sistem manajemen
lingkungan dan keselamatan dan kesehatan kerja, menjadi
sarana yang penting untuk keberlangsungan masa depan dan
keuntungan perusahaan.
PT. INTERBAT

UU NO.1
Tahun 1970

KESELAMATAN
KERJA

BAB III
SYARAT-SYARAT KESELAMATAN KERJA
Pasal 3
(1)Dengan peraturan perundangan ditetapkan syarat-syarat keselamatan kerja
untuk :
a. mencegah dan mengurangi kecelakaan;
b. mencegah, mengurangi dan memadamkan kebakaran;
c. mencegah dan mengurangi bahaya peledakan;
d. memberi kesempatan atau jalan menyelamatkan diri pada waktu
kebakaran/kejadian-kejadian lain yang berbahaya;
e. memberi pertolongan pada kecelakaan;
f. memberi alat-alat perlindungan diri pada para pekerja;
g. mencegah dan mengendalikan timbul atau menyebar luasnya suhu, kelembaban,
debu, kotoran, asap, uap, gas, hembusan angin, cuaca, sinar radiasi, suara dan
getaran;
h. mencegah dan mengendalikan timbulnya penyakit akibat kerja baik fisik maupun
psikis, peracunan, infeksi dan penularan.
PT. INTERBAT

BAB III
SYARAT-SYARAT KESELAMATAN KERJA
i. memperoleh penerangan yang cukup dan sesuai;
j. menyelenggarakan suhu dan lembab udara yang baik;
k. menyelenggarakan penyegaran udara yang cukup;
l. memelihara kebersihan, kesehatan dan ketertiban;
m. memperoleh keserasian antara tenaga kerja, alat kerja, lingkungan, cara dan
proses kerjanya;
n. mengamankan dan memperlancar pengangkutan orang, binatang, tanaman atau
barang;
o. mengamankan dan memelihara segala jenis bangunan;
p. mengamankan dan memperlancar pekerjaan bongkar muat, perlakuan dan
penyimpanan barang;
q. mencegah terkena aliran listrik yang berbahaya;
r. menyesuaikan dan menyempurnakan pengamanan pada pekerjaan yang bahaya
kecelakaannya menjadi bertambah tinggi.

PT. INTERBAT

TUJUAN
K3L

PT. INTERBAT

K3L

PT. INTERBAT

MANUAL
HANDLING

Pengangkatan
menggerakkan suatu obyek secara vertikal untuk
kemudian dilakukan tindakan selanjutnya.

DEFINISI

Pengangkutan
memindahkan suatu obyek secara horizontal untuk
kemudian dilakukan tindakan selanjutnya.
Penanganan manual
pengangkatan atau pengangkutan terhadap suatu
obyek tanpa atau dengan menggunakan alat bantu
yang tidak dioperasikan oleh motor atau mesin,
sendiri atau lebih orang.
Penanganan mekanis
pengangkatan atau pengangkutan terhadap suatu
obyek dengan menggunakan alat bantu yang
dioperasikan oleh mesin atau motor.

PT. INTERBAT

Jika barang yang diangkut >100 kg


maka pekerja wajib menggunakan alat
angkat angkut mekanis sebagai alat
bantu seperti forklift atau crane.
Jika barang yang diangkut < 100 kg
maka pengangkatan dan pengangkutan
dapat dilakukan secara manual baik
dengan alat bantu maupun lebih orang
Pengangkatan barang yang dilakukan
oleh 1 orang dilakukan terhadap barang
dengan berat maksimal 20 kg.

PT. INTERBAT

Saat mengangkat, pastikan posisi kaki kokoh dan sejajar


dengan punggung.
Selanjutnya tekuk lutut pada saat akan mengangkat obyek
dan tahan beban dengan kedua paha lalu diangkat.
Untuk pengangkutan yang dilakukan melalui tangga maka
pastikan salah satu tangan bebas untuk memegang handrail.
Jangan biarkan kedua tangan penuh dengan benda yang
diangkat.
Pastikan juga benda yang akan diangkut melalui tangga tidak
menutup pandangan si pengangkut.
Jika volume benda besar meskipun beratnya tidak di atas
berat maksimal pengangkatan maka pengangkat dan
pengangkutan wajib dilakukan lebih dari satu orang.
PT. INTERBAT

PT. INTERBAT

HOUSE
KEEPING &
WASTE
MANAGEMENT

Ringkas : Keluarkan semua barang yang tidak


diperlukan dan buang ke tempat sampah
Rapi : Susun barang barang dalam dalam rak
sedemikian rupa, sehingga akan mudah untuk
diambil kembali bila diperlukan
Resik : Bersihkan daerah kerjamu
seluruhnya, sampai tidak ada debu
dimanapun
Rawat : Pelihara dengan standar yang
tinggi untuk housekeeping dan
organisasi kerja sepanjang waktu
Rajin : Latihlah karyawan untuk disiplin
dalam menjalani housekeeping yang
baik secara individu

PT. INTERBAT

/ Ringkas

PT. INTERBAT

/ Rapi

PT. INTERBAT

/ Resik

PT. INTERBAT

/ Rawat

PT. INTERBAT

/ Rajin

PT. INTERBAT

PT. INTERBAT

5-S membuat senang setiap orang di tempat kerjanya


5-S menolong didalam effisiensi
5-S dan safety berjalan seiring
5-S memimpin untuk mencapai kualitas yang lebih baik
dan produktivitas yang lebih tinggi

PT. INTERBAT

AKIBAT DARI HOUSEKEEPING YANG


BURUK

Jumlah produk cacat

Banyaknya mesin yang rusak

Aliran material terhambat

Tingkat persediaan meningkat

PT. INTERBAT

Sebelum

Sesudah

PT. INTERBAT

Setelah 5S - bersih, tersusun


rapi dan laci dilabeli
Sebelum 5S

(Mencari perkakas dapat


dilakukan dengan cepat dan
tanpa frustasi)
PT. INTERBAT

Pemilahan Sampah
Limbah organik (hijau)
dihasilkan dari kegiatan sehari-hari/ sisa
produksi yang tidak tergolong B3 dan tidak
mempunyai nilai ekonomis untuk dijual.
Limbah an-organik (kuning)
dapat diolah kembali atau masih memiliki nilai
ekonomis untuk dijual.
Limbah B3 (Abu-abu)
mengandung
B3
yang
karena
sifat,
konsentrasinya dan/atau jumlahnya dapat
merusak lingkungan hidup dan/atau dapat
membahayakan kesehatan manusia.

PT. INTERBAT

Pengelompokan sampah
No

Tipe Limbah

Deskripsi Limbah
Kertas, tissue

Padat

Cair

PT. INTERBAT

Dekat mesin printer,


ruang kerja
Lokasi kerja seperti di
workshop
Dapur

Warna

Organik

Hijau

Organik

Hijau

Sisa makanan padat


Alat pelindung diri yang
Lokasi kerja
usang/rusak
Peralatan kantor (kecuali
Ruang kerja
tinta, toner, tipe-x)
Lokasi kerja (di lapangan
Plastik
dan kantor di site proyek)
Lokasi proyek (lapangan
Potongan plat, besi, pipa
dan workshop)
Obat pil/tablet kadaluarsa PPIC / Prod. / R&D
Lampu TL
Ruang kerja
Batu baterai
Ruang kerja
Sisa kawat las
Workshop
Majun bekas
Workshop
Drum bekas solar
Warehouse
Semua material yang
telah terkontaminasi oli,
Workshop
cat dan bahan kimia lain
Sisa batu gerinda
Workshop

Organik

Hijau

Anorganik

Kuning

Anorganik

Kuning

Anorganik

Kuning

Anorganik

Kuning

B3
B3
B3
B3
B3
B3

Abu-abu
Abu-abu
Abu-abu
Abu-abu
Abu-abu
Abu-abu

B3

Abu-abu

B3

Abu-abu

Obat cair kadaluarsa

PPIC / Prod. / R&D

B3

Abu-abu

Sisa makanan cair


Oli bekas

Dapur
Workshop

Organik
B3

Hijau
Abu-abu

Potongan kayu

Kategori
Limbah

Area

Pembuangan limbah di lingkungan proyek dan


perusahaan
-Limbah yang dikumpulkan di tempat sampah harus
diangkut setiap hari dan dibuang ke TPS.
-TPS harus dikosongkan seminggu sekali bekerja
sama dengan pengelola sampah (kecuali limbah B3).
-Limbah anorganik dapat disimpan lebih dari sebulan/
sesuai dengan kapasitas TPS untuk mencapai nilai
ekonomis saat akan dijual kembali.
-Limbah B3 dapat disimpan lebih dari sebulan/sesuai
dengan kapasitas TPS atau maksimum sesuai dengan
ketentuan regulasi.

PT. INTERBAT

FIRE
PREVENTION
(PENCEGAHAN
KEBAKARAN)

HEAT
Gesekan
Sinar matahari
Tenaga listrik
Api terbuka ( korek api )
Gerakan mekanik
Petir
Elektrostatis
Reaksi kimia
dan lainnya.

PT. INTERBAT

FUEL
a. Bahan bakar padat
b. Bahan bakar cair
c. Bahan bakar gas

Kebakaran bahan biasa atau


padat kecuali logam yang
mudah terbakar seperti
kertas, kayu, pakaian, karet,
plastik dan lain-lain.
Pendinginan dengan media air

PT. INTERBAT

Kebakaran bahan cairan dan gas


yang mudah terbakar seperti
minyak, bensin, solar, gas LPG,
LNG dan lain-lain.
Penutupan atau penyelimutan
Pemindahan bahan bakar
Penurunan temperatur

PT. INTERBAT

kebakaran yang diakibatkan dari


kebocoran listrik, konsleting
termasuk peralatan bertenaga
listrik.
Pemadaman menggunakan bahan
yang non konduksi listrik
Putuskan arus listrik dan
padamkan

PT. INTERBAT

kebakaran ini sangat jarang terjadi


dan biasanya terjadi pada logam
seperti seng, magnesium, serbuk
alumunium dan lain-lain.
Pelapisan atau penyelimutan
dengan bahan pemadam khusus
terutama bubuk kering tertentu.

PT. INTERBAT

ELECTRICAL
SHOCK

KEJUT
LISTRIK
-

Mengenakan APD yang sesuai


dengan pekerjaan dan memenuhi
standard

Kalau ada genangan air, maka listrik


akan mudah mengalir sehingga
meningkatkan resiko kesetrum.

Kalau pelindung isolator bagian


sambungan kabel dari mesin las,
kabel, pegangan las tidak memadai,
ada resiko kesetrum.

Supaya tidak ada orang yang salah


menyentuh peralatan listrik sewaktu
sementara menghentikan pekerjaan,
perlu untuk mematikan sambungan
listriknya.

PT. INTERBAT

KEJUT
LISTRIK
Tubuh manusia=
Konduktor yang baik
Listrik yg mengalir di tubuh
manusia mengakibatkan
luka bakar, kejang otot,
kematian.
Luka akibat listrik yang
paling sering terjadi dan
paling serius = aliran listrik
antara tangan sampai kaki.

PT. INTERBAT

EMERGENCY
RESPONSE

Emergency Response Team PT Interbat


EMERGENCY
ERT leader/MR
Krisna K
ERT Sub leader/AK3

Communication Team

Gita

Robby S

Regu pemadam Kebakaran

Regu P3K

1. Ali Suryanto

1. Lutfi

2. Imam Hambali

2. Diana

3. Wahyudi

3. Sulcha

No

Dinas Pemadam Kebakaran


Rumah sakit
Polsek

Regu pengaman area

Instansi

1. Hardian
2. Zainal
3. Muslimin

No telepon

Pemadam kebakaran

113 / #9 025

Polsek Buduran

031-8921161 / #9 023

Ambulance

118 / #9 026

Pos satpam depan

185 / 107

PT. INTERBAT

Regu pemadam personil


1. Ivan
2. Adi
3. Ibnu

PT. INTERBAT

PT. INTERBAT

PT. INTERBAT

ALAT
PELINDUNG
DIRI
(APD)

Alat Pelindung Diri


Pekerja yang akan bekerja di Project Area, gudang, area produksi
diwajibkan menggunakan APD sesuai dengan jenis pekerjaan dan
bahaya nya seperti :
-Coverall (anti api)
-Safety helmet
-Safety glasses
-Safety shoes
-Hand gloves
-Ear plug dan ear muff
-Face shield/tameng las

HIV / AIDS

Dasar Hukum
Kep.68/MEN/IV/2004 tentang Pencegahan
dan Penanggulangan HIV /AIDS Di
Tempat Kerja

Surat Keputusan Direktur Jenderal


Pembinaan Pengawasan
Ketenagakerjaan No. KEP.
20/PPK/VI/2005 tentang Petunjuk Teknis
Pelaksanaan Pencegahan dan
Penanggulangan HIV/AIDS Di Tempat
Kerja

Sosialisasi & kampanye


HIV/AIDS
APAKAH HIV ITU?
HIV adalah nama virus yang merupakan
singkatan dari:
H = Human
I = Immunodeficiency
V = Virus
yang menyerang sistem kekebalan
tubuh manusia dan kemudian
menimbulkan AIDS

Sosialisasi & Kampanye


HIV/AIDS
APAKAH AIDS ITU?
Pada saat sistem kekebalan tubuh telah begitu
parah rusaknya oleh HIV, sehingga berbagai
penyakit telah menyerang tubuh tanpa ada sistem
kekebalan yang melawannya, ini berarti orang yang
terinfeksi HIV tersebut, sekarang telah masuk ke
kondisi AIDS.
AIDS singkatan dari Acquired Immuno Deficiency
Syndrome = kumpulan gejala yang diakibatkan
hilang atau berkurangnya kekebalan tubuh

BAGAIMANA CARA
PENULARAN HIV?
Penularan HIV terjadi jika ada kontak atau percampuran dengan
cairan tubuh yang mengandung HIV, yaitu:
Cairan Kelamin, melalui hubungan seksual
Darah melalui penggunaan jarum suntik yang telah
tercemar HIV diantara pengguna narkoba, dan benda
tajam tercemar lainnya
ASI dari ibu pengidap HIV atau penderita AIDS ke
bayinya

AL AT SUNTIK
/TUSUK
SEKSUAL
PARENTERAL
PERINATAL

IBU/BUMIL
BAYI/J ANIN
TRANSFUSI

Perjalanan Penyakit

Tes
HIV
(+)

HIV
3 bulan

Tanpa
gejala
5-10 tahun

AIDS
6 bl-2 tahun

Dampak yang timbul

Pencegahan Penularan HIV


1. Pencegahan penularan lewat hubungan
seksual
A = abstinence = puasa, yaitu tidak melakukan
hubungan seksual diluar nikah. Hubungan
seks hanya dilakukan melalui pernikahan yang
sah.
B = be faithful = setia pada pasangan, bagi yang
telah menikah hanya melakukan hubungan
seks dengan pasangannya (suami atau istrinya
sendiri). Tidak melakukan hubungan seks
diluar nikah

Pencegahan Penularan HIV


C = using condom = menggunakan kondom bagi
pasangan suami-istri, yang salah satunya
sudah terinveksi HIV agar tidak
menularkan
kepada pasangannya
2. Pencegahan Penularan Melalui Darah
D = Drugs = tidak menggunakan narkoba, karena
saat sakaw tidak ada pengguna narkoba yang
sadar akan
kesterilan jarum suntik , apalagi
ada rasa
kekompakan menggunakan jarum
suntik yang sama

Pencegahan Penularan HIV


E = Equipment = = mewaspadai semua alat tajam
yang dapat melukai kulit, seperti jarum
akupuntur, tindik tato, pisau cukur, agar
semuanya steril dari HIV sebelum digunakan,
atau pakai alat baru.Mewaspadai darah yang
diperlukan untuk
transfusi, pastikan steril
dari HIV.

Pencegahan Penularan HIV


3. Pencegahan penularan dari ibu ke
bayi
Intervensi berupa pemberian ARV (mulai usia
kehamilan 36 minggu
Persalinan secara bedah (caesar)
Memberi susu formula sebagai ganti ASI
(sebab mengandung HIV)

MITOS YANG SALAH MENGENAI HIV

Keringat

Saliva / liur

Bersin / Batuk

Menggunakan WC

Makan dengan alat makan yang sama

Gigitan nyamuk / serangga lainnya

Berenang bersama

Ingat...
HIV bukan virus yang hidup di udara, air,
kotoran/tinja, ataupun air seni. HIV tidak
dapat bertahan lama di luar badan
manusia.
Cairan tubuh yang rawan adalah HIV adalah
darah, cairan kelamin, dan ASI