Anda di halaman 1dari 2

ETIKA BISNIS

HANAA SEPTIANA

UAS

125020207111040
Penyelewengan Para Produsen dan Distributor Makanan

Pelanggaran Etika yang dilakukan:


- Menambahkan bahan-bahan berbahaya untuk kesehatan dalam proses pembuatan makanan
- Menjual makanan yang mengandung bahan-bahan berbahaya untuk kesehatan
Pelanggar:
1.

Pedagang Jajanan (di sekolah)


Karena ia menjual makanan (camilan) yang terbukti mengandung bahan-bahan

yang berbahaya untuk kesehatan. Hal ini merupakan pelanggaran prinsip etika bisnis
yaitu prinsip otonomi, yang berkaitan dengan keadilan dan tanggung jawab seseorang
yang melakukan bisnis. Dalam prinsip otonomi, pedagang tersebut harusnya menjual
produk (jajanan) dengan kualitas yang terbaik sesuai dengan tuntutan mereka, tetapi ia
malah menjual jajanan yang mengandung zat kimia berbahaya, seperti pewarna tekstil
(Rhodamin B dan Metahnil Tellow). Prinsip kejujuran juga telah dilanggar karena
pedagang jajanan di sekolah tadi tidak menawarkan jajanan dengan mutu yang baik,
sehingga konsumen jajanan tersebut akan tertipu.
2.

Pembuat makanan (pembuat roti) Produsen


Seorang pembuat roti telah menambahkan bahan-bahan berbahaya dalam selai

ketika proses pembuatannya, seperti nanas busuk, pemanis buatan yang melebihi batas,
pengawet (benzoat), pewarna tekstil, serta boraks. Pembuat roti tersebut telah melanggar
beberapa prinsip dalam etika bisnis, seperti prinsip otonomi, prinsip kejujuran, dan
prinsip integritas moral. Pertama, pelanggaran pada prinsip otonomi yaitu, pembuat roti
tersebut telah terbukti membuat roti dengan kualitas yang buruk karena menggunakan
bahan-bahan yang berbahaya bagi kesehatan, seperti nanas busuk, pemanis buatan yang
melebihi batas, pengawet, serta pewarna tekstil. Kedua, pelanggaran pada prinsip
kejujuran yang ditunjukkan dengan tidak menawarkan roti dengan mutu yang baik,
karena banyak zat kimia berbahaya dalam roti tersebut, sehingga konsumen roti tersebut

akan tertipu. Ketiga, yaitu pelanggaran pada prinsip integritas moral karena pembuat roti
tersebut tidak menjalankan bisnis dengan tetap menjaga nama baiknya, ketika ia terbukti
seperti ini yang telah membuat kesalahan, maka nama baiknya sendiri akan tercoreng.
3.

Pedagang roti (di warung-warung atau tukang kue keliling)


Pedagang roti yang menjual rotinya di warung-warung yang mereka miliki atau

yang berkeliling tersebut juga telah melanggar prinsip dalam etika bisnis, di antaranya
prinsip otonomi karena pedagang tersebut harusnya menjual produk (roti) dengan
kualitas yang terbaik sesuai dengan tuntutan mereka, tetapi ia malah menjual roti yang
mengandung zat kimia berbahaya dari produsen roti tersebut karena tertarik dengan harga
murah yang ditawarkan. Selanjutnya adalah pelanggaran prinsip kejujuran dalam etika
bisnis karena pedagang roti tadi tidak menawarkan roti dengan mutu yang baik, sehingga
konsumen roti tersebut akan tertipu.