Anda di halaman 1dari 39

TEKNOLOGI PRODUKSI

BENIH
TIM
PS AGROEKOTEKNOLOGI
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS BRAWIJAYA

2012

BAHAN KAJIAN
1. PENDAHULUAN (1)
2. PRODUKSI BENIH SECARA GENERATIF (BIJI) (2-3)
3. PRODUKSI BENIH KLONAL
- SECARA KONVENSIONAL (4-5)
- SECARA INKONVENSIONAL (6-7)
4. PROSESING BENIH (9)
5. PENGUJIAN BENIH (10-11)
6. PENYIMPANAN BENIH (12)
7. SERTIFIKASI BENIH (13)
8. PENYAKIT BENIH (14-15)

BAHAN PUSTAKA
Copeland, L.O and M.B. Mc. Donald. 1985. Principles
of Seed Science and Technology. Burgress Publishing
Company. Minneapolis, Minnesota. 321 pp
Damanhuri .2009. Pengantar Produksi Benih . Buku
ajar. Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya
Direktorat Jenderal Tanaman Pangan dan
Hortikultura. 2006. Pedoman Laboratorium
Pengujian Mutu Benih Tanaman Pangan dan
Hortikultura. Direktorat Jenderal Tanaman Pangan
Direktorat Jenderal Tanaman Hortikultura.
Departemen Pertanian.

George,E.F. and P.D.Sherington. 1984. Plant Propagation


by tissue culture. Exegetic Ltd. 690 pp.
Gunawan, L.W. 1992. Teknik Kultur Jaringan Tumbuhan.
Pusat Antar Universitas Bioteknologi. Institut Pertanian
Bogor. 165p
Hartman, H.T. and D.F. Kester. 1983. Plant Propagation;
Principles and Practices. Prentice-Hall, Inc. New
Jersey.pp.726
Krebs, C.J. 1989. Ecology Methodology. Happer Collins
Publisher. University of British Columbia. Principles of
Seed Science and Technology Oleh : L.O. Copeland and
M.B. McDonald, Burgress Publishing Company
Minneapolis Minnesota

Kusnadi, M.K. dan R.D. Santoso. 1996. Kamus Istilah


Pertanian. Kanisius. Yogyakarta.pp.354
Kuswanto, H. 1996. Dasar-dasar Teknologi, Produksi
dan Sertifikasi Benih. Andi. Yogyakarta. 192 hal
Mark L. 2006. Investor Day Transforming an Industry.
Executive vice president global manufacturing.
Monsanto
Mugnisjah, W.Q dan A. Setiawan. 1990. Pengantar
Produksi Benih. Rajawali. Jakarta
Oren L. J dan L. N. Bass. 1990. Prinsip, Praktek
Penyimpanan Benih (terjemahan) oleh Rajawali
Press. Jakarta

Pieriek, R.L.M. 1987. In Vitro Culture of Higher Plants.


Martinus Nijhoff Publisher Dordrecht. 340 pp.
Rees , D. 2004. Insect of Stored Products. Manshon
Publishing. CSSIRO. Australia.
Srivastava, J.P. and L.T. Samarski. 1986. The
International Center for Agricultural Research in the
Dry Area (ICARDA) Aleppo Syiria.
Soetopo, L. 2009. Teknologi Benih. Rajawali. Jakarta.
Toogood, A. 1999. Plant Propagation. DK Publishing,
Inc. New York.pp.322

Tunner. 1990. Seed Production Planning. School of Agriculture,


University of Edinburgh Scotland, UK. Mugnisyah, W.Q. dan A.
Setiawan. 1990. Pengantar Produksi Benih. Rajawali. Jakarta
Umarani, R., R Jerlin., N Natarajan., P Masilamani and A S
Ponnuswamy. 2006. Experimental Seed Science and Technology.
Agrobios. Jodhpur. India. 251p.
Wardiyati, T. 2012. Teknik Kultur Jaringan Tanaman. UB Press. 159
hal.
Wilbur, A.D. 1971. Stored Grain Insect. pp: 500 502 in
Fundamental of Applied Entomology (Ed. Pfadt, E.R ) Mac Milan
Publishing Co. New York.
Zubachtirodin, Syuryawati dan C. Rapar. 2007. Petunjuk teknis
produksi benih sumber jagung komposit (bersari bebas). balai
penelitian tanaman serealia pusat penelitian dan pengembangan
tanaman pangan departemen pertanian. Maros..

BENIH
BERDASARKAN
UNDANG-UNDANG
NO 12
TAHUN 1992 TENTANG
SISTEM BUDIDAYA TANAMAN, BAB I
KETENTUAN UMUM, Pasal 1 butir 4. :
Benih tanaman yang selanjutnya

disebut benih, adalah tanaman


atau bagiannya yang digunakan
untuk memperbanyak dan/atau
mengembangbiakkan tanaman;

TEKNOLOGI PRODUKSI BENIH


ADALAH SUATU ILMU
PENGETAHUAN YANG
MEMPELAJARI STRATEGI DAN
TEKNOLOGI PRODUKSI BENIH
BERMUTU

PENGERTIAN FILOSOFIS
BENIH
Adalah simbol dari suatu awal
kehidupan
Ia merupakan inti dari kehidupan di
alam semesta
Kegunaannya yang penting dalam
konteks teknologi produksi benih
adalah sebagai penyambung siklus
kehidupan tanaman

PE
M
A
A SA
N
R

PRODUKS
I
PA
N

EN

PENGERING
AN

PE
M
I
AN LA
H

PENGEMA
SAN

MUTU
BENI
H
PE
NY
IM
N PAN
A

PENGUJIA
N

ALUR PENGENDALIAN MUTU

SISTEM PERBENIHAN
PENELITIAN DA
N
PENGEMB
ANGAN
PRODUKSI DAN
DISTRIBUSI
SERTIFIKASI DAN
PENGAWASAN MUTU
BENIH
PENUNJANG (KELEMBAGAAN
PERMODALAN, INFORMASI
DLL)
12

KLASIFIKASI
Benih Penjenis (BS), warna label KUNING
BENIH
K
E
L
A
S
B
E
N
I
H

BENIH PENJENIS

Benih Dasar (BD),

warna label PUTIH

Benih Pokok (BP),

warna label UNGU

Benih Sebar (BR),

warna label BIRU

Permentan no 39 th
2006

13

P
O
L
Y
G
E
N
E
R
A
T
I
O
N
F
L
O
W

BENIH
SEBAR
Khusus untuk jenis tanaman
yang menyerbuk sendiri dan
faktor perbanyakannya rendah,
dapat digunakan sebagai benih
sumber untuk perbanyakan
benih sebar berikutnya, selama
memenuhi standar mutu benih
Permentan 39 th
sebar
2006
BR dapat ditangkarkan menjadi
: Kedelai, kacang tanah, ubi kayu, ubi
BR1Contoh
jalar
Permentan 55 th
14

2009

SISTEM PERBANYAKAN BENIH (Permentan 55 th


2009)
I. ONE GENERATION FLOW
BS
BD
BP
BR

Petani

II.POLY GENERATION FLOW


KHUSUS YANG MENYERBUK SENDIRI DAN FAKTOR PERBANYAKANNYA
RENDAH
CONTOH IMPLEMENTASI UNTUK
KEDELAI
BR1
BR2
PEMURNIAN

BR

BR

Petani
15

KLASIFIKASI

PERBANYAKAN BUAH TAHUNAN


(PERBANYAKAN VEGETATIF)

PIP (Pohon Induk Pemulia)

BS

Pohon Induk Tunggal atau Populasi

BF (Blok Fondasi)

BD

BPMT (Blok Penggandaan Mata Tempel) BP


DITANAM RAPAT UNTUK MENDAPATKAN MATA
TEMPEL YANG BANYAK

BPP (Blok Perbayakan Benih)

BR
16

B
E
B
A
S

POLA PERBANYAKAN BENIH KENTANG BERSERTIFIKAT


Benar
Benar

Kultur Jaringan

V
I
R
U
S

G-0
G-0
Plantlet/ubi
Plantlet/ubimikro/
mikro/
stek/ubi
mini
stek/ubi mini

Uji
Lab

Uji
Rumah Kasa Lab

Lapangan
S
T
A
N
D
A
R

AAVarietasnya
Varietasnya

Ubi
UbiInduk
Induk

BENIH
BENIHPENJENIS
PENJENIS
Label
LabelKuning
Kuning

G-1

BENIH
BENIHDASAR-1
DASAR-1
Label
LabelPutih
Putih

G-2

BENIH
BENIHDASAR-2
DASAR-2
Label
LabelPutih
Putih

G-3

BENIH
BENIHPOKOK
POKOK
Label
LabelUngu
Ungu

G-4

BENIH
BENIHSEBAR
SEBAR
Lebel
LebelBiru
Biru

UPTPSBTPH

Petani
Petani

Petani
Petani

Tidak
sejalan
dengan
Permen
tan 39
Th 2006

Petani
Petani
17

KELOMPOK BENIH
Hibrida (F1) = keturunan pertama dari hasil
persilangan dua tetua atau lebih dan bersifat
heterosis
Inbrida = keturunan dari galur murni pada
tanaman menyerbuk sendiri
Bersari bebas (OP) = keturunan dari hasil
penyerbukan terbuka pada tanaman menyerbuk
silang
Klonal = keturunan dari tanaman yang
diperbanyak secara vegetatif

BENIH
Dapat berupa :
Biji (bagian generatif) :
jagung, kedelai, kacang hijau
Bagian vegetatif (klon) :
- umbi ( kentang, b merah),
- stek (ubi kayu, ubi jalar)
- akar (sukun)
- tanaman utuh (mangga, alpukat)

BAGIAN-BAGIAN BIJI
EMBRIO (BAKAL TANAMAN)
embryo
JARINGAN PENYIMPAN CADANGAN
MAKANAN (ENDOSPERM,
KOTILEDON, PERISPERM, DLL)
stored food
PELINDUNG BIJI (KULIT BIJI)
seed coat

STRUKTUR EMBRIO
EPIKOTIL = CALON PUCUK
HIPOKOTIL = CALON BATANG
PLUMULA = CALON DAUN
PERTAMA
KOTILEDON = CADANGAN
MAKANAN
RADIKEL = CALON AKAR

Struktur EMBRIO

PROSES TERBENTUKNYA BIJI


PEMBENTUKAN BENANG SARI DAN
PUTIK DALAM KUNCUP BUNGA
ORGAN BUNGA SIAP REPRODUKSI
POLINASI
PERKECAMBAHAN SERBUK SARI
FERTILISASI
PERKEMBANGAN ZIGOT MENJADI
EMBRIO
FILE:LTS.TPB.10
PEMASAKAN BIJI

Struktur bunga

EMBRIO
EMBRIO YANG TERDAPAT DALAM
BIJI MERUPAKAN HASIL AKHIR
DARI SUATU SIKLUS GENERATIF
PADA TANAMAN YANG
PROSESNYA TERJADI DALAM
WADAH BUNGA

FILE:LTS.TPB.10

POLINASI
SERBUK SARI YANG JATUH PADA
PERMUKAAN KEPALA PUTIK AKAN
BERKECAMBAH DAN
MEMBENTUK TABUNG SARI YANG
AKAN TUMBUH MEMANJANG
MELALUI TANGKAI PUTIK MENUJU
KE BAKAL BIJI
FILE:LTS.TPB.10

POLINASI

FERTILISASI
DI DALAM KANTONG EMBRIO AKAN
TERJADI PEMBUAHAN GANDA YAITU
SATU INTI SPERMA DARI TABUNG SARI
AKAN BERGABUNG DENGAN SEL
TELUR MEMBENTUK ZIGOT---->EMBRIO
SATU INTI SPERMA YANG LAIN
BERGABUNG DENGAN INTI POLAR
MEMBENTUK ENDOSPERM-->KOTILEDON
FILE:LTS.TPB.10

FERTILISASI

FERTILISASI

HUBUNGAN BUAH DAN BIJI


LETAK BIJI PADA BUAH :
BERADA DALAM BUAH
BERADA DIPERMUKAAN BUAH
Cari contohnya !

Dok.Lts.Tek.Ben.0
6

BUAH DAN BIJI BLEWAH : TIPE BUAH TUNGGAL,


BERDAGING, PEPO

Dok.LTS.TEKBEN.0

KLASIFIKASI BUAH
BUAH TUNGGAL : BERASAL DARI
BAKAL BUAH TUNGGAL (OVARY), BIJI
TERLETAK DI BAGIAN DALAM BUAH
BUAH MAJEMUK : BERASAL DARI
BUNGA YANG MEMILIKI BANYAK PUTIK
PADA SATU DASAR BUNGA YANG
SAMA
BUAH BERGANDA : TERBENTUK DARI
SEJUMLAH BUNGA YANG BER
GEROMBOL SALING BERDEKATAN TAPI
TERPISAH SATU SAMA LAINNYA

BUAH TUNGGAL

BUAH MAJEMUK