Anda di halaman 1dari 13

TUGAS SOFTSKILL

EKONOMI KOPERASI
PERAN PENTING KOPERASI DAN UKM
PROVINSI BANTEN

DI SUSUN OLEH :

YUSI YUSNIA(19213621)
KELAS : 2EA32

UNIVERSITAS GUNADARMA
FAKULTAS EKONOMI JURUSAN MANAGEMENT
2014

KATA PENGANTAR
Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena berkat Rahmat-Nya lah penulis
dapat menyelesaikan makalah UKM. Makalah ini di buat untuk menyelesaikan tugas Softskill
Ekonomi Koperasi.
Pada kesempatan ini penulis membahas tentang Usaha Kecil Menengah (UKM). Dalam
pembuatan makalah ini kami mencari beberapa sumber melalui media internet. Untuk itu penulis
mengucapkan terima kasih kepada Bapak Nurhadi yang telah membimbing pembuatan makalah
ini dan mohon maaf apabila makalah kami masih terdapat banyak kekurangan dalam
penyajiannya.
Namun penulis telah berusaha semaksimal mungkin untuk menyelesaikan makalah ini
dengan tepat waktu dan dengan sebaik-baiknya.penulis juga berharap makalah ini dapat
bermanfaat bagi penulis serta yang membacanya sebagai pengembangan diri dan ilmu
pengetahuan.

Bekasi, 14 November 2014


Penulis,

Yusi Yusnia

UKM DAN KOPERASI PROVINSI BANTEN

Page i

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR .............................................................................................................................. i


DAFTAR ISI........................................................................................................................................... ii
BAB I..................................................................................................................................................... 1
PENDAHULUAN ................................................................................................................................... 1
1.1 LATAR BELAKANG .................................................................................................................. 1
1.2 RUMUSAN MASALAH ............................................................................................................. 1
1.3 TUJUAN PENULISAN............................................................................................................... 1
1.4 METODE PENULISAN ............................................................................................................. 1
BAB II .................................................................................................................................................... 2
PEMBAHASAN ..................................................................................................................................... 2
2.1 PENGERTIAN UKM .................................................................................................................. 2
2.2 PERKEMBANGAN UKM. ......................................................................................................... 3
2.3 JENIS UKM DALAM MEMPEROLEH LABA........................................................................ 3
a)

Usaha manufaktur (manufacturing business)............................................................................. 3

b)

Usaha dagang (merchandishing business) ................................................................................. 3

c)

Usaha jasa (sevice business) ..................................................................................................... 3

2.4 PERAN UKM DALAM PEREKONOMIAN ............................................................................. 3


2.5 MANFAAT ADANYA UKM DALAM PEREKONOMIAN ..................................................... 4
a)

Membuka Lapangan Pekerjaan ............................................................................................ 4

b)

Menjadi Penyumbang Terbesar Nilai Produk Domestik Bruto ........................................... 4

c) Salah satu Solusi efektif bagi permasalahan Ekonomi masyarakat kelas kecil dan
menengah ....................................................................................................................................... 4
2.6 PERKEMBANGAN UKM DI PROVINSI BANTEN ................................................................. 5
a)

Potensi Pertanian Banten ....................................................................................................... 6

b)

Potensi Kelautan dan Perikanan Banten ............................................................................... 6

c)

Potensi Pertambangan Banten ............................................................................................... 6

2.7 PERMASALAHAN DALAM UKM BANTEN .......................................................................... 7


2.8 PERKEMBANGAN KOPERASI DI BANTEN .......................................................................... 7
BAB III ................................................................................................................................................... 8
UKM DAN KOPERASI PROVINSI BANTEN

Page ii

PENUTUP .............................................................................................................................................. 8
3.1 KESIMPULAN ............................................................................................................................ 8
3.2 SARAN ........................................................................................................................................ 8
DAFTAR PUSTAKA .............................................................................................................................. 9

UKM DAN KOPERASI PROVINSI BANTEN

Page iii

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 LATAR BELAKANG
Usaha Kecil dan Menengah (UKM) mempunyai peran yang strategis dalam
pembangunan ekonomi nasional, oleh karena selain berperan dalam pertumbuhan ekonomi dan
penyerapan tenaga kerja juga berperan dalam pendistribusian hasil-hasil pembangunan. Dalam
krisis ekonomi yang terjadi di negara kita sejak beberapa waktu yang lalu, dimana banyak usaha
berskala besar yang mengalami stagnasi bahkan berhenti aktifitasnya, sektor Usaha Kecil dan
Menengah (UKM) terbukti lebih tangguh dalam menghadapi krisis tersebut. Mengingat
pengalaman yang telah dihadapi oleh Indonesia selama krisis, kiranya tidak berlebihan apabila
pengembangan sektor swasta difokuskan pada UKM, terlebih lagi unit usaha ini seringkali
terabaikan hanya karena hasil produksinya dalam skala kecil dan belum mampu bersaing dengan
unit usaha lainnya.
Pengembangan UKM perlu mendapatkan perhatian yang besar baik dari pemerintah
maupun masyarakat agar dapat berkembang lebih kompetitif bersama pelaku ekonomi lainnya.
Kebijakan pemerintah ke depan perlu diupayakan lebih kondusif bagi tumbuh dan
berkembangnya UKM. Pemerintah perlu meningkatkan perannya dalam memberdayakan UKM
disamping mengembangkan kemitraan usaha yang saling menguntungkan antara pengusaha
besar dengan pengusaha kecil, dan meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia.

1.2 RUMUSAN MASALAH


Berdasarkan latar belakang di atas,maka penulis merumuskan masalah sebagai berikut :
A. Apa itu UKM?
B. Apa peran koperasi dan UKM di provinsi Banten?

1.3 TUJUAN PENULISAN


Tujuan dalam penulisan makalah ini adalah untuk menambah pengetahuan dan di
harapkan dapat bermanfaat bagi pembaca.Dan juga bisa untuk memacu dan mendapatkan
keuntungan dalam UKM.

1.4 METODE PENULISAN


Metode yang digunakan penulis adalah dengan media internet yang tersedia dan di
analisa lagi untuk penulisan ini.

UKM DAN KOPERASI PROVINSI BANTEN

Page 1

BAB II
PEMBAHASAN
2.1 PENGERTIAN UKM
UKM adalah singkatan dari usaha kecil dan menengah. Ukm adalah salah satu bagian
penting dari perekonomian suatu negara maupun daerah, begitu juga dengan negara
indonesia ukm ini sangat memiliki peranan penting dalam lajunya perekonomian
masyarakat. Ukm ini juga sangat membantu negara/pemerintah dalam hal penciptaan lapangan
kerja baru dan lewat ukm juga banyak tercipta unit unit kerja baru yang menggunakan tenagatenaga baru yang dapat mendukung pendapatan rumah tangga. Selain dari itu ukm juga
memiliki fleksibilitas yang tinggi jika dibandingkan denganusaha yang berkapasitas lebih
besar. Ukm ini perlu perhatian yang khusus dan di dukung oleh informasi yang akurat, agar
terjadi link bisnis yang terarah antara pelaku usaha kecil dan menengah dengan elemen daya
saing usaha, yaitujaringan pasar
Terdapat dua aspek yang harus dikembangkan untuk membangun jaringan pasar, aspek
tersebut adalah :
1. Membangun Sistem Promosi untuk Penetrasi Pasar
2. Merawat Jaringan Pasar untuk Mempertahankan Pangsa Pasar.
Kinerja nyata yang dihadapi oleh sebagian besar usaha terutama mikro, kecil, dan
menengah (UMKM) di Indonesia yang paling menonjol adalah rendahnya tingkat
produktivitas, rendahnya nilai tambah, dan rendahnya kualitas produk. Walau diakui pula
bahwa UMKM menjadi lapangan kerja bagi sebagian besar pekerja di Indonesia , tetapi
kontribusi dalam output nasional di katagorikan rendah. Hal ini dikarenakan UMKM,
khususnyausaha mikro dan sektor pertanian (yang banyak menyerap tenaga kerja),
mempunyaiproduktivitas yang sangat rendah. Bila upah dijadikan produktivitas, upah rata-rata
diusaha mikro dan kecil umumnya berada dibawah upah minimum. Kondisi ini
merefleksikanproduktivitas sektor mikro dan kecil yang rendah bila di bandingkan dengan usaha
yang lebih besar.
Kriteria usaha kecil menurut UU No. 9 tahun 1995 adalah sebagai berikut:
a. Memiliki kekayaan bersih paling banyak Rp. 200.000.000,- (Dua Ratus Juta Rupiah)
tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha
b. Memiliki hasil penjualan tahunan paling banyak Rp. 1.000.000.000,- (Satu Miliar
Rupiah)
c. Milik Warga Negara Indonesia
d. Berdiri sendiri, bukan merupakan anak perusahaan atau cabang perusahaan yang
tidak dimiliki, dikuasai, atau berafiliasi baik langsung maupun tidak langsung dengan
Usaha Menengah atau Usaha Besar
e. Berbentuk usaha orang perorangan , badan usaha yang tidak berbadan hukum, atau
badan usaha yang berbadan hukum, termasuk koperasi.
UKM DAN KOPERASI PROVINSI BANTEN

Page 2

2.2 PERKEMBANGAN UKM.


berikut kriterianya :
a) Livelihood Activities, merupakan Usaha Kecil Menengah yang digunakan untuk mencari
nafkah, atau lebih dikenal sebagai sektor informal. Contohnya adalah pedagang kaki
lima.
b) Micro Enterprise, merupakan Usaha Kecil Menengah yang merupakan pengrajin produk
tertentu namun belum memiliki ciri kewirausahaan.
c) Small Dynamic Enterprise, merupakan Usaha Kecil Menengah yang telah memiliki ciri
kewirausahaan dan sudah menerima pekerjaan subkontrak dan melakukan ekspor
d) Fast Moving Enterprise, merupakam Usaha Kecil Menengah yang telah memiliki ciri
kewirausahaan dan siap untuk melakukan transformasi menjadi Usaha Besar.

2.3 JENIS UKM DALAM MEMPEROLEH LABA


Terdapat 3 Jenis usaha yang dapat dilakukan UKM untuk memperoleh laba :
a) Usaha manufaktur (manufacturing business)
Badan usaha yang aktivitas usahanya merubah bahan baku menjadi suatu produk yang
dapat digunakan oleh masyarakat atau produsen selanjutnya. Contoh: pabrik konveksi
yang menghasilkan pakaian maupun pengrajin bambu yang menghasilkan mebel, hiasan
rumah, souvenir dan sebagainya.
b) Usaha dagang (merchandishing business)
Badan usaha yang aktivitas usahanya langsung menjual barang yang sudah dibeli tanpa
melakukan perubahan terlebih dahulu. Contoh: pusat jajanan tradisional yang menjual
berbagai macam jajanan tradisional maupun took kelontong yang menjual semua jenis
barang kebutuhan sehari-hari.
c) Usaha jasa (sevice business)
Usaha yang memberikan jasa atau layanan kepada konsumen. Contoh: jasa pengiriman
barang maupun warnet

2.4 PERAN UKM DALAM PEREKONOMIAN


Dalam pembangunan ekonomi di Indonesia UKM selalu digambarkan sebagai sektor
yang mempunyai peranan penting, karena sebagian besar jumlah penduduknya berpendidikan
rendah dan hidup dalam kegiatan usaha kecil baik di sektor tradisional maupun modern. Peranan
usaha kecil tersebut menjadi bagian yang diutamakan dalam setiap perencanaan tahapan
pembangunan yang dikelola oleh dua departemen yaitu Departemen Perindustrian dan
Perdagangan, serta . Departemen Koperasi dan UKM. Namun, usaha pengembangan yang telah
dilaksanakan masih belum memuaskan hasilnya karena pada kenyataannya kemajuan UKM
sangat kecil dibandingkan dengan kemajuan yang sudah dicapai usaha besar. Pelaksanaan
UKM DAN KOPERASI PROVINSI BANTEN

Page 3

kebijaksanaan UKM oleh pemerintah selama Orde Baru, sedikit saja yang dilaksanakan, lebih
banyak hanya merupakan semboyan saja sehingga hasilnya sangat tidak memuaskan. Pemerintah
lebih berpihak pada pengusaha besar hampir di semua sektor, antara lain perdagangan,
perbankan, kehutanan, pertanian dan industri.

2.5 MANFAAT ADANYA UKM DALAM PEREKONOMIAN


a) Membuka Lapangan Pekerjaan
Adanya UKM tentunya membuka kesempatan kerja yang lebih luas bagi masyarakat. Hal
ini dapat menjadi salah satu solusi untuk mengurangi pengangguran, sehingga dapat menjadi
salah satu solusi untuk mengatasi masalah sosial. UKM pun tidak hanya membutuhkan tenaga
terdidik dengan kualifikasi pendidikan yang tinggi, akan tetapi tenaga kerja yang dapat dipakai
juga tenaga kerja terlatih yang tidak mengenyam pendidikan tinggi. Hal ini membuat kesempatan
kerja bagi masyarakat kecil juga semakin mudah.
b) Menjadi Penyumbang Terbesar Nilai Produk Domestik Bruto
Saat ini Indonesia telah menjadi salah satu anggota negara-negara G20 yang merupakan
kumpulan 20 negara penghasil Produk Domestik Bruto terbesar di dunia. Produk Domestik
Bruto (PDB) sendiri merupakan sebuah ukuran makro ekonomi untuk memperlihatkan
kemampuan dari suatu negara dalam memproduksi barang dan jasa dalam waktu tertentu. Dari
PDB inilah kemudian terlihat bagaimana kekuatan ekonomi dari suatu negara.
Di Indonesia sendiri, UKM turut andil dalam menyumbang jumlah PDB di Indonesia. Misalnya
pada data Kementerian Negara Koperasi dan UKM di tahun 2009, di mana UKM memiliki porsi
sebesar 58,17% terhadap jumlah PDB. Tidak hanya itu, pertumbuhan sektor UKM dari tahun
2005 hingga 2009 sebesar 24,01%, sedangkan Usaha Besar hanya 13,26% pertumbuhannya.
Data ini memperlihatkan peran besar UKM dalam bagi pertumbuhan serta pembangunan
ekonomi Indonesia.
c) Salah satu Solusi efektif bagi permasalahan Ekonomi masyarakat kelas kecil dan
menengah
Peran Entreperneurship dalam literatur Teori Ilmu Ekonomi menurut Joseph A.
Schumpeter, bahwa sebuah perekonomian akan tumbuh dan berkembang dikarenakan adanya
inovasi dalam proses produksi. Inovasi tersebut hanya bisa dilakukan oleh seorang entreprenur,
sebab seorang wirausaha merupakan pelaku ekonomi yang menjadikan suatu hal dari tak bernilai
menjadi bernilai. Semakin banyaknya entreperneurship menjadikan solusi masalah
perekonomian negara semakin terpecahkan.Baik dari segi pemasukan negara hingga lapangan
kerja.
Kesempatan dalam UKM tentunya akan membuat banyak masyarakat dari golongan
menengah ke bawah untuk bisa berfikir secara kreatif dalam membangun usaha tanpa harus
memegang modal besar terlebih dahulu. Para entreperneurship ini akan semakin terpacu dalam
menciptakan produksi dan membidik pasar-pasar yang belum dijangkau oleh para pengusaha
besar sebelumnya.

UKM DAN KOPERASI PROVINSI BANTEN

Page 4

Agar sukses dalam menjalankan UKM dan membidik pasar dari usaha yang dijalankan,
berikut ini adalah profil wirausaha menurut Roopke, yang dapat dijadikan acuan dalam
membuka wirausaha.
1.

Kewirausahaan Rutin (Wirt)

Wirausaha usaha ini dalam kegiatan sehari-harinya biasanya lebih menekankan pada
pemecahan masalah serta perbaikan standar prestasi tradisional. Di mana fungsinya adalah
untuk melakukan berbagai perbaikan terhadap standar tradisional, bukan menyusun dan
mengalokasikan sumber-sumber. Biasanya jangkauan wirausaha ini adalah untuk menghasilkan
barang, pasar, dan teknologi.
2.

Kewirausahaan Arbitase

Wirausaha ini akan selalu mencari peluang melalui kegiatan penemuan (pengetahuan)
dan pemanfaatan (pembukaan). Biasanya, kegiatan dalam kewirausahaannya tidak perlu
melibatkan pembuatan barang dan menyerap dana pribadi wirausaha. Dimana kegiatan tersebut
merupakan spekulasi untuk memanfaatkan perbedaan harga jual beli. Dalam bentuk lain sering
kita kenal sebagai sektor pedagangan.
3.

Kewirausahaan Inovatif

Wirausaha dinamis, dimana usahanya akan menghasilkan ide-ide dan kreasi-kreasi baru
yang berbeda, baik dalam produk maupun sistem penjualannya. Kewirausahaan ini biasanya
selalu menjadi promotor. Inovasinya biasanya meliputi perkenalkan teknik dan produk baru,
pasar dan sumber pengadaan (pembekalan), peningkatan teknik manajemen, serta metode
distribusi baru yang dianggap lebih mudah, praktis serta lebih menghasilkan. Ia mengadakan
proses dinamis pada produk, proses, hasil, sumber pembekalan, dan organisasi yang baru. Pada
masa sekarang, banyak jenis usaha yang dimulai dari hasil inovasi yang memiliki ciri khas
berbeda dengan usaha-usaha sebelumnya, terutama jenis usaha yang menyangkut bidang kuliner,
fashion, dan lainnya, atau sering disebut dengan industri kreatif.
Sebagai salah satu pelaku ekonomi, dengan eksistensi yang memiliki dominasi bagi
perekonomian bangsa, sudah seharusnya UKM mendapat perhatian khusus dari pemerintah. Di
mana UKM dapat menjadi ajang kreatifitas bagi para entepreneur berbagai golongan. Sehingga
untuk membidik usaha dalam UKM ini hanya butuh kreativitas dan pemikiran yang tepat.

2.6 PERKEMBANGAN UKM DI PROVINSI BANTEN


Banyaknya pelaku Usaha Kecil, dan Menengah (UKM) di Provinsi Banten merupakan
asset tersendiri yang akan memperkuat pondasi perekonomian daerah, initinya dapat menjadi
sumber pendapatan bagi pemerintah daerah, selain itu peran serta UKM dapat mewujudkan
pertumbuhan ekonomi, pemerataan, dan peningkatan pendapatan masyarakat, penciptaan
lapangan kerja, dan pengentasan kemiskinan.
UKM disediakan sebagai sarana untuk mengembangkan diri melalui berbagai macam
fasilitasi di berbagai sektor yang sudah ada. Sejalan dengan nilai masukan diatas, maka
pemberdayaan Usaha Kecil dan Menengah diselenggarakan secara menyeluruh, optimal dan
kesinambungan melalui pengembangan iklim yang kondusif, pemberian kesempatan berusaha,
UKM DAN KOPERASI PROVINSI BANTEN

Page 5

dukungan, perlindungan, dan pengembangan usaha seluas-luasnya, sehingga mampu


meningkatkan kedudukan, peran, dan potensi usaha kecil dan menengah.
Dengan adanya sinkronisasi antara kebijakan pemerintah disatu pihak dengan
implementasi kebijakan yang mendorong serta mengarahkan peran serta ma syarakat dalam
pemberdayaan UKM untuk meningkatkan kinerja dan kompetensi dan usahanya.Salah satu peran
pemerintah adalah membatu UKM dengan didirikannya UKM CENTER sebagai tempat
berkumpulnya UKM dalam mempromosikan / berkonsultasi usaha/informasi kredit jaringan
usaha dan lainnya yang berhubungan dengan pemberdayaan UKM.
Selain itu pelaku UKM di UKM CENTER dapat menikmati sarana promosi yang lebih
mudah dan cepat dengan cara promosi produk di website UKM Center Banten. Adapun tujuan
UKM CENTER adalah sebagai sarana promosi produk UKM Se Provinsi Banten. Sehingga
diharapkan selain promosi berbagai event nyata seperti pameran dan sebagainya, dunia maya
dapat lebih membantu dikenalnya produk UKM Provinsi Banten sehingga imbasnya peningkatan
timbal balik yang baik dari dalam maupun luar negeri. Berikut adalah beberapa sektor yang
terdapat di provinsi banten :
a) Potensi Pertanian Banten
Sejak tahun 2002 silam, tingkat produksi pertanian di Daerah Banten mengalami
peningkatan yang cukup positif meskipun kecenderungannya masih terbilang lamban.
Seperti pada tahun 2005, potensi pertanian Banten mulai berkembang menjadi 364.721
ha dan 1.812.495 ton dengan tingkat produksi per hektar sekitar 49,6 ton/ha. Selain itu,
produksi tanaman palawija juga mengalami peningkatan sebesar 4,08% setiap tahunnya
dengan tingkat rasio mencapai 1,64. Dua tanaman palawija yang cukup diandalkan
masyarakat Banten sebagai potensi unggulan yaitu ubi kayu dan kacang kedelai.
b) Potensi Kelautan dan Perikanan Banten
Provinsi Banten merupakan salah satu wilayah yang sangat strategis, dengan luas
wilayah sekitar 8.800,83 Km2 dan garis pantai 517,42 km, Banten memiliki potensi
sumberdaya kelautan dan perikanan yang cukup besar. Letaknya yang berbatasan
langsung dengan Ibu Kota Negara dan juga sebagai jembatan gerbang antara Pulau Jawa
dan Sumatera, menjadikan Banten sebagai daerah yang paling strategis di sektor kelautan
dan perikanan di wilayah Indonesia. Beberapa potensi kelautan dan perikanan yang
cukup menonjol antara lain potensi ikan tangkap, budidaya ikan air tawar, terumbu
karang, rumput laut, karang hijau, objek wisata pantai, dan lain sebagainya. Untuk ikan
tangkap, diproduksi di Kecamatan Labuan dan Panimbang (Kabupaten Pandeglang),
Terate dan Karangantu (Kabupaten Serang), serta di Kecamatan Kronjo dan Cituis
(Kabupaten Tangerang).
c) Potensi Pertambangan Banten
Potensi pertambangan Banten terdapat di wilayah Pandeglang bagian selatan
dengan hasil tambang berupa emas, perak, titanium, pasir besi, minyak bumi dan galian
C, sedangkan untuk potensi batubara banyak ditemukan di daerah Bayah, Bojongmanik,
dan Cimandiri. Selain itu, ditemukan pula kandungan minyak bumi di wilayah Kabupaten

UKM DAN KOPERASI PROVINSI BANTEN

Page 6

Pandeglang dan Lebak, serta pasir besi yang saat ini mulai dikembangkan oleh
pemerintah setempat.

2.7 PERMASALAHAN DALAM UKM BANTEN


a)
b)
c)
d)
e)

Penerapan sistem manajemen perusahaan yang kurang baik


Kurangnya dalam membaca peluang pasar
Penerapan strategi pemasaran yang kurang efektif
Kurangnya modal kerja untuk menunjang strategi perusahaan
Sistem produksi yang masih belum memenuhi standar

2.8 PERKEMBANGAN KOPERASI DI BANTEN


Sejauh ini perkembangan koperasi di Provinsi Banten cukup pesat.Setidaknya terdapat 3
ribu koperasi yang aktif. Dari jumlah itu, sesuai penilaian Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin),
ada 10 koperasi terbesar di Banten yang masuk jajaran 100 koperasi terbesar seluruh Indonesia.
Hal itu tidak terlepas dari prinsip yang dikembangkan selama ini, yaitu prinsip gotong royong,
kebersamaan, dan saling bantu.
Perputaran usaha koperasi ini sangat besar, yaitu setiap tahunnya bisa mencapai Rp 3,5
triliun dan melibatkan 750 ribu tenaga kerja. Oleh karena itu, Pemprov Banten serius membina
koperasi dengan membentuk dinas koperasi dan UMKM terutama untuk perempuan yang
bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga.
Oleh karena itu, Pemprov Banten mengalokasikan anggaran dan melaksanakan kegiatan
pembinaan serta memfasilitasi penguatan modal bagi UMKM. Nilainya bisa mencapai Rp 10
juta per UMKM. Dan untuk saat ini totalnya ada 882 ribu UMKM di daerah ini, termasuk
koperasi perempuan.

UKM DAN KOPERASI PROVINSI BANTEN

Page 7

BAB III
PENUTUP
3.1 KESIMPULAN
Usaha Kecil dan Menengah (UKM) mempunyai peran yang sangat penting dalam
pembangunan ekonomi nasional, oleh karena itu selain berperan sebagai pertumbuhan ekonomi
dan tenaga kerja juga berperan dalam pendistribusian hasil-hasil sumebr daya alam. Dalam
krisis ekonomi yang terjadi di negara kita sejak beberapa waktu yang lalu, dimana banyak usaha
berskala besar yang mengalami stagnasi bahkan berhenti aktifitasnya, sektor Usaha Kecil dan
Menengah (UKM) terbukti lebih tangguh dalam menghadapi krisis tersebut. Untuk itu harus ada
langkah yang ditempuh untuk mengatasi krisis tersebut.
Oleh karena itu usaha kecil menengah harus mendapat dukungan penuh dan kebijakan
yang tegas oleh pemerintah agar usaha kecil menegah bisa lebih berkembang dan juga dapat
membuka lapangan pekerjaan yang lebih besar lagi dan juga dapat mengurangi jumlah
pengangguran dan juga agar perekonomian lebih stabil dengan adanya sector dari usaha kecil
menengah.

3.2 SARAN
Dalam rangka pengembangan UKM di wilayah Provinsi Banten sangat di perlukan
sistem manajenen yang harus di perhatikan lagi kejelasannya,agar UKM dan Koperasi di
Banten bisa berjalan dengan sebagaimana mestinya dan menghasilkan keuntungan yang
maksimal.

UKM DAN KOPERASI PROVINSI BANTEN

Page 8

DAFTAR PUSTAKA
Vladimir Fandy Pratama (2012). Tugas 2 koperasi makalah UKM.from http://vladimirfandypratama.blogspot.com/2012/11/tugas-2-koperasi-makalah-ukm.html,
Randy
Atmana
(2011).Usaha
kecil
dan
http://randyatmana14.blogspot.com/2011/10/usaha-kecil-dan-menengah.html

Menengah.From

Ekonomi Kompasiana (2011).Mengembangkan koeprasi perempuan di Bantenh.From


http://ekonomi.kompasiana.com/wirausaha/2011/06/10/mengembangkan-koperasi-perempuandi-banten-371893.html
Dinkopumkm Banten provinsi artikel 43.Sekilas UKM Center Provinsi Banten.From
http://www.dinkopumkm.bantenprov.go.id/read/article-detail/artikel/43/SEKILAS-UKMCENTER-PROVINSI-BANTEN.html
BisnisUKM.Mengenalkan
potensi
bisnis
di
provinsi
http://bisnisukm.com/mengenalkan-potensi-bisnis-di-provinsi-banten.html

UKM DAN KOPERASI PROVINSI BANTEN

banten.From

Page 9