Anda di halaman 1dari 8

TUGAS SOFTSKILL

WAWASAN NUSANTARA
KEBUDAYAAN SUNDA

UNIVERSITAS GUNADARMA
FAKULTAS EKONOMI MANAGEMENT
2014/2014

KATA PENGANTAR
Puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Pengasih dan Maha Penyanyang karena atas segala
karunia dan nikmat yang diberikan, penulis dapat menyusun makalah kebudayaan sunda.
Tujuan dari makalah ini adalah untuk mempelajari dan menambah pengalaman tentang
kebudayaan sunda yang berkembang di masa saat ini dan sampai indonesia sekarang ini.
Penulis menyadari sepenuhnya,bahwa karya tulis ini masih banyak kekurangan dan
masih jauh ari sempurna,segala hal yang penulis tuangkan ini adalah hasil terbaik dari pemikiran
penulis kepada pembaca.
Dalam menyelesaikan karya tulis ini,penulis tidak lupa menyampaikan terima kasih
kepada beberapa pihak berikut ini :
1. Allah S.W.T yang telah memberikan sehat,akal dan pikiran sehingga dapat menyelesaikan
karya tulis ini.
2. Bapak Sri Waluyo selaku dosen pembimbing .
3. Orang tua yang telah memberikan suport untuk segera menyelesaikan karya tulis ini.

BekasI 15, April 2015

Yusi Yusnia

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR......................................................................................................... i
BAB I........................................................................................................................... 1
PENDAHULUAN........................................................................................................... 1
1.1 Latar Belakang........................................................................................................ 1
1.2 Rumusan Masalah.................................................................................................... 1
1.3 Tujuan Penulisan..................................................................................................... 1
1.4 Metode Penulisan..................................................................................................... 1
BAB II.......................................................................................................................... 2
PEMBAHASAN............................................................................................................. 2
2.1 Pengertian Kebudayaan Suku Sunda............................................................................. 2
2.2 Sitem Komunikasi Suku Sunda.................................................................................... 2
2.3 Keorganisasian Masyarakat Suku Sunda........................................................................3
2.4 Sistem Hukum Suku Sunda......................................................................................... 3
BAB III......................................................................................................................... 4
PENUTUP..................................................................................................................... 4
3.1 KESIMPULAN....................................................................................................... 4
DAFATR PUSTAKA........................................................................................................ 5

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Masyarakat indonesia merupakan suatu masyarakat majemuk yang memiliki
keanekaragaman di dalam berbagai aspek kehidupan. Bukti nyata adanya kemajemukan di dalam
masyarakat kita terlihat dalam beragamnya kebudayaan di Indonesia. Tidak dapat kita pungkiri
bahwa kebudayaan merupakan hasil cipta, rasa, karsa manusia yang menjadi sumber kekayaan
bagi bangsa Indinesia.
Kebudayaan dan kesenian di Indonesia semakin hari semakin terkikis. Masyarakat
Indonesia semakin terpengaruh oleh kebudayaan luar melalui perkembangan teknologi yang
semakin canggih ini, sehingga melupakan kebudayaan sendiri
Kebudayaan merupakan suatau kekayaan yang sangat benilai karena selain merupakan
ciri khas dari suatu daerah juga mejadi lambang dari kepribadian suatu bangsa atau daerah.
Karena kebudayaan merupakan kekayaan serta ciri khas suatu daerah, maka menjaga, memelihara
dan melestarikan budaya merupakan kewajiban dari setiap individu, dengan kata lain kebudayaan
merupakan kekayaan yang harus dijaga dan dilestarikan oleh setiap suku bangsa

1.2 Rumusan Masalah


1.
2.
3.
4.

Apa pengertian kebudayaan sunda?


Bagaimana sistem komunikasi suku sunda?
Bagaimana keorganisasian suku sunda?
Bagaimana sistem hukum suku sunda?

1.3 Tujuan Penulisan


1.
2.
3.
4.

Pembaca dapat memahami apa itu kebudayaan sunda.


Pembaca dapat mengerti komunikasi suku sunda.
Pembaca dapat mengerti keorganisasian suku sunda
Pembaca dapat mengerti seperti apa hukum suku sunda.

1.4 Metode Penulisan


Penulis melakukan analisa dengan beberapa artikel di media internet dan buku yang saya
pilih sebagai bahan utnuk makalah saya kemudian di tuangkan dalam tulisan ini.

BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Kebudayaan Suku Sunda


Suku Sunda adalah kelompok etnis yang berasal dari bagian barat pulau Jawa Indonesia
dari Ujung Kulon di ujung barat pulau Jawa hingga sekitar Brebes yaitu mencakup wilayah
administrasi propinsi Jawa Barat, Banten, sebagian DKI Jakarta, dan sebagian Jawa Tengah. Jawa
Barat merupakan provinsi dengan jumlah penduduk terbanyak di Indonesia.
Karena letaknya yang berdekatan dengan ibu kota negara maka hampir seluruh suku
bangsa yang ada di indonesia terdapat di provinsi ini.65% pendudk Jawa Baratadalah suku Sunda
yang merupakan penduduk asli provinsi ini. suku lainnya adalah Suku Jawa yang banyak dijumpai
di daerah bagian utara Jawa Barat. Suku Betawi banyak mendiami daerah bagian barat yang
bersempadan dengan Jakarta. Suku Minang dan Suku Batak banyak mendiami Kota-kota \besar di
Jawa Barat seperti Bandung, Cimahi, Bogor, Bekasi dan Depok. Sementara itu Orang Tionghoa
banyak dijumpai di hampir seluru daerah Jawa Barat.
Sebagai contoh kesenian Gendur, musik Sunda tradisional ini yang lahir di daerah
Bandung Timur tepatnya di daerah Cibiru dan Sukamiskin. Di daerah Cibiru, masih ada beberapa
orang yang bisa diundang untuk memainkan Gendur, akan tetapi, rata-rata mereka sudah berusia
sepuh atau tua. Ini terlihat bahwa kalangan muda saat ini tidak tertarik terhadap kesenian
tradisional Sunda dan tidak turut melestarikannya sehingga dapat melunturkan Budaya Sunda
yang sudah dibangun sejak dulu.

2.2 Sitem Komunikasi Suku Sunda


Jalinan hunbungan antara individu-individu dalam masyarakat Suku Sunda dalam
kehidupan sehari-hari berjalan relatif positif. Apalagi masyarakat Sunda memiliki sifat someah
hade ka semah ini terbukti banyak pendatang atau tamu tidak pernah surut berada ke Tatar Sunda
termasuk yang enggan kembali ke tanah airnya. Lebih jauh lagi banyak sekali sektor kegiatan
strategis yang didominasi kaum pendatang dan inilah fakta yang menunjukan bahwa orang Sunda
mempunyai sifat ramah dan baik hati kepada kaum pendatang atau tamu.
Diakui pula oleh etnik lainnya di negeri ini bahwa sebagian besar masyarakat Sunda
memang telah menjalin hubungan yang harmonis dan bermakna dengan kaum pendatang dan
mukimin. Hal ini ditandai oleh hubungan mendalam penuh empati dan persahabatan. Tidaklah
mengherankan, bahwa persahabatan, saling pengertian dan bahkan persaudaraan kerap terjadi
dalam kehidupan sehari-hari antara warga Sunda dan kaum pendatang.
Perkenalan pribadi, pembicaraan dar hati ke hati, gaya dan ragam bahasa(termasuk logat
bicara), cara bicara(paralinguistik), bahasa tubuh, ekspresi wajah, cara menyapa, cara duduk dan
aktivitas-aktivitas lain yang dilakukan akan turut mempengaruhi berhasil tidaknya komunikasi
antarbudaya dengan orang Sunda. Pada akhirnya, di balik kearifan, sifat ramah, dan baik hati
orang Sunda, sebenarnya masih sangat kental sehingga hal ini menjadi penunjang di dalam
terjalinnya sistem interaksi yang berjalan dengam harmonis.
2

2.3 Keorganisasian Masyarakat Suku Sunda

Sistem kemasyarakatan orang sunda banyak dipengaruhi oleh adat secara turun temurun
dan oleh agama Islam yang telah lama di peluk sejak abad ke 16 masehi. Dalam soal perkawinan
misalnya di pasundan dilaksanakan baik secara adat ataupun secara agama Islam. Dalam
penyelenggaraan perkawinan itu terdapat upacara-upacara adat yang bercampur dengan unsurunsur agama.
Mengenai sistem kekerabatan suku sunda dapat dikatakan bahwa kekerabatan suku sunda
adalah sistem kekerabatan parental atau bilateral, yaitu mengikuti garis keturunan kedua belah
pihak orang tua. Berbeda dengan sistem kekerabatan orang Minang dan Batak yang menganut
sistem kekerabatan matriarchal dan patriarchal, yaitu hanya memperhitungkan garis ibu saja dan
garis keturunan bapak. Dimana hak dan kedudukan anggota keluarga dari pihak ayah sama
dengan hak dan kedudukan anggota dari pihak itu.\
Orang sunda memandang perkawinan sebagai peristiwa penting dalam kehidupan
seseorang. Umur yang paling baik menurut anggapan orang sunda untuk menikah ialah antara
16-20 tahun. Mereka berpendapat, bahwa perkawinan itu sakral atau suci dan merupakan proses
inisiasi dari siklus kehidupan manusia, dimana seseorang yang berbeda dalam fase kehidupan
remaja meningkat kepada fase kehidupan dewasa. Seseorang yang akan melaksanakan
perkawinan tentu mendapat perhatian dari masyarakat lingkungannya, lebih-lebih dari
keluarganya sendiri. Perkawinan bukan lagi dianggap sebagai ikatan antara dua individu yang
berlawanan jenis, akan tetapi merupakan ikatan antara dua keluarga suami istri.
2.4 Sistem Hukum Suku Sunda
Dalam kehidupan masyarakat sunda selain hukum positif (hukum pemerintah) yang
berkembang tetapi juga sistem hukum Islam. Namun dalam kehidupan masyarakat sunda hukum
yang paling dominan berlaku adalah hukum islam.

BAB III
PENUTUP
3.1 KESIMPULAN

Suku Sunda adalah kelompok etnis yang berasal dari bagian barat pulau Jawa, Indonesia,
dari Ujung Kulon di ujung barat pulau Jawa hingga sekitar Brebes (mencakup wilayah
administrasi propinsi Jawa Barat, Banten, sebagian DKI Jakarta, dan sebagian Jawa Tengah.
Kebudayaan Sunda termasuk salah satu kebudayaan suku bangsa di Indonesia yang
berusia tua. Bahkan, dibandingkan dengan kebudayaan Jawa sekalipun, kebudayaan Sunda
sebenarnya termasuk kebudayaan yang berusia relatif lebih tua, setidaknya dalam hal pengenalan
terhadap budaya tulis.
Sistem kemasyarakatan orang sunda banyak dipengaruhi oleh adat secara turun temurun
dan oleh agama Islam yang telah lama di peluk sejak abad ke 16 masehi. Dalam soal perkawinan
misalnya di pasundan dilaksanakan baik secara adat ataupun secara agama Islam.
Mengenai sistem kekerabatan suku sunda dapat dikatakan bahwa kekerabatan suku sunda
adalah sistem kekerabatan parental atau bilateral, yaitu mengikuti garis keturunan kedua belh
pihak orang tua Berbeda dengan sistem kekerabatan orang Minang dan Batak yang menganut
sistem kekerabatan matriarchal dan patriarchal, yaitu hanya memperhitungkan garis ibu saja dan
garis keturunan bapak.

DAFATR PUSTAKA
1. Arsitektur tradisional daerah Jawa Barat.1984. Departemen Pendiidikan dan Kebudayaan.
2. http://www.anneahira.com/sistem-kekerabatan-suku-sunda.htm
3. http://www.scribd.com/doc/17670170/MAKALAH-IBD-Kebudayaan-Suku Sunda.